Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 35


__ADS_3

Kiara dan Kevin masih berpelukan dengan perasaan yang hanya mereka yang tau.


"Tuan Kevin!" tegur Arya yang membuat Kiara membuka matanya perlahan dan Kevin perlahan melepas pelukan itu.


Kevin melihat wajah Kiara dan Kiara yang terdiam tanpa sepatah kata pun dengan bekas air mata di pipinya dan terus melihat Kevin dengan wajah Kiara yang penuh tanya.


"Ada apa?" tanya Kevin melihat ke Arya.


"Tuan ada yang ingin saya bicarakan," ucap Arya.


"Baiklah," sahut Kevin. Arya menganggukkan kepalanya dan pergi terlebih dahulu.


Kevin memegang pipi Kiara dan mengusap air mata itu, "kamu istirahat lah ini sudah malam," ucap Kevin begitu lembut.


Kiara menganggukkan kepalanya. Kevin pun langsung berlalu dari hadapan Kiara. Tidak tau Kiara sebenarnya sadar atau tidak apa yang barusan terjadi. Dia seperti berada bukan di dunianya yang seperti ilusi dan membuatnya bingung sendiri.


**************


Malam terlewatkan dan pagi kembali tiba. Matahari yang cerah dan udara yang sejuk di kaki gunung 5 yang begitu indah. Kiara yang berdiri di teras kamarnya yang menghirup udara dalam-dalam dengan melihat jauh ke ujung sana. Gunung yang indah yang terdapat asap di ujungnya membuat Kiara tersenyum melihat ciptaan Tuhan.


Kiara melihat ke bawah dan melihat warga-warga kembali beraktivitas, para tim medis dan para pekerja dari perusahaan Lexus yang juga bekerja begitu semangat. Namun pandangannya berhenti ketika melihat Kevin yang ikut membagikan sarapan pada anak-anak dan orang-orang di sana. Kiara tersenyum melihat hal tersebut yang membuat Kiara sangat tenang melihatnya.


Tidak ingin berlama-lama melihat hal itu. Kiara pun meninggalkan tempat itu dan akan ikut bergabung dengan yang lainnya sesuai dengan pekerjaannya.


Kiara sudah turun dan berada di pekarangan dengan melihat orang-orang dengan berbagai kegiatannya dan sebenarnya kebanyak sedang sarapan pagi dengan kelompok-kelompok.


"Kiara kamu tidak sarapan?" tanya Amanda yang sedang makan bersama rekannya yang lain.


"Iya ini mau sarapan?" jawab Kiara yang menuju tempat pembagian makanan dan Kevin masih ada di sana yang membagikan dengan karyawan Kevin.


Kevin melihat Kiara yang hendak ingin menunggu dia di beri makanan.


"Sudah habis Dokter. Bisa lihat di dapur umum. Mungkin untuk kloter 2 sudah masak," ucap salah seorang karyawan yang memang jatah untuk tahap pertama habis.


"Yahh," sahut Kiara yang merasa kecewa tidak mendapatkan sarapannya di kloter pertama. Kevin pun melihat wajah Kiara yang tampak memprihatinkan.


"Ambil ini," sahut Kevin yang ternyata masih ada lagi.

__ADS_1


"Tapi itu kan punya tuan," sahut karyawan tersebut.


"Dia Dokter. Jika dia tidak makan. Tidak akan ada yang mengobati pasien di sini," ucap Kevin dengan datar yang memberikan pada Kiara nasi kotak itu, "ambil!" titah Kevin dan Kiara mengambilnya saja. Lalu Kevin pergi.


Dengan wajah Kiara yang tampak bingung melihat kepergian Kevin. Lagi dan lagi apa yang di lakukan pria itu membuatnya bingung.


"Apa dia sebegitu pedulinya pada orang sekitarnya," batin Kiara yang penuh tanya.


***********


Kiara berjalan dengan melihat-lihat di sekitarnya sembari membawa nasi kotak dan air mineral yang di pegangnya. Kiara melihat Kevin yang duduk di salah satu bangku dengan membolak-balikkan dokumen. Kiara menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu Kiara menghampiri Kevin. Sepertinya Kiara memang mencari Kevin.


"Tuan," tegur Kiara membuat Kevin mengangkat kepalanya dan melihat Kiara yang berdiri di hadapannya.


"Ada apa?" tanya Kevin.


"Ini sarapannya," ucap Kiara memeberikan kepada Kevin sarapan itu.


"Bukannya aku memberikannya kepadamu. Jadi kenapa memberinya lagi?" tanya Kevin.


"Tuan juga belum sarapan dan masih dalam pengobatan saya akan menunggu masakan yang berikutnya," ucap Kiara.


Bukannya pergi. Kiara malah duduk di samping Kevin dan membuat Kevin heran melihat ke arah Kiara dan Kiara menaikkan kedua alisnya yang memberikan kotak makanan itu pada Kevin dan berharap Kevin mengambilnya. Kevin menghela napasnya dan langsung mengambilnya Kiara tersenyum melihatnya.


