Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 116 Detik-detik Terakhir.


__ADS_3

Malam ini semua keluarga sedang berkumpul yang makan malam bersama. Mereka hanya makan-makan saja untuk syukuran karena atas masalah yang selesai dan Daniel juga yang sudah di penjara.


"Saras kamu makan sayur ini ya. Supaya kesehatan kamu semakin membaik," ucap Sahila menuangkan sayur ke dalam mangkok Saras.


"Terima kasih Tante," sahut Saras tersenyum.


"Kamu juga Alan makan yang banyak. Supaya semakin fit," sahut Sahila.


"Iya Tante terimakasih," sahut Alan dengan tersenyum.


"Huhhhhhh! memang baru sekarang makan itu terasa sangat nikmat. Selama ini masih dek-dekan," sahut Mariana.


"Kalau memang terasa nikmat. Ya sudah mama nikmati saja," sahut Alana.


"Benar Tante. Masakan mama itu sangat enak. Jadi Tante harus makan yang banyak," sahut Ziva.


"Ya kalian semua juga makan yang banyak dan terutama kamu Kevin. Kamu juga makan yang banyak. Kamu sudah banyak mengeluarkan tenang. Jadi makanlah yang banyak," ucap Mariana.


"Itu pasti," sahut Kevin. Kiara tersenyum yang juga ikut makan. Namun tiba-tiba Kiara melihat Mitra Winata yang berdiri dan melihat ke semua orang yang sedang makan. Hanya Kiara yang sadar dengan adanya Mitra Winata.


"Kevin!" ucap Kiara dengan pelan. Membuat Kevin menoleh ke arah Kiara.


"Ada apa?" tanya Kevin.


Kiara mengarahkan kepalanya yang juga di lihat oleh Kevin.


"Papa!" lirih Kevin melihat Mitra Winata.


"Papa kenapa berdiri di sana? Ayo mari makan bersama kami," ajak Kevin. Semua orang baru tersadar ketika Kevin memanggil Mitra Winata. Bahkan semua orang melihat berhenti makan sejenak.


"Pah kemarilah!" ajak Kevin.

__ADS_1


Mitra Winata mengehela napasnya dan melangkah menghampiri yang lain. Zavier langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Di sini Om!" Zavier langsung mempersilahkan Mitra Winata. Mitra Winata melihat ke arah Zavier dan Zavier tersenyum kepada Mitra Winata. Walau wajah Zavier tampak dek-dekan.


"Mas biar aku ambilkan," sahut Mariana dengan gugup yang melayani suaminya.


Mitra Winata diam saja dan tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya diam dan melihat semua orang yang sedang melihat dirinya.


"Papa menginginkan sesuatu?" tanya Alana.


"Tuan katakan saja apa yang di inginkan tuan," sahut Danu.


"Saya tidak butuh apa-apa," jawab Mitra Winata yang baru mengeluarkan suaranya setelah sekian lama.


"Dan jangan panggil saya tuan. Saya bukan atasan kamu," sahut Mitra Winata. Danu diam tidak menganggap apa yang di katakan Mitra Winata.


Mitra Winata melihat ke arah Saras dan Saras juga melihat Mitra Winata dengan wajah senduh Saras.


"Saras kamu tau kan jika saya yang membuat kamu celaka. Saya juga yang membakar rumah sakit itu," ucap Mitra Winata pada Saras.


"Lalu apa tindakan kamu?" tanya Mitra Winata.


"Saya tidak harus bertindak apa-apa," jawab Saras.


"Kamu tidak marah dan tidak membalas saya?" tanya Mitra Winata.


Saras tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


"Saya tidak harus melakukan semua itu. Saya mungkin menentang papa. Tapi semua yang saya tentang adalah kebenaran. Dan semua yang papa lakukan untuk membalas saya. Tetapi saya tidak perlu membalas. Marah atau mengkerutuki. Karena dari semua kejadian itu. Saya juga mendapatkan hasilnya yang luat biasa yaitu dengan Alan berada di sini dengan hikmah yang begitu besar dengan mas Alan yang sudah sadar," sahut Saras dengan tersenyum yang menerima semua yang di lakukan Mitra Winata kepadanya.


