
...🍃Soundtrack #Fine-Taeyon(snsd) 🍃...
...🌾🌾Memulai Untuk mencintai seseorang berarti kita mulai menjaga dan menyayangi nya. Lantas disebut apa cintamu yang selalu menyakiti ku? 🌾🌾...
Angkasa baru saja menyelesaikan beberapa berkas diatas mejanya itu, padahal ini sudah masuk jam makan siang ia tak kunjung keluar dari ruang kerjanya sejak ia masuk kantor tadi.
"Hmmm sedang apa dia jam istirahat begini? " Senyum Angkasa merasa penasaran dengan keadaan Feli.
Ia bagaikan seorang remaja yang sedang kasmaran saja, penasaran tentang kegiatan Feli, rindu saat tak melihat wajah gadis itu walau hanya sebentar saja, tersenyum saat melihatnya dan mengingat kelakuan gadis itu.
"Apa aku pergi melihatnya saja yah? " Gumam Angkasa membereskan berkasnya lalu berjalan menuju pintu.
Ia tersenyum tipis memikirkan harus apa yah setelah bertemu dengan Feli, ia benar-benar sedang kasmaran saat ini. Andai saja Feli juga merasakan kasmaran yang sedang dirasakan Angkasa ini.
"Dimana dia? Kenapa tidak ada dimana-mana? " Angkasa kebingungan mencari Feli di penjuru kantor.
Karena ia tidak menemukan Feli di dalam kantor ia pun memutuskan untuk keluar mencari Feli namun langkahnya terhenti saat melihat Feli dan Fahdan yang tengah berbicara di depan kantor sembari tersenyum satu sama lain. Feli terlihat sangat nyaman di sisi Fahdan.
"Kenapa dia tersenyum selebar itu di depan laki-laki lain? " Kesal Angkasa tidak Terima.
Angkasa mendekat dan menyimak pembicaraan mereka dari dekat.
"Bagaimana kalau kita ke cafe seberang jalan saja? Mumpung lagi masuk jam istirahat. " Ajak Fahdan.
Angkasa serasa kebakaran jenggot saat mendengar itu, ia merasa kesal karena tidak tahu harus berbuat apa.
"Berani sekali dia mengajak istri orang untuk ke cafe bersama, wahh bosan hidup rupanya? " Kesal Angkasa.
Feli terlihat sedang berpikir untuk itu, Angkasa sangat berharap gadis itu menolak nya. Namun siapa sangka Feli setuju begitu saja?.
Saat mereka hendak pergi Angkasa langsung menghentikan nya dengan berteriak sedikit keras.
"Tunggu! "
Feli juga Fahdan berhenti sembari menoleh kearah sumber suara ternyata itu adalah Angkasa yang datang dengan wajah kesal.
"Ada apa pak? " Tanya Feli bersikap profesional.
"Hah? Pak? Kenapa dia memanggil laki-laki itu dengan sebutan manis sedang aku formal sekali. Ini kan jam istirahat. " Batin Angkasa kesal.
"Kamu mau kemana? " Tanya Angkasa dengan pelan.
"Siapa dia? Kenapa selalu muncul saat kita bersama? " Tanya Fahdan bingung.
Angkasa semakin kesal mendengar kata bersama dari Fahdan. Mereka saling menatap kesal satu sama lain.
"Aah ini pak Angkasa dia adalah boss ku mas, " Ucap Feli tersenyum.
"Apa? Boss? Wahhh kenapa dia harus berbohong? Aku kan suaminya!. "
"Ooh boss, kenapa seorang boss mengganggu jam istirahat pegawainya? " Tanya Fahdan dengan nada menyindir.
"Saya dan mas Fahdan ingin ke cafe diseberang jalan pak, permisi. " Feli berjalan pelan dan diikuti oleh Fahdan.
Namun, tangan Feli ditarik oleh Angkasa hingga Feli kaget begitu juga dengan Fahdan yang melihat kesal kearah tangan Angkasa yang memegang tangan Feli, tangannya terkepal karena tidak suka dengan kelancangan Angkasa.
