Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
15. Apa aku ada salah?


__ADS_3

...🍃Soundtrack #to my one and only-Xiumin (EXO) 🍃...


...🌾🌾Bagaimana bisa aku mengobati setiap lukaku sedang keadaan seolah tak ingin lukaku sembuh🌾🌾...


    Angkasa sangat kesal saat melihat Feli tak bisa menghabiskan seluruh nasi diatas piring itu, mengingat dulu ia dengan segala keterpaksaan berhasil menghabiskan roti dalam jumlah banyak membuat ia semakin marah saja.


"Cepat ikut aku, " Ucap Angkasa menarik Feli dengan paksa menuju kamar nya.


"Ta,,, tapi mas, meja makan belum dibersihkan. Bagaimana jika nanti mamah makin marah padaku? " Feli merasa bimbang.


"Oohh tidak mau menurut yah? Apa kita batalkan saja kontrak nya? Dan kamu akan ku jebloskan lagi kedalam penjara. Mau masuk penjara lagi? " Ancam Angkasa.


Jantung Feli berdetak sangat kencang saat mendengar akan masuk kepenjara lagi. Baginya itu adalah mimpi paling buruk dan kenangan yang sangat ingin ia buang jauh-jauh dari pikiran nya. Sekali saja sudah membuat ia dipandang hina bagaimana jika ia akan masuk penjara lagi? Feli sungguh tidak ingin.


"Bu,, bukan begitu mas. A,, aku hanya. "


"Cepat ikut aku, " Dengan keras Angkasa menarik Feli memasuki kamar dan melempar Feli tepat di lantai hingga Feli meringis menahan sakit disiku nya karena terkena dinding.


"Apa kamu menganggap ku sebagai lelucon? Kalau aku menyuruhmu menghabiskan nasi itu maka habiskan. " Kesal Angkasa dengan wajah penuh amarahnya.


Angkasa adalah tipe laki-laki yang paling marah saat perintahnya tak dituruti. Bahkan ia tak akan segan menjatuhkan tangannya.


"Ma,, maaf mas. Aku benar-benar kenyang sekali, sampai mau muntah rasanya. " Feli terlihat sangat panik.


"Kalau begitu cepat muntah sekarang juga! "


Feli lagi-lagi dibuat heran dengan sikap Angkasa ini. Apa laki-laki ini memiliki kelainan? Kenapa selalu memerintahkan sesuatu yang tak bermanfaat untuk nya? Untuk apa ia menyuruh Feli memakan nasi sebanyak tadi lalu akhirnya menyuruh gadis itu untuk muntah?.


"Ta,, tapi mas. "


"Muntahkan semua makanan yang sudah kamu makan kalau perlu dengan semua isi perutmu sekalian. "


"Ta,, "


"Cepat atau kamu akan lebih menderita lagi? "

__ADS_1


"Kenapa mas tiba-tiba begini? Apa aku ada salah mas? " Panik Feli berdiri dan mendekat kearah Angkasa yang bahkan tak melihat kearahnya sejak tadi.


"Muntah sekarang juga! Jangan mengalihkan pembicaraan, kamu masih faham kan bahasa manusia? " Kesal Angkasa dan melihat kearah Feli yang terlihat kebingungan itu.


Buru-buru ia alihkan pandangannya dari gadis itu, setiap melihat wajahnya Angkasa seolah tak berdaya. Ia benar-benar ingin membalaskan dendamnya hingga gadis itu lebih sengsara dibandingkan hidupnya dahulu.


"Ooh seperti nya kamu tidak takut yah padaku? Apa perlu main tangan? " Ancam Angkasa mendekat kearah Feli namun dengan cepat Feli berlari ke kamar mandi.


Ia dengan sekuat tenaga mencoba untuk memuntahkan semua yang sudah ia makan dengan memasukkan tangannya kedalam mulutnya. Dan akhirnya ia muntah juga hingga ia terlihat sangat lemas karena ia hampir mengeluarkan semua isi perutnya karena paksaan Angkasa. Ia benar-benar tak ingin dijebloskan kedalam penjara lagi lebih baik menuruti ucapan Angkasa saja.


"Kenapa dengan mas Angkasa? Aku sangat bingung dengan nya. " Batin Feli memperbaiki penampilan nya.


Saat Feli keluar dari kamar mandi Angkasa duduk ditepi kasur sembari bersedekap dada merasa puas dengan kepatuhan Feli.


"Lain kali jangan sampai aku harus main tangan, apapun perintah ku segera laksanakan. "


"Ba,, baik mas. "


Feli berpikir sangat banyak karena kebingungan dengan situasi apa yang sedang ia hadapi ini. Ini bukanlah dunia pernikahan yang sering ia dengarkan dari televisi, radio bahkan orang-orang. Ini seperti sebuah perbudakan. Dan Feli sungguh sangat kebingungan harus bagaimana menghadapi situasi ini.


