Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
69.Apakah.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #sunrise-Gfriend🍃...


...🌾🌾Perlu kalian tahu bahwa setiap luka akan ada saatnya untuk sembuh meskipun berbeda dalam waktu dan masa🌾🌾...


      Setelah selesai melihat-lihat pantai juga berkeliling disana Angkasa membawa Feli menuju sebuah hotel yang sudah ia reservasi tadi.


Feli merasa sangat bahagia hari ini bisa berkeliling pantai dengan Angkasa laki-laki yang sudah sangat lama bersemayam dalam hatinya. Laki-laki yang selalu saja membuat ia menjalani hidup dengan selalu memikirkan nya.


Walaupun sebenarnya ia sempat takut kalau laki-laki itu akan tergoda dengan beberapa gadis-gadis bertubuh bagus, mukus juga seksi disana. Kalau dibandingkan tubuhnya bukan apa-apa dengan mereka.


Karena terlalu banyak melamun Feli sampai tak sadar bahwa Angkasa bukannya membawa ia pulang malah membawanya kesebuah gedung besar dan megah.


"Loh, kok kita kesini mas? Kita gak pulang? " Tanya Feli saat mereka sudah sampai di depan hotel.


Angkasa menggeleng "Gak sayang, aku udah ngabarin mamah sama papah kalau kita gak pulang hari ini, kita nginep disini aja heheh. " Angkasa tersenyum karena memiliki rencana yang sangat ia tunggu itu.


"Emang gakpapa yah mas? "


"Gak sayang, lagian udah hampir gelap tuh perjalanan kita masih sangat jauh. "


Feli mengangguk saja dan mengikuti langkah Angkasa yang memasuki hotel sembari memegang tangan Feli.


"Capek yah sayang? " Tanya Angkasa melihat kearah Feli yang berkali-kali memegang lehernya karena sedikit pegal.


Feli mendekat kearah Angkasa saat berada di lift dan tersenyum menggeleng "Sedikit lelah tapi sangat menyenangkan mas heheh. "


"Syukur lah kalau kamu merasa senang, mas ikut seneng dengernya. "


Pintu lift terbuka dan Feli mengikuti Angkasa yang berjalan menuju kamar yang sudah dipesan oleh Angkasa sejak tadi.


"Wahh mewah sekali yah mas? " Feli terpukau dengan keindahan di dalam kamar itu, belum lagi dinding yang bercorak seni indah itu memanjakan mata Feli begitu juga dengan Angkasa.


"Kamu suka kan sayang? " Angkasa memeluk Feli dari belakang hingga gadis itu sampai kaget.


"Suka mas, pasti mahal kan? " Tanya Feli pelan.


"Tidak ada kata mahal untuk mu baby, " Bisik Angkasa tepat ditelinga Feli hingga gadis itu bergidik ngeri.


"Mas apaan sih bisik-bisik gitmph,,, " Feli kaget saat Angkasa membalikkan tubuh nya lalu menyambar bibir gadis itu dengan sangat buas.


Pinggang Feli ditarik untuk lebih dekat dengan nya dan memeluk pinggang itu dengan erat dengan bibir masih saja mengambil alih kuasa permainan bibir itu.


"Eugh,, " Feli sedikit melenguh karena Angkasa sangat buas dalam permainan itu.


Angkasa sengaja ingin menghabiskan waktu berdua dengan Feli sehingga ia memesan hotel ini sejak mereka hendak berangkat tadi.


"Mashh,, aku. " Feli menghentikan permainan itu hingga Angkasa langsung berhenti dan menatap kearah Feli dengan tanda tanya.


"Kenapa sayang? " Tanya Angkasa dengan nafas terengah karena ***** yang kian membuncah itu.


Feli tahu dan sadar akan itu, karena bisa ia melihat tatapan Angkasa yang sangat menginginkan itu.


"Aku mau mandi mas, " Ucap Feli tiba-tiba dan itu membuat Angkasa bingung.

__ADS_1


"A,, apa? Ma,, mandi? "


Feli mengangguk dengan pelan.


"Wahh, kamu masih bisa memikirkan mandi saat seperti ini hmmm? " Goda Angkasa menarik Feli kedalam dekapan nya hingga gadis kaget lagi.


