
Lagi dan lagi dia menemukan dirinya berfoto dengan Kevin dan mata Kiara mendadak terpejam yang berusaha untuk mengingat sesuatu. Namun tidak tau juga apa dia harus mengingatnya kembali.
"Apa yang sebenarnya terjadi," gumamnya dengan suara beratnya dan kembali melihat apa lagi yang ada di dalam dus itu.
Kiara pun mengeluarkan semua isinya dan memang hanya barang-barang yang tidak di mengertinya dan membuat kepalanya sakit.
Kiara sudah sangat lemas dan mengambil album foto yang sejak tadi belum di bukanya dan Kiara langsung membukanya dan kembali lagi album foto itu berisi foto-foto dia dan Kevin yang membuat Kiara semakin shock.
Kiara membuka satu persatu album itu banyak foto-foto romantis dia dan Kevin yang terlihat sangat bahagia dan seperti pasangan kekasih yang pasti saling mencintai.
"Apa semua ini," gumam Kiara memegang kepalanya dengan air matanya yang sudah jatuh.
"Tidak mungkin. Ini tidak mungkin!"
"Ya Allah ada apa sebenarnya?"
"Apa yang tidak aku ketahui?"
Kiara bertanya-tanya dengan air matanya yang semakin deras dan kepalanya juga sangat sakit. Namun masih berusaha di tahannya. Kiara berusaha kuat dan beberapa kali menyeka air matanya.
Setelah melihat semua itu. Kiara yang terduduk lemas bersandar pada ranjang dengan memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya. Bayangan-bayangan kembali muncul dan semakin jelas bahkan melihat ada Kevin di ingatannya.
Kiara yang berusaha kuat dengan dadanya yang terasa sesak mengambil diary yang tadi sempat di asingkannya. Tangannya yang bergetar mencoba untuk membuka diary tersebut dan membaca perlahan-lahan.
Kiara semakin shock ketika membaca diary tersebut. Sudah jelas banyak tulisan saat pertama kali dia bertemu dengan Kevin 4 tahun lalu.
Diary yang menggambarkan semua perasaannya yang menjadi saksi kisah cintanya yang bisa di katakan sangat menyedihkan. Penuh dengan kebahagiaan, kemanisan dan di akhiri dengan perpisahan dengan penuh luka dan karena restu yang tidak di dapat dari orang tua Kevin. Mitra Winata.
Membaca lembar demi lembar diary tersebut membuat rasa sakit di kepala itu mendadak hilang perlahan dan justru Kiara pelan-pelan mengingat semuanya secara teratur. Setiap apa yang di bacanya akan muncul di ingatannya dengan sendirinya. Bahkan Mitra Winata yang juga pernah bicara padanya tentang hubungan mereka.
Peringatan Mitra Winata dan keluarganya yang juga akhirnya terlibat karena hubungan itu. Kiara mengingat semuanya. Mengingat masa lalu itu. Mengingat semua keluarga Kevin. Saras kakak ipar Kevin yang juga dulu tau hubungan Kiara dan menjadi saksi hubungan itu.
Bahkan Clarissa nama Wanita yang baru saja tadi dilihatnya juga di ingat Kiara yang tak lain adalah kakak Kevin dari istri ke-2 Mitra Winata.
Kiara juga mengingat laki-laki yang koma di rumah sakit itu. Suami Saras dan Kiara juga mengingat adik bungsu Kevin Alana yang dulu dekat dengannya. Sebaya dengan Ziva dan Zavier adik Kiara. Semuanya keluarga Kevin yang belum di temui Kiara kecuali Saras telah di ingatnya kembali dengan perlahan-lahan.
Pertemuan dan perjalanan cintanya dengan Kevin di ingat semua membuat Kiara menangis sampai sengugukan dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya menahan rasa sesak di dadanya.
__ADS_1
Flashback.
Malam hari yang begitu indah tepatnya 4 tahun lalu. Tampak bulan yang cantik di atas sana dengan bintang-bintang yang mengelilinginya yang bersinar. Di pinggir jembatan Kiara dan Kevin berdiri dengan ke-2 tangan mereka di letakkan di pagar jembatan.
Sesekali mereka melihat indahnya langit dan sesekali juga melihat ke bawah melihat bayangan bulan dari air yang jernih. Ke-2nya berjanji untuk bertemu.
Sebelumnya ke-2nya sudah menghabiskan banyak waktu 4 jam lalu, berjalan dengan tangan bergandengan, menikmati makanan, dan melakukan hal-hal yang biasa mereka lakukan dan kaki mereka berhenti di jembatan sejak 20 menit yang lalu tanpa obrolan sedikitpun.
Sepertinya hati mereka yang saling bicara. Sehingga suara mereka tidak terdengar sama sekali.
"Malam ini sangat indah," ucap Kiara dengan senyum di wajahnya melihat bulan.
"Kamu benar, ini sangat indah," sahut Kevin yang juga melihat langit. Tangan kiri Kiara memegang erat tangan kanan Kevin yang berada dia pagar jembatan.
Kevin melihat kearah Kiara merasakan tangan Kiara yang benar-benar dingin. Kiara menoleh ke arah Kevin dengan tersenyum tipis yang menahan kesedihan.
"Kevin," ucap Kiara.
"Ada apa?" tanya Kevin.
"Mari kita selesaikan hubungan Kita. Mari berakhir di sini," ucap Kiara dengan tenang berbicara pada Kevin.
"Kenapa?" tanya Kevin dengan air matanya yang jatuh.
