
...🍃Soundtrack #Spring day-Bts🍃...
...🌾🌾Bahkan ketika aku tertidur aku tidak pernah merasa aman dan nyaman. Karena aku tak bisa memaafkan diriku sendiri🌾🌾...
Feli dan Fahdan sudah sampai disebuah cafe yang berada diseberang jalan dengan desain yang sangat rapi juga apik dengan nuansa lilac. Warna yang begitu cerah saat mata kita memandang.
Fahdan sejak tadi hanya diam saja melihat kearah Feli menunggu gadis itu membuka suara untuk menjelaskan perihal apa yang ia lihat dan dengar di bioskop hari itu.
Feli sejak tadi berpikir sangat keras harus dari mana ia memulai pembicaraan itu, ingin menjelaskan tapi tidak tahu apa alasannya ia harus menjelaskan itu?.
"Mas Fahdan sudah seperti kakak bagiku, jadi tidak salah aku menjelaskan nya bukan? " Batin Feli.
Berkali-kali gadis itu menarik nafas lalu menghembuskan nya karena bingung serta gugup dalam waktu bersamaan.
"Apa benar-benar laki-laki itu adalah suamimu? " Tanya Fahdan memecah keheningan itu.
Sudah beberapa hari ini ia dibuat penasaran karena ucapan Angkasa beberapa hari yang lalu. Kebenaran ini sangat penting untuk ia ketahui.
"Hah? " Bingung Feli kaget karena tiba-tiba Fahdan bertanya.
"Apa benar apa yang dikatakan oleh laki-laki itu kalau kamu adalah istrinya? " Tanya Fahdan lagi memperjelas pertanyaan nya.
Dengan pelan Feli mengangguk sembari melihat kearah Fahdan yang terlihat sangat kaget, mata laki-laki itu memerah dan sedikit berair.
Feli sampai kaget melihat itu, kenapa fahdan terlihat sangat syok dengan jawaban singkat Feli itu? Kalau pun ia dan Angkasa adalah suami istri tidak seharusnya Fahdan sekaget itu bukan?.
"Ka,, kapan kalian menikah? " Fahdan masih terlihat belum sepenuhnya percaya.
Ia terus saja menggeleng seolah tidak Terima dengan pemberitahuan ini secara tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba dia sudah menikah saja? Dan kenapa dia bisa menikah dengan laki-laki kasar seperti itu? " Batin Fahdan masih tidak percaya.
"Eugh,, sudah agak lama mas, beberapa bulan telah berlalu. " Feli menjawab seadanya.
Ia sebenarnya bingung dengan reaksi Fahdan yang diluar dugaan nya itu. Membingungkan saat melihat laki-laki itu sangat kaget dengan pernikahan nya itu.
"Kenapa mas Fahdan sangat kaget? " Batin Feli bingung.
"Apa kamu baik-baik saja dengan pernikahan itu? Apa kamu terpaksa menikahinya? " Tiba-tiba saja Fahdan bertanya lagi dengan pertanyaan yang membuat Feli kaget.
"Hah? Maksud mas bagaimana? " Bingung Feli kenapa tiba-tiba Fahdan bertanya seperti itu.
"Apa kamu menikahinya karena benar-benar mencintai laki-laki itu? " Tanya Fahdan dengan sedikit tegas membuat Feli kaget.
__ADS_1
"Ke,, kenapa tiba-tiba mas bersikap aneh seperti ini? " Bingung Feli karena Fahdan yang saat ini di depan nya bertingkah sangat aneh.
"Aku hanya ingin tahu saja, apa kamu menikah dengan nya karena sesuatu yang harus memaksakan atau karena kemauan mu sendiri? " Tanya Fahdan lagi dan lagi.
"Maaf mas aku harus pergi sekarang, jam istirahat sudah hampir selesai. " Feli beranjak berdiri.
"Tunggu sebentar, " Panggil Fahdan namun Feli sudah lebih dulu berlalu.
"Sial, kenapa tiba-tiba Feli sudah menikah saja? Dan kenapa harus dengan laki-laki itu? Apa dia memperlakukan Feli dengan baik? " Khawatir Fahdan melihat kepergian Feli yang terlihat buru-buru itu.
"Ada apa sebenarnya dengan mas Fahdan? Kenapa dia bertanya seperti itu? Aku tahu dia menganggap aku sebagai adiknya dan aku juga menganggap dia seperti kakakku, tapi bertanya seperti itu sudah sangat kelewatan. " Gumam Feli bingung.
"Harusnya yang bersikap seperti itu bukan lah mas Fahdan, tapi kak Jodi. " Lesu Feli ia kembali teringat dengan kakaknya yang sudah lama tak ia lihat wajahnya.
"Akhh,, " Teriak Feli saat ia merasakan sebuah tarikan ditubuhnya belum lagi kini pandangannya sangat gelap karena kepalanya ditutup dengan kain. Ia hanya bisa melihat dengan samar saja.
"Diam! " Seseorang memukul bahu Feli hingga gadis itu yang semula berontak langsung diam karena takut dan panik secara bersamaan.
"Kenapa mereka melakukan ini padaku? Siapa mereka? " Batin Feli panik.