"Bersikap seperti ini yang bagaimana maksud kamu? Apa aku melakukan sesuatu kepadamu? " Tanya balik Angkasa hingga Feli kehabisan kata-kata.


"Aku tidak faham yang bagaimana maksud mu, tapi beginilah aku. Jadi dengarkan baik-baik bagaimana kamu harus bersikap kedepannya jika ingin hidup Damai dan jika ingin tetap menghirup udara dunia luar tanpa jeruji besi. " Angkasa kembali bersesekap dada sembari melihat gadis yang selalu saja menunduk itu.


"Dengar tidak? "


"I,,, iya mas. Bagaimana aku harus bersikap agar mas tidak marah dan menjebloskan aku ke penjara karena hutang itu? "


Awalnya Feli mengira mengambil jalan menikah kontrak dengan Angkasa adalah jalan instan untuk melunasi hutangnya yang tergolong banyak itu. Bahkan jika gajinya digabungkan seumur hidup juga ia tak akan bisa melunasi nya. Namun, kembali lagi kalau itu adalah masalah uang juga harta tak ada jalan instan untuk bebas karena harus ada pengorbanan disana.


"Kamu memang berstatus sebagai istri ku dalam hukum, tapi kita hanya sebuah kontrak yang dimana kamu adalah pihak B sedangkan aku adalah pihak A. Dan didalam surat perjanjian kita seluruh kekuasaan ada ditangan pihak A dan pihak B harus menuruti pihak A bagaimana pun itu. "


"Ba,, baik mas. Akan selalu ku ingat. " Feli menunduk lebih rendah lagi. Ia sungguh merasa hidup semakin dicekam saja.


"Selanjutnya, jangan sampai pernikahan kontrak ini diketahui oleh orang lain bahkan keluargaku juga tak boleh sampai tahu. Kamu berhati-hati lah saat bersikap, jangan menimbulkan kecurigaan baik itu dirumah maupun dikantor. Aku tak akan melarangmu untuk bekerja karena kamu juga butuh bekerja untuk menghidupi mu sehari-hari karena aku hanya akan menanggung kamu makan saja. Lihat saja kalau kamu bertingkah aneh atau membuat onar maka makanpun tak akan kuberikan. Tidak ada yang gratis didunia ini termasuk hidupmu sekarang bukan lagi milikmu melainkan milik ku jadi jangan macam-macam, " Tegas Angkasa berdiri dari tempat tidur lalu melihat keluar jendela.

__ADS_1


"Apakah ada pertanyaan lain? "


"Ti,, tidak ada mas. " Feli hanya diam saja. Ia benar-benar sangat bingung dengan situasi nya saat ini.


Kalau tau akan seribet dan se membingungkan ini. Ia akan memilih untuk tidak terlibat dengan pernikahan kontrak ini. Sangat membingungkan hatinya. Ia tak tau harus bagaimana lagi kedepannya.


"Cepat siapkan baju ku, setelan rapi karena aku akan berangkat kekantor sekarang. "


"Ba,, baik mas. " Feli pun segera kearah lemari melihat dan memilih setelan untuk dikenakan oleh Angkasa ke kantor.


"Su,, sudah mas. "


"Kamu tidak usah bekerja hari ini, kembali kerumahmu saja dan ambil beberapa baju disana. Jangan merepotkan ku. Kamu pasti bisa sendiri kan kesana? " Angkasa bersikap tak acuh.


"I,, iya mas, aku bisa kesana. Mas tidak usah khawatir. "


"Siapa juga yang khawatir? " Angkasa dengan kesal masuk kedalam kamar mandi sembari membawa handuk.


"Ck, kenapa air belum juga kamu siapkan? " Kesal Angkasa keluar dari kamar mandi.


"Maaf mas,mkan segera kusiapkan. "


"Dasar tidak becus, awas kalau kamu begini lagi. " Kesal Angkasa karena kecerobohan Feli.


Angkasa melihat sekilas punggung Feli yang semakin merunduk itu, gadis itu terlihat sangat syock dengan kejadian beberapa hari terakhir ini. Ia pasti dibingungkan oleh banyak hal.


"Bagaimana? Apa kamu masih bisa bertahan kedepannya? " Batin Angkasa tersenyum smirk.


Ia sungguh merasa puas karena berkuasa sekarang ini, bisa dengan mudah memerintah gadis itu sesukanya. Rasanya sangat membanggakan namun entah kenapa ia merasakan ada yang aneh dalam dirinya.


"Bagaimana pun aku tak boleh goyah, hancurkan hidup gadis itu melebihi penderitaan yang kamu rasakan dulu. " Batin Angkasa.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh Angkasa kek psycho yah gaes. Gimana Feli gak makin bingung.

__ADS_1


See you guys🌺.


__ADS_2