Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
40. uhuk,, uhuk,,


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Call me baby-exo🍃...


...🌾🌾Banyak hal yang berubah didunia ini, apakah kamu juga akan berubah? 🌾🌾...


... ...


      Angkasa memakai baju yang disiapkan oleh nya sendiri karena ia melarang Feli untuk melakukannya saat ini. Padahal Feli sudah merasa mendingan karena Angkasa merawatnya dengan sangat baik tadi.


"Memangnya kita mau kemana mas? " Tanya Feli yang duduk disofa menunggu Angkasa selesai berkemas.


Angkasa tersenyum merasa senang karena memiliki kesempatan untuk jalan-jalan malam dengan Feli gadis yang sangat ia cintai itu. Gadis yang sempat membuat ia bingung dengan perasaan nya.


"Kamu diam saja nanti juga bakal tahu, " Senyum Angkasa hingga Feli bingung.


"Langsung bilang saja kenapa sih? Buat orang penasaran aja. " Bingung Feli.


"Sudah selesai ayo ikut aku, "Angkasa sudah selesai berkemas dengan celana hitam dan baju kaos putih casual membuat ia terlihat sangat muda dan dan tampan.


Sedangkan Feli ia hanya memakai baju kemeja biasa dan celana kulot kesukaan nya. Ia memang gadis yang sederhana.


" Loh, ini motor siapa mas? "Tanya Feli bingung saat melihat sebuah motor kekinian sudah ada didepan matanya.


Angkasa tersenyum karena melihat Feli yang sangat kaget itu.


" Bagaimana? Apakah kamu merasa kalau suamimu ini sangat keren? "Batin Angkasa merasa bangga.


" Kita bisa menemukan mobil, motor dan juga lainnya ditempat ini dengan uang. "Angkasa tersenyum lalu menaiki motor itu.


" Kamu juga naiklah sekarang! "Titah Angkasa kepada Feli yang masih kaget itu.


" Ah i,, iya mas. "Feli menaiki motor itu dengan ragu dan tanpa menyentuh Angkasa sama sekali. Ia takut Angkasa akan menuduhnya sengaja.


" Sial, biasanya saat cewek naik motor mereka akan memegang bahu laki-laki di depan nya. Kenapa dia tidak memegang bahuku? Ah sia-sia saja aku menyewa motor ini. "Angkasa merasa kesal karena Feli seakan menjaga jarak darinya diatas motor.


Alasan utama Angkasa menyewa motor dibandingkan mobil adalah agar bisa lebih dekat dengan gadis itu.


" Kenapa kita tidak jalan mas? "Tanya Feli karena Angkasa masih saja tidak menjalankan motor nya.


" Kamu pegangan lah, nanti kamu terjatuh dan semacamnya. "Perintah Angkasa berharap gadis itu akan memeluknya atau tidak sekedar memegang bahunya.


"Aku sudah pegangan kok mas, " Ucap Feli.


Angkasa sama sekali tidak merasa kan kalau Feli memegang bahu ataupun tubuhnya, ia berbalik kebelakang ternyata gadis itu memegang Jok belakang.


"Sial, kenapa dengan gadis ini? Apakah memegang ku akan membuat nya alergi? Kenapa dia terlihat sangat menghindari skinship dengan ku? " Kesal Angkasa merasa Feli benar-benar menghindari nya.


"Kenapa kamu berpegangan seperti itu? " Tanya Angkasa kesal.


"Loh memangnya kenapa mas? " Tanya balik Feli.


"Ah sudahlah, " Angkasa menghidupkan mesin motor dan melaju meninggalkan hotel.


Selama perjalanan mereka hanya diam saja, Feli menikmati semilir angin malam yang menyejukkan sedang Angkasa sibuk berdumal kesal karena rencana nya gagal total, gadis itu terus saja memegang jok belakang.


"Ahhh sia-sia aku menyewa motor sialan ini, kalau tahu mending aku sewa mobil saja tadi. " Kesal Angkasa.


Namun tiba-tiba ia mendapatkan sebuah ide dan ia tersenyum merasa kalau idenya itu akan berjalan mulus.


"Baiklah Mari kita lihat apakah kamu masih akan memegang jok belakang sialan itu, " Gumam Angkasa tersenyum smirk.


Dalam satu tekanan ia gas motor itu dengan kecepatan penuh hingga Feli yang memegang jok belakang itu memegang dengan sangat kuat, Angkasa bingung kenapa sampai sekarang Feli belum juga memeluk dirinya?.


