
Kevin berada di ruangannya dan Arya ada di hadapannya yang berdiri di depannya.
"Jadi Kiara pernah kecelakaan?" tanya Kevin.
Mendengar apa yang di katakan Kiara saat terjadi kejadian kecelakaan di depan Restaurant itu membuat Kevin menyuruh Arya untuk menyelidiki hal itu.
"Benar tuan. Nona Kiara kecelakaan di jalan persimpangan Surabaya," jawab Arya.
"Bagaimana Kiara mengalami kecelakaan?" tanya Kevin.
"Saat itu Nona Kiara yang di bonceng tukang ojek dan terjadi kecelakaan oleh mobil BMW hitam dan mobil itu juga kabur. Nona Kiara terpelanting dan mengalami luka berat Dan hasil dari kecelakaan itu menyebabkan Nona Kiara kehilangan ingatannya. Karena nona Kiara sempat koma selama 6 bulan," jelas Arya membuat Kevin benar-benar shock mendengarnya sampai Kevin memijat kepalanya.
"Pantesan dia sampai histeris seperti itu kemarin. Ternyata dia benar-benar pernah mengalaminya dan mungkin saja Kiara mengingat hal tersebut," gumma Kevin.
"Dan satu lagi tuan," sahut Arya.
"Ada apa?" tanya Arya.
"Mobil yang menabrak ojek di depan Restaurant sama dengan mobil yang menabrak nona Kiara saat di Surabaya," ucap Arya yang membuat Kevin terkejut mendengarnya.
"Apa maksud kamu?" tanya Kevin dengan wajah kagetnya.
Kevin mengingat perkataan Kiara sebelumnya dan Kiara juga menyebutkan hal yang sama.
"Dan juga mobil itu salah satu mobil yang ada di sorum milik tuan Mitra Winata," lanjut Arya yang semakin mengejutkan Kevin sampai Kevin membulatkan matanya dengan sempurna.
"Apa kamu bilang!" pekik Sean.
"Saya baru menyelidikinya," jawab Arya.
"Jadi maksud kamu kecelakaan Kiara ada hubungannya dengan papa? kecelakaan yang terjadi di depan Restaurant itu juga ada hubungannya dengan papa?" tanya Kevin yang menduga-duga.
"Saya tidak yakin tetapi saya akan mencari taunya lebih lengkapnya lagi," jelas Arya.
Kevin jadi lemas dengan dadanya yang kembang kempis. Tangannya yang terkepal yang terlihat penuh dengan amarah atas apa yang terjadi.
"Papa benar-benar keterlaluan," umpat Kevin memukul meja yang meluapkan emosinya.
Arya hanya diam. Arya pun kaget saat mengetahui hal itu. Namun belum bisa di pastikan. Karena Arya hanya menyelidiki setengah-setengah. Namun jelas titik terangnya sudah jelas dan bisa saja Kiara yang ingin di tabrak saat di depan kafe. Namun Kiara bisa menghindar dan mobil itu salah sasaran dan pasti jika Mitra Winata pelakunya itu karena hubungan Kevin dan Kiara yang semakin tidak bisa di pisahkan dan membuat Mitra Winata bertindak.
__ADS_1
***********
Kiara yang sampai ke rumahnya yang menuju dapur yang menuang air dan langsung meneguknya.
"Kamu baru pulang Kiara?" tanya Rachel yang tiba-tiba memasuki dapur.
"Iya kak," jawab Kiara yang selesai minum.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Rachel yang melihat sang adik sepertinya tidak baik-baik saja.
"Tidak juga ada sesuatu yang menggangu pikiran Kiara," jawab Kiara.
"Apa itu?" tanya Rachel.
"Tentang Kiara. Kiara merasa diri Kiara aneh dan juga merasa jika kak Rangga dan kak Rachel menyembunyikan sesuatu dari Kiara," ucap Kiara yang jujur apa adanya menyampaikan semuanya.
Rachel terdiam mendengarnya dengan menelan salivanya yang tidak mampu untuk berbicara lagi karena takut akan salah bicara nantinya dan Kiara semakin kepikiran.
"Hmm, oh iya Kiara kaka bisa minta tolong tidak sama kamu?" tanya Rachel yang mengalihkan pembicaraan.