"Ada apa pak? " Tanya Feli bingung.
__ADS_1
"Kenapa kamu santai sekali hendak pergi ke cafe sedang perkerjaan masih banyak di dalam? " Angkasa tak punya pilihan lain lagi selain menyalahgunakan wewenang nya.
Dahi Feli mengerut bingung "Semua pekerjaan kan sudah saya,, " Belum juga ia selesai kan sudah dipotong oleh Angkasa.
"Apa kamu tidak niat kerja atau semacamnya? Lantai masih kotor begitu kamu masih sempat -sempat nya ingin ke cafe? " Angkasa berpura-pura tegas.
Fahdan mendekat dan melepaskan paksa tangan Angkasa dari tangan Feli, mereka saling menyalak menatap satu sama lain.
"Kenapa seorang boss terhormat seperti mu ini begitu lancang memegang tangan pegawai? Apakah hal seperti itu juga termasuk dalam wewenang kalian? " Tanya Fahdan dengan sindiran dan nada mengejek.
"Ah dan juga apakah tuan Angkasa yang terhormat tidak tahu peraturan untuk tidak mengusik jam istirahat pegawainya, mereka sudah bekerja sejak pagi dan kalian ingin mengambil jam istirahat mereka juga? " Tanya Fahdan.
"Sialan, siapa laki-laki tidak tahu posisi ini? Wewenang? Tentu saja aku punya wewenang atas Feli. Dia adalah istriku! " Batin Angkasa kesal.
"Mohon untuk tidak ikut campur dengan urusan kami, gadis ini sudah sering kali membolos kerja dan juga sering terlambat. Apakah salah jika saya mencoba untuk mendisiplinkan dia dengan cara saya? " Angkasa tak mau kalah.
Feli bingung harus bagaimana lagi sekarang, kenapa tiba-tiba kedua laki-laki yang tidak mengenal satu sama lain ini berdebat di hadapan nya.
"Dan untuk wewenang, kamu akan sangat kaget jika mendengar ini. Tentu saja saya punya wewenang atas Feli karena dia adalah is,,, "
"Wahhh ternyata aku masih punya banyak sekali tugas mas, maaf yah mas aku tidak bisa ke cafe sekarang ini. " Feli langsung memotong omongan Angkasa karena ia tahu akan kemana arah bicara laki-laki itu.
Fahdan kebingungan karena tiba-tiba saja Feli berkata memiliki pekerjaan, tapi ia sadar kalau gadis itu hanya takut terkena masalah di kantor.
"Hmm baiklah, kamu jangan lupa makan siang yah. Lain kali saja kita ke cafe saat kamu sedang libur atau semacamnya. Aku pergi! " Sebelum pergi Fahdan mengelus surai hitam Feli hingga membuat Angkasa membelalak kesal.
"Kenapa dia berusaha menutupi pernikahan kami? " Kesal Angkasa berjalan masuk dengan menarik tangan Feli.
"Mas,, jangan seperti ini! Bagaimana jika orang lain melihat nya? "
"Aku takut orang lain salah faham jika kita berdekatan seperti ini di kantor mas. " Feli menunduk karena melihat wajah kesal Angkasa.
Laki-laki itu menarik nafas berat, kenapa ia sangat kesal. Karena melihat Fahdan mengelus rambut Feli.
"Kalau begitu saya permisi pak, saya akan menlanjutkan acara bersih-bersih saya. " Feli berjalan menuju tempat penyimpanan alat kebersihan.
Sret,
Feli sedikit terhuyung saat Angkasa menariknya menuju lift, dan membawa gadis itu memasuki ruangan kerja Angkasa hingga beberapa orang yang ada disana melihat itu.
"Kenapa mas membawaku kesini? " Tanya Feli bingung.
Angkasa hanya diam saja dan mengambil beberapa jenis makanan dari mejanya.
"Duduklah sekarang! "
"Hah? "
"Duduk! "
"I, iya mas. " Feli menurut duduk meskipun terasa sangat canggung.
