Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
86. Lahiran #2


__ADS_3

...🍃Soundtrack #its only me-kaleb j 🍃...


...🌾🌾Aku menyayangimu dan aku tak ingin kehilangan mu🌾🌾...


       Setelah mendengar kabar dari mamah kalau Feli sedang dibawa kerumah sakit karena ketuban nya pecah belum lagi gadis itu mulai tidak sadarkan diri saat dibawa tadi membuat Angkasa sangat khawatir saat ini.


Laki-laki itu benar-benar merasa ada sesuatu yang janggal sejak tadi dari Feli saat mereka sedang menelpon namun ia bersikap itu hanya pikirannya saja.


"Dia akan baik-baik saja kan? " Angkasa sangat khawatir sembari menyetir menuju rumah sakit yang sudah mamah share lokasinya itu.


Dalam benaknya banyak sekali pikiran yang berkecamuk karena rasa khawatir itu. Laki-laki itu terus saja bergumam kalau Feli akan baik-baik saja kan.


"Kenapa aku bodoh sekali? Harusnya aku tidak usah kek kantor hari ini. Feli membutuhkan ku saat ini. "


Bugh,,


Tiba-tiba saja sebuah mobil menghntam dari depan, jelas sekali mobil itu telah salah dalam mengambil jalur. Ia merusak kedamaian lalu lintas dan menabrak mobil Angkasa hingga Angkasa merasakan sakit dikepala nya karena terbentur tepat mengenai setir mobilnya.


"Akh,, " Angkasa memegangi kepalanya dengan pelan dan ia melihat darah dijarinya itu.


Ia memeriksa pelan melalui ponselnya dan benar saja dahinya sedikit terluka belum lagi kepalanya sangat pusing karena merasa sangat sakit.


Pria pengemudi itu turun dan meminta maaf kepada Angkasa yang saat ini sedang ingin buru-buru.


"Maafkan saya pak, saya sungguh tidak sengaja karena sedang tidak fokus. "


Angkasa menganggukkan kepala dengan cepat "Sudahlah tidak apa pak, lain kali hati-hati karena itu bisa membahayakan pengguna jalan yang lain. "


Laki-laki itu dengan cepat mengangguk karena ia juga sadar dia salah besar slama kasus ini.


"Kita kerumah sakit sekarang pak, mari kita obati luka bapak. " Sebut laki-laki itu.


Angkasa dengan cepat menggeleng "Saya baik-baik saja pak, saya sedang buru-buru. Permisi! "


"Tapi dahi bapak ter,,, "


Angkasa langsung melengkang pergi saat laki-laki itu belum selesai berbicara kepadanya. Memang Angkasa bukanlah tipe laki-laki yang seperti itu tapi kali ini tak ada yang ia perdulikan selain Feli istrinya.


Dengan cepat ia turun dari mobil saat ia sudah sampai dirumah sakit dan memarkirkan mobilnya ditempat parkir.


Matanya menelisik mencari keberadaan mamahnya tak perduli beberapa orang melihat heran kearahnya yang saat ini sedang terluka namun menolak saat ditawari akan diobati oleh beberapa suster.


Matanya kemudian menangkap sosok mamahnya yang sedang duduk dikursi tunggu tepat di depan ruangan persalinan.

__ADS_1


Dengan langkah cepat hingga berlari ia menghampiri mamahnya yang terlihat sangat khawatir itu.


"Mah, " Panggil Angkasa hingga mamah menoleh dan melihat dahi putranya sedang berdarah hebat.


"Langit! Kenapa dengan dahimu nak? " Mamah semakin khawatir saja karena melihat keadaan putranya itu.


Angkasa menggeleng pelan "Hanya terjadi tabrakan kecil tadi mah, bagaimana dengan Feli mah? Apa istriku akan baik-baik saja kan mah? " Angkasa semakin khawatir saja saat sampai didepan ruang bersalin itu.


Kakinya terasa sangat lemas karena membayangkan perjuangan istrinya saat melahirkan buah hati mereka saat ini.


Mamah memegang tangan Angkasa yang duduk lemas itu.


"Mamah yakin istri dan anakmu akan baik-baik saja nak, istrimu adalah gadis yang sangat kuat dan kamu tau itu. "


"Langit seharusnya ada disamping nya sejak tadi mah, langit malah pergi bekerja. Pasti dia sangat ketakutan tadi. "


Mamah menggeleng dengan cepat "Istrimu memang sengaja menahannya sejak tadi, mamah saja sampai tidak tahu kalau sejak tadi ia sudah mengalami gejala paska lahiran karena ia tahan saat dihadapan kita. Saat mamah kembali dari luar mamah melihat istri mu sudah menahan sakit dan air ketuban nya sudah pecah. "


Angkasa semakin merasa sangat lemas karena membayangkan posisi Feli tadi, ia sangat menyalahkan dirinya karena tidak ada disana tadi.


