
Saras, Mariana dan Alana pun akhirnya menghampiri Kevin dan juga yang lainnya yang mana semuanya masih heran dengan kehadirat orang-orang tersebut.
"Kevin bukannya mereka keluarga kamu?" tanya Danu yang pasti mengingat keluarga Kevin.
"Iya Pak," jawab Kevin.
"Apa kamu memberitahu mereka?" tanya Sahila. Kevin menggelengkan kepalanya.
"Selamat pagi semuanya," ucap Saras dengan tersenyum dan menundukkan kepalanya dengan sopan menyapa keluarga Kiara.
"Selamat pagi," sahut Sahila.
"Kak Saras!" ucap Kevin yang masih penuh dengan kebingungan.
"Kenapa kakak ada di sini?" tanya Kevin heran.
"Kakak tau pernikahan kamu dengan Kiara. Jadi kakak datang kemari untuk menemani kamu menikahi wanita yang kamu cintai. Ada mama yang sebagai wakilnya ada juga Alana yang kebetulan kembali dari Luar Negri dan hadir sekarang di sini bersama kamu yang akan menemani kamu menyelesaikan acara yang berkah ini," ucap Saras dengan penjelasan yang singkat.
Namun hal itu yang membuat Kevin tidak percaya dengan kehadiran Saras, ibu tirinya, adiknya yang sebagai perwakilan keluarganya.
"Dari mana kakak tau aku akan menikah?" tanya Kevin.
Dia memang mengatakan akan menikahi Kiara secepatnya. Tetapi tidak mengatakan kapan waktunya dan jelas Kevin bingung yang tiba-tiba Saras datang khusus datang untuk pernikahannya.
"Rachel yang mengatakannya," jawan Saras yang membuat semua orang melihat ke arah Rachel. Rachel menganggukkan kepalanya.
"Kak Rachel memanggil mereka?" tanya Kiara.
"Kakak tidak berharap banyak Kiara sebenarnya mengenai mereka yang akan hadir di sini. Kakak sendiri juga kaget melihat Dokter Saras, Alana dan Tante Mariana. Semuanya ternyata di luar dugaan kakak. Jika mereka bisa datang," ucap Rachel ternyata ada lagi hal yang di lakukannya untuk Kiara dan Kevin.
"Kakak hanya berpikir kabar bahagia ini harus di ketahui keluarga Kevin yang kakak rasa selama ini Dokter Saras sangat mendukung hubungan kamu. Makanya Kaka memberitahu Dokter saras," ucap Saras.
"Benar Kevin. Mendapat kabar dari Rachel membuat kakak sangat bahagia. Kakak mengajak mama untuk menjadi wakil dari kamu dan kebetulan Alana kembali ke Indonesia. Jadi bisa membawanya," ucap Saras.
__ADS_1
"Dan kami jangan tanya Kevin apa papa tau semua ini apa tidak. Jelas tidak tau kami sampai kemari dan sejak tadi di pesawat mama Mariana terus mengomel. Karena takut papa marah dan menciptakan masalah besar dan memang kami ber-3 datang ketempat ini hanya model nekat saja," jelas Saras dengan tenang.
"Nekat-nekat tetapi tetap aja mama sampai detik ini jantungnya mau copot," ucap Mariana dengan memegang dadanya membuat Saras dan Alana tersenyum.
"Makasih kak Saras sudah mau datang kepernikahan ku. Walau resikonya sangat besar. Tetapi kak Saras masih mau datang," ucap Kevin yang masih tidak menduga.
"Benar kak Saras. Aku juga tidak percaya jika Dokter Saras sampai datang jauh-jauh," ucap Kiara.
"Saya harus datang Kiara. Karena ini pernikahan kamu dan Kevin dan saya ingin menjadi saksi untuk peresmian dalam cinta kalian," jawab Saras.
"Benar kami keluarga besar Kiara mengucapkan terima kasih," sahut Danu.
"Tidak perlu berterima kasih Pak Danu. Saya yang mengucapkan terima kasih memberikan Kevin kesempatan dengan baik dan menerimanya di keluarga ini," sahut Saras yang sangat sopan bicara.
"Kita sama-sama ingin melakukan yang terbaik untuk Kiara dan Kevin," sahut Danu. Saras mengangguk-angguk kepalanya.