"Makanlah sekarang juga, kamu pasti sudah sangat kelaparan sekarang. " Angkasa menyodorkan beberapa jenis makanan itu kearah Feli.
Feli kebingungan kenapa laki-laki itu sangat baik hingga memberikan ia makan? Bukannya dia sedang kesal tadi?.
"Ayo dimakan, aku tidak menyuruhmu untuk diam saja menonton nya. "
__ADS_1
"Ba,, baik mas. " Feli dengan ragu mengambil sepotong pizza itu dan mulai memakannya.
Angkasa tersenyum senang, bahkan hanya melihat gadis itu makan dengan baik saja sudah membuat ia merasa sangat senang.
"Pelan-pelan saja makannya, kamu tidak usah terburu-buru begitu, " Ucap Angkasa pelan lalu mengusap pelan sudut bibir Feli yang disana terdapat selai.
"Uhuk,, uhuk,, " Lagi Feli tersedak karena perlakuan Angkasa yang begitu tiba-tiba itu.
"Minumlah, sudah ku peringatkan untuk makan dengan pelan. "
Feli minum dan melihat kearah Angkasa yang sejak tadi tidak makan padahal banyak sekali makanan diatas meja.
"Kenapa mas tidak makan? " Tanya Feli kebingungan.
"Ahh ini aku sedang mau makan. "
Angkasa mengambil beberapa jenis makanan dan ikut makan agar Feli tidak heran.
"Makanlah lagi, jangan sungkan! "
"I,, iya mas. "
Mereka berdua makan dalam diam, Angkasa merasa bersyukur memiliki waktu seperti ini dengan Feli bahkan hanya diam saja ia sudah merasa senang.
"Kenapa tiba-tiba mas mengajak ku makan disini? Bukannya mas sedang kesal karena ketidak disiplinanku yah? "Tanya Feli bingung.
" Ahh tadi Radon membawa banyak sekali jenis makanan, aku bingung harus berbagi dengan siapa. Kenapa memangnya? Kamu tidak suka? "Tanya Angkasa mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
" Bukan mas, aku hanya bingung saja kenapa tiba-tiba begini. "
"Ck, kamu jangan lah terlalu sering kebingungan begitu. Tak perlu mencari alasan untuk semua yang terjadi. " Angkasa memberikan sedikit nasihat dan di anggukan oleh Feli.
Setelah selesai makan Feli membereskan meja karena waktu jam istirahat sudah habis Feli keluar dari ruangan Angkasa.
Angkasa sangat senang karena menghabiskan jam istirahat nya dengan Feli, ia tidak menyangka akan seperti ini.
Feli berjalan pelan menuju ruangan tempat alat kebersihan, sampai disana ia ditatap nyalak oleh rekan kerjanya. Mereka lagi-lagi mengintimidasi Feli dengan tatapan mereka.
"Apa aku berbuat sesuatu yang salah lagi? " Bingung Feli.
Bahkan sampai Feli pergi pun mereka masih saja menatap nya dengan sinis.
Tiba-tiba salah satu rekan kerja mereka baru datang dari lantai tepat dimana ruangan Angkasa.
"Tadi gua liat Feli baru aja keluar dari ruangan pak Angkasa, dia di dalam ruangan pak Angkasa sejak jam istirahat siang tadi. Tuh anak makin menjadi-jadi aja sifat penggoda nya. Tadi laki-laki lain sekarang ia menggoda pak boss lagi. " Sahutnya lagi-lagi menjadi orang yang membawa berita untuk dijadikan bahan ghibah.
Dasar bandar ghibah.
Mereka langsung percaya dan membenci Feli lebih dalam lagi, padahal mereka bukan siapa-siapa yang berhak untuk mengurusi hal seperti itu.
...🎋🎋Bersambung🎋🎋...
Hmm ku mencium bau-bau cembokur dimari hahah. Ngaku kamu mas langit, kamu cemburu kan? 😏
Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.
See you guys 🌺
__ADS_1