Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 73 Paris


__ADS_3

Paris.


Setelah melakukan perjalanan akhirnya Kiara sampai di Paris malam hari. Kiara langsung menaiki Taxi menuju Apartemen Shela sahabatnya. Karena dia juga akan menginap di sana untuk mencari tau semuanya.


Meski hilang ingatan. Tetapi ingatan Kiara mengenai Paris sebelum mengenal Kevin tidak mungkin lupa. Dia cukup lama tinggal di Paris dan sedikit-sedikit mengingat jalan di Paris. Kalau dijalani pasti ingat dan mungkin kalau di bicarakan lumayan sudah lupa.


Di Paris sendiri sedang musim dingin dan untung saja Kiara membawa pakaian hangat dan sekarang juga memakai pakaian hangat. Karena meski buru-buru pergi Kiara juga mengecek suasana di Paris sebelumnya agar dirinya juga nanti tidak repot.


Di dalam Taxi Kiara hanya murung dengan melihat keluar jendela melihat bangunan-bangunan yang tinggi dengan keindahan kota Paris tersendiri.


Dari kejauhan juga Kiara melihat menara Eiffel yang pasti sangat indah. Tatapannya berpindah pada ponselnya yang di genggamnya yang masih mati. Sejak tadi Kiara belum membukanya sama sekali. Mungkin saja Kiara penasaran untuk membuka ponselnya dan ingin mengetahui pesan apa saja yang masuk. Namun Kiara tidak ingin Kevin menghubunginya dan akhirnya tau keberadaannya.


"Maafkan aku. Aku merasa memang tidak harus memberitahu mu semua ini. Aku hanya ingin berusahalah sendiri dengan semua usahaku. Jadi maafkan aku," batin Kiara dengan menghela napasnya.


Niatnya untuk mencari tau sudah bulat dan dia tidak akan bicara pada Kevin mengenai hal itu. Walau dia juga tidak tau bagaimana nanti apakah dia akan bisa menemukan jati dirinya atau tidak sama sekali. Kiara hanya berdoa semoga saja dia menemukan jati dirinya.


**********


Setelah melakukan perjalanan akhirnya Kiara sampai di Apartemen Shela. Kiara langsung memasuki lift dan langsung menuju tempat di mana Apartemen Shela sahabatnya itu. Sampai akhirnya Kiara berhenti di lantai 28 dan Kiara langsung keluar dari dalam lift.


Berjalan di koridor dengan melihat nomor Apartemen tersebut sampai akhirnya Kiara menemukannya dan berdiri di depan Apartemen itu.


Kiara masih berdiri dan belum membukanya. Entah apa yang membuatnya ragu dan malahan seperti belum siap untuk mengetahui hal besar. Sampai akhirnya Kiara yakin dan langsung menempelkan kartu Apartemen Shela dan menekan tombol kata sandinya.


Kiara menghela napasnya dan akhirnya membuka pintu itu dan langsung memasuki Apartemen tersebut.


Apartemen itu lumayan luas. Ya seperti Apertemen orang-orang pada umumnya. Namun bukan masalah tempat atau apa saja yang ada di dalamnya yang di pikirkan Kiara. Karena tujuannya bukan untuk itu. Tujuan Kiara pada barang-barangnya yang di katakan Shela.

__ADS_1


Kiara meletakkan tasnya di atas Sofa dan langsung mencari barang-barangnya.


"Katanya ada di kamar bawah," gumam Kiara yang melihat di sekitarnya dan matanya tepat melihat pintu.


"Mungkin itu kamarnya," ucapnya yakin melihat kamar tersebut dan tanpa berpikir panjang Kiara langsung menuju kamar tersebut untuk mencari barang-barangnya.


Ternyata tidak sulit untuk menemukannya memang langsung terlihat kotak besar yang berada di sudut kamar dan kotak itu masih di penuhi dengan isolatif yang memang seperti paket di kirim dan belum dibuka.


"Pasti ini," batin Kiara sangat yakin.


Dia memang tidak mengingat jika pernah mengirim barang-barangnya pada Shela dan dia juga tidak mengerti mengapa mengirim barang-barang tersebut yang membuatnya pasti bingung.


Kiara langsung mendekati kerdus tersebut dan matanya berkeliling mencari alat untuk membuka kotak tersebut sampai akhirnya Kiara menemukan Pisau dan langsung saja tanpa menunggu apa-apa. Kiara langsung duduk dan membuka semua isolatif di kotak itu agar terbuka.


