Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
43. kesal.


__ADS_3

...🍃Soundtrack # for life-Exo🍃...


...🌾🌾Harusnya saat itu aku mengagumimu saja, bukan malah menaruh harapan yang tak pasti 🌾🌾...


       Feli sudah selesai memakai baju dan memakai tas selempang nya juga, gadis itu melihat kearah kaca sebentar untuk sekedar melihat penampilan nya. Memang ia tak pernah memakai make up saat berangkat ke kantor karena ia sadar akan posisi nya sebagai seorang petugas kebersihan disana apakah ia harus memakai make saat hendak kebersihan?.


"Hmm tidak buruk, " Ucapnya pelan kemudian tersenyum. Ia ingin memulai pagi ini dengan tersenyum.


Pintu terbuka memperlihatkan Angkasa yang baru saja selesai mandi, laki-laki itu hanya mengenakan handuk saja seperti biasanya. Feli masih belum terbiasa dengan itu. Laki-laki itu seolah tidak melihat dia saja memakai baju tanpa rasa malu.


"Kamu kemarilah, " Titah Angkasa dengan pelan setelah ia lengkap dengan setelan nya.


"Ikatkan dasiku sekarang! "


"Baik mas, " Ucap Feli mulai mengikat dasi dikerah kemeja Angkasa yang berwarna biru dongker itu.


Angkasa tak hentinya melihat wajah Feli dari jarak sedekat ini, jantung nya mulai tak aman dan ia takut Feli akan mendengar itu.


"Kenapa mas melihat ku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ku? Kenapa mas tersenyum dari tadi? " Tanya Feli melihat penampilan nya apakah ada yang salah hingga Angkasa merasa lucu dengan itu.


Angkasa Lagi-lagi tersenyum merasa lucu karena Feli yang selalu salah sangka dengan nya, kalau pun ada yang lucu Angkasa bukanlah tipikal orang yang menertawakan kesalahan orang lain. Karena ia pernah diposisi itu ditertawakan oleh banyak orang. Ahh kalau diingat-ingat Angkasa dulu sangat membenci situasi itu tapi mendengar bahwa Feli rela dibenci olehnya juga orang lain itu membuat ia yakin bahwa gadis itu memang mencintai nya dulu.


"Apakah sekarang dia masih memiliki rasa yang sama untuk ku? Atau apakah ia sudah lupa dengan ku? " Batin Angkasa.


"Perasaan gak ada yang salah dengan penampilan ku deh mas. Kenapa mas tersenyum seolah ada yang lucu? " Tanya Feli bingung.


"Tidak ada, hanya ingin tersenyum saja. Ayo berangkat sekarang! " Angkasa menarik tangan Feli pelan takut gadis itu tidak bisa menyelaraskan langkahnya.


Ia pernah telah berbuat kasar pada Feli, menarik gadis itu dengan kuat seolah Feli adalah sebuah benda, tak jarang gadis itu terjatuh karena tak bisa menyelaraskan langkah nya dengan Angkasa.


"Yatuhan aku sangat jahat pada nya, " Batin Angkasa merasa sangat bersalah.


Feli sendiri kebingungan Angkasa yang biasanya akan menariknya kencang dan berjalan dengan cepat hingga ia sering kali terjatuh dan saat terjatuh malah kena sembur pula. Kini Angkasa terlihat sangat tenang membawa Feli menuju pintu dengan tangan yang memegang tangannya lembut.


"Kenapa dengan mas Angkasa? Apakah ia sedang dalam suasana hati yang baik sekarang? "Batin Feli.


" Masuklah! "Angkasa membukakan pintu untuk nya.


" I,, iya mas Terima kasih. "Feli yang ragu pun masuk sebelum kena sembur.


Mereka memang biasanya berangkat dari rumah menuju kantor selalu berangkat bersama dan ditengah jalan Angkasa akan menurunkan Feli agar gadis itu terlambat lalu dihukum oleh rekan kerjanya. Begitulah setiap harinya dan itu sangat membuat Angkasa merasa sangat bersalah.


" Loh, mas kok lanjut? Bukannya aku harusnya turun disini yah? "Tanya Feli bingung karena tempat yang biasanya ia diturunkan malah dilewati oleh Angkasa.

__ADS_1


" Mulai sekarang kita berangkat ke kantor bersama saja, "ucap Angkasa enteng.


Feli bingung kenapa tiba-tiba Angkasa ingin berangkat kantor bersama dengan nya. Bukankah ia sendiri yang takut orang orang di kantor melihat mereka.


" Ta,, tapi mas, bagaimana kalau orang-orang di kantor melihat kita? "Tanya Feli bingung.


" Memangnya kenapa? "Tanya Angkasa pelan.


" Aku akan merasa tidak nyaman mas, bagaimana kalau mereka menyebarkan gosip yang tidak-tidak, "ucap Feli dengan nada kekhawatiran.


Angkasa melihat kearah Feli, gadis itu terlihat sangat khawatir.


" Tidak akan, lagian dengan begini kamu tidak akan mengeluarkan banyak uang dan juga bisa menghemat waktu mu agar tidak selalu terlambat. Rekan kerjamu sudah sangat kesal karena kamu sering kali terlambat. "Jelas Angkasa.


