
...🍃Soundtrack #No-Meghan trainor🍃...
...🌾🌾Apapun yang terjadi kita harus menjadi orang yang lebih bahagia kedepannya🌾🌾...
Angkasa dan Feli menuruni tangga secara bersamaan setelah menidurkan kedua malaikat kecil mereka itu, mereka terlihat sangat bingung apa sebenarnya yang akan diberitahukan oleh Jodi.
"Kayaknya aku tau deh mas, semoga saja tebakan ku benar. " Feli tersenyum sembari melihat kearah kakaknya yang duduk berdampingan dengan seorang gadis.
Angkasa tersenyum karena ia juga sebenarnya sudah bisa menebak apa yang akan diucapkan oleh kakak iparnya itu.
"Loh? Kakak belum mulai yah? " Feli duduk disamping Angkasa yang sudah duduk terlebih dahulu itu.
"Kakak nunggu kalian datang dulu, biar semuanya bisa denger dengan jelas. " Jodi yang melihat kearah adiknya itu.
"Baiklah apa yang ingin kamu sampai kan nak? Mamah sudah sangat penasaran sejak tadi. "
Jodi terlihat sedikit nervous karena seluruh mata memandang kearahnya kini. Walaupun ini bukanlah berita Buruk ia masih saja ragu.
"Jadi begini mah, Feli juga kamu adik ipar maksud kedatangan ku kesini begitu tiba-tiba dengan membawa Dea adalah ingin memperkenalkan calon istri ku kepada kalian semua. "
Feli masih saja kaget walaupun sebenarnya ia sudah menduga itu. Bagaimana mungkin kalian tidak curiga karena tiba-tiba dia sama sekali tidak pernah bercerita tentang teman wanitanya tiba-tiba dia datang dengan seorang gadis.
Gadis bernama Dea itu terlihat sangat cantik dan pemalu bahkan setelah Jodi memegang tangannya ia malah semakin malu saja.
"Kami berencana menikah bulan depan, semoga semua nya berjalan dengan lancar. "
Feli tersenyum begitu senang, matanya bahkan sampai berkaca saking bersyukur nya melihat kakaknya akhirnya akan menikah.
"Aku seneng banget dengernya kak, buat calon kakak ipar Terima kasih karena sudah ada disisi kak Jodi. Akhh kenapa aku jadi melow gini sih heehh. "
Angkasa mengusap pelan punggung Feli mencoba untuk menenangkan istrinya karena ia faham betul bagaimana perasaan Feli.
__ADS_1
Gadis bernama Dea itu menanggapi dengan senyuman ramah juga malu-malu.
Mamah memegang tangan Jodi dengan hangat lalu tersenyum senang "Mamah sangat senang mendengar berita ini nak. Mamah senang karena kamu dengan baik datang kesini untuk memberitahu kami. Semoga semua nya lancar sampai haru yang dituju. Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk memberitahu kamk yang ada disini. "
Jodi dengan cepat mengangguk karena ia juga sudah merasa kalau keluar ini adalah keluarga nya juga.
"Yasudah mumpung sudah disini kita makan siang disini saja yah, sebentar lagi akan tiba waktu makan siang. "
"Iya mah, aku bantuin buat nyiapin yah anak-anak juga lagi tidur heheh. "
Mamah tersenyum lalu berjalan ke dapur di ikuti oleh Feli dan Dea juga yang merasa tidak enak itu langsung ikut bergabung
Feli awalnya menyuruh Dea untuk duduk saja namun gadis itu menolak karena merasa tidak enak jika hanya duduk saja disana.
"Feli pasti kaget mendengar berita ini?" Jodi bertanya dengan wajah senang.
Angkasa tersenyum kearah kakak iparnya itu "Sebenarnya dia pasti sudah tahu akan seperti ini kakak ipar, selama ini kakak datang sendiri dan tiba-tiba datang dengan seorang gadis siapa yang tidak akan tahu coba? "
Feli selalu tersenyum melihat kearah Dea, entah kenapa ia sangat Damai memandangi calon kakak iparnya itu. Wajah cantik dan kulit putih terawat belum lagi ia benar-benar terlihat sangat baik hati.
