Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 57


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Kiara yang masih berada di Apartemen Kevin baru membuka matanya setelah dia merasa jauh lebih baik dan tidurnya memang sangat nyenyak. Mungkin karena Kiara juga kelelahan. Jadi tidur jauh lebih nyenyak.


Kiara duduk perlahan dan melihat di sekitarnya yang tidak ada siapa-siapa sama sekali. Kiara menghela napasnya dengan mengusap wajahnya yang mengatur napasnya. Mungkin dia juga masih kepikiran tentang apa yang terjadi kemarin. Jadi wajar saja Kiara masih terlihat seperti orang yang sangat lelah.


Kiara menyibak selimutnya. Lalu Kiara langsung turun dari tempat tidur dan menuju pintu untuk keluar dari kamar. Kiara melihat kembali di sekitarnya yang tidak menemukan siapa-siapa membuatnya bingung.


Dia tau dia berada di mana. Karena masih mengingat tadi malam ada Kevin yang bersamanya. Kiara juga kelihatan sedang mencari Kevin yang tidak tau di mana.


"Kemana dia?" batin Kiara.


"Kamu sudah bangun!" tiba-tiba suara itu mengejutkan Kiara dan membuat Kiara langsung melihat ke arah belakangnya dan menemukan Kevin yang ada di sana.


"Sudah bangun?" tanya kebun sekali lagi.


"Iya," jawab Kiara yang menunduk yang mendadak sangat gugup.


Kevin melangkah mendekati Kiara dan berdiri di hadapan Kiara.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kembali kepalanya yang merasa jauh lebih baik. Walau sebenarnya pasti dia belum baik-baik saja.


Kevin berjalan menuju nakas yang ada di sana dan mengambil paper bag. Lalu kembali menghampiri Kiara.


"Kamu mandilah agar kamu lebih fress. Aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu," ucap Kevin memberikan paper bag tersebut pada Kiara dan Kiara langsung mengambilnya.


"Di mana kamu mendapatkan ini?" tanya Kiara.


"Aku tidak harus memberitahumu," jawab Kevin singkat.


"Mandilah!" titah Kevin kembali.


"Maaf merepotkan," ucap Kiara yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa. Ayo kamu kembali kekamar," ucap Kevin yang berbicara begitu lembut.

__ADS_1


Kiara mengangguk dan kembali memasuki kamar untuk bersih-bersih karena pagi-pagi seperti ini dia memang sangat kegerahan. Dan Kevin tau apa yang harus di lakukannya. Jadi dia sengaja menyiapkan pakaian yang pasti melalui Arya.


**********


Tidak lama setelah Kiara mandi. Kiara keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian yang di belikan Kevin, dress coklat selututnya dengan lengan pendek yang membuatnya kelihatan sangat anggun dan cantik. Model piyama dress yang sangat cocok untuknya. Kiara juga sekalian keramas biar kepalanya juga bisa fress.


Kiara melihat di atas meja rias yang sepertinya Kiara mencari sesuatu yang tidak dapat di temukannya.


Krekkk.


Pintu kamar terbuka yang ternyata Kevin yang masuk dan Kiara langsung membalikkan tubuhnya.


"Kamu butuh sesuatu?" tanya Kevin yang melihat Kiara sepertinya membutuhkan sesuatu.


"Aku hanya butuh hair dryer untuk mengeringkan rambutku," ucap Kiara dengan gugup. Kevin menghela napasnya dan melangkah mendekati Kiara lalu membuka laci yang ada di dekat Kiara yang ternyata hair dryer yang di cari Kiara berada di sana


Kevin langsung mencolokkan nya sehingga hairdryer tersebut menyala dan dia juga langsung mengeringkan rambut Kiara yang membuat Kiara cukup kaget dengan apa yang di lakukan Kevin.


Kevin berdiri di depan Kiara dan mengeringkan rambut Kiara. Sementara Kiara sangat gugup yang berada di depan Kevin yang beberapa kali mengalihkan pandangannya, kadang ke kiri, ke kanan dan juga terkadang menunduk. Karena perasaannya yang begitu berdebar.


Kevin melihat kearah Kiara dengan mereka yang saling menatap begitu dalam. Kevin meletakkan hair dryer tersebut di atas meja. Lalu membelai rambut Kiara menyinggirkan anak rambut Kiara yang ada di wajah Kiara dan sentuhan di pipi Kiara membuat buku kuduk Kiara berdiri.