Perasaan Kiara pasti dek-dekan. Rasa penasaran dan ada juga rasa takut. Namun Kiara harus yakin dan semua demi jati dirinya.


Suara napas beratnya terdengar dan dia cukup lelah dan sampai keringatan saat membukanya membuat Risya menghela napasnya dan melap keringat di dahinya dengan tangannya dengan napasnya yang putus-putus.


"Ahhhhh ternyata lumayan sulit," gumamnya dan langsung membuka kerdus tersebut menggunakan Pisau.


"Apa yang aku kirim. Dan kenapa juga aku harus mengirimnya. Kenapa tidak membawanya pindah," gumam Kiara sembari membuka kotak tersebut dan sampai akhirnya terbuka.


Kiara mengeluarkan isinya, ada beberapa kota-kota persegi yang membuat Kiara bingung dan ada juga beberapa buku.


"Apa ini!" Gummanya kebingungan yang mengeluarkan semua isinya.


"Diary," gumamnya ketika melihat diary. Namun Kiara tidak membacanya sama sekali dan mengasingkan dulu dan kembali melihat yang lainnya.

__ADS_1


Ada juga beberapa berkas-berkas dan Kiara langsung membukanya. Yang ternyata berkas-berkas kampus saat menjadi mahasiswa di universitas Lexus.


Berkas-berkas itu semua berhubungan dengan pendidikan Kiara. Dari SD sampai universitas yang sama dengan Lexus. Beasiswa dan lain-lainnya yang sangat serius di lihat Kiara.


Dia pasti tidak menyangka jika selama ini dia memang bagian dari Lexus yang membuatnya juga bingung yang merasa tidak pernah merasakan hal itu dan tidak terlalu mengingat semua itu.


"Surat apa ini," gumamnya ketika melihat amplop putih dan melihat ada surat dan Kiara langsung mengeluarkannya dan membuka selembar kertas itu dan di bawahnya ada foto wanit yang tak lain Clarissa kakak Kevin yang bertanda tangan yang sebagai pengurus yayasan.


"Siapa wanita ini dan apa maksud surat ini," batin Kiara dengan kebingungan yang membaca surat itu.


Inti dari isi surat itu merupakan bujukan untuk Kiara agar kembali ke kampus Lexus dan juga banyak fasilitas yang di berikan seolah Kiara itu adalah orang penting yang harus di istimewakan dan orang yang bertandatangan adalah Clarissa yang membuat Kiara bingung.


Tidak tau juga sekarang Clarissa ada di mana yang dulu sering berurusan dengan Kiara. Clarissa adalah pimpinan yayasan Pendidikan Lexus dan Kiara adalah aset dari yayasan pendidikan Lexus.


Jadi dulu Clarissa sering membujuk Kiara untuk kembali kuliah di Universitas Lexus dan Kiara tetap tidak mau dan pasti banyak cerita dulu di antara mereka yang sama sekali tidak di ingat Kiara.


Kakak perempuan Kevin yang juga dulu tau hubungan Kevin dan Kiara dan memang sekarang tidak tau Clarissa ada di mana.


Karena tidak mengerti apa maksud surat itu dan membuat kepalanya sakit. Kiara memilih untuk tidak melihatnya lagi dan mengasingkannya dan langsung membuka yang lain-lain.


Banyak barang-barang yang unik-unik dan sepertinya itu barang-barang pemberian Kevin. Atau juga barang-barang yang berhubungan dengan Kevin. Dari tiket menonton bioskop dan lain-lain yang memang semua dulu di simpan Kiara menjadi satu. Mungkin menyimpan kenangan bersama Kevin.


"Kenapa aku harus menyimpan semua. Memang ada apa. Ini juga bukan hal yang penting untuk di simpan," batin Kiara yang kembali membuka yang lainnya sampai akhirnya Kiara menemukan satu lembar foto.


Foto ini dulu sewaktu Pesta ke lulusan SMA di Singapura. Saat itu party dan Kiara yang tanpa sadar bertemu dengan Kevin pertama kalinya dan saat itu dia masih remaja dan di foto party itu terlihat Kiara yang memakai dres putih berpelukan dengan Kevin membuat Kiara shock.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2