
...🍃Soundtrack #Hal hebat-Govinda(cover by dinda alfa) 🍃...
...🌾🌾Bukan karena sebuah hati yang terluka akan satu sisi, tapi ini tentang hati yang setiap sisinya teriris🌾🌾...
Sejak kedatangannya kedalam cafe itu Feli sudah sangat tidak nyaman karena pandangan orang lain kearah nya, dan sekarang ia duduk dengan fahdan itu membuat Feli jadi khawatir fahdan akan terkena masalah jika terus bersama dengan nya disana.
"Kenapa? Apa ada masalah? " Tanya fahdan saat melihat Feli merasa tidak nyaman.
Feli langsung menggeleng dengan cepat "Gak kok Mas hehhe. Apa kita akan tetap disini? " Tanya Feli memastikan.
"Ah kamu tidak nyaman berada disini? Bagaimana kalau kita keluar saja dari sini? Di dekat cafe ini ada taman kita kesana saja? "
Feli bingung harus menjawabnya bagaimana? Ia sangat ingin menyudahi pertemuan ini karena jika ia berlama-lama dengan fahdan laki-laki itu akan terkena masalah.
"I,, iya Mas. " Mau tak mau Feli harus mengikuti fahdan meninggalkan cafe. Bahkan saat Feli hendak keluar rumah saja ia diliha dan digosipin oleh orang-orang disana.
Feli mengikuti fahdan sampai disebuah taman yang sangat asri itu, disekeliling taman banyak sekali ditanami pohon pohon menjulang tinggi dan beberapa bunga yang beragam jenisnya hingga meninggalkan kesana asri dan teduh disana.
"Kita duduk disini saja karena ada pohon yang menghalangi matahari, " Ucap fahdan mempersilahkan Feli duduk lebih dulu dikursi berwarna abu-abu itu.
Feli tersenyum kikuk lalu duduk disana, ia benar-benar ingin mengakhiri pertemuan ini karena terasa sangat canggung.
"Eugh,,, bagaimana keadaan Eri Mas? Apakah Eri masih sering menghilang? " Tanya Feli berbasa-basi untuk sekedar menghilangkan kecanggungan disana.
"Ahhh Eri? Sekarang ia sangat penurut dan tidak suka hilang-hilang lagi hahah. "
"Syukur lah Mas, aku seneng denger nya. "
"Oh iya, kenapa akhir akhir ini kamu tidak lagi terlihat di gang kita? Apa kamu pindah? "
Feli bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan ini. Apa ia akan mengaku telah menikah tapi pernikahan mereka bukanlah pernikahan yang harus diumbar karena itu tidak bisa dikatakan bersifat selamanya.
"Ah,, itu Mas. Aku memang lebih sering menginap dirumah saudara heheh. " Feli langsung saja panik dan gemetar karena telah berbohong.
Fahdan melihat kearah tangan Feli lalu tersenyum, ia tahu kalau gadis itu merasa tidak nyaman sejak tadi.
"Kamu tunggu sebentar disini yah? Aku tidak akan lama. " Fahdan berjalan meninggalkan Feli.
Feli menarik nafas kuat lalu menghembuskan nya karena merasa sangat tidak nyaman saat ini.
"Bagaimana yah caranya menyudahi pertemuan ini? Aku sangat merasa canggung tanpa sebab. Tidak mungkin aku tiba-tiba ingin pergi itu akan melukai hati Mas fahdan. " Bingung Feli bergumam sendiri.
"Nih makanlah agar kamu sedikit rileks, kamu merasa tidak nyaman kan sejak tadi? " Tanya fahdan berterus terang hingga Feli kaget.
"Ti,, tidak Mas. Aku bukannya tidak nyaman hanya saja Mas terlalu banyak memberi untuk ku. " Feli meraih es krim itu lalu perlahan memakannya.
__ADS_1
"Kamu sudah berkali-kali menyelamatkan Eri, ini bukan apa-apa untuk menunjukkan rasa Terima kasihku padamu. " Senyum fahdan.
"Padahal hanya dua kali mas, dan aku ikhlas menyelamatkan Eri bukan untuk menerima balasan dari mas. "
"Aku juga ikhlas ingin berterima kasih, jadi kumohon terimalah dan jangan bersikap canggung dengan ku. Karena mungkin kita akan lebih sering bertemu. " Senyum fahdan membuat Feli sedikit bingung.
Hari sudah mulai Sore, Feli dan fahdan sudah menghabiskan waktu berdua ditaman. Kini Feli sudah mulai terbiasa di dekat fahdan karena laki-laki itu memang laki-laki baik.
"Terima kasih karena sudah mau menyempatkan diri untuk datang kesini, meskipun terkesan dipaksakan heheh. " Fahdan tersenyum kearah Feli.
"Enggak kok mas, aku tidak merasa terpaksa datang kesini. Terima kasih juga mas karena sudah memberikan banyak hal untuk ku hari ini. Aku akan mentraktir mas jika sudah punya uang cukup heheh. " Senyum Feli.
Saat Feli masih saja berdiri tiba-tiba saja sebuah sepeda berjalan mendekat hingga hampir saja menabrak Feli, kalau bukan karena sebuah tangan yang menarik pinggang Feli hingga jatuh ke dalam dekapan orang itu Feli mungkin sudah terserempet sepeda itu.
