
...🍃Soundtrack #why why-shannon Williams 🍃...
...🌾🌾Ketika semua kesedihan terungkap dan dikeluarkan makan hanya akan ada bahagia saja yang akan datang 🌾🌾...
Feli berjalan pelan menuju kaca setelah memakai dress berwarna biru wardah yang sangat cocok untuk kulitnya itu. Dengan senyuman ia tersenyum melihat tubuhnya yang dibalut gaun pemberian suaminya itu, setelah itu ia duduk didepan kaca untuk merias dirinya dengan memoles beberapa merek riasan yang sudah ia beli dengan suaminya.
Aron dengan Arin tumben sekali sangat Damai pagi ini hingga Feli dengan leluasa merias dirinya tidak seperti biasanya ia akan sangat kesulitan saat berdandan karena kedua malaikat kecilnya itu.
"Sayang sudah selesai? " Angkasa yang baru saja datang dari bawah sembari membawakan nampan berisi makanan.
"Hampir selesai mas, loh kenapa mas bawa makanan itu kesini? " Bingung Feli karena angkasa yang tiba-tiba datang dengan nampan berisi makanan itu.
"Waktu kita udah gak banyak sayang, mas bawa ini biar kamu sempetin makan disini aja yah? "
Angkasa mendekat lalu menyuapi Feli dengan perlahan hingga gadis itu tersenyum karena perhatian Angkasa yang semakin meningkat saja bucinnya.
"Kenapa tersenyum seperti itu hmmm? " Angkasa mendekat lalu mengusap pelan sudut bibir Feli yang disana terdapat sedikit selai.
"Mas so sweet banget bikin aku malu hehehe. "
Angkasa tersenyum pelan.
"Sayang liat tuh mamah heehe, masa disuapin makan sama papah aja udah malu gitu, " Angkasa berbicara dengan kedua malaikat nya yang hanya diam saja.
"Mamah gimana mas? Sudah siapkah? "
Angkasa tersenyum mengangguk "yahhh jadi yang ditungguin cuma aku yah mas? Duhh jadi gak enak bikin mamah sama papah nunggu. "
Angkasa menggeleng dengan pelan lalu tersenyum lagi "Gak ah, istri aku gak selama itu kok sampai ngerasa gak enak. Tuh Vania bahkan baru selesai mandi heheh. "
Feli tersenyum karena ia tahu angkasa sedang menghiburnya agar bersikap santai.
"Sudah mas heheh, kita kebawah sekarang yah? "
"Tunggu sayang. Ada yang kurang! "
Feli bingung apa yang kurang dari penampilan nya kini? Ia kembali melihat kearah kaca lalu memperhatikan dirinya dalam pantulan itu.
"Lipstick sudah, bedak sudah, baju aku juga udah rapi. Yang kurang apa yah? " Bingung Feli masih melihat kearah kaca.
Angkasa tersenyum dan tertawa pelan karena merasa istrinya itu sangat lucu.
__ADS_1
Cup,
Angkasa memutar tubuh istrinya hingga mereka saling berhadapan dan dengan lembut ia kecup pelan bibir istrinya yang masih saja kebingungan itu.
"Loh? "
"Yang kurang itu ciuman aku sayang heheh. "
Pipi Feli merona dengan sempurna hanya karena sebuah kecupan tiba-tiba itu. Angkasa selalu saja menemukan cara untuk menggoda juga merayu Feli.
"Ihh kirain apa mas, ngeselin banget sih ah. "
"Hahah habisnya bibir kamu tuh kayak manggil mulu dari tadi. "
"Alesan!"
"Yaudah kita kebawah yah sayang, " Ucap angkasa menggendong Arin begitu juga dengan Feli yang tersenyum menganggukkan kepala dan menggendong Aron juga.
"Maaf yah mah gara-gara nungguin aku kita jadi lama gini. "
Mamah tersenyum karena Feli yang begitu Takut membuat mereka menunggu.
"Tidak sayang, kamu tidak membuat mamah menunggu kok. Tuh vania aja belum kelar dandannya. "
"Bagaimana menantu? Apa yang kamu pikirkan dengan acara hari ini? " Tanya papah dengan senyuman ramah.
Feli tersenyum sangat lebar karena pertanyaan papah tersebut.
"Aku sangat tidak sabar pah, tidak sabar ingin melihat kak Jodi bersanding dengan istrinya. Karena selama ini kak Jodi sudah sangat banyak menderita aku sangat tidak sabar ingin melihat ia dihari bahagia ini. "
"Aku semakin lega karena kini ia sudah menemukan orang yang akan menjadi tempat ia bersandar dan juga bisa memperhatikan segala sesuatu tentang nya. "
Senyum Feli sungguh lebar Karena membayangkan saat ini Jodi benar-benar akan memiliki seorang yang akan mendampingi nya.
"Mamah juga sangat lega sayang, kalian harus selalu bahagia karena sudah banyak menderita selama ini. "
Feli tersenyum mengangguk karena mendengar ucapan mamah.
"Hallo! Princess vania sudah selesai berdandan dengan style yang sangat membahana. "
Vania keluar dari kamar dengan berteriak sambil bergaya bakal model yang sedang berjalan diatas catwalk. Dengan sesekali melambaikan tangan seolah sedang menyapa barisan penonton hingga angkasa yang melihat itu menggeleng tak habis pikir dengan Vania yang tidak tahu diri itu. Sudahlah membuat seisi rumah menunggu. Keluar-keluar malah berlagak tidak salah apa-apa.
__ADS_1
"Banyak gaya padahal sudah buat orang menunggu! " Oceh Angkasa sengaja memancing perdebatan dengan Vania yang menjadi partner adu mulutnya sejak dahulu.
Vania yang baru saja sampai didepan Angkasa hanya membuang wajah kesal dan bersikap seolah tidak mendengarkan ucapan Angkasa.
"Duhh Aron sayang, Arin sayang tante cantik banget yah kan? Mau minta tanda tangan yah sayang? " Vania dengan seribu gaya-nya membuat mamah juga papah tertawa pelan.
"Sayang jangan dekat-dekat sama Vania yah, papah khawatir ketularan sikap tidak tahu dirinya. "
"Mas! " Kesal Vania dan Angkasa hanya tersenyum meledeknya.
"Mahh! " Vania ngadu ke mamah.
"Sudah-sudah, mari kita berangkat sekarang sebelum acara benar-benar mulai. "
Memang pernikahan tersebut diadakan dirumah keluarga angkat Jodi yang menginginkan pernikahan Jodi dilaksanakan secara mewah dan terbuka.
Feli tersenyum berjalan mengikuti keluarganya menuju mobil. Pagi ini ia terus saja tersenyum karena tidak sabar dengan pernikahan kakaknya.
Kalau dipikir-pikir pernikahan ini adalah pintu kebahagiaan yang lebih besar lagi untuk Jodi kakaknya yang sudah sangat banyak menderita karena insiden itu dan berjuang banyak hal hingga ia juga menuai hasil dari kerja keras kakaknya itu.
"Aku sangat bersyukur dengan kebahagiaan mu ini kak, " Ucap Feli dalam hatinya sembari tersenyum memasuki mobil.
"Kenapa sayang? " Angkasa yang sedang menyetir itu pelan melihat Feli yang duduk disampingnya sembari memangku Aron.
Sedangkan Arin saat ini sedang berada dimobil mamah juga papah dipangku oleh vania yang sangat ingin bersama dengan Arin.
Feli melihat kearah Angkasa sembari tersenyum lebar dan ia mengusap pelan setitik air mata dipelupuk matanya.
"Tidak ada mas, aku hanya sangat merasa senang karena tidak percaya dengan keadaan saat ini. Aku memiliki suami yang sangat hebat juga keluarga yang sangat hangat begitu juga dengan kak jodi yang sebentar lagi akan memiliki istri juga keluarga baru lagi. Aku sangat bersyukur sampai tidak sadar ingin menangis saja. " Senyum Feli sembari mengusap air matanya.
Angkasa tersenyum lalu menarik tangan Feli lalu mengusapnya dan menggenggam tangan itu.
"Kamu sudah banyak menderita sayang begitu juga dengan kak jodi, mulai saat ini hanya akan ada bahagia saja. "
Mereka saling tersenyum dan beberapa saat kemudian Angkasa kembali fokus menyetir.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Waduhh mohon maaf yah baru bisa update sekarang. Maklum lah yah kami perkuliahan tatap muka sudah aktif jadi kurang waktu untuk ngetik. Mohon doanya agar kuliah saya lancar. Aamiin.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya yah wan kawan.
__ADS_1
See you guys. 🌺