Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
13.kenapa?


__ADS_3

...🍃Soundtrack #like water-wendy (red velvet) 🍃...


...🌾🌾Kegagalan dan rasa sakit yang menggerogoti diri, kenangan menyakitkan yang terus menghantui. Begitu lah hari-hari ku asal kamu tahu🌾🌾...


    


      Pintu kamar tertutup perlahan setelah Angkasa dan Feli memasuki kamar, suara mamah yang sedang marah-marah masih saja terdengar meskipun perlahan kian mereda, rasa khawatir Feli semakin meningkat saja ia sangat bingung harus bagaimana lagi ia harus mendapatkan hati ibu mertua nya itu.


Bugh,,


Feli kaget saat merasakan bahwa sebuah jas terlempar dengan sengaja mengenai wajahnya itu. Dan jas itu adalah jas milik Angkasa.


Perlahan Feli melihat kearah Angkasa dengan bingung, dan ia lebih kebingungan saat melihat wajah tak bersahabat dari laki-laki yang kini berstatus sebagai suaminya itu.


"Ke,, kenapa mas? " Tanya Feli gugup. Apa ia melakukan kesalahan hingga laki-laki itu terlihat tidak senang melihat nya?.


"Kenapa apa? Kenapa masih diam kaku seperti itu? Cepat siapkan air untuk ku mandi. " Titah Angkasa dengan tegas tanpa melihat kearah Feli kemudian dia berbaring diatas tempat tidur.


Feli sendiri kaget sekali mendapatkan perlakuan tidak sopan seperti itu dari Angkasa, kenapa tiba-tiba sekali dia bersikap berbeda dengan Angkasa beberapa hari yang lalu? Apa karena ia sedang kelelahan yah?.


"Kenapa masih saja berdiri seperti orang bodoh disitu? Tidak faham dengan perintah ku tadi atau tidak mau melaksanakannya? " Kesal Angkasa sedikit berdecak hingga Feli semakin bingung.


"Ba,, baik mas. " Feli kemudian meletakkan jas kotor Angkasa ketempat pakaian kotor lalu perlahan memasuki kamar mandi menyiapkan air di bath up untuk Angkasa.


Sembari menunggu air terisi secukupnya ia berpikir sejenak ada gerangan apa hingga Angkasa terlihat sangat berbeda malam ini.


"Mungkin dia hanya kelelahan saja, dan tadi juga ia sempat berdebat dengan mamah. " Feli mencoba meyakinkan bahwa Angkasa hanya sedikit kelelahan malam ini.


Ia juga melihat kearah Angkasa yang sedang terbaring diatas tempat tidur, ia meneguk ludah sedikit was-was bagaimana jika sewaktu-waktu laki-laki itu meminta hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Apalagi mengingat malam ini adalah malam dimana mereka pertama kalinya menjadi suami istri. Walaupun hanya sebatas kontrak Feli masih saja sama gugupnya.


"Mikir apa kamu? Tidak ada hal seperti itu diantara kalian, " Gumam Feli menghilangkan pikiran nya yang entah berantah itu.


"Kenapa lama sekali sih? Ck,,, menyebalkan. " Angkasa yang baru saja memasuki kamar mandi dengan tidak tahu malunya melepaskan kemeja yang ia kenakan hingga memperlihatkan tubuh gagah berotot yang ia miliki kini terpampang dihadapan Feli.

__ADS_1


"Ma,, mas. " Gugup Feli berbalik dan keluar dari kamar mandi saat melihat Angkasa benar-benar seolah tak menganggap dia ada. Bagaimana bisa laki-laki itu dengan mudahnya menanggalkan satu persatu pakaian nya dihadapan Feli?.


"Wah, apa sih masalahnya? Kenapa seolah tidak melihat ada seorang gadis didalam kamar ini? " Gugup Feli.


Sembari menunggu Angkasa selesai mandi Feli melepaskan semua accessories yang ia kenakan sejak akad tadi. Mulai dari berbagai macam pernak-pernik yang melekat dibaju hingga rambut nya.


Setelah itu Feli juga menghapus riasan nya dengan kapas beserta face oil control agar make up nya tidak menempel diwajahnya semalaman.


Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Angkasa yang keluar hanya dengan handuk saja, hingga Feli yang sedang minum itu tersedak kaget melihat betapa gagahnya laki-laki itu. Kenapa tubuh kuat dan gagah itu seolah tak ada saat Angkasa mengenakan kemeja serta setelan jasnya?.


"Kenapa dengan gadis itu? Apa dia terpana dengan tubuh gagah ku? Hahhaha lihat saja aku akan membuat mu merasa tak nyaman dirumah ini. Bagaimana pun aku akan menjalankan aksiku karena aku sudah berhak atas dirimu. " Batin Angkasa.


"Cepat siapkan baju untuk ku, " Titah Angkasa yang langsung duduk diatas kasur.


"Hah? " Bingung Feli saat mendapatkan perintah yang begitu tiba-tiba itu.


"Masih faham bahasa manusia kan? " Tanya Angkasa jengkel.