"Kak Kiara senang bertemu dengan kakak. Kita sudah lama sekali tidak bertemu," sapa Alana dengan tersenyum.
"Iya Alana. Kakak senang bisa bertemu dengan kamu," sahut Alana dengan tersenyum.
"Kamu semakin cantik," sahut Kiara.
"Zavier, Ziva. Kita juga sudah lama tidak bertemu," sapa Alana.
"Hay Alana," sapa Zavier dan Ziva dengan serentak.
"Syukurlah jika kalian bisa datang di hari pernikahan Kiara dan Kevin. Semoga hari ini di beri kelancaran dan mari kita mulai pernikahannya," ucap Sahila yang merasa bahagia.
"Iya mari kita mulai," sahut Kevin. Yang lain mengangguk dan mereka menuju tempat ijab kabul dengan Kevin yang saling bergenggaman dengan Kiara.
Sementara Ziva langsung menggandeng Alana dan berbicara pelan-pelan yang saling bertanya kabar. Karena mereka juga sudah lama tidak bertemu dan pasti saling merindukan. Ada kesempatan ya saling bertanya yang mungkin juga tidak sabaran.
Adara dan Kevin duduk di depan penghulu dengan Sahila yang memakaikan selendang ke kepala Kiara dan Kevin. Lalu Sahila duduk di samping Danu suaminya.
__ADS_1
"Sudah bisa kita mulai?" tanya penghulu.
"Mari pak kita mulai," sahut Danu.
"Baiklah kalau begitu," sahut penghulu dengan menjulurkan tangannya pada Kevin dan Kevin juga langsung menyambut uluran tangan tersebut.
"Kita mulai saja," ucap penghulu. Kevin membuang napasnya dengan perlahan dan menganggukkan kepalanya.
..."Saya nikahkan dan kawinkan engkau Kevin Alex Vino Winata dengan Kiara Ofelius Aletta Bramana dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas sebesar 45 gram...
..."Saya terima nikahnya dan kawinnya Kiara Ofelius Aletta Bramana dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,"...
..."Bagaimana saksi sah?"...
..."Sah,"...
..."Alhamdulillah,"...
Kevin menghela napasnya dengan bersyukur yang akhirnya bisa menikah dengan Kiara dan Kiara juga sama-sama menghela napasnya yang juga sama leganya.
Mereka melanjutkan dengan berdoa yang akhirnya ijab kabul itu berjalan dengan lancar. Hanya dengan satu kali tarikan napas. Rasa dek-dekan di dalam diri Kevin akhirnya hilang juga. Walau tidak hilang sepenuhnya. Namun pasti jauh lebih lega dengan dia yang akhirnya sah menjadi suami Kiara.
Sama dengan Kiara yang juga sah menjadi istri Kevin dan dia juga sangat bahagia yang sudah lega.
Sahila terharu melihat putrinya yang menikah dengan Pria pilihan putrinya sendiri. Sama dengan Danu sebagai seorang ayah yang sangat lega dengan Kiara yang akhirnya menikah dan pasti tidak mudah untuk perjuangan Kiara dan Kevin yang sangat tidak mudah.
Sama dengan Saras. Dia merasa sangat puas. Dia juga ikut berjuang untuk Kevin dalam cinta Kevin yang sulit dan Saras yang selama ini mendukung Kevin. Jadi Saras sangat terharu yang akhirnya bisa mengantarkan Kevin menikah dengan Kiara.
Setelah doa selesai. Kevin dan Kiara saling bertukar cincin pernikahan. Keduanya masih sama-sama dek-dekan yang bolak-balik menghela napas. Setelah cincin itu saling terpasang di jari manis mereka.
Kiara mencium punggung tangan Kevin. Lalu setelah itu Kevin mencium kening Kiara. Keduanya sama-sama tersenyum dengan saling melihat. Tatapan mata yang saling bahagia dan sama-sama saling mencintai yang pasti mereka sama-sama merasa lega dengan pernikahan kita.
"Sekarang kamu telah menjadi istriku Kiara. Tanggung jawaku akan lebih besar kepadamu. Aku akan terus membahagiakan mu," batin Kevin dengan janjinya pada Wanita yang baru di nikahinya itu.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia Kevin hari ini. Semoga kita berdua bisa berjuang bersama-sama," batin Kiara yang juga tersenyum lebar.
Bersambung