"Sejauh ini istrimu sangat menjaga kandungannya dengan baik dan dokter juga selalu memuji betapa sehatnya istri mu nak. Mamah yakin semua akan baik-baik saja. "


Angkasa hanya diam saja menatap kosong kearah pintu dimana Feli sedang berjuang didalam sana.


"Mah, "


"Langit! "


Papah juga Jodi yang datang bersamaan sembari memanggil mamah juga Angkasa secara bersamaan pula.


"Bagaimana dengan menantu kita mah? " Papah bertanya dan Jodi menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan itu sembari menunggu jawaban mamah.


"Belum ada kabar pah, tapi mamah yakin menantu kita akan baik-baik saja. Karena menantu kita adalah gadis kuat pah. "


Jodi duduk disamping Angkasa dan menepuk bahu adik iparnya itu seolah mengatakan kalau semua akan baik-baik saja walaupun sebenarnya ia juga sangat khawatir dengan keadaan adiknya itu.


"Kenapa dengan dahimu? " Jodi melihat kearah Angkasa.


"Terjadi kecelakaan kecil dijalan tadi saat hendak kesini. " Angkasa mengusap pelan dahinya lalu ia tahan rasa sakit itu.


"Kenapa belum diobati? Jangan biarkan lama-lama seperti ini. Bisa-bisa infeksi nanti. " Jodi khawatir karena Angkasa juga terlihat sangat tinggi stabil saat ini.


"Aku baik-baik saja kak, aku lebih mengkhawatirkan kondisi Feli saat ini. Dia sedang berjuang di dalam sana untuk melahirkan malaikat kecil kami, " Ucap Angkasa tersenyum getir dengan air mata yang meluncur bebas karena terlalu khawatir.

__ADS_1


Papah dan mamah hanya bisa diam saja, Angkasa sangat keras Kepala dan tak akan bisa dibujuk bagaimana pun itu.


"Kamu tidak usah khawatir, istri mu adalah gadis yang kuat. Feli dan keponakan akan baik-baik saja. " Senyum Jodi menepuk bahu Angkasa lagi dan lagi.


Bagaimana Angkasa tidak khawatir sudah lebih dari 10 jam berlalu tapi dokter belum juga keluar memberitahu Angkasa bagaimana kondisi Feli juga malaikat kecil mereka.


Keringat masih saja bercucuran karena khawatir dan juga rasa sakit dikepala Angkasa kian mendominasi nya hingga sesekali ia merasa sangat kesakitan namun ia tahan karena ingin mendengar sendiri secara langsung kabar dari dokter.


Pintu terbuka setelah beberapa jam berlalu hingga Angkasa langsung berdiri dengan cepat walaupun hampir tidak stabil.


"Ba,, bagaimana keadaan istri saya dok? Bagaimana juga keadaan anak saya dok? " Angkasa sangat khawatir.


Dokter itu tersenyum faham dengan perasaan sang suami dari pasiennya. Dan ia juga bukan pertama kalinya menangani hal seperti ini, sudah banyak pasien yang sudah ia tangani tapi baru kali ini ia bertemu dengan seorang suami yang datang dengan luka lumayan di dahinya dengan semangat bertanya bagaimana keadaan istri dan anaknya.


"Kita semua sama-sama bersyukur karena sang ibu bertahan dengan baik sampai proses bersalin selesai dan buah hati kalian lahir dengan keadaan sehat. Selamat kepada bapak karena sudah resmi menjadi seorang ayah dari dua malaikat bapak. " Dokter itu menepuk pelan bahu Angkasa.


"Du,, dua dok?maksudnya? " Angkasa sangat kebingungan dengan ucapan dokternya.


Karena saat mereka melakukan tes USG tak ada pesan dari dokter bahwa istrinya sedang mengandung anak kembar.


Seluruh keluarga ikut kaget karena ucapan dokter itu.


"Istri bapak melahirkan kembar tidak identik, putra dan putri bapak sangat tampan juga cantik sekali. Dan mereka juga lahir dengan kondisi sangat sehat sekali. Istri bapak pasti sangat menjaga kehamilan nya. "


Angkasa sangat senang mendengar itu, dan berterima kasih kepada Feli karena telah menjadi ibu hebat untuk anak-anak mereka.


Mamah juga papah serta Jodi ikut bernafas lega karena mendengar kabar baik itu.


"Alhamdulillah nak, istri dan anakmu sehat. "


Angkasa masih saja diam mematung hingga beberapa saat kemudian ia terjatuh ambruk tak sadarkan diri.


Buru-buru mamah memanggil dokter untuk menangani Angkasa yang kini tak sadarkan diri.


Sejak tadi lukanya memang seharusnya sudah ditangani tapi karena menunggu persalinan Feli Angkasa mengabaikan seluruh rasa sakit itu.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh ponakan kita kembar guys... Heheh


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2