Dan pandangannya yang semula sangat gelap kini perlahan mulai terang. Feli melihat sekeliling dengan perlahan dan ia kaget saat ini sudah ada didalam gudang belakang kantor itu. Tempat dimana tidak ada orang yang akan datang kesana.
Matanya menangkap sosok Deva dengan beberapa rekan kerjanya sedang berdiri didepan nya sembari menatap nyalak kearah nya sembari bersedekap dada seolah ia adalah orang yang berhak menghakimi Feli saat ini.
Deva tertawa pelan kemudian diikuti oleh beberapa rekannya dari arah belakang.
"Kalian denger gak seorang ja*lang sedang berbicara saat ini? " Tanya Deva dan langsung disambut dengan gelak tawa oleh mereka.
"Kenapa lu bisa berangkat ke kantor dengan mobil pak boss? " Tanya Deva pelan saat ia mendekat kearah Feli.
Deg,
Yang ditakutkan oleh Feli akhirnya terjadi juga. Ia sangat yakin hal seperti ini akan terjadi jika Deva dan yang lain melihat ia berangkat dengan Angkasa bersama dari rumah.
Ia bingung harus beralasan apa sekarang, tidak mungkin ia mengakui bahwa ia dan Angkasa adalah suami-istri dan ia juga dipaksa berangkat dengan Angkasa.
"Kenapa cuma diam? " Tanya Deva dengan wajah mengintimidasi.
"Kenapa kamu mau tahu tentang itu? Apa alasannya untuk ku memberitahu mu kenapa aku berangkat dengan pak Angkasa? " Feli dengan keberanian nya mencoba untuk menghadapi Deva sebisanya.
Deva dan yang lain kaget dengan pertanyaan Feli seolah gadis itu tengah menantang mereka.
"Wahh kalian lihat bukan kalau jiwa ja*langnya sudah menjadi-jadi bahkan ia sudah tidak tahu malu saat ini. "
__ADS_1
Mereka melihat kearah Feli dengan tatapan menghina, padahal Feli bukanlah seperti yang mereka pikirkan.
"Lu pikir lu bisa godain pak boss hanya dengan wajah murahan lu itu? Sadar dirilah kalau sudah tahu hidupmu sangat mengenaskan kenapa tidak coba untuk bertobat saja? Hahaha. "
Feli benar-benar geram dengan ulah Deva yang bertingkah seolah ia adalah seorang manusia yang berbudi luhur, menyuruh Feli untuk bertobat? Lantas orang seperti dia harus apa selain kata bertobat?.
"Bukankah yang seharusnya bertobat adalah kamu? Bersikap sok hebat saat kamu selalu diremehkan dirumah mu. Kenapa melampiaskan kekesalan mu kepada orang lain? Apa dengan begitu hidupmu akan berubah? " Tanya Feli sedikit senyuman.
Plak,
Pipi Feli terasa sangat panas dan perih karena tamparan yang dilayangkan oleh Deva. Belum lagi sudut bibir gadis itu sedikit koyak hingga mengeluarkan sedikit darah.
Feli menahan perih itu dengan sekuat tenaga, ia masih mencoba untuk tersenyum kearah Deva.
"Bagaimana? Apa kamu sedikit lega karena menamparku? Apa tamparan yang sering kamu dapatkan kini sudah terobati? " Tanya Feli lagi.
"Ja*lang sialan! " Deva langsung menampar pipi Feli berkali-kali hingga Feli sudah mulai merasa kesakitan yg sangat menyakitkan.
Rekan kerja yang lain juga langsung kaget karena Deva yang tiba-tiba lepas kendali itu. Mereka khawatir tanpa sebab.
"Gadis ja*lang dan pembunuh seperti mu tidak pantas melihat ku dengan mata sialan itu, kamu tidak pantas bersikap sok hebat kepada ku. Apa kamu ingin hidupmu lebih hancur lagi? "
Feli hanya diam saja karena rasa perih di pipinya semakin menyakitkan saja. Ia benar-benar tidak menyangka kalau Deva itu sangat menyeramkan layaknya psychopath saja.
"Tunggu apa lagi? Karena ******* ini benar-benar menjengkelkan dan tidak tahu malu mari kita buat ia mengerti apa itu rasa malu. " Deva datang dengan sebuah gunting ditangan nya.
Feli kaget saat melihat itu, ia tahu kemana arah nya itu. Ia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Deva.
"Jangan dev, kumohon jangan lakukan itu." Feli berontak dalam ikatan itu.
"Ahh, sebelum itu kalian siramkan dulu tubuh gadis sialan ini. Kita sucikan tubuh penuh dosanya dengan air, setelah itu mari lancarkan aksi kita. "
Deva langsung memerintahkan mereka untuk menyiram tubuh Feli dengan air hingga Feli kaget bukan main. Ia seolah sedang dipaksa sadar saat ini.
"Kumohon Deva jangan lakukan ini, " Ucap Feli khawatir saat gunting itu sudah mulai berjalan diarea baju nya.
"Tidak.. "
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Abis mas langit timbullah Deva and the geng. Sudahlah! Hidup mu sangat menyedihkan Feli.
Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