"Mas aku mau mandi sekarang, badan aku lengket banget dan aku malu kalau mas liat tubuh aku lagi kotor gini. " Ucap Feli malu dengan wajah melihat kearah lain.


Angkasa tertawa pelan saat ini karena mendengar itu dari Feli, benar-benar sesuatu sekali gadis itu.


"Kenapa malu hmm? Kita memang akan berkeringat nanti. " Goda Angkasa.


"Pokoknya aku malu kalau belum mandi, mas ngerti kan? " Feli benar-benar malu saat ini. Karena seharian tidak bisa diam ia merasa tubuhnya Sangat lengket hingga ia sendiri merasa tidak nyaman.


"Mas benar-benar baik-baik saja dengan itu sayang kenapa kamu harus malu. "


"Aku yang tidak baik-baik saja mas, aku malu sekali, " Ucap Feli menunduk.


Angkasa tersenyum faham dengan maksud Feli, ia tahu gadis itu hanya tidak ingin Angkasa melihat tubuhnya saat sedang berkeringat banyak karena seharian banyak beraktivitas.


"Loh, mas? "


Angkasa mengangkat tubuh Feli dengan pelan menuju kamar mandi dan menutup pintu dengan kakinya sendiri.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita mencoba untuk melakukan nya didalam kamar mandi saja sembari membersihkan tubuh kita? " Angkasa tersenyum smirk.


Feli menundukkan kepala malu, karena ia juga tidak punya pilihan lagi. Ia sangat ingin tapi malu malu kucing.


"Bagaimana hmm? " Tanya Angkasa memcoba untuk meyakinkan Feli.


Angkasa tertawa pelan lalu mendorong tubuh Feli dengan pelan kearah shower dan menghidupkan shower itu hingga Feli kaget saat tubuhnya diguyur air shower.


Angkasa tidak bisa diam dan langsung ikut bergabung dibawah shower sembari menarik Feli kedalam dekapannya sembari mencium bibir gadis itu.


Baju mereka masih lengkap dan kini sudah basah kuyup karena guyuran air shower dengan bibir masih beradu saling mem*gut satu sama lain seolah sedang berlomba siapa yang paling rakus.


Angkasa menarik tengkuk Feli dengan perlahan ia mel*mat bibir gadis itu dengan lembut begitu juga dengan Feli yang langsung membalas dengan tangan yang meremas rambut Angkasa yang basah itu.


"Eugh,, "


Angkasa turun mencium leher Feli dan meninggalkan bekas kemerahan disana seolah ia sudah lupa dengan pesan mamahnya saat itu. Baginya Feli hanya miliknya dan ia akan memberikan tanda kepemilikan nya di sekujur tubuh gadis itu.


"Eugh,, mashh. " Feli melenguh saat Angkasa masuk kedalam baju kaosnya yang basah itu dengan perlahan menjilat perutnya dengan tangan yang menarik baju Feli hingga kini gadis itu hanya mengenakan tanktop saja.


Angkasa sendiri melepaskan baju kaosnya sendiri hingga kini ia sudah bertelanjang dada, Feli masih saja sama gugupnya saat melihat dada bidang kekar dengan beberapa kotak-kotak di area perut Angkasa.


Angkasa menarik tanktop Feli keatas begitu juga dengan bra Feli yang kini sudah ikut berserakan diatas lantai kamar mandi itu.


Kini Feli juga Angkasa sama-sama bertelanjang dada hanya dengan celana saja ditubuh mereka.


Angkasa mendorong Feli mentok di dinding dengan pelan takut gadis itu akan terbentur kesakitan.


Setelah Feli kini sudah bersandar sempurna didinding Angkasa datang dengan tersenyum ia menghisap gundukan yang menggantung pasrah didepan matanya hingga Feli menggigit bibir menahan untuk tidak mendesah karena Angkasa juga meremas sebelah yang sedang menganggur itu.

__ADS_1


"Jangan ditahan sayang, mendesah lah panggil namaku dengan indah, " Ucap Angkasa masih saja melanjutkan aktivitas nya.


Feli tidak bisa diam dengan meremas rambut Angkasa dengan liar dan tubuh yang bergerak tak tahan dengan sensasi itu.


