
...🍃Soundtrack #Here's your perfect-jamie Miller🍃...
...🌾🌾Aku merindukan mu sampai mau gila rasanya, aku rindu dan sangat Rindu 🌾🌾...
Feli keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya, Lagi-lagi ia diterpa perasaan kosong tanpa alasan. Ia benar-benar sangat bingung dengan kelanjutan hidupnya ini. Apakah ia akan merelakan kisahnya sampai disini atau kembali pada Angkasa dan bersikap egois untuk tetap bersama laki-laki itu.
"Apa aku sungguh boleh berharap lebih? " Gumam Feli duduk disofa sembari merenung.
Ia mengingat kembali ucapan Fahdan saat dipantai tadi, dari ucapan laki-laki itu ia petik sebuah kesimpulan bahwa ia benar-benar memilih kesempatan untuk bersama laki-laki itu.
"Apa aku pantas? " Bingung Feli dengan tangan yang meremas handuk ditangan nya itu.
Tiba-tiba saja hujan turun sangat deras di iringi oleh petir dan gemuruh kuat hingga membuat Feli kaget bukan main.
"Yatuhan aku sampai hampir jantungan! " Feli bangkit dan berniat menutup tirai jendela juga hendak mengunci pintu.
Matanya menangkap sosok Angkasa yang masih saja berdiri dibawah hujan sembari melihat kearah rumahnya, laki-laki itu terlihat sangat berantakan saat ini.
"Kenapa dia dibawah hujan seperti itu? " Khawatir Feli hampir saja ia berlari dan membuka pintu namun ia langsung berhenti.
"Kenapa dengan ku? Apa aku sungguh sangat ingin bersama dengan nya? " Bingung Feli.
Melihat wajah Angkasa dibawah hujan membuat ia tak tega karena hujan sangat deras begitu juga dengan gemuruh yang berkali-kali berbunyi keras.
"Lebih baik dia pulang sekarang! Kenapa dia sampai segitunya? "
Feli mencoba untuk mengabaikan Angkasa seperti biasanya. Namun, hujan deras membuat Feli tak bisa tenang.
"Bagaimana kalau sampai dia sakit? "
"Aakhh bodo amat, aku tidak perduli dan tidak mau perduli! " Feli menaiki tempat tidur lalu menutup tubuhnya dengan selimut mencoba untuk membuang perasaan cemas nya.
Angkasa sendiri masih saja berdiri dibawah hujan sembari melihat kearah rumah Feli, melihat lampu menyala ia yakin gadis itu belum tidur.
Ia tahu kalau Feli bahkan tidak melihat kehadiran nya disana. Tapi hanya ini yang bisa Angkasa lakukan, setidaknya ia menunjukkan bahwa ia benar-benar serius dengan hubungan itu.
"Aku tidak akan menyerah semudah itu, tidak ada akhir untuk kita. " Gumam Angkasa masih diguyur hujan.
Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Feli keluar dengan sebuah payung ditangannya. Wajahnya datar tanpa ekspresi lalu ia mendekat kearah Angkasa yang melihat Feli tanpa berkedip. Sudah lama ia tak melihat wajah itu dari dekat.
"Kenapa kamu masih saja berdiri dibawah hujan seperti itu? " Kesal Feli.
Angkasa tersenyum kearah Feli, ia tahu gadis itu pasti sedang khawatir padanya.
"Kenapa malah tersenyum seperti itu? Aku tidak ingin tetangga ku malah semakin membenci ku karena membiarkan mu disini, ayo masuk ikut aku. " Tarik Feli ditangan Angkasa.
Mata laki-laki itu tak hentinya melihat kearah tangannya yang digenggaman jari-jari kecil Feli. Dengan bibir tersenyum Angkasa sangat senang walaupun Feli masih saja melemparkan tatapan dingin untuk nya.
Feli langsung merasa canggung saat membawa Angkasa masuk kedalam dirumahnya. Laki-laki masih saja tersenyum memenangi tangan mereka yang masih bertaut itu.
__ADS_1
"Khem,, ini handuk. Kamu bersihkan dirimu di dalam kamar mandi! " Feli melemparkan handuk kearah Angkasa yang menerima handuk itu dengan senang hati.
"Tunggu sebentar, " Feli berjalan meninggalkan Angkasa yang masih saja berdiri sembari menatapi Feli.
"Pakailah ini, walaupun kurang nyaman. " Feli memberikan sebuah baju kaos oblong dengan celana training kearah Angkasa, celana itu adalah celana kakaknya yang masih utuh disana.
Angkasa menurut lalu memasuki kamar mandi dengan pelan.
"Akhh,, bodoh,, bodoh. Kenapa mengajaknya masuk sih? Akhhh kenapa dengan ku? " Feli merutuki kebodohan dirinya yang tak tega melihat Angkasa dibawah hujan.
"Ck,, bagaimana caraku untuk menyuruhnya pergi? Akhhh,, aku tadi keluar hendak mengusir nya tapi kenapa aku malah mengajak nya masuk kedalam sih? "
Feli bergerak kesana-kemari karena gusar dan juga penuh dengan kecemasan.
