
...🍃Soundtrack #every second-Baekhyun (EXO)🍃...
...🌾🌾Pernahkah sekalipun kamu penasaran seberapa berat hari-hari yang kulalui selama ini? 🌾🌾...
Hari ini ternyata datang juga, Feli yang awalnya mengira bahwa pernikahan kontrak yang ia rancang dengan Angkasa yang merupakan atasannya di kantor itu ternyata terjadi juga. Padahal melihat ketidaksetujuan pihak keluarga Angkasa sudah membuat Feli sangat yakin bahwa pernikahan ini batal secara keseluruhan.
Entah bagaimana cara Angkasa membuat mamahnya yang 100% menolak jalannya hubungan mereka kini hanya diam saja mengikuti segala acara demi acara pernikahan yang sedang berlangsung hari ini.
Acara pernikahan memang diadakan secara kecil-kecilan itu memang sudah menjadi keputusan Angkasa secara mutlak, ia tak ingin memusatkan perhatian halayak ramai atas berita pernikahan nya. Bagaimana pun juga ia adalah salah satu pesohor yang terkenal dibidang industri dan merupakan salah satu pengusahawan muda yang berkarir sangat tinggi.
"Mah, pah, kakak,,, siapa sangka mulai hari ini aku akan menjadi seorang gadis yang bersuami. Aku akan mencoba menjalani hidupku dengan baik. Maaf kalian tidak bisa melihat ku menikah hari ini, " Gumam Feli berbicara di dalam hati.
Perasaannya bercampur aduk bak sebuah larutan yang digabungkan dalam berbagai jenis dan zat, ada rasa lega karena dengan pernikahan ini ia akan melunasi hutang-hutang keluarga yang dibebankan padanya setelah insiden pembunuhan itu. Namun, ia juga mulai merasakan was-was juga khawatir bagaimana ia akan hidup setelah ini? Rasa lega itu hanya bersikap sementara.
Ia melirik sekilas laki-laki yang berdiri disebelah nya sembari berbincang-bincang dengan tamu yang tak seberapa. Karena mereka hanya mengundang orang orang penting dalam keluarga nya saja. Feli merasa sangat tidak pantas berada disamping laki-laki hebat seperti Angkasa walaupun hanya sebatas kontrak saja Feli merasa tak pantas karena ia memiliki masalah dan latarbelakang yang sangat bertolak belakang dengan pria yang kini berstatus sebagai suaminya itu.
"Wahh mbak cantik sekali dengan riasan itu. " Vania yang sejak awal sangat menyukai sosok Feli dengan tersenyum ramah ia melihat kearah Feli.
Feli ikut menarik sudut melengkung dari bibirnya dan melihat kearah Vania.
"Cantikan kamu dong, " Ucap Feli tersenyum membalas pelukan Vania.
"Gak nyangka banget mbak adalah orang yang berhasil menaklukkan hati mas Langit, sebelumnya dia gak pernah bahas soal cewek atau pun berpacaran eh tiba-tiba aja mutusin mau nik,, " Ucapan vania terpotong saat melihat Angkasa yang tak suka digosipin saat berada dihadapannya itu.
"Sok tau kamu, mas cuma gak mau ngasih tau aja. Kamu berbicara seolah mas mu ini gak laku saja, " Gumam Angkasa mengusap rambut Vania hingga acak-acakan.
"Ihh kok diacak sih mas? Mau ngambek tapi ini acara nikahan mas. Gak jadi ngambek deh hahaha. "
Feli tersenyum melihat Vania yang sungguh sangat supel itu, ia bahkan tak bisa berkata kata karena melihat kecerian gadis itu. Apa ia tahu tentang berita mengenai Feli dahulu? Ia pasti belum tau hingga bersikap ramah seperti ini.
__ADS_1
"Vania ikut mamah sini. " Tiba-tiba saja mamah datang dengan wajah ditekuk tanda ia masih saja kesal saat melihat Feli. Dengan tegas ia menarik Vania yang berada tepat disamping Feli.
"Vania kesana dulu yah mbak dadah. " Feli tersenyum melambaikan tangannya meskipun hatinya sangat sakit tau bahwa mertuanya itu sungguh memberikan batas antara ia dengan keluarga mereka. Seperti saat sungkeman dengan orang tua tadi mamahnya bahkan tak sudi untuk disalam oleh Feli.
"Ada apa hmm? " Angkasa yang baru saja datang setelah menyambut beberapa tamu.
"Gak kok mas, apa tante benar-benar tidak marah dengan pernikahan ini? " Tanya Feli ragu dan terlihat sangat khawatir.
"Semua butuh waktu dan proses, kamu tidak usah khawatir. Dan sampai kapan kamu akan memanggil mamah dengan sebutan tante? " Angkasa dengan wajah seolah ia benar-benar perduli.
