
...🍃Soundtrack #Take-just2🍃...
...🌾🌾Aku tidak pernah percaya dengan kebahagiaan selama ini. Tapi untuk pertama kalinya aku mulai merasakan kebahagiaan hingga kini🌾🌾...
Dengan pelan Angkasa membuka pintu ruang dimana Feli sedang berbaring saat ini, ia berjalan menuju tepi ranjang dan duduk disana.
Memang kondisi Feli baik-baik saja namun hingga kini gadis itu masih saja menutup mata dengan tenang. Membuat Angkasa masih saja diburu rasa khawatir walaupun dokternya sudah mengatakan kalau saat ini kondisi Feli tidak ada yang mengkhawatirkan sama sekali.
Tangan kekar miliknya mulai memegang tangan kecil Feli menautkan jari jemari mereka berdua, setelah itu ia perlahan mendekat mengecup pelan tangan Feli dengan sedikit lama.
"Terima kasih sayang, Terima kasih karena sudah memberikan ku kebahagiaan ini. " Ucap Angkasa dengan senyuman cerah dan mata memerah karena rasa haru yang tak kunjung reda itu.
"Aku sangat bersyukur sayang, mulai saat ini hingga kedepannya kamu tidak akan pernah terluka lagi. Aku berjanji akan selalu mencintaimu hingga akhir hayatku dan tak akan membiarkan mu menderita lagi. " Angkasa kembali mencium punggung tangan Feli.
"Humm,, " Feli langsung tersenyum karena mendengar itu dari Angkasa. Ia memang sudah mulai sadar hanya saja ia tak bisa membuka matanya tadi.
Angkasa kaget dan langsung melihat kearah Feli yang sudah sadar itu.
"Sayang, kamu baik-baik saja? Tunggu sebentar yah mas panggil dokter dulu," Ucap Angkasa hendak pergi namun ditahan oleh Feli yang tersenyum itu.
"Aku baik-baik saja mas, tidak usah panggil dokter kesini. Mas duduk aja disamping ku dan kembali memegang tanganku seperti tadi, " Pinta Feli dan Angkasa langsung menurut.
"Kamu benar-benar baik-baik saja kan sayang? Kalau ada yang sakit atau semacamnya segera beritahu mas agar mas langsung berlari mencari dokter. "
Feli tersenyum dengan senang karena Angkasa benar-benar over perhatian dengan nya.
"Aku baik-baik saja mas, jangan khawatir begitu. "
Angkasa hanya mendengus pelan saja karena ia sungguh tidak bisa bersikap santai dengan kondisi Feli.
"Kak Jodi dimana mas? Kenapa sejak tadi aku tidak melihat nya? " Feli menelisik kearah pintu sejak tadi namun ia sungguh tak melihat kehadiran sosok kakanya.
"Apa kak jodi pergi lagi mas? " Feli langsung panik hendak bangkit namun ditahan oleh Angkasa.
"Tenanglah sayang, jangan banyak bergerak begitu. Jangan membuat mas khawatir lagi. "
Angkasa langsung membenahi posisi berbaring Feli lalu duduk lagi.
"Kak jodi mas suruh pulang dengan mamah juga papah tadi, sudah malam sekali mas khawatir kak jodi malah jatuh sakit karena tidak istirahat sayang, ternyata sebelum kerumah tadi ia sempat mengurus banyak hal terkait kasus itu. Kamu jangan khawatir sayang mulai sekarang kak jodi tidak akan pernah pergi lagi, "jelas Angkasa mengelus pelan surai hitam Feli.
" Aku tidak perlu takut lagi mas? "Mata Feli berkaca-kaca.
__ADS_1
Angkasa menganggukkan kepalanya dengan senyuman cerah. Walaupun air matanya ikut mengalir merasakan ketakutan Feli.
" Kamu tidak usah takut lagi sayang, semuanya sudah berakhir dan hanya akan ada bahagia saja mulai saat ini. "
"Aku benar-benar takut mas, aku takut akan kehilangan lagi. Aku tidak mau kehilangan kak jodi, mamah papah, Vania dan khusus nya kamu mas hiks,, " Feli menangis dengan keras dan Angkasa langsung menunduk memeluk tubuh berbaring itu.
"Tidak akan ada lagi yang pergi sayang, mas janji akan selalu ada untuk mu juga buah hati kita."
Angkasa tidak lupa mengelus pelan perut rata Feli hingga tangisan gadis itu langsung mereda dan menatap Angkasa dengan heran.
"Ma,, maksud mas apa? Bu,, buah hati? "
Angkasa melepaskan pelukan itu dan menuntun Feli untuk duduk tepi ranjang itu.
Dengan senyuman lebar ia memegang kembali tangan Feli dan mengecup pelan bibir gadis itu hingga Feli semakin heran saja dibuatnya.
"Hah? Kok mas malah nyium aku sih? Maksud mas apa? "
Angkasa lagi-lagi tersenyum lalu memeluk istrinya dengan erat kemudian ia mendekat kearah telinga Feli.
"Selamat sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu dan aku akan menjadi seorang ayah. "
Mata Feli membelalak sempurna karena kaget saat mendengar itu dari suaminya.
