
...🍃Soundtrack #Alcohol free-Twice 🍃...
...🌾🌾Aku benar-benar tidak pernah mengira sesuatu seperti ini akan menghampiri kita berdua🌾🌾...
Flasback on.
Seorang anak SMA bertubuh padat serta berisi dengan kulit yang berwarna putih namun sangat tidak terawat hingga terlihat tidak enak untuk dipandang. Kalau saja ia sedikit merawat kulitnya ia tak akan seburuk itu di mata para siswa-siswi disekolah tempat ia tinggal.
Laki-laki itu adalah Angkasa yang dahulu nya menjadi seorang laki-laki jelek, gendut serta dipandang sebelah mata oleh orang-orang banyak.
Ia mengagumi seorang gadis cantik dengan tubuh yang sangat ideal, kulit putih bersinar seolah seluruh cahaya hanya memihak padanya. Rambut hitam yang selalu terurai itu menambah kesana anggun dan gadis itu tentunya menjadi incaran banyak lelaki pada masa itu.
Setiap hari ia habiskan dengan mengikuti gadis itu disetiap sudut sekolah kecuali kamar mandi. Dia selalu ada disekitar gadis yang dia adalah Feli, kemana Feli ia kan ada disana hingga tiba suatu masa dimana ia dan gadis itu berkenalan hingga menjadi teman. Tidak ada pertemanan murni anatara laki-laki dan perempuan dan memang sejak awal Angkasa sudah menaru hati pada gadis itu.
Tibalah saat dimana tragedi surat cinta yang ia buat jatuh hingga menimbulkan kejadian yang membuat ia begitu terpukul karena Feli memperlakukan ia secara tidak wajar setelah mengetahui surat dan perasaan Angkasa.
Saat itu Angkasa sangat tidak percaya dengan kenyataan hingga timbul beberapa pertanyaan apakah ia pantas untuk bersama gadis itu? Apakah ia bisa memiliki gadis itu?.
Flashback off.
Angkasa tersenyum menggendong Feli karena mengingat masa lalunya yang begitu dipenuhi dengan kesalahpahaman hingga menempatkan Feli juga dirinya dalam kebencian serta penyesalan yang berlarut-larut. Pertanyaan nya dahulu ternyata terjawab saat ini. Gadis itu ada dalam gendongan nya dengan tangan mengalung di lehernya.
Ia sangat ingin berteriak kencang dan mengatakan pada dirinya dimasa lalu bahwa saat ini ia benar-benar sudah mendapatkan gadis itu.
Angkasa tersenyum sembari berjalan menuju sebuah ruangan yang ia yakini itu adalah kamar. Matanya dan Feli bersatu sembari saling menatap manik dengan lekat.
Ia baringkan Feli yang menatap kearah nya dengan tatapan yang sangat lekat, seolah gadis itu tak ingin Angkasa menghilang dalam satu kedip matanya.
Angkasa tersenyum didepan wajah Feli yang masih saja menatap laki-laki itu.
"Ini nyata? " Feli memegang wajah Angkasa dengan lembut.
Angkasa mengangguk " Sangat nyata, termasuk ini. "
Angkasa mendekat dan mengecup pelan bibir Feli dengan sekali lum*tan hingga Feli langsung kaget.
"Ternyata ini bukan mimpi,"ucap Feli masih saja menatap lekat kearah Angkasa yang menatap nya dengan seksama.
Angkasa menindih tubuh Feli dengan pelan lalu kembali mencium bibir itu dengan lembut juga terarah seolah ia sedang mengajari gadis itu bagaimana caranya berciuman.
Feli membalas ciuman itu dengan mengikuti arah gerak bibir Angkasa yang sangat lihai dalam mengeksploitasi bibirnya itu.
Ciuman lembut itu kian berubah menjadi lum*tan-lum*tan nikmat yang diluncurkan oleh Angkasa dibibir Feli, ia tarik tengkuk gadis itu untuk memperdalam permainan bibir itu.