"Aku tidak ingin keluarga ku bermasalah. Jadi mari kita selesaikan semuanya. Aku rasa sudah cukup sampai di sini. Aku sangat bahagia bisa mengenalmu dan mempunyai rasa cinta kepadamu," ucap Kiara dengan air matanya yang bercucuran.
Alasan yang di berikannya memang itu lah yang sebenarnya. Merasa bersalah kepada keluarganya dengan semua yang terjadi. Karena banyak yang terjadi pada keluarganya jika dia terus bertahan. Karena sama saja melihat dengan perlahan-lahan bagaimana hancurnya keluarnya di depan matanya.
"Kamu yakin?" tanya Kevin dengan suara beratnya. Dia tau Kiara pada akhirnya akan menyerah. Karena keluarganya yang benar-benar dilibatkan.
"Iya aku yakin. Mari kita berakhir," ucap Kiara menegaskan sekali lagi.
"Baiklah, mari kita berakhir di sini," sahut Kevin setuju.
Air mata Kiara kembali mengalir saat Kevin langsung setuju tanpa mengatakan protes atau berusaha meyakinkan Kiara.
Kevin memang tidak punya pilihan lain. Selain harus setuju semuanya. Karena dia tidak bisa membiarkan Kiara harus menderita.
__ADS_1
Dia tidak mungkin menonton semua yang di lakukan papanya. Tidak mungkin rasanya dia akan menjadi penonton dengan semua yang terjadi pada Kiara dan keluarganya dan pasti keputusan ini sangat berat di ambil Kevin.
"Iya, kita memang harus berakhir," sahut Kiara berpura-pura tenang dengan tangannya perlahan lepas dari Kevin.
Kevin yang berdiri di depannya juga sama. Berpura-pura tegar untuk mengakhiri hubungannya dengan wanita yang di cintainya itu.
"Aku dan keluarga ku juga akan pindah dan itu sudah pilihan. Karena dengan aku dan keluarga ku pindah. Kita tidak akan pernah bertemu lagi," ucap Kiara yang memberitahu Kevin dengan niat yang sudah di rencanakan sebelumnya.
"Maafkan aku sudah membuatmu seperti ini," ucap Kevin merasa bersalah. Kiara langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada yang salah. Memang hubungan ini tidak seharusnya ada. Jadi jelas. Tidak ada yang salah dalam semua ini, aku dan kamu hanya memiliki perasaan yang special dan kita berdua sama-sama bahagia menjalaninya. Tetapi takdir tidak menginginkan hal itu," sahut Kiara.
"Apapun itu aku minta maaf. Kiara aku hanya berharap kau benar-benar bisa bahagia dan melanjutkan kuliahmu dengan baik. Aku berharap kamu benar-benar bisa lulus dengan baik dan bisa sukses, seperti semua yang kamu impikan," ucap Kevin yang berbicara begitu berat dengan menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Iya, pasti semuanya pasti seperti itu. Kamu juga harus melanjutkan hidup dengan baik dan kamu bisa kubur kenangan kita sedalam-dalamnya sampai kamu tidak akan mengingatnya," ucap Kiara dengan suara seraknya.
Kevin diam tanpa bisa menjawab. Karena tidak mungkin mengubur kenangan itu begitu saja.
"Ya sudah kalau begitu aku harus pulang, aku pulang dulu, aku masih banyak yang harus di kerjakan," ucap Kiara yang tidak tahan dengan semua yang di hadapinya dan memilih untuk pergi.
Tetapi Kevin menahan tangannya dan menariknya pelan ke hadapannya sehingga dia dan Kiara begitu dekat. Kevin memegang pipi Kiara dengan ke-2 tangannya dan menatap Kiara dalam-dalam dan langsung meraih bibir Kiara.
Mata Kiara terpejam dengan air matanya yang menetes. Ciuman yang begitu terasa sakit. Sakit harus berpisah dengan orang yang di cintai. Bukan karena sudah tidak cinta lagi. Bukan karena kematian tetapi karena restu yang hanya bisa membuat saling menyakiti.
Ciuman itu semakin dalam. Sebagai akhir dari segalanya. Perasaan yang saling berbicara. Dan memutuskan untuk mengambil jalan berpisah untuk semuanya.
"Aku sangat mencintaimu Kiara. Aku benar-benar tidak bisa melakukan apapun kepadamu. Maaf kan aku yang sudah membuatmu mengalami semua ini," batin Kevin yang terus memperdalam ciumannya.
"Aku mencintai mu Kevin. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak tau Kevin. Bagaimana aku melanjutkan hidup untuk semua ini," batin Kiara yang sangat jelas tidak rela berpisah.
Lama berciuman akhirnya pasangan itu saling melepas ciuman itu. Dengan napas ke-2nya yang sama sekali tidak saling beraturan. Wajah ke-2nya di penuhi air mata. Air mata perpisahan mereka.
Kevin menatap dalam wanita yang akan di lepasnya dengan tangannya yang mengusap air mata Kiara. Kevin mencium lembut kening Kiara.
Kiara menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Tersenyum pada Kevin. Tanpa Ada pembicaraan Kiara menurunkan tangan Kevin dari pipinya dan perlahan pergi melangkah untuk pergi.
Lama dan lama langkah Kiara semakin di percepat dan Kevin hanya bisa melihatnya punggung Kiara yang semakin lama semakin jauh dari pandangannya.
__ADS_1
Perpisahan yang menyedihkan itu membuat dada Kiara sangat terasa sakit.
Bersambung