Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
26. gara-gara teh


__ADS_3

...🍃Soundtrack #I will listen to what you say-yoon mi rae🍃...


...🌾🌾Terkadang alasan orang terus saja mempertahankan apa yang membuat mereka sakit adalah karena hal itu juga membuat ia bahagia🌾🌾...


     Feli dikagetkan oleh semburan teh dari mulut Angkasa kearah nya, kenapa laki-laki itu semakin parah saja tempramen nya? Bahkan melihat wajah Feli saja ia tak sudi kah hingga menyemburkan nya dengan teh bekas mulutnya sendiri.


Feli dengan perlahan melihat kearah Angkasa yang menatap nya dengan sangat tajam itu, belum lagi bentakan tadi membuat Feli sangat kaget bukan main. Apa alasan laki-laki itu sangat marah kini?.


"Sialan,,, kamu benar-benar sedang bermain-main dengan ku yah? " Angkasa mendekat kearah Feli yang kelihatan bingung itu.


Karena Angkasa yang terlihat sangat sangar itu sedang berjalan kearah nya makan otomatis karena panik ia akan mundur untuk menghindari nya.


"A,, apa maksud mas? Aku tidak mengerti? " Bingung Feli karena ia benar-benar tidak tahu apa alasan Angkasa sangat marah setelah meminum teh itu. Bahkan saking paniknya Feli lupa bahwa ini di kantor tak seharusnya ia memanggil Angkasa dengan sebutan mas.


"Wah!! Aktingmu bagus juga yah? Bagaimana bisa kamu bersikap seolah tak tahu apa-apa dengan perbuatan mu itu? Ahh aku lupa kamu kan selalu seperti itu, melupakan hal-hal yang sudah kamu lakukan tak peduli apakah orang yang kamu lukai itu sudah lupa atau bahkan tidak bisa lupa. " Senyuman smirk Angkasa berikan kearah Feli hingga Feli bergidik ngeri.


"Maksud mas apa? Aku tidak mengerti. " Feli terus saja mundur hingga Angkasa semakin melajukan jalannya.


"Berhenti berpura-pura, kamu sudah sangat keterlaluan. Apa aku serendah itu sampai kamu terus saja tak mendengarkan ucapanku dan masih berani macam-macam kepada ku? "


"Tidak sama sekali mas, aku tidak pernah berani macam-macam kepada mas. Sungguh! "


"BOHONG! mau sampai kapan kamu terus saja berbohong dan bersikap seolah kamu lemah? Kamu adalah gadis jahat dan selamanya akan menjadi gadis jahat. "


Bentakaan itu terasa sangat menyakitkan bagi Feli, apalagi mendengar kata gadis jahat itu membuat Feli semakin terpuruk saja. Ini yang Feli takutkan, karena dahulu Angkasa tak mempermasalahkan masa lalu kelamnya karena pernah menjadi mantan narapidana dengan tuduhan membunuh anggota keluarganya itu.


Dan sekarang laki-laki itu menyebutkan dirinya sebagai gadis jahat? Itu adalah pertanda bahwa laki-laki itu sudah mulai terusik dengan masalalu kelam Feli.


"Ma,, mas? " Feli sangat bingung harus bagaimana dengan ini.


Angkasa mendekat hingga kini Feli mentok kedinding dan Angkasa sudah mengunci penuh dirinya juga geraknya.


"Apa maksudmu memberikan ku minuman itu? " Tanya Angkasa dengan tegas tepat diwajah Feli yang memerah padam itu. Terlihat sekali ia sedang menahan air matanya.


"Ma,, maksud mas apa? Aku sama sekali tidak mengerti. "


"Masih berpura-pura tidak tahu? Kamu semakin membuat ku marah karena tidak mau mengakui kesalahan mu. Kamu pasti sengaja kan untuk memancing emosi ku? "


"Tidak mas, aku sungguh tidak mengerti dengan ucapan mas. "


Angkasa dengan keras menarik tangan Feli mendekati meja dan memaksa gadis itu untuk meminum teh yang terasa sangat asin itu.


Feli terasa sangat kaget dengan rasa asin di teh itu dan dengan cepat Angkasa memaksa Feli untuk menelannya meski melihat wajah Feli Sungguh tidak sanggup menelan nya.


"Bagaimana? Apakah tehnya terasa enak? " Kesal Angkasa.


"Ke,, kenapa rasa tehnya bisa seperti ini mas? Aku sungguh tidak tahu. "


"Lihatlah betapa menyebalkan dirimu ini, sudah terbukti kamu bersalah masih saja berpura-pura tidak tahu. Apa kamu ingin aku lebih marah lagi? "

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak tahu mas, aku hanya menerima minuman itu dari dev,,, "


"Sudahlah, kamu semakin menjadi-jadi saja kelakuannya. Kalau kamu yang salah jangan pernah coba seret orang lain untuk ikut kedalam kesalahan mu itu, wahh kamu benar-benar sesuatu sekali. Kukira kamu sudah berubah tapi ternyata semakin parah saja jahatnya. " Angkasa menarik tangan Feli dengan keras menuju sebuah ruangan didalam ruangan itu.


Bugh,,


"Akhh,, " Dan rasa sakit dilutut Feli semakin menjadi-jadi parahnya karena terbentur dilantai.