"Akhh,, aku semakin pusing saja setelah ini. "
Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Angkasa yang keluar dengan rambut basah dan mengenakan baju pemberian Feli itu.
Feli langsung gelagapan karena bingung harus bagaimana lagi setelah itu, ia benar-benar bingung kenapa tiba-tiba ia mengajak laki-laki itu masuk.
"Emmbb,, Terima kasih karena,, "
"Jangan salah faham, aku hanya tidak ingin tetangga semakin membenciku karena membiarkan mu diluar dengan keadaan seperti tadi. " Buru-buru Feli memotong ucapan Angkasa hingga laki-laki itu menganggukkan kepala pelan.
"Aku,,, "
Angkasa langsung diam saja memperhatikan Feli yang Memunggunginya sejak tadi.
Angkasa tersenyum, melihat Feli dari dekat begini saja sudah membuat ia senang. Selama ini bahkan untuk berdekatan ia tak bisa karena Feli enggan.
"Kenapa hujan tidak kunjung reda? " Batin Feli merasa sangat canggung dengan situasi ini.
"Aku berharap hujan tak kunjung reda, " Batin Angkasa tersenyum pelan karena ia lebih memilih untuk menikmati momen diam ini dengan Feli bahkan sampai pagi berikutnya datang.
Suasana disana sangat lah canggung juga sepi, hanya suara hujan dan beberapa suara lainnya yang terdengar begitu jelas.
"Hujan sudah reda! " Feli bangkit dan berjalan membukakan pintu.
Angkasa bangkit dengan ragu, ia berjalan lesu karena sungguh merasa bodoh hanya diam saja dari tadi. Seharusnya ia bicarakan dengan Feli agar semunya kembali baik.
Ia berjalan dengan gontai serta kehilangan semangat, kakinya bahkan ikut berat untuk meninggalkan tempat itu.
Greb,
Tiba-tiba Angkasa kaget saat sebuah pelukan ia rasakan diarea perutnya. Pelukan itu berasal dari belakang dan itu adalah Feli. Angkasa bisa merasakan hangat nya.
Langkah kakinya terhenti dengan detak jantung yang semakin menggebu itu.
"Jangan pergi hiks,, " Feli menangis dipunggung laki-laki itu.
__ADS_1
Angkasa kaget karena ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kejutan ini. Ia sangat ingat wajah dingin Feli tadi.
"Fel,, li? " Angkasa mencoba berbalik dengan pelan namun ditahan oleh Feli.
"Hiks,, aku merindukan mu. Sangat merindukan mu. " Feli mengeratkan pelukan nya.
Angkasa tersenyum karena mendengar kata tidak terduga itu dari Feli, ia bahkan mencubit tangannya mencoba memastikan apakah ia sedang bermimpi atau tidak saat ini.
"Feli,,. "
"Maafkan aku karena sudah membuat mu menderita dahulu, maafkan aku karena sudah mematahkan mental mu dulu hiks,, aku terpaksa melakukan nya. " Feli mencoba untuk menjelaskan nya kepada Angkasa yang sebenarnya sudah tahu itu.
Angkasa tersenyum senang karena ia sungguh sangat menantikan hari ini datang.
"Aku benar-benar tidak pernah sedikitpun melupakan mu dan semua perlakuan ku, setiap hariku kuhabiskan dengan rasa bersalah yang tak kunjung habis hiks,, aku tahu aku sangat egois jika mengatakan sampai kini aku masih sangat mencintai mu hiks,,. "
Feli masih saja menangis sambil memeluk Angkasa dengan erat.
Angkasa melepaskan pelukan itu dengan pelan lalu berbalik kearah Feli yang menunduk sembari menangis itu.
"Tolong katakan itu sekali lagi sambil melihat wajahku! " Angkasa.
Feli mengangkat wajah penuh air matanya kemudian melihat kearah Angkasa yang juga berderai air mata sembari tersenyum itu.
"Hiks, aku,, aku mencintai,, mphh. "
Tiba-tiba saja Angkasa langsung menyambar bibir itu dengan lembut.
Bibir tebal Angkasa kini sudah berhasil memangsa bibir mungil Feli yang masih terasa kaku itu.
Perlahan Angkasa menggerakkan bibirnya dengan lembut begitu juga dengan Feli yang mencoba untuk membalas ciuman itu dengan air mata yang terus saja mengalir deras.
"Aku juga mencintai mu,, dulu bahkan sekarang! " Angkasa mengatakan itu sembari melihat manik mata Feli yang masih mengeluarkan air mata itu.
"Hiks,, " Feli menangis terharu karena mendengar pengakuan Angkasa itu.
Angkasa berjalan pelan menutup pintu dan berjalan kembali kearah Feli lalu mengangkat tubuh itu ala bridal style menuju kamar.
Feli sendiri mengalungkan tangannya dileher Angkasa dengan mata yang terus saja menatap kearah Angkasa dengan tatapan seolah ini tidak nyata baginya.
Angkasa tersenyum melihat kearah Feli yang masih saja memandangi nya dengan seksama.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
It's finally 😌akhirnya kalian sama-sama jujur. Aaaa gumush sama mereka.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
See you guys.
__ADS_1