
Tangannya yang di stop istrinya, membuat Mitra Winata perlahan melihat ke arah Mariana yang masih memegang tangan seolah menghentikan dirunut. Janika saja kaget melihat madunya itu berani melakukan hal itu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Mitra Winata dengan suara dinginnya dan tatapan matanya yang sangat tajam.
Mariana melepas tangannya dari suaminya itu, "hentikan semuanya mas!" ucap Mariana yang mengejutkan Mitra Winata dengan perkataan itu.
"Apa katamu?" tanya Mitra Winata.
"Mas jangan melakukan hal ini lagi. Kevin dan Kiara sudah menikah dan terimalah pernikahan mereka berdua. Kiara adalah menantu di rumah ini. Menantu kamu. Jadi terima lah Kiara sebagai penghuni baru di rumah ini yaitu sebagai istri dari Kevin," ucap Mariana dengan keberaniannya berbicara pada suaminya itu yang mengejutkan semua orang.
"Kau barusan bicara apa?" Apa aku tidak salah dengar Mariana dengan apa yang kau katakan?" tanya Mitra Winata yang jelas terkejut dan tidak percaya dengan perkataan sang istri yang sangat mengejutkannya.
"Mariana sudah kamu jangan ikut-ikutan," tegur Janika pelan yang tidak ingin Mariana melakukan hal ini dan hal itu lagi.
"Kau dengar Mariana. Kau seharusnya tidak ikut campur dengan urusanku!" tegas Mitra Winata.
"Kau tau anak itu!" tunjuk Mitra Winata pada Kevin.
"Dia telah berani menikah wanita itu secara diam-diam. Kau pikir Kevin pernikahan yang kau lakukan itu sah. Kau hanya menikah dengan sepihak saja dengan keluarga wanita itu. Namun dari keluargamu sendiri tidak ada yang hadir dan jelas pernikahan itu tidak sah!" tegas Mitra yang sejak tadi emosinya semakin meningkat.
"Pernikahan itu sah mas! Aku bahkan menjadi saksi dari pernikahan itu," sahut Mariana menegaskan yang lagi-lagi mengejutkan semua orang termasuk Mitra Winata yang langsung melihat ke arah Mariana kembali dengan wajah terkejutnya.
"Kau mengatakan apa barusan?" tanya Mitra Winata bertanya sekali lagi.
"Aku hadir di pernikahan Kevin," jawab Mariana dengan keberaniannya yang mengatakan apa adanya.
"Mariana sejak tadi kau selalu bertingkah dan membuatku sangat terkejut. Kau coba ulangi sekali lagi dengan apa yang kau katakan. Kau mengatakan datang ke pernikahan Kevin,"
"Tetapi memang itu benar pah. Pernikahan ku sah walau aku menikah diam-diam. Tetapi itu sah. Dan mama juga hadir di pernikahanku untuk memberikan restu padaku," jelas Kevin yang membuat Mitra Winata terkejut.
__ADS_1
"Aku juga hadir di pernikahan itu!" tiba-tiba Saras muncul dengan menuruni anak tangga pandangan mata Hariyanto dan semua orang melihat kehadiran Saras yang menuruni anak tangga yang seolah menjadi garda terdepan Kevin.
"Aku dan mama hadir untuk pernikahan Kiara dan Kevin dan pernikahan itu sah di mata agama dan juga hukum," tegas Saras dengan tenang berbicara.
Mitra Winata menyunggingkan senyumnya mendengar perkataan itu, "Kalian semua bekerja sama ingin menantangku?" tanya Mitra Winata melihat satu persatu orang yang ada di sana.
"Kami tidak ada maksud menantang. Kami hanya mengikut pada kebenaran. Papa sebaiknya menghentikan semua yang papa lakukan ini. Ini tidak seharunya papa lakukan. Kevin dan Kiara sudah menikah dan maka hentikan semuanya pah," ucap Saras dengan keberaniannya.
"Itu sama saja dengan menantangku!" bentak Mitra Winata.