Dengan cepat Angkasa mengangguk dan tersenyum kearah Feli yang masih kaget itu.
"Aku benar-benar hamil mas? Aku mengandung anak mas? A,, aku akan jadi ibu? " Feli sangat senang hingga melontarkan banyak sekali pertanyaan.
"Iya sayang kamu sedang hamil dan mengandung anak kita, " Ucap Angkasa dengan senang.
Dengan cepat Feli menghambur ke dalam pelukan suaminya merasa sangat antusias juga bersyukur dengan berita membahagiakan ini.
"A,, aku sangat senang mas. Aku sangat tidak percaya dengan kenyataan ini. Terima kasih ya Allah karena memberikan ku kesempatan untuk merasakan rasanya sebagai seorang ibu. " Air mata Feli semakin mengalir karena terharu dengan berita ini.
Angkasa tersenyum mengusap punggung Feli dalam pelukannya, ia juga tidak bisa mengekspresikan rasa bahagia ini karena ia juga sangat menantikan momen dimana ia akan menjadi seorang ayah untuk anak-anak nya bersama dengan gadis yang sudah lama menempati hatinya itu.
"Dengarkan mas sayang, " Angkasa melepaskan pelukan itu lalu memegang bahu Feli dengan lembut hingga kini mereka saling berhadapan satu sama lain.
"Dokter menyarankan agar kamu jangan terlalu memikirkan banyak hal dulu karena itu akan membuat kondisi mu juga calon bayi kita menjadi buruk, kalau mas salah langsung tegur mas, kalau ada yang kamu inginkan segera beritahu mas serta apapun yang menganggu pikiranmu jangan pernah pendam sendiri sayang segera beritahu mas. " Angkasa dengan antusias mengatakan itu hingga Feli hanya bisa tersenyum mengangguk. Ia tahu laki-laki itu sangat khawatir dengan kondisi Feli juga calon malaikat kecil mereka.
"Mas janji akan lebih perhatian lagi padamu, selalu ada untuk mu sayang. Jangan pernah berpikir kamu sendirian ada mas juga keluarga yang lain. Apapun masalah yang mengusik kedamaian mu segera beritahu mapmhh,, "
__ADS_1
Bibir Angkasa sedang berbicara itu langsung bungkam karena Feli menciumnya tiba-tiba, mata Angkasa terbuka lebar saking kagetnya. Karena Feli tidak hanya menempelkan bibir mereka. Gadis bahkan mengalungkan tangannya dileher Angkasa dan tidak lupa menggerakkan bibirnya seolah meminta Angkasa untuk ikut serta dalam ciuman itu.
Setelah berciuman agak lama barulah Feli melepaskannya "ma,,mas sedang seriuss sayang, kamu harus memberitahu mas apapun itu. " Angkasa masih saja berpura-pura tidak tergoda padahal sejak tadi matanya tak hilang dari bibir Feli.
"Iya mas aku ngerti, mas naik kesini dong.Mau peluk soalnya, " Ucap Feli dengan manja.
Tentu siapapun tidak akan menolak dengan ajakan seperti itu, Angkasa tersenyum menaiki ranjang yang ukurannya lumayan besar itu dengan pelan ia Angkasa kepala Feli hingga berbantalkan lengan nya.
"Hummm nyaman sekali mas, aku sangat menyukai bau tubuh mas juga hangatnya tubuh mas heheh. "
Angkasa ikut tersenyum mendekat agar Feli lebih leluasa memeluk tubuhnya itu.
"Mas juga suka dengan pelukanmu sayang, kamu istirahat lagi yah. " Angkasa dengan pelan mengelus surai hitam Feli.
"Hmm belum ngantuk mas, mau cium huuu, " Ucap Feli pelan lalu Memanyunkan bibirnya kearah Angkasa yang terkejut itu.
Dengan tersenyum Angkasa mendekat lalu mencium kening Feli hbngn Feli melihat dengan kecewa.
"Aaa maunya disini mas, gak mau disitu. " Feli menunjuk bibir nya hingga Angkasa lagi-lagi tak kuasa menahan tawa.
"Isshh mas itu aja mas gak ngerti sih? " Kesal Feli lalu mendekat kearah Angkasa dan menarik tengkuk laki-laki itu.
Cup,
Feli mendominasi ciuman itu hingga Angkasa lagi-lagi kaget karena Feli sungguh sangat bergairah kini. Bibir Angkasa ia kul*m dengan lembut tidak lupa dengan lidahnya yang masuk menerobos serta bergerak aktif disana.
Angkasa langsung ikut serta membalas ciuman itu seolah mereka berdua lupa saat ini mereka sedang berada dirumah sakit.
"Eng,, uhh. "
Lenguhan berkali-kali lepas dari bibir Feli karena terlalu menikmati ciuman panas itu.
"Huh,, sayang, jangan memancing mas sekarang. Kita sedang berada dirumah sakit mas takut bisa lepas kendali karena itu. "
Angkasa benar-benar manahan dirinya karena ia masih sadar situasi saat ini.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Omo,,, Feli kenapa dengan mu kakak? Kenapa tiba-tiba nafsuan gitu?.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺.