Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 36 Perjalanan.


__ADS_3

Kevin Arya, Shela dan ada 3 pria karyawan dan 5 karyawan wanita. Juga ada Kiara sebagai Dokter dan juga ada yang di dampingi 2 orang Suster. Mereka berjalan menuju desa yang cukup jauh sebenarnya. Karena sudah begitu lama berjalan mereka belum sampai juga.


Keringat dan lelah pasti sudah mereka lalui belum lagi sekarang mereka yang mendaki jalan dan itu juga cukup sangat melelahkan bagi mereka.


Sama dengan Kiara yang berjalan paling belakang dan beberapa kali mengusap dahinya yang keringat bercucuran. Di depan Kiara ada Kevin yang berjalan tetap santai dengan khas dinginnya.


Kiara yang mendaki tiba-tiba kakinya tergelincir dan hampir saja jatuh dan untung saja ada Kevin yang langsung meraih tangannya dan membuat Kiara tidak jadi jatuh.


Masih dengan posisi tangan di tahan Kevin. Kiara dengan napas yang naik turun melihat kearah Kevin. Suara hembusan napas itu memang memperlihatkan Kiara begitu takut dan dan sangat lega dia tidak jadi jatuh.


"Kamu tidak apa-apa tanya Kevin dengan suara lembut," Kiara menggelengkan kepalanya dengan wajah pucatnya yang hampir jatuh.


"Hati-hati lain kali," ucap Kevin melepaskan tangan Kiara dengan lembut.


"Makasih tuan," sahut Kiara dengan suara seraknya yang masih belum bisa mengatur napasnya.


"Duduklah. Kita istirahat sebentar," ucap Kevin.


"Tidak usah, saya tidak apa-apa kok, dan yang lain juga sudah berjalan jauh," ucap Kiara yang pasti tidak enakan dengan yang lainnya.


"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Kevin ragu.


"Iya tuan, saya tidak apa-apa kok," jawab Kiara apa adanya.


"Ya sudah kita kembali berjalan dan kamu harus lebih hati-hati lagi," ucap Kevin.


"Iya tuan," sahut Kiara yang mencoba untuk tenang dan melanjutkan perjalanannya dan kali ini Kevin yang mengawasinya dengan Kevin berada di belakangnya.


Kiara mengeluarkan senyum tipisnya yang pasti sangat tidak menyangka mendapatkan perhatian dari Kevin.


*********

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh ternyata akhirnya mereka sampai di tempat penyuluhan yang mereka tuju.


Kiara duduk dengan menghela napasnya yang sepertinya merasa kelelahan dan Kiara juga terlihat mengelus -elus kakinya sembari menggusuknya. Tiba-tiba botol mineral sudah ada saja di depannya membuat Kiara mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang memberikan botol tersebut.


" Tuan!" lirih Kiara.


"Ambilah!" titah Kevin dan Kiara langsung mengambilnya, "apa kaki kamu terkilir?" tanya Kevin.


"Tidak, hanya sakit sedikit sakit saja, lagian juga sudah enakan," jawab Kiara.


"Yakin tidak apa-apa?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya dan Kevin duduk di samping Kiara.


Kiara sedikit gugup dan bahkan bergeser sedikit. Karena merasa terlalu dekat dengan Kevin. Namun Kiara berusaha untuk bisa mengontrol diri dan berusaha untuk biasa saja.


Lokasi desa memang ada di atas bukit dan dari ketinggian tempat mereka berdua duduk bisa melihat keindahan dari atas dan bahkan seperti sejajar dengan awan dan pegunungan. Tempat dan keindahan itu benar-benar sangat nikmat dari segi pandangan mata mereka.


"Sangat jauh untuk berada ke desa ini. Namun siapa sangka orang-orang di desa ini ternyata hidup dengan baik," ucap Kiara yang memandang lurus kedepan.


"Lalu bagaimana dengan kebutuhan pangan mereka. Apa harus turun dan melakukan perjalanan yang jauh untuk mendapatkan pangan di desa sebelumnya?" tanya Kiara.


"Aku sudah bicara dengan kepala lingkungan di tempat ini dan memang iya mendapatkan pangan dari desa sebelumnya. Dan bagi mereka itu tidak masalah berjalan jauh bagi mereka biasa saja. Hanya kita saja yang berjalan baru sebentar sudah merasa sangat jauh," ucap Kevin.


"Ya karena kita tidak bisa melakukannya," ucap Kiara. Kevin hanya mengangguk dan kembali melihat kedepan.


"Hmmm, tuan Kevin apa penyuluhan ini juga berdasarkan dengan politik?" tanya Kiara dengan hati-hati yang takut salah bicara pada Kevin.


"Maksudnya?" tanya Kevin.