"Aku tidak tau apa yang terjadi. Tetapi aku tidak akan membiarkan jika papa menyakiti Saras lagi," sahut Alan.

__ADS_1


"Saya minta maaf," sahut Mitra Winata yang mengeluarkan kata maaf.


Hanya kata maaf yang di keluarkannya mampu membuat orang-orang yang ada di sana terkejut. Seumur hidup mereka itu pertama kalinya kata maaf itu keluar dari mulut Mitra Winata.


"Saya mohon ampun!" lanjut Mitra Winata lagi yang semakin mengejutkan semua orang.


"Maafkan saya Saras. Atas semua sikap saya pada kamu selama ini,"


"Maafkan saya Kevin dengan semua perbuatan papa kepada kamu. Papa tidak pernah sadar. Jika selama ini papa telah menekan kamu. Menjadikan kamu robot dan melarang ini itu. Papa menghancurkan kebahagian kamu," ucap Mitra Winata yang mengakui kesalahannya.


"Saat saya masih mencari ribut dengan kamu. Tetapi kamu masih mempertaruhkan nyawa kamu untuk papa. Papa benar-benar menyesal dengan semua yang terjadi," ucap Mitra Winata dengan penuh penyesalannya.


"Kiara! tidak ada yang salah dengan hubungan kamu dan Putra saya. Saya yang salah selamat ini dan kamu harus menjadi korban atas keserakahan saya. Saya juga minta maaf kepada kamu,"


"Bukan hanya kepada kamu. Kepada keluarga kamu. Pak Danu. Apa yang bapak katakan kemarin adalah kebenarannya dan saya sadar itu. Saya minta maaf pada pak Danu dan juga keluarga pak Danu. Saya akan menebus semua kesalahan ini saya akan menerima hukuman apapun dari kalian semua," ucap Mitra Winata menyampaikan maafnya dengan penuh penyesalan dan di tutup dengan menundukkan kepalanya. Dia benar-benar tulus meminta maaf.


Kevin, Kiara dan juga yang lainnya tersenyum dengan pengakuan dan permintaan maaf dari Mitra Winata. Tidak di sangka oleh mereka. Jika hari itu akan ada.


"Kami sudah memaafkan papa. Papa tetap orang tua kami dan aku pribadi tidak menyimpang amarah, dendam atau kebencian pada papa," sahut Kevin dengan matanya berkaca-kaca.


"Aku juga sudah memaafkan papa. Aku sebagai menantu tidak pernah membenci papa atau merencanakan untuk balas dendam. Karena bagiku papa adalah orang tuaku juga," sahut Saras.


"Saya mewakili keluarga saya. Juga memaafkan pak Mitra Winata. Tidak ada manusi yang tidak luput dari kesalahan dan mari saling memperbaiki diri untuk hidup yang lebih damai," sahut Danu yang juga Ikhlas dalam memaafkan apapun itu.


"Aku juga sudah memaafkan pak Mitra Winata. Aku tidak berharap apa-apa. Aku hanya ingin pak Mitra Winata memberikan restu untuk aku dan Kevin atas pernikahan kami berdua. Karena aku dan Kevin hanya mengharapkan restu itu," sahut Kiara dengan matanya yang bergenang.


"Saya merestui kalian. Silahkan lanjutkan pernikahan kalian dan berbahagialah dengan cinta yang kalian punya. Kalian pantas untuk bersama. Dan saya orang yang sangat jahat yang sudah menghalangi hubungan kalian. Saya merestui pernikahan kalian," ucap Mitra Winata.


Mendengar kata singkat itu membuat Kiara meneteskan air matanya. Itu hal yang sangat besar yang di tunggu-tunggunya.


Sahila sebagai ibu juga tersenyum. Benar-benar ada hikmah di balik semua yang terjadi. Perjuangan Kiara dan Kevin juga tidak sia-sia sama sekali.

__ADS_1


Mitra Winata yang akhirnya menyadari semuanya. Setelah dia melihat hasil kerja keras Kevin. Kekuatan cinta Kevin dan Kiara dan juga Kevin yang menyelamatkan dirinya membuat hati Mitra Winata tersentuh.


Bersambung.


__ADS_2