"Kalian semua kurang ajar yang sangat berani kepadaku," teriaknya dengan suara menggelegar.
"Kau Saras semakin lama kau semakin melawanku, Kevin kau berani menikahi wanita itu dan kau Mariana. Kau juga ikut-ikutan seperti mereka. Maka kalian semua yang ada di sini!" Mitra Winata menunjuk satu persatu orang-orang yang ada di sana.
"Kalian akan melihat siapa orang yang kalian tentang ini. Keberanian kalian harus di ajungi jempol. Sungguh kalian benar-benar luar biasa," ancam Mitra Winata yang lain hanya diam saja tanpa mengatakan apa-apa.
"Kau anak pembangkang. Kau bawa wanita itu pergi dari rumah itu sebelum aku melakukan hal yang lebih parah lagi dan selesaikan berita yang beredar di luar sana," ucap Mitra Winata dengan penuh penegasan dan penekanan.
Kevin menghela napasnya dan melihat ke arah Kiara. Kevin hanya menganggukkan kepalanya ke pada Kiara. Kiara menganggukkan kepalanya kepada Kevin.
"Semuanya pasti akan baik-baik saja," ucap Kevin meyakinkan Kiara. Kiara hanya menganggukkan kepalanya.
"Saya tidak tau harus mengatakan apa kepada kamu Kevin. Pernikahan ini sungguh sangat mengejutkan dan ternyata Mariana kamu dan Saras pergi kepernikahan itu," sahut Janika yang tidak bisa berkata-kata. Karena masih shock jika Mariana ikut-ikutan dalam hal itu. Kalau Saras tidak heran karena sudah terbiasa membangkang.
"Dari pada papa mu semakin marah. Sekarang bawa Kiara pergi dari sini," ucap Janika memberikan saran.
"Baiklah," sahut Kevin yang memang harus membawa istrinya pergi.
"Ayo Kiara kita pergi dari sini!" ajak Mitra Winata.
__ADS_1
Kiara menganggukkan kepalanya yang hanya mengikut saja pada Kevin.
"Kami permisi!" ucap Kevin pamit dan langsung membawa istrinya pergi. Saras menghela napas dan meninggalkan tempat itu sama dengan Mariana yang entah mengapa sedikit lega dan juga meninggalkan tempat itu. Sementara Janika geleng-geleng kepala yang tidak tau harus apa.
**********
Monica berada di dalam Taxi yang duduk di belakang supir. Namun tiba-tiba Taxi tersebut berhenti.
"Ada apa pak?" tanya Monica heran.
"Ada mobil di depan Bu yang menghalangi jalan kita," jawab supir Taxi.
Monica melihat ke arah depan dengan dahinya yang mengkerut. Monica melihat orang siapa yang keluar dari dalam mobil tersebut yang ternyata adalah Rangga.
"Rangga!" lirihnya yang melihat Rangga menghampiri Taxi yang di tumpanginya.
"Buka Monica!" Rangga mengetuk-ngetuk pintu Taxi.
"Apa-apaan dia. Untuk apa dia menghalangi jalanku," ucap Monica. Tidak tahan mendengar kegaduhan yang di lakukan Rangga membuat Monica langsung keluar dari dalam Taxi dengan mendorong pintu sampai Rangga bergeser.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Monica dengan suara menantang kepada Rangga.
"Kau yang apa-apaan. Jelaskan kepadaku berita apa yang muncul itu?" Rangga balik bertanya.
"Kenapa aku harus menjelaskan kepadamu?" Monica balik bertanya.
"Cukup Monica. Aku sedang tidak main-main. Katakan berita kebohongan itu. Jika kau tidak hamil anak bajingan itu!" tegas Rangga dengan protesnya.
Mendengarnya Monica menyunggingkan senyumnya kepada Rangga.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak hamil anaknya. Aku sudah menjelaskan semuanya dan beritahu itu tidak bohong," tegas Monica dengan penuh penekanan.
Bersambung