"Sebelumnya ke Jakarta. Saya baru mengingat pernah melihat tuan Kevin ada di telivisi. Saat itu saya melihat tuan Kevin dan seorang Pria yang saya tidak tau siapa sedang melakukan pemungutan suara dari masyarakat Indonesia untuk posisi kepemilikan hak dari kepemimpinan yang selama ini ternyata tuan Mitra Wina yang memegangnya dan beliau akan pensiun dan tuan Kevin adalah calon berikut yang menggantikan posisi itu," jelas Kiara dengan kata-kata yang tertata.


"Proyek saya ada di sini dan penyuluhan tidak ada hubungannya dengan hal itu. Jika apa yang saya lakukan hanya mencari simpatik masyarakat. Maka perjalanan kita akan di dampingi wartawan dan media lainnya. Namun ini tidak ada. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan kepemimpinan atau untuk mencari simpatik suara dari masyarakat," jelas Kevin.

__ADS_1


"Iya sih benar juga. Tetapi tuan dengan adanya keracunan kemarin, bukannya beritanya sudah naik dan banyak isu-isu yang menimbulkan pro dan kontra, bukannya jika tidak klarifikasi nama tuan bisa tercemar dan ini mempengaruhi pengambilan suara tuan," ucap Kiara ya h kelihatan cemas dengan hal itu.


"Tidak perlu klarifikasi karena memang tidak ada yang harus di klarifikasi dan aku juga tidak mengharapkan posisi utama dalam pemungutan suara masyarakat," jawab Kevin.


"Kenapa?" tanya Kiara terlihat kepo.


"Semua orang tau grup Lexus dan sudah percaya pada group Lexus dan papa sudah menjadi ketua bisnis mancanegara selama puluhan tahu dan papa harus pensiun dan dia mengajukan ku demi nama Lexus harus tetap menjadi no 1. Jujur aku keberatan. Karena bukan tidak berani untuk bersaing .Tetapi kehidupanku akan terus di sorot. Walau sebelumnya seperti itu. Tetapi sebenarnya itu rasanya tidak nyaman," jawab Kevin yang sangat lempang bercerita kepada Kiara.


"Tetapi jika tuan sendiri tidak semangat. Itu sama saja memberikan peluang untuk lawan tuan dan mungkin pemikiran orang tua tuan itu realistis. Karena memang dasarnya. Posisi itu di ambil orang lain. Bisa saja group Lexus itu akan redup perlahan dan group Perusahaan dari pesaing tuan akan naik," ucap Kiara mengeluarkan pendapatnya.


"Tetapi jika itu terjadi maka keinginan akhirnya terkabul," ucap Kevin melihat kearah Kiara menatap Kiara dengan penuh arti.


"Maksud tuan?" tanya Kiara.


"Seorang wanita yang aku temui 4 tahun lalu, usianya 19 tahun. Dia wanita yang pintar dan sangat berprestasi. Namun satu hal yang unik yang aku ingat sampai detik ini. Dia sangat menginginkan grup Lexus bangkrut dan alasannya hanya satu agar orang-orang yang berhubungan dengan Group Lexus bisa bebas dan mengeksplore diri dan tidak hanya berada di 1 kandang saja. Jika itu terjadi itu akan mengabulkan keinginannya," ucap Kevin dengan lembut bicara sembari terus melihat Kiara dan Kiara hanya diam yang saling bertatapan dengan Kevin.


Wanita yang di sebutkan Kevin jelas-jelas adalah Kiara dan saat Kevin membicarakan hal itu terlihat Kiara yang hanya diam seperti merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya.


"Tuan Kevin! tegur Arya dan membuat Kevin dan Kiara sama-sama mengalihkan pandangan mereka yang tadinya masih betah saling menatap.


"Ada apa?" tanya Kevin pada Arya.


"Ada yang ingin saya bicarakan," ucap Arya.


"Baiklah," sahut Kevin yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi tanpa pamit dengan Kiara.


"Apa maksudnya? Kenapa dia begitu senang saat akan kalah dan lagi-lagi itu juga karena hanya wanita. Waktu itu juga katanya wajahnya yang babak belur juga karena wanita. Benar kata Ziva cowok-cowok yang ada di Drama Korea yang wajahnya tipe-tipe galak dan dingin ternyata sangat bucin karena seorang wanita," gerutu Kiara.


"Huhhhhhh, tapi tetap aja kasihan. Iya kalau wanitanya baik dan setia. Namun nyatanya menyimpang, ya aku hanya berharap semoga saja tuan Kevin benar-benar sadar wanita seperti apa sebenarnya tuangannya itu," batin Kiara yang lagi-lagi hanya bisa berdoa.


Kiara memang pasti tidak peka. Jika wanita yang di maksud adalah dirinya sendiri. Walau merasakan aneh dengan perasaannya yang tidak dapat di mengertinya. Jadi Kiara hanya berpikiran wanita yang di bucini majikannya itu adalah tunangannya. Padahal dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2