"Akh,, mashh,, akhhh. "


Angkasa tersenyum karena Feli benar-benar menikmati setiap sentuhan yang ia berikan di sekujur tubuh gadis itu.


Ia menghisap setiap titik ditubuh Feli hingga kini banyak sekali bekas kemerahan ditubuh gadis itu karena ulah Angkasa.


Setelah puas dengan gundukan itu Angkasa turun kebawah mencium perut rata Feli dan perlahan turun tepat didepan kancing celana Feli.


Dengan penuh semangat Angkasa membuka kancing celana Feli dan menurunkan celana gadis itu dengan perlahan mengeluarkannya dari kedua kaki jenjang Feli yang hanya menurut saja meskipun sebenarnya ia sangat malu Angkasa sedang berada didepan area sensitif nya yang dibungkus dengan segitiga pelindung itu.


"Mashh,, akhh,, mas,, langit. " Feli merem melek saat laki-laki itu perlahan menjilat area Feli yang masih saja dibungkus kain basah itu.


Angkasa tersenyum melihat kearah Feli yang sangat menikmati itu, wajah gadis itu terlihat sangat bergairah sekali hingga Angkasa ingin melakukan nya lagi dan lagi karena kecanduan dengan ekspresi Feli.


"Akhh,, mashh,, " Feli meremas rambut Angkasa karena lagi-lagi laki-laki itu melakukan hal yang sama dengan area sensitif gadis itu.


"Bagaimana sayang? Apakah nikmat? " Goda Angkasa namun Feli menggigit bibir menahan des*han saat Angkasa kini sudah menurun kan celana nya dan mencium area itu sedikit lama.


"Jangan hh,, akhh,, jangan digituin mas. " Feli benar-benar berusaha menahan lenguhan nya namun ia tak bisa memungkiri bahwa ia sangat menikmati sentuhan lidah Angkasa diarea itu.


"Bagaimana sayang? Apakah nikmat? " Tanya Angkasa lagi menunggu jawaban Feli.


Dengan wajah merona malu dan bibir digigit Feli menganggukkan kepala mengatakan kalau itu benar-benar nikmat baginya.


"Apa mau mas berikan kenikmatan lain lagi? " Tanya Angkasa kemudian mendekat kearah area merah muda yang saat ini sudah menantang Angkasa sejak tadi.


"Akhh,, mashh,, " Feli sudah tak bisa lagi untuk menahan des*han nya saat laki-laki itu mencium dan mel*mat area sensitif Feli.


Tak hanya itu ia juga memainkan lidahnya disana hingga Feli sungguh dibuat gila oleh Angkasa.


Feli sudah sangat banyak mendesah karena ulah Angkasa hingga kini ia merasakan sesuatu memaksa keluar dari areanya.


"Kamu sudah ******* sayang, bagaimana kalau kita mandi dulu lalu kita lanjutkan dikamar saja. Mas takut kamu akan sakit jika berlama-lama disini. "


Feli hanya diam saja karena masih lemas dengan pelepasannya tadi. Angkasa sendiri mengambil sabun lalu membersihkan tubuh Feli begitu juga dengan nya.


Sejak ia mengalami insiden pembully dahulu ia sudah hampir putus harapan untuk bisa bersama dengan gadis yang kini sudah menjadi istrinya itu.


Ia pindah keluar negeri untuk mencoba meluapkan gadis itu walaupun hanya satu detik saja ia tak sanggup, ia mencoba menanamkan rasa benci yang mendalam kepada gadis itu namun malah berakhir menjadi rasa cinta yang sudah tak bisa ia bendung lagi dan lagi.


Kemudian setelah ia tahu kebenaran bahwa Feli sebenarnya tidak berniat memperlakukan nya seperti itu. Ia semakin yakin bahwa ia masih harus tetap berharap pada gadis itu, ia masih harus berjuang untuk mendapatkan cintanya lagi.


Dan siapa sangka kini ia benar-benar bisa mendapatkan cinta dan Feli sesungguhnya tanpa harus ragu lagi.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Oma yaaaa,,, apa yang aku ketik? Dua orang ini sangat suka membuat kekentangan ku yang jomblo ini mengiri.


maaf yah lama biar up, ditolak lagi sama nt 😌😩

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote nya wan kawan.


See you guys🌺.


__ADS_2