"Ehh,, kenapa kamu melihat kakak begitu heheh? " Dea dengan ragu bertanya karena sejak tadi Feli melihat nya begitu lekat.
"Aku hanya bersyukur kak. Aku bersyukur akhirnya kak Jodi akan menikah apalagi dengan gadis secantik kakak. "
Dea langsung bersemu malu, ia benar-benar anti dengan pujian. Karena rasa malunya semakin tinggi jika ia dipuji.
"Oh iya kak, kalau boleh tahu sejak kapan kalian dekat karena kak Jodi belum pernah bercerita namun tiba-tiba ia sudah mengumumkan akan segera menikah. " Feli benar-benar kepo dengan masalah itu.
Dea tersenyum karena mengingat kisah cinta nya dengan Jodi begitu tragis namun manis sekali.
"Kakak sudah lama mengenal mas Jodi, kami bertemu sejak beberapa tahun lalu dimana dia sangat berantakan. Dia terlihat begitu stress dan memiliki banyak sekali masalah. Kakak memang sudah tertarik lebih dulu dengan nya hingga mengikuti nya, mengejar dan juga mencari perhatian nya walaupun berkali-kali tertolak dengan alasan kalau dia tidak ada waktu untuk memikirkan sebuah hubungan saat itu. "
__ADS_1
Feli langsung diliput rasa bersalah karena mendengar itu, ia tahu kakaknya sudah banyak menderita selama ini karena masalah keluarga mereka selama ini.
Kakaknya sudah banyak menghabiskan masa mudanya dengan mencari tahu mengenai kasus itu hingga bahkan menolak seorang gadis baik seperti Dea.
"Kakak hampir saja menyerah dengan mas Jodi, tapi tetap saja rasa cinta kakak begitu besar hingga tetap bertahan sampai kakak tahu kenapa mas Jodi bersikap seperti itu karena kejadian yang menimpa keluarga kalian. Kakak semakin ingin memiliki mas Jodi mengatakan bahwa dia juga membutuhkan orang disisinya. Membutuhkan orang yang memeluknya saat ia lelah dan membutuhkan orang yang selalu mendengar ceritanya saat ia ingin bercerita. "
Feli tidak bisa lagi menahan air matanya dan dengan cepat ia memeluk Dea karena rasa haru. Ia sangat bersyukur kakaknya dipertemukan dengan seorang gadis hebat seperti Dea.
"Hingga tiba suatu hari kakak benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan mencintai mas Jodi, tiba-tiba saja mas Jodi datang dengan sebuah bunga lalu melamar kakak. Rasanya sangat mengharukan hingga kakak ingin gila rasanya. Kakak sangat bahagia hingga tidak bisa membendung rasa bahagia itu sampai sekarang. "
Feli semakin memeluk erat calon kakak iparnya itu, begitu hangat dan membahagiakan.
"Terima kasih banyak kak, aku sangat senang hingga tak bisa menahan nya juga. "
Dea membalas pelukan Feli dengan senyuman cerah juga, ia juga masih tidak percaya bisa menaklukkan hati laki-laki sekeras Jodi. Walaupun sebenarnya butuh perjuangan yang begitu panjang sekali.
Rasa bahagia Feli semakin bertambah saja karena mendengar berita hari ini, kakaknya akan segera menikah dengan seorang gadis yang begitu baik hatinya. Ia semakin lega karena selama ini kakaknya sudah begitu banyak menderita.
Mamah hanya mendengarkan sejak tadi, ia juga ikut senang dengan berita membahagiakan ini. Juga lega karena menantunya itu juga Jodi sudah banyak sekali melalui hal-hal sulit.
"Semoga kedepannya hanya ada bahagia saja yah sayang, mamah benar-benar ikut bahagia karena ini. "
Feli mengangguk tersenyum karena ia juga benar-benar tidak bisa membendung rasa haru.
...🎋🎋Bersambung🎋🎋...
Wahhh tiba-tiba aja mo nikah nih bang Jodi, jadi author gimana dong? Jahat banget padahal mau daftar juga.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys🌺.
__ADS_1