"Kita bagi dua," ucap Kevin yang membagi makanan itu.


"Tidak usah tuan," sahut Kiara menolak.


"Jangan membantah. Kita sama-sama belum sarapan. Jadi kita bagi dua," tegas Kevin dan Kiara tidak bisa membantah lagi.


"Baiklah," sahut Kiara. Walau menyetujui hal itu. Kiara maupun Kevin belum makan sama sekali. Mereka bahkan masih sama-sama diam dengan kotak nasi yang terbuka dan belum di nikmati sama sekali.


"Belum mau memakannya?" tanya Kevin.


"Tuan duluan," ucap Kiara yang mempersilahkan.


"Kamu saja duluan," sahut Kevin yang tidak mau duluan.

__ADS_1


"Ehmmm, jadi saya nih yang duluan?" tanya Kiara memastikan Kevin menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu saya makan duluan," sahut Kiara yang langsung makan dengan malu-malu sedikit. Namun hanya satu sendok saja Kiara langsung memberikan pada Kevin. Kevin menghela napasnya dan dia pun ikut makan 1 sendok bersama Kiara.


Bisa-bisanya mereka berdua makan dengan secara bergantian dan Kiara sendiri juga tidak percaya. Jika dia bisa seperti itu dengan majikannya. Hal yang aneh memang tetapi itulah kenyataannya.


"Ya ampun tuan Kevin, orangnya sebenarnya sangat baik dan begitu humbel. Lalu kenapa kekasihnya tega menghiyanatinya. Jika memang tunangan tuan Kevin ada hubungan dengan kak Rangga dan tuan Kevin mengetahui hal itu di pastikan tuan Kevin akan kecewa," batin Kiara yang begitu simpatik dengan apa yang terjadi pada Kevin.


"Ya Allah semoga saja kekasihnya cepat sadar dan tidak menyia-nyiakan orang sebaik ini," batin Kiara yang penuh dengan doa yang tulus yang terus melihat ke arah Kevin.


"Aku percaya semuanya akan kembali seperti dulu. Jika karena semua penderita yang kamu terima karena menjalin hubungan denganku Kiara waktu itu. Maka aku akan menebus semuanya. Aku akan mengubah rasa sakit itu menjadi rasa bahagia. Semuanya pelan-pelan dan aku percaya kita bisa melakukannya Kiara," batin Kevin yang juga melihat ke arah Kiara dengan ke-2nya yang tersenyum tipis.


*********


Hari ke-3 berada di Kaki gunung seperti biasa pada umumnya semua akan mengerjakan semua pekerjaannya masing-masing yang sesuai dengan tugasnya.


Namun para tim medis sedang berbaris yang menerima arahan dari Dokter Saiful. Dokter yang memimpin mereka. Selain dari usianya sudah sangat serius Dokter tersebut juga sudah banyak pengalaman dari segala aspek.


"Dari masalah keracunan yang terjadi kemarin. Saya mengucapkan terima kasih untuk Dokter, perawat dan Suster yang bekerja sama dengan baik dan berkat semua usaha kalian para warga sehat dan sekarang jauh lebih baik. Ini akan menjadi kabar bahagia untuk semua orang," ucap Dokter Saiful memberikan arahannya dengan ucapan terima kasih.


Tepuk tangan yang meriah berkumandang dan memang begitu penuh dengan kebahagiaan satu sama lain yang mereka saling melihat dan bangga dengan mereka sendiri yang berusaha dengan besar dan tidak ada hasil yang tidak menjanjikan.


"Hanya itu yang saya sampaikan. Untuk kedepannya kalian semua lebih semangat lagi dan tetap jangan panik dalam situasi apapun," ucap Dokter memberi semangat dengan menggerakkan tangannya memberi semangat.


Para tim medis tersenyum dengan bertambah semangat untuk menyelesaikan tugas mereka.


"Baiklah untuk kesempatan hari ini sampai sini saja dan kalian bisa bubar selamat menjalankan aktifitas kalian seperti biasa," ucap Dokter tersebut.


"Baik Dokter," sahut para dokter dengan serentak dan satu persatu mereka bubar.


"Kiara!" Panggil Dokter Saiful. Kiara yang tadinya ingin pergi tidak jadi dan mendekati Dokter Saiful.


"Iya Dokter ada apa?" tanya Kiara.


"Kamu hari ini pergi ya ke desa sebrang. Soalnya tuan Kevin sedang ada penyuluhan ke sana dan kamu wajib ikut. Kamu Dokter yang mewakili," ucap Dokter Saiful.


"Baiklah Dokter," sahut Kiara tanpa protes.

__ADS_1


Dokter tersebut mengangguk dan langsung pergi. Sama dengan Kiara yang hanya menghela napas. Dia tidak pernah masalah mendapatkan tugas baru mau itu sesulit apapun. Karena dia menjalaninya dengan baik.


Bersambung


__ADS_2