Feli memukul pelan dada Angkasa saat ia mulai merasakan pernafasan nya terlalu sedikit menarik udara.
Angkasa tersenyum lalu mengangkat Feli agar lebih ketengah kasur untuk mencari posisi yang nyaman bagi mereka berdua, Feli hanya diam saja menatap kearah Angkasa dengan wajah yang mulai terlihat bergairah itu.
__ADS_1
"Apa aku boleh menginap malam ini? " Tanya Angkasa dengan senyuman dibibir nya.
Feli dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu tersenyum karena mengingat ciuman mereka tadi. Ia sangat tidak percaya bahwa laki-laki yang ada diatas tubuhnya saat ini adalah langit laki-laki yang sangat ia cintai itu.
Cup,
Angkasa lagi-lagi menyambar pelan bibir mungil dan tipis itu, mungkin sekarang bibir itu adalah candunya karena sebanyak apapun ia menghisap dan melum*tnya ia tak kunjung bosan. Malah ia seolah semakin haus akan ciuman bibir feli.
Angkasa perlahan turun ke area leher Feli lalu mencium dan menghisap nya meninggalkan tanda kepemilikannya disana hingga Feli tak kuasa menahan ******* nya.
"Akhh,, mashh. " Untuk pertama kalinya ia mendesah tepat di samping telinga Angkasa yang semakin diburu gairah itu.
Sudah lama sejak pernikahan mereka tak ada hal-hal seperti ini diantara mereka, bohong rasanya jika Angkasa tak menginginkan ini. Begitu juga dengan Feli apalagi mengetahui Angkasa adalah laki-laki yang sangat ia cintai tentu saja ia juga mengharapkan hal seperti ini terjadi.
Angkasa masih saja menciumi leher Feli dengan tangan yang masuk melalui baju Feli, tangannya bergerak mencari sesuatu didalam sana.
Saat Angkasa berhasil menemukan dua buah gundukan yang dibalut oleh dua kain didalam sana, Angkasa hendak menjamahnya namun ditahan oleh Feli dengan wajah ragu. Ia terlalu ragu tanpa sebab padahal hatinya sangat menginginkan itu juga.
Angkasa melihat kearah Feli dengan wajah yang sangat menginginkan "Apa aku belum boleh menyentuh nya? " Tanya Angkasa pelan.
Feli dengan pelan langsung melepaskan tangannya saat melihat wajah itu, karena ia juga sangat menantikan momen spesial ini.
"Lakukan lah apa yang hendak kamu lakukan mas, " Ucap Feli sembari tersenyum.
Angkasa sangat senang karena mendapatkan lampu hijau dari Feli, ia kembali mencium bibir gadis itu dengan sedikit buas karena nafsunya yang kian menjadi-jadi.
Tangannya dengan pelan membuka kancing piyama tidur Feli hingga kancing terakhir, sedangkan Feli dengan ragu menarik keatas baju kaos Angkasa yang saat ini Angkasa tersenyum karena inisiatif Feli itu.
"Mashh,, " Feli sungguh dibuat gila karena Angkasa sangat ahli dalam memainkan setiap titik ditubuhnya.
Angkasa merasa kurang puas dengan menciumi bahu gadis itu, ia pun melepaskan tank top berwarna abu tua itu. Dan kini ia melihat dua benda kenyal yang sedang terbungkus bra itu.
Feli berbalik kesamping karena merasa malu dengan tatapan Angkasa diarea dadanya.
"Kenapa berbalik hmmm? " Angkasa berbisik pelan.
"Aku malu mas, " Ucap Feli.
"Tidak perlu malu sayang, aku adalah suamimu dan berhak atas dirimu. " Ucap Angkasa membalikkan tubuh Feli dan kini mereka saling menatap.
"Boleh kan aku bermain dengan mereka mereka? " Tanya Angkasa dengan wajah penuh harap.
Feli dengan pelan mengangguk lalu melepaskan tangannya yang ia silangkan di area dadanya itu.