"Wahh,, pertahanan nya kuat juga yah? Lihat saja aku akan buat lebih cepat lagi dari ini. "


"Mas tolong jangan terlalu cepat, " Feli kaget dan langsung memeluk Angkasa karena Angkasa membawa motor layaknya orang yang kesetanan.


"BERHASIL! " Teriak Angkasa sangat senang karena tiba-tiba Feli memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Hah? Berhasil apa mas? "Tanya Feli keras.


Angkasa hanya diam tak menggubris nya karena terlanjur senang rencananya berhasil walaupun terlambat.


" Kita sebenarnya mau kemana mas? "Tanya Feli di dekat telinga Angkasa yang merasakan itu seolah seperti sebuah bisikan.


" Wahh jadi ini alasan kenapa orang orang sangat suka naik motor dengan kekasih mereka? "Gumam Angkasa merasa senang dengan suasana malam ini.


"Mas? " Tanya Feli namun Angkasa diam saja. Ia sengaja diam agar Feli terus saja bertanya didekat telinganya.


Feli yang merasa diabaikan pun hanya diam saja, ia mengira Angkasa tidak menjawab karena pokus dengan motor yang ia kendarai itu.


Sudah hampir satu jam lebih mereka masih saja diatas motor sembari ber keliling-keliling di kota itu.


Dan akhirnya mereka berhenti tepat di depan sebuah restauran.


"Kita ngapain disini mas? " Tanya Feli bingung.


"Makan, aku tahu kamu merasa tidak nyaman dengan makanan dihotel. Kita makan disini saja, "Angkasa menarik Feli menuju restoran itu.


" Pasti makanan disini sangat mahal, aku tidak mau menyusahkan mas Angkasa lagi. "


"Kenapa? " Tanya Angkasa karena Feli diam saja tidak mau masuk.


"Aku tahu tempat yang bagus untuk mendapatkan makanan enak dan terjangkau mas heheh, " Ucap Feli tersenyum menarik Angkasa.


Angkasa tersenyum melihat tangan Feli yang menggenggam erat tangannya. Ia merasa jantungnya tidak bisa tenang saat ini.


"Tadi aku gak sengaja lihat minimarket didekat sini mas, " Ucap Feli membawa tersenyum setelah membawa Angkasa.


"Angkasa masih diam saja tersenyum melihat kearah tangannya yang digenggam oleh Feli. "


"Ee,, eh maaf mas. " Feli melepaskan genggamannya hingga Angkasa sadar.


"Hah? Minimarket? " Bingung Angkasa saat melihat mereka kini sudah ada didepan minimarket.


Angkasa awalnya kaget karena tingkah Feli itu, ia melihat gadis itu memasuki minimarket dengan semangat. Senyum Angkasa lebar sekali melihat Feli yang sedang memilih beberapa bahan dari dalam.


Matanya memicing heran saat melihat seorang laki-laki berbicara dengan Feli,gadis itu menanggapinya dengan ramah.


"Wah wah siapa laki-laki yang sedang berbicara dengan istriku itu? Tatapannya sangat aneh. " Kesal Angkasa berdiri dan melihat kearah mereka.


"Boleh minta nomor ponsel mu? "Laki-laki yang saat ini ada didepan Feli yang sibuk memilih bahan itu.


" Hah? "Bingung Feli.


" Nomor mu, tolong ketikkan di HP saya. "


"Eugh,,, " Bingung Feli harus bagaimana menanggapi nya.


Laki-laki itu terus saja menunggu reaksi Feli, namun tiba-tiba saja Angkasa datang dan menautkan jari-jarinya dengan Feli.


"Sayang,, kenapa lama sekali? " Angkasa dengan senyuman dibibirnya kemudian melihat kesal kearah laki-laki itu.


"Sa,, sayang? " Bingung laki-laki itu.


"Kenapa? Apa ada masalah dengan istri saya? " Tanya Angkasa dengan judes.


"Is,, istri? "


"Mas kenapa masuk? Padahal sebentar lagi aku akan selesai. " Feli.


"Permisi, " Ucap laki-laki itu pergi karena melihat Angkasa yang terus saja melotot kearah nya.


"Sini biar aku yang bawa. "


"Mas duluan saja keluar, aku mau ngambil nasi dulu di mesin penanak nasi otomatis di sudut sana. "

__ADS_1


"Sudahlah ayo kita bayar sekarang! " Angkasa berjalan kearah kasir dan diikuti Feli setelah mengambil nasi itu.