Tidak tau ada apa dengan perasaannya dan kenapa Kevin harus melakukan itu yang membuat Kiara semakin gugup. Apa lagi tatapan Kevin sangat dalam kepadanya dan tatapan yang turun pada bibir merah Kiara yang bergetar membuat Kevin yang sudah memegang kedua pipi Kiara mendekatkan wajahnya yang ingin mencium Kiara. Namun Kiara langsung menghindar dengan wajahnya miring kesamping.


"Maaf," ucap Kiara dengan napas beratnya yang tidak tau ada apa dan apa benar Kevin ingin menciumnya atau itu hanya pemikiran Kiara saja.


Kevin mungkin sudah terlalu berani dan tidak memikirkan perasaan Kiara dan dia mencoba untuk paham dengan Kevin menurunkan tangannya dari pipi Kiara.


"Aku tidak bermaksud," ucap Kevin yang menyadari kesalahannya.


"Ayo kita sarapan," ajak Kevin yang menggengam tangan Kiara untuk mengalihkan rasa gugup Kiara dan membawa Kiara pergi. Kiara menghela napasnya dan mengikut saja.


Kiara tidak bisa menerima ciuman itu begitu saja. Karena dia tau Kevin punya tunangan dan perasaannya juga tidak jelas dengan Kevin. Walau waktu itu mereka pernah membahas masalah perasaan dan Kevin Sean memberi peluang baginya untuk jatuh cinta pada Kevin.

__ADS_1


*********


Kevin dan Kiara makan bersama dengan mereka yang duduk saling berhadapan dan sarapan tanpa ada obrolan dan mungkin lebih ke rasa canggung. Karena insiden yang barusan terjadi sebelumnya.


"Kenapa kamu kerumah itu?" tanya Kevin di tengah sarapannya.


"Aku ingin mengetahui sesuatu hal," jawab Kiara.


"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Kevin.


"Aku tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi kenapa aku merasa jika kita berdua ada sesuatu sebelumnya. Pikiran itu tiba-tiba saja muncul," ucap Kiara melihat serius kepada Kevin.


"Jika kamu mengetahui sesuatu tolong katakan kepadaku. Aku sangat lelah dengan teka-teki yang bertumpuk di kepalaku," ucap Kiara yang membuat Kevin diam.


"Semua orang terlihat menyembunyikan sesuatu dari ku. Aku seperti orang tidak waras yang terlalu banyak berpikir. Jadi jika mengetahui sesuatu beritahu aku," ucap Kiara.


"Aku tidak bisa memberitahunya," ucap Kevin.


Dahi Kiara mengkerut mendengar pernyataan Kevin yang dari perkataan Kevin. Kiara sudah bisa menduga jika Kevin mengetahui sesuatu.


"Apa maksud kamu?" tanya Kiara.


"Kiara. Jangan berusaha untuk mencari tahu apapun. Itu akan semakin menyakitkan untuk kamu. Jadi tetaplah seperti dan semuanya mengalir seperti ini dan pelan-pelan kamu juga akan tau. Jangan memaksakan sesuatu," ucap Kevin.


"Dari perkataan kamu. Kita bukan orang asing yang baru bertemu. Apa benar kita sering bertemu sebelumnya?" tanya Kiara yang semakin penasaran dengan Kevin yang sepertinya banyak tau tentang dirinya.


"Kiara aku sudah mengatakan jangan mencoba untuk mencari tahu," ucap Kevin.


"Bagaimana aku tidak mau tau jika kamu mengetahui sesuatu," ucap Kiara yang menguatkan volume suaranya.


"Maaf," sahut Kiara yang sadar jika dia keterlaluan dan tidak pantas teriak-teriak. Karena itu atasannya.


Kiara mengatur napasnya dan mencoba untuk tenang dengan memejamkan matanya dan mengatur napasnya. ke-dua tangannya juga menyanggah wajahnya sehingga tampak menutup wajahnya.

__ADS_1


Kevin menghela napasnya dan hanya memperhatikan Kiara saja. Dia tau apa yang di rasakan Kiara. Namun dia juga tidak ingin menceritakan pada Kiara.


Bersambung


__ADS_2