"Ma,, mas? " Feli panik saat melihat Angkasa hendak menutup pintu itu.


"Renungkan setiap perbuatan mu yang kejam itu, kamu tidak pernah bijak dalam menjalani hidup ini. Renungkan sampai kamu sadar betapa jahatnya kamu. "


"Plank, "


Saat Feli hendak berbicara Angkasa sudah lebih dahulu menutup pintu dengan keras tidak lupa untuk mengunci gadis itu didalam.


"Sial, kenapa dia selalu saja membuat ku marah dan kesal sih? " Angkasa merasa sangat kacau hari ini.


Karena sudah terlanjur tidak mood untuk bekerja Angkasa memilih untuk keluar dari kantor hari ini, ia akan berjalan-jalan untuk menenangkan dirinya.


"Hari ini aku sudah terlalu bekerja keras jadi saatnya untuk menenangkan diriku. " Gumam Angkasa meninggalkan ruangannya tanpa peduli bagaimana keadaan Feli disana.


Angkasa menekan nomor Radon saat sudah memasuki lift.


"Kamu hidupkan mesin mobil sekarang juga, saya mau keluar. "


"Baik Pak, siap dilaksanakan. "


Pagi tadi ia dibuat kesal oleh Feli dan sekarang pun ia semakin dibuat kesal oleh gadis itu.


"Dasar serangga! " Kesal Angkasa karena bahkan saat ia tak berada di sekitar gadis itu, ia selalu saja menghantui pikiran Angkasa.


"Bagaimana dengan Pak Salman? "


Angkasa memulai pembicaraan dengan Radon yang sedang fokus menyetir itu.


"Saya sudah hubungi Pak, dan beliau mengatakan kalau ia akan tetap bekerja sama dengan kita Pak. Saya hendak memberitahu bapak tapi bapak terlihat sangat lelah hari ini.


" Baguslah kalau begitu, secepatnya kirim dokumen susulan ke perusahaan Pak Salman. "


"Baik Pak segera secepatnya saya kirimkan. "


"Bagus, "


"Oh iya Pak sebenarnya kita hendak kemana? " Bingung Radon tidak tahu harus kemana karena ini masih jam kantor.


"Antar aku ke restauran dekat jalan tol saja, makanan disana sangat enak. "


"Siap Pak! "

__ADS_1


Radon dengan kemampuan menyetir nya yang bagus itu langsung memutar kearah jalan tol karena permintaan Angkasa yang begitu tiba-tiba.


Angkasa sendiri hanya diam saja setelah itu, ia tak habis pikir dengan gadis itu. Setelah memberikan ia teh rasa garam dan dengan wajah polosnya ia bersikap seolah ia benar-benar tidak tahu dengan minuman itu.


"Sialan, kenapa dia sangat picik sih? " Kesal Angkasa karena mengingat wajah Feli yang berpura-pura tidak tahu itu. Apa karena terlalu mendalami peran dia terlihat seperti tidak tahu apa-apa.


"Hah? Ada apa Pak? " Tanya Radon karena mendengar suara Angkasa yang samar itu.


"Kamu pokus menyetir saja, aku sedang pusing saat ini. "


Karena mendengar jawaban tak bersahabat itu Radon hanya diam saja karena ia tahu betul bossnya itu bukanlah main-main saat sedang marah.


"Kamu kembali ke kantor naik taksi saja, karena aku akan menyetir sendiri saat pulang kerumah. "Angkasa berbicara setelah sampai ditempat tujuan.


Radon langsung menngangguk faham dan turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk Angkasa.


" Setelah itu jangan lupa mengirim berkas susulan kepada pihak Pak Salman. "


"Siap Pak, "


"Yasudah kamu sudah boleh pergi. "


Radon langsung berlalu karena sudah menerima izin untuk itu.


"Aku seperti nya sangat lapar hingga pikiranku tak bisa tenang begini. " Angkasa pun memasuki restauran dengan pelan.


Ia memesan banyak sekali makanan karena ia benar-benar seorang pemilih makanan, saat melihat jenis ini ia akan memesan jenis lain juga.


"Mohon ditunggu Pak, pesanan sedang kami proses. " Ucap pelayan kemudian beralih ke tempat penyediaan makanan.


Angkasa hanya diam saja karena menunggu kedatangan pesanannya itu. Jantung dan hatinya masih saja sekacau tadi.


"Kenapa aku sangat kesal karena gadis jahat itu? " Kesal  nya.


"Wajahnya sangat ahli dalam bersandiwara, bagaimana bisa dia mengatakan kalau teh itu bukanlah buatannya sedang ia sendiri yang memberikan langsung kepada ku. "


"Sudahlah aku pusing dengan masalah hidup ini.  Lebih baik aku makan saja."  Angkasa memilih untuk tidak perduli.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


...


Semoga langit sadar bahwa teh itu bukanlah teh yang dibuat oleh Feli. ...


mon maaf kalau ada penulisan kata yang salah, dan kalimat lainnya soalnya udah tengah malam dan ngantuk banget 😁😌


Jangan lupa yah like, komen dan vote yah wan kawan.


See you guys

__ADS_1


...


...


__ADS_2