"Loh kenapa kamu bayar pake uang kamu? Kita pakai kartuku saja. "


Feli tersenyum kearah Angkasa "Mas sudah ngeluarin banyak uang, uang segini tidak sebanding dengan pengeluaran mas. "


"Tapi kan,,"


"Sudahlah mas, ayo aku sudah kelaparan nih. " Feli menuju kursi diluar dan meletakkan berbagai jenis makanan ringan dan juga nasi serta mie instan cup diatas meja.


"Mari makan mas heehh. "


"Jadi ini makanan enak yang kamu maksud? " Tanya Angkasa tersenyum kearah Feli yang baru saja memakan sesuap nasi serta lauk sederhana nya.


Feli tersenyum senang, dan mendekatkan makanan itu kearah Angkasa yang masih saja tersenyum kearah nya.


"Iya mas, mas cobain deh rasanya enak banget. Dulu aku sangat suka makan ditempat seperti ini sepulang kerja. "


"Aku tidak pernah makan mie instan, mungkin terakhir aku makan mie saat SMA dulu. " Ucap Angkasa pelan.


"Hah? Benarkah mas? " Kaget Feli mendengar penuturan Angkasa itu.


Jaman sekarang mana ada orang yang tidak makan mie instan, karena makanan yang satu itu adalah makanan mengenyangkan dan harganya juga terjangkau meskipun ada akibatnya jika terlalu sering dimakan.


"Zaman sekarang mana ada yang tidak makan mie instan mas, bahkan sudah banyak yang menjadikannya sebagai makanan favorit, " Senyum Feli terus saja makan siang makanan nya.


Angkasa tersenyum karena mengingat saat dimana ia dulu adalah seorang pecinta mirip instan, setiap rasa dan jenis dari mie instan sudah pernah ia coba dahlu. Namun, saat Feli mengatakan tidak suka laki-laki gendut ia memutuskan untuk tidak memakan semua jenis makanan yang menyebabkan berat badannya bertambah termasuk mie instan dan segala sesuatu yang instan.


"Hahah itu adalah kisah yang panjang dan sangat menarik juga unik, intinya karena suatu hal aku jadi terbiasa tanpa mie instan. " Angkasa tersenyum kearah Feli.


"Wahh kalau begitu mas silahkan dicoba lagi, aku jamin mas pasti suka, ayo mas dicoba. " Feli mengambil mie yang didepan Angkasa lalu menyendokkan satu sendok kearah Angkasa.


"Ayo mas dicoba, aku jamin mas akan menyukai nya. "


Angkasa dengan ragu memakan satu suapan yang disuapi oleh Feli itu, dan benar saja ia sangat terkagum dengan rasa yang saat ini ia rasakan dilidah nya itu.


"Bagaimana mas? Apakah enak? " Tanya Feli dengan semangat.


Angkasa menganggukkan kepalanya dengan senyuman"Sangat enak, "ucap Angkasa.


Feli tersenyum girang karena jawaban singkat itu" Yasudah mas lanjut makan saja, kalau kurang aku akan traktir lagi deh. "


Angkasa tersenyum kearah Feli yang saat ini sibuk makan dengan senyuman di wajah nya juga.


Angkasa bangkit dari kursinya lalu berjalan kearah Feli, ia memegang rambut gadis itu dengan mengumpulkan nya kebelakang.


"Kamu hampir memakan rambut mu, lucu sekali sih kamu! " Angkasa tertawa ringan.


"Uhuk,, uhuk,, " Feli kaget saat mendengar itu dari Angkasa. Apa ia salah dengar tadi laki-laki itu menyebutnya manis?.


"Minumlah, kamu makan pelan-pelan saja. " Angkasa menyodorkan minuman kearah Feli dan langsung diminum oleh gadis itu.


"Aku bisa pegang sendiri mas, mas lanjut makan saja hehe. " Canggung Feli karena merasa aneh dengan sikap Angkasa akhir akhir ini.


Angkasa merasa canggung karena tindakannya pasti menbuat Feli merasa tidak nyaman.


"Aku ke kamar mandi sebentar, " Ucap Angkasa berlalu pergi.


"Kenapa dengan mas Angkasa tadi? Bikin merinding aja. " Bingung Feli karena laki-laki itu tidak biasanya bersikap semanis itu.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Feli Feli,,, kenapa merinding sih? Emang mas langit itu setan yah? Wkwkw.


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.


See you guys 🌺

__ADS_1


__ADS_2