Feli sebenarnya merasa sangat berterima kasih karena tumpangan itu, dulu ia bahkan hampir meminta tolong untuk Angkasa membiarkan nya ikut sampai kantor tapi lagi-lagi ia takut akan menyebabkan masalah nantinya.


Angkasa sendiri sudah memikirkannya matang-matang, ia sangat ingin Feli berhenti kerja mulai sekarang. Bukan karena ia malu dengan pekerjaan istrinya itu tapi ia tak ingin Feli ditindas dikantor dan juga ia tak ingin gadis itu kelelahan.


Tapi, ia belum menemukan timing yang tepat untuk mengatakan itu, karena jika ia mengatakan itu sekarang Feli pasti akan menolak tawaran nya ia juga belum menemukan alasan yang tepat.


"Terima kasih banyak mas, permisi. " Feli melihat sekeliling dan berjalan seolah ia melakukan kesalahan saja.


"Kenapa dia sangat takut? Tidak akan ada orang yang sibuk mengurusi itu. " Angkasa menggeleng tertawa karena melihat ulah Feli.


Sudah banyak sekali pekerjaan yang dikerjakan oleh Feli, Lagi-lagi mereka tak mendengarkan Feli untuk ikut serta bekerja. Mereka memang mau bekerja tapi hanya pada bagian-bagian yang mudah saja untuk urusan yang berat dan terlalu kotor mereka akan membuat Feli yang mengerjakan itu.


"Yakin lo? Salah liat kali lu, gak mungkin pak boss mau satu mobil bareng tuh napi. " Sahut Deva yang sedang memotong kukunya itu.


"Yakin banget lah, gua liat sendiri dengan mata kepala gua sendiri. Dia turun dari mobil pak boss, " Ucapnya dengan yakin.


"Wahh berarti dia godain pak boss tuh Dev, makin menjadi-jadi aja tuh anak. " Sahut yang lain.


"Sialan tuh gadis ja*ang, gak tau apa kalau pak boss cuma punya gua? Awas aja bakal gua kasih pelajaran tuh anak. " Deva terlihat kesal.


"Jangan biarin aja Dev, gadis rubah kayak dia jangan dikasih kesempatan. "


Feli sendiri yang sedang sibuk membuang sampah diluar dikagetkan dengan Fahdan yang datang secara tiba-tiba disana.


"Hai, " Sapa Fahdan sambil tersenyum.


"Loh, mas Fahdan kenapa bisa datang kesini? " Tanya Feli bingung.


"Aah tau studio musik diseberang jalan? " Tanya Fahdan menunjuk ke sebrang jalan.

__ADS_1


Feli mengangguk " Nah, aku adalah pemilik studio itu. Saat ini aku sedang memantau kerja disana eh gak sengaja liat kamu disini. "Senyum Fahdan melihat kearah Feli.


" Wahh keren banget mas, jadi mas bisa nyanyi dong? "Tanya Feli.


" Wahh jangan ditanya lagi, gak bisa banget hahahah. "


"Hahaha mas lucu banget, kirain bisa. "


"Kalau ditanya bisa sih bisa tapi aku kan bukan seorang penyanyi jadi untuk bakat tidak terlalu berbakat dibidang itu. " Tutur Fahdan.


"Ooh iya juga yah mas heheh. " Feli mengangguk faham.


"Berarti kita bisa lebih sering bertemu disini dong, sangat susah untuk bertemu dengan mu di gang kita. " Cemberut Fahdan.


Feli jadi merasa tidak enak karena berbohong pada Fahdan, tapi ia juga tidak punya alasan untuk bercerita tentang kisahnya.


"Maklum lah mas aku rada sibuk heheh. "


"Oh yah, ini sudah masuk jam istirahat kan? "Tanya Fahdan.


Feli mengangguk mengiyakan, karena ini memang sudah memasuki jam istirahat.


" Kamu ada kegiatan gak saat ini? "Tanya Fahdan.


Feli tampak berpikir, dan ia memang sedang tidak ada kegiatan saat ini.


" Tidak mas, saat istirahat kami memang memiliki waktu senggang. "


"Wahh bagus dong, bagaimana kalau kita ke cafe diseberang jalan saja? " Ajak Fahdan.


Rekan kerja Feli baru saja keluar dari kantor hendak pergi makan karena baru saja masuk jam istirahat untuk makan siang, mereka tak sengaja melihat Feli yang tengah berbincang dengan Fahdan diluar.


"Wahh tadi godain pak boss sekarang dia juga godain laki-laki lain, makin menjadi-jadi aja tuh anak. "


"Hebat juga yah dia, hebat dalam menggoda dan menarik perhatian laki-laki. Dasar gadis B*inal." Umpat Deva merasa tidak suka dengan Feli yang terlihat akrab dengan Fahdan.


"Sudahlah tidak usah perdulikan ja*lang satu itu, kita makan saja sekarang."


Mereka akhirnya pergi menuju cafe seberang untuk makan disana. Mereka memang selalu saja menghabiskan waktu makan siang mereka disana tentunya tanpa Feli, karena gadis itu selalu saja menghabiskan waktu makan siangnya dikantor. Sering kali ia tak makan karena memiliki banyak sekali tugas.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Hmmm ku mencium bau-bau saingan nih mas langit, ayo secepatnya nyataim cinta sebelum diembat.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.


See you guys🌺.


__ADS_2