Angkasa dengan pelan mendekat kearea gundukan kenyal tanpa tulang itu. Ia mencium belahan nya dan menyelipkan tangan nya dipunggung Feli mencari pengait bra milik Feli.
Angkasa perlahan membenamkan wajahnya disana dan diam sebentar, sedangkan Feli hanya diam saja menggigit bibir. Ia sangat kaku tanpa alasan.
__ADS_1
"mashh,, " ******* kembali lolos saat Angkasa dengan gencar menghisap sebelah gundukan itu sedangkan sebelah lagi ia remas dengan sangat nikmat.
Angkasa tersenyum sembari masih menghisap benda kenyal itu seolah ia adalah seorang bayi yang sedang kehausan akan asi.
"Mash,, " Feli bergerak gusar saat Angkasa masih saja setia memainkan dadanya tanpa bosan.
"Bagaimana sayang? Apa kamu menyukai nya? " Tanya Angkasa pelan dan Feli hanya melihat malu kearah Angkasa.
Angkasa mendekat kearah wajah Feli lalu kembali mencium bibir ranum penuh Candunya itu, karena bibir itu terasa manis saat menyatu dengan bibir nya.
Ia memasukkan lidahnya kedalam mulut Feli lalu mengajak lidah Feli berdansa didalam sana.
Masih dengan bibir yang beradu satu sama lain memagut dengan kenikmatan tiada tara sedangkan tangan Angkasa masih saja memainkan dada Feli hingga gadis itu seringkali melepaskan ******* disela ciuman mereka.
Angkasa beralih mencium dagu Feli lalu turun ke leher Feli dan kembali meninggalkan beberapa tanda disana, setelah itu ia turun menciumi belahan dada Feli kemudian ia berhenti tepat di pusat perut Feli lalu menjilat perut rata itu hingga Feli merasa geli.
Angkasa mencoba turun lebih kebawah lagi mencium perut Feli dengan tangan yang menyelinap masuk melalui celana pendek Feli.
"Apakah boleh? " Tanya Angkasa dengan wajah yang sangat terangsang itu.
Bohong jika Feli menolak menginginkan itu, karena ia juga menanti malam panjang seperti ini dengan Angkasa.
Dengan bibir yang ia gigit karena Angkasa mengelus pelan pahanya ia mengangguk.
Angkasa dengan senang hati menurun kan celana pendek milik Feli dan tersisa lah segi tiga pelindung lembah surgawi milik Feli yang terlihat samar karena celana Feli sedikit tipis.
Dan malam itu mereka lalui dengan malam yang sangat panjang, ini sungguh saat-saat yang sangat mereka tunggu. Setelah beberapa bulan pernikahan akhirnya mereka melakukan hubungan yang sesungguhnya.
Sedangkan saat ini mamah juga papah sangat kebingungan karena Angkasa tak kunjung pulang juga padahal hari sudah sangat malam.
"Aduh pah, langit kemana sih? Kok belum pulang juga? " Mondar-mandir karena cemas.
"Sudahlah mah, mungkin Angkasa sedang bersama menantu kita saat ini. "
"Bagaimana mungkin pah, langit bilang untuk melihat nya saja Feli enggan. Mamah sangat khawatir pah. "
"Sudahlah mas, papah yakin Angkasa sedang baik-baik saja sekarang. Anak kita adalah laki-laki hebat dan papah percaya sama langit, "
Mamah hanya bisa merengut sedih karena khawatir juga cemas yang semakin menjadi karena Angkasa belum juga pulang.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Wahhh gak tahu lagi mau ngetik apa, maaf yah kalau mp nya gak sesuai ekspektasi kalian.
Maaf yah kalau kurang hot atau gimana, kalau kurang panas yuk pindah ke gurun yuk biar panasnya lama wkwkwk.
Udah 5 kali aku revisi, kalau gak lulus lagi mp nya aku buat secara singkat saja. Noveltoon suka nolak-nolak. Lebih baik cari aman aja😬
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan votenya.
See you guys 🌺