"Boleh! Apa itu?" tanya Kiara.
"Kamu ke apartemen kak Rangga ya. Kamu anterin kak Rangga makan malam," ucap Rachel.
"Kalau lagi sibuk kerja. Kak Rangga biasanya berada di Apartemen. Karena jarak kantornya dekat dengan Apartemen," jawab Rachel.
"Kakak takut aja. Kalau kak Rangga spele dengan makannya dan nanti terganggu pada kesehatannya. Makanya kakak ingin kamu ke Apartemen kak Rangga dan antar makanan, sekalian bawain baju dia. Dia tadi ada juga pesan sama kakak," ucap Rachel.
"Ya sudah kakak siapkan aja. Kiara mandi sebentar," sahut Kiara yang tidak masalah.
"Ya sudah kalau begitu," sahut Rachel.
Kiara mengangguk dan langsung ke kekamarnya untuk bersih-bersih dulu. Rachel menghela napasnya perlahan kedepan.
"Pasti banyak yang terjadi belakangan ini dengan Kiara. Namun apa yang bisa aku lakukan. Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku hanya berharap Kiara bisa menghadapi semuanya dengan baik dan pelan-pelan dia bisa menghadapi semuanya," batin Rachel.
Sebagai kakak dia sangat kepikiran dengan adiknya itu. Namun ada juga Rangga yang semakin lama semakin ambisius. Niatnya sangat baik untuk Kiara. Namun melakukan hal ini pasti ujung-ujungnya ada yang tersakiti dan Rachel tidak bisa mengendalikan Rangga sang kakak yang penuh dengan dendam.
**********
__ADS_1
Apartemen
Rangga berada di Apartemennya yang sibuk duduk di sofa dengan fokus pada laptopnya dengan 1 kakinya yang di letakkan di pahanya.
Rangga tidak sendirian berada di Apartemen tersebut ada juga Monica yang berada di dapur yang sebentar-sebentar melihat ke arah Rangga yang sibuk bekerja.
"Sayang kamu sibuk amat. Sampai aku tidak di perhatikan," protes Monica sembari memotong-motong sayur.
"Aku lagi kerja sayang. Bukannya kamu lagi menyiapkan makan untukku," sahut Rangga yang masih saja melihat laptopnya.
"Aku jadi cemburu dengan laptop itu. Kamu terus saja melihatnya," sahut Monica.
"Kamu itu aneh sekali masa iya sama laptop aja cemburu," sahut Rangga geleng-geleng.
"Ya abisnya kamu tidak memperhatikanku," keluh Monica.
"Iya-iya sayang sebentar lagi. Kamu masak dulu deh, aku udah hampir selesai ini," sahut Rangga.
"Baiklah sayang, kamu kerja aja. Aku hanya bercanda tadi," sahut Monica yang membuat Rangga tersenyum miring melihat sebentar Monica dan kembali pada pekerjaannya dan begitu juga dengan Monica yang membuatkan makan malam pada Rangga.
"Sayang masak yang enak ya," ucap Rangga.
"Iya sayang. Memang kapan makanan ku tidak enak," sahut Monica.
"Iya-iya kamu memang selalu saja memanjakan lidahku dengan masakan dari tangan kamu sendiri," ucap Rangga.
"Kamu itu paling bisa. Kamu kerja aja dan aku akan siapkan makan untuk kamu," ucap Monica.
"Baik sayang," sahut Rangga.
Sementara Kiara berada di dalam Taxi menuju Apartemen Rangga. Dia membawa apa yang di perintahkan kakaknya kepadanya dengan pakaian yang simpel hanya menggunakan kaos oblong dan hot pant saja.
Dan tidak lama juga akhirnya Kiara sampai di gedung Apartemen tersebut.
"Makasih ya pak," ucap Kiara sebelum turun dari Taxi.
"Baik non. Hati-hatilah," ucap supir Taxi.
"Iya pak bapak juga hati-hati," ucap Kiara yang ramah pada sang supir Taxi tersebut.
__ADS_1
Supir Taxi tersebut mengangguk. Kiara akhirnya turun dari Taxi dan supir tersebut pun pergi.
Bersambung