"Aku hanya takut tante akan marah jika kupanggil dengan sebutan mamah. "
"Kamu tidak ingin kan membuat yang lain curiga? Jangan menimbulkan kecurigaan, usahakan kita terlihat senatural mungkin. Kamu tidak ingin kan usaha kita sejauh ini jadi sia-sia, " Ucap Angkasa dan dibalas anggukan oleh Feli.
"Sudahlah, kita bahas ini nanti saja. Sudah banyak tamu menunggu disana. " Tunjuk Angkasa kearah beberapa tamu yang sebenarnya tidak terlalu banyak itu.
"Mas aku ke kamar mandi dulu yah, permisi pak buk. " Feli berlalu ke kamar mandi.
"Sudah merasa hebat yah karena bisa menikah dengan anak saya? Kamu pikir saya gak tau kamu pasti cuma ngincer harta anak saya. Dasar gadis penggoda. " Tiba-tiba saja mamah datang dari arah luar menatap Feli dengan tatapan tidak suka.
"Maaf mah, a,, "
"Mah? Apa saya tidak salah dengar? Berani sekali bibir licikmu itu memanggil saya dengan sebutan itu. Apa kamu pikir setelah memanggil saya dengan sebutan itu saya akan luluh? Jangan berharap lebih. "
Feli hanya terdiam karena mendengar perkataan mamah Angkasa itu, ia tak tau lagi harus bagaimana bersikap dengan mamah Angkasa.
Acara demi acara akhirnya selesai juga diselenggarakan, kini Angkasa, Feli juga keluarganya telah kembali kerumah. Angkasa sudah pamit kepada keluarganya untuk ke hotel dengan Feli malam ini namun, mamahnya sangat tidak setuju karena ia benar-benar tidak ingin anaknya bersama dengan gadis itu.
"Kenapa tidak mah? Lagian besok juga aku akan pindah rumah baru. "
__ADS_1
"Hah? Pindah rumah baru? Tidak tidak, mamah benar-benar tidak setuju dengan keputusan ini. Kenapa sih kamu suka sekali memutuskan sesuatu yang tidak bisa mamah setujui? " Mamah terlihat sangat marah karena keputusan Angkasa itu.
Feli hanya diam saja menunduk dibelakang Angkasa, ia benar-benar sangat takut melihat kemarahan mamah. Setiap kali ia berada disana mamahnya selalu terlihat sangat emosi hingga Feli ketakutan.
"Langit sudah besar mah, sudah berhak hidup dengan kemauan langit sendiri. Kenapa mamah selalu saja memperlakukan langit layaknya anak kecil? "
Angkasa benar-benar tidak ingin tinggal dengan keluarga nya setelah menikah, ia tak akan leluasa menyiksa dan membuat susah hidup Feli. Ia tak ingin citranya sebagai anak yang baik tercoreng hanya karena membalaskan dendam kepada Feli.
"Keputusan langit sudah kuat mah, kami akan tinggal berdua dan kami akan sering berkunjung kerumah. Ya kan sayang? " Angkasa menarik Feli dan memeluk bahu gadis itu hingga ia sedikit kaget karena tiba-tiba saja Angkasa bersikap romantis tanpa aba-aba.
"I,, iya mas. Aku ngikut gimana baiknya aja. "
"Lihatlah gadis sok lugu ini pah, mamah benar-benar tidak suka melihat nya. Karena gadis ini langit jadi tidak penurut sama mamah, kamu apakan anakku hah? "
"Sudahlah mah, mamah kenapa sih? Feli itu adalah menantu kita, jangan membuat Feli merasa tidak nyaman karena sikap mamah itu. Cepat bawa istrimu ke kamar. Besok kita diskusi kan ini, kalian pasti sangat kelelahan karena acara hari ini. " Papah yang baru saja datang langsung melerai istrinya yang sedang tidak bisa tenang itu.
"Jangan berani masuk kedalam kamar putraku, dasar wanita penggoda. Lihat saja aku akan segera Menghsirmu dari rumah ini. " Teriak mamah.
"Mamah cukup! Kenapa malah bersikap seolah tak berpendidikan seperti ini? Mamah adalah orang tua dan harus bersikap benar untuk menjadi contoh buat anak-anak. Kenapa seperti ini? " Papah benar-benar tak habis pikir dengan sikap mamah yang menunjukkan kebencian tanpa dasar itu.
Feli sendiri meremas gaun pengantin yang ia kenakan dengan kuat, benar-benar menyakitkan mendengar hinaan demi hinaan yang mamah Angkasa lontarkan untuk nya. Ia sama sekali bukanlah gadis penggoda yang mamah sebutkan itu.
Bagaimana ia akan bertahan dirumah ini sementara sejak awal saja keberadaannya sungguh tidak diinginkan oleh mamah Angkasa.
...🎋🎋Bersambung🎋🎋...
Waduhh mamah mertua ada masalah apa sih? Mulutnya lemes amat dah.
Semoga suka yah guys.
__ADS_1
See you 🌺