Feli melihat kearah depan ternyata fahdan masih diam saja disana dengan tangan yang hampir meraih Feli, lalu tangan siapa itu kalau bukan tangan fahdan? Hanya mereka berdua disana.
"Ma,, mas Angkasa? " Feli kaget saat melihat orang yang kini mendekapnya adalah Angkasa.
Angkasa sendiri hanya diam melihat kearah Feli dan fahdan. Angkasa terlihat sangat kesal secara tiba-tiba.
"Mas kenapa bisa disini? Apa pertemuan nya sudah selesai? " Tanya Feli sedang Angkasa hanya diam saja menatap tajam kearah fahdan yang juga melihat tajam kearah tangan Angkasa yang memeluk pinggang Feli.
Feli langsung melepaskan pelukan Angkasa di pinggangnya itu, dan merasa ada Hawa dingin diantara dua orang itu.
"Eugh,, mas ini adalah mas fahdan dan mas fahdan ini adalah mas Angkasa. " Feli mencoba untuk mencairkan suasana.
Fahdan terlihat kaget juga hendak menghentikan namun Angkasa sudah mulai menjauh dari tempat ia berdiri.
"Maaf mas aku harus pergi sekarang, Terima kasih banyak mas. " Feli melambaikan tangan nya dengan susah payah karena langsung ditarik oleh Angkasa yang terlihat sangat marah itu.
"Apa-apaan kamu disana dengan laki-laki lain? Sedang apa kamu? " Marah Angkasa kearah Feli yang bingung kenapa tiba-tiba Angkasa marah kepadanya?.
Feli hanya diam saja didalam mobil itu meremas pelan celana yang ia pakai, suara Angkasa sangat keras sekali.
"Jawab! "
"Kenapa mas marah begitu? Apa aku berbuat salah jika bersama dengan mas fahdan? "
"Tidak usah menyebutkan namanya! "
"Kenapa mas marah? " Tanya Feli bingung.
"Iya yah? Kenapa aku marah? Apa alasanku marah? " Bingung Angkasa membatin.
"Si,, siapa juga yang marah? " Elak Angkasa.
__ADS_1
"Tadi mas marah-marah dengan suara keras, apa aku salah jika bersama dengan mas fah,, eh dengan laki-laki lain? " Tanya Feli bingung.
"Aku tidak marah karena kamu bersama laki-laki itu, kamu pikir aku cemburu apa? Enak saja. Aku hanya tidak suka dengan sikap lalai mu itu. Bagaimana jika ada anggota keluarga yang melihat maka kamu akan terkena masalah! Masih belum cukup yah ketidaksukaan mamah padamu? " Angkasa dengan bibir yang tidak bisa diam. Laki-laki itu seolah sedang menutupi rasa gugup saja.
"Aku tidak menuduh mas cemburu kok, " Ucap Feli polos.
"Sial, kenapa aku harus menyebutkan kata itu? " Batin Angkasa.
"Memang nya laki-laki itu siapa? Kenapa kamu bersamanya? " Tanya Angkasa.
"Kenapa mas bertanya? " Tanya Feli balik dan Angkasa bingung harus berkata apa. Kenapa juga dia bertanya?.
"Kamu pikir kenapa hah? Aku hanya ingin memastikan kamu tidak membuat masalah. Bagaimana jika laki-laki itu memiliki niat lain dan aku ikut terkena masalah karena mu. "
"Ooh iya yah mas, aku akan berhati-hati mas. Tapi mas fahdan adalah laki-laki baik aku bisa jamin itu. "
"Sudah ku katakan jangan sebut namanya! Aku tidak suka. " Angkasa menghidupkan mesin mobil dengan kesal.
Feli sendiri melihat bingung kearah Angkasa yang menyetir dengan wajah ditekuk itu, laki-laki itu benar-benar sangat kesal tanpa sebab.
"Apa ada masalah mas saat pertemuan dengan klien mas tadi? " Tanya Feli pelan.
"Apa maksud mu bertanya begitu? Kamu pikir aku seperti mu selalu membuat masalah huh! " Ketus Angkasa semakin kesal.
Feli bingung kenapa tiba-tiba disembur oleh Angkasa.
"Bukan begitu mas, aku hanya bertanya saja karena mas terlihat sangat tidak mood hari ini. Aku tidak bermaksud mengatakan hal lain. "
"Apa pedulimu hah? Kamu pasti sangat senang hari ini bisa bersantai menikmati hari libur mu kan? " Ketus Angkasa.
Feli memilih diam saja karena bingung harus bagaimana dengan laki-laki ini, ia tak tahu apa penyebab kekesalan laki-laki itu hingga berkomunikasi dengan nya malah akan menambah masalah.
"Kenapa kamu hanya diam hah? Kamu tidak mendengarkan ku yah? " Kesal Angkasa tiba-tiba.
"I,, iya mas. Aku menikmati hari libur ku hari ini. " Feli menjawab dengan buru-buru.
"Enak yah bisa merasakan hari libur," Sindir Angkasa dengan nada julid.
Feli semakin tidak mengerti harus bagaimana menjawab laki-laki itu agar tidak disembur, apapun yang ia katakan laki-laki itu selalu memiliki balasan untuk menyudutkan nya.
"Yatuhan, semua jadi serba salah tanpa sebab. " Batin Feli bingung.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Cemburu tuh kayaknya, ayo mas langit ngaku aja napa mas?
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote nya wan kawan.
See you guys 🌺