"Ba,, bagaimana cara saya menyiapkan baju mas? " Tanya Feli bingung harus memulai dari mana.


"Cepat atau aku akan marah! " Kesal Angkasa sedikit meninggikan suaranya hingga Feli gelagapan mencari baju di lemari Angkasa.


"I,, ini mas. " Gugup Feli merasakan aura Angkasa sangat berbeda seolah dia adalah orang yang berbeda.


"Lain kali apapun yang aku katakan kamu kerjakan dengan cepat, jangan suka bertele-tele. "


"I,, iya mas. "


"Yasudah kamu mandilah, jangan lama-lama, " Ucap Angkasa dengan sedikit kesal.


"Ta,, tapi mas, bagaimana dengan pakaian ku? Tak ada satupun disini? " Feli terlihat ragu untuk bertanya.


"Ambillah kemeja saya dilemari pasti cukup untuk mu, cepat mandi saja jangan banyak bicara. " Angkasa langsung berbaring setelah selesai dengan kegiatan nya.

__ADS_1


Feli hanya menurut meski banyak sekali pertanyaan yang muncul secara bersamaan di benaknya. Terlihat sekali kalau Angkasa benar-benar kesal kepada bahkan untuk melihat wajahnya saja ia enggan.


"Apa aku benar-benar melakukan kesalahan yah? Atau pak Angkasa menyesal telah menikah dengan ku? Aku harus bersikap baik dan menurut untuk tetap bertahan. Belum juga sehari bagaimana jika dia menceraikan ku lalu segala utangku tak jadi lunas. " Feli sungguh memikirkan banyak sekali hal-hal yang sangat membingungkan baginya.


Setelah selesai mandi ia mengenakan kemeja putih yang tadi ditunjukkan oleh Angkasa untuk ia pakai. Benar saja kemeja itu sangat pas ditubuhnya bahkan sampai dipahanya. Tingginya dengan Angkasa memang tergolong sangat jauh hingga kemeja yang pas ditubuh Angkasa sangat kebesaran untuk dikenakan oleh Feli.


"Setidaknya lebih baik dari pada tidak memakai pakaian, aku tak boleh protes bagaimana jika mas Angkasa lebih kesal lagi nanti. " Feli keluar dari kamar mandi dengan pelan ia melihat sekeliling sedang apa Angkasa?.


Pria itu ternyata sedang sibuk memainkan ponselnya tanpa menghiraukan Feli yang berdiri bingung harus bagaimana setelah ini? Ia tak tau harus kemana dan melakukan apa.


Bugh,,


Sebuah bantal terlempar mengenai wajahnya lagi seperti jas tadi. Angkasa seperti sengaja melemparkan tepat diwajah Feli hingga gadis itu terlonjak sangat kaget.


Setelah melemparkan bantal itu Angkasa terdiam sejenak melihat Feli yang  mengenakan kemejanya yang hanya sampai dipahanya hingga paha putih gadis itu terlihat jelas oleh Angkasa.


"Sial,, kenapa gadis itu terlihat sangat seksi sekali? Akhh pikiran bodoh macam apa ini? "Batin Angkasa meneguk ludah karena melihat Feli terlihat sangat seksi sekali.


" Kamu ambillah celana training ku dilemari, pakai dan jangan berkeliaran seperti itu. Dasar gadis tak tau diri. "


Tiba-tiba saja hati Feli terenyuh setelah mendengar itu dari Angkasa. Kenapa laki-laki itu berbicara seperti itu? Apa ia benar-benar melakukan kesalahan?.


"Ma,, mas apa aku.. " Belum juga selesai ia bicara Angkasa sudah lebih dulu memotong ucapannya dengan lantang.


"Sudahlah aku mau tidur, kamu tidur dilantai jangan berani naik ketempat tidur, kamu tau kan seberapa berbahaya nya kamu? " Angkasa menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya bahkan wajahnya juga ikut ia tutup saat melihat Feli hendak bersuara.


Feli merasakan kekhawatiran yang semakin menjadi-jadi, apakah pria yang kini berstatus jadi suaminya bahkan takut padanya? Kenapa laki-laki ini berubah setelah akad selesai. Feli semakin menjadi serba salah karena Angkasa yang tiba-tiba berubah itu.


Dengan berat hati Feli meletakkan bantal dilantai seraya berbaring tanpa alasan diatas lantai begitu juga tanpa selimut. Belum lagi malam ini sangat dingin untuk tidur dengan keadaan seperti itu pasti akan kesulitan namun untuk Feli yang merasa lelah tubuh juga batin itu tak masalah. Ia langsung tertidur dengan lelap meskipun merasa kedinginan.


Bagaimana ia akan bertahan saat hampir saja seisi rumah itu tak suka dengan kehadiran nya? Apakah ia menyerah saja dengan utang itu? Atau ia akan bertahan demi lunasnya hutang itu?.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...

__ADS_1


Wah wah gak cuma mamah mertua yang lemes mulutnya, mas suami juga ternyata lebih lemes lagi. Gimana yah cara Feli bertahan. Atau apakah dia lebih milih buat menyerah saja?.


See you guys 🌺


__ADS_2