Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
28. Pelukan tiba-tiba.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #I'm not okay-...


...chen (EXO) 🍃...


...🌾🌾Izinkan aku untuk merasakan rasa tenang walaupun itu hanya sesaat saja. Sebab, aku sudah mulai lupa kali terakhir aku merasakan nya🌾🌾...


          Angkasa memarkirkan mobilnya didepan kantor yang terlihat gelap itu. Ia mengira Radon akan menghidupkan seluruh kantor karena itu tapi tidak masalah sih kan mereka bisa menggunakan HP sebagai penerang disana.


"Tidak mungkin dia bisa keluar, " Ucap angkasa memasuki kantor itu.


Radon yang melihat angkasa datang dari arah lift langsung menghampiri Angkasa yang sedang berjalan kearahnya itu.


"Kamu yakin tidak ada Feli disana? " Tanya Angkasa memastikan lagi.


Radon menganggukkan kepalanya dengan cepat"Sudah saya cek pak, tapi ruangan bapak kosong tidak ada nona Feli disana. "


Angkasa langsung berjalan masuk kedalam ruangan itu dengan mengandalkan senter HP nya itu. Ia menyenter kearah sudut dan sekeliling ruangan nya memang tidak ada Feli disana.


"Bagaimana bisa dia tidak ada disini? Kemana dia? "


Radon sendiri ikut masuk dan mencari lagi karena ia melihat angkasa masih saja sibuk mencari kesana-kemari.


"Nona Feli,,, " Gumam Radon saat menyenter kearah bawah tempat tidur dan disana sudah ada Feli yang meringkuk takut dengan wajah sayu.


Angkasa yang mendengar itu buru-buru mendekat kearah tempat tidur dan benar saja Feli ada disana, kondisinya sangat menyedihkan untuk dilihat.


"Sedang apa kamu disana? " Angkasa langsung mengeluarkan pertanyaan dengan suara sedikit lantang.


Feli kaget namun ia sudah mulai tidak berdaya untuk berbicara karena rasa takutnya masih saja menjalar ditubuh nya.


Angkasa dengan pelan menarik Feli untuk keluar begitu juga Radon yang ikut membantu nya, Feli akhirnya keluar dari kolong tempat tidur itu.


"Sedang ap,, "


Angkasa yang hendak menghardik Feli dengan pertanyaan yang sama langsung bungkam saat gadis itu memeluk erat tubuhnya dengan tubuh yang bergetar hebat.


"Hiks,,, kakak kenapa datang terlambat,, hiks,,, aku takut. " Feli menangis sangat keras sembari mengeratkan pelukan nya ditubuh angkasa.


Radon yang melihat adegan pelukan itu merasa tak nyaman dan memilih untuk keluar dan menunggu disana.


Angkasa mematung karena pelukan tiba-tiba itu, seluruh saraf ditubuhnya seakan terkena aliran listrik hingga tak bisa ia kendalikan.


"Hiks,,, aku takut,, kakak janji bakal datang jemput aku tapi kenapa lama sekali hiks,, sudah bertahun-tahun hiks,, " Feli memeluk erat tubuh Angkasa dengan tubuh nya yang bergetar karena menangis belum lagi ia sudah merasa sangat lemah.

__ADS_1


"Kakak? " Bingung Angkasa karena sejak tadi Feli mengatakan kakak dan menunggu.


"Menunggu? Maksud kamu apa? " Angkasa mencoba untuk melepaskan pelukan Feli untuk melihat wajah gadis itu.


Namun, Feli tak mau melepaskannya karena ia masih ingin menumpahkan rasa sakitnya itu, sudah lama ia tak menangis sekeras ini.


"Hiks,,, aku takut,, aku lelah,, "


Angkasa merasa ini salah dan tidak baik untuk rencananya selanjutnya. Bagaimana pun keadaan gadis ini ia tak boleh mengiba dan merasa bersalah. Karena gadis ini adalah gadis jahat yang sudah menghancurkan mentalnya saat ia berusia 17 tahun.


"Kenapa dengan mu sebenarnya? Cepat lepaskan! Lancang sekali kamu memelukku seperti ini, sudah berapa kali ku katakan kamu jangan sesekali menganggap ku rendah. " Angkasa terlihat sangat bingung apakah ia benar-benar tidak suka dipeluk oleh gadis itu.


Tubuhnya terasa sangat nyaman saat dipeluk oleh Feli namun hatinya gengsi dan memilih untuk memupuk rasa bencinya itu.


Dengan paksa angkasa melepaskan pelukan Feli hingga gadis itu tersentak.


"Apa-apaan kamu memeluk ku seperti it,,, "


Suara angkasa tertahan ditenggorokan nya saat melihat wajah Feli yang terlihat sangat berantakan itu, ia berkeringat sangat banyak dari kemarin dan belum lagi tatapannya terkesan kosong juga sendu apalagi ia sehabis menangis tadi.


"Ada apa dengan mu sebenarnya? Kenapa kamu terlihat sangat berantakan? " Bingung angkasa.


"Hiks,,, bisakah aku mati saja? " Feli jatuh kedalam pelukan Angkasa.


"Kenapa dengan nona pak? " Tanya Radon bingung saat Angkasa berlari keluar dengan Feli dalam gendongannya.


"Kami pulang lebih dulu, kamu urus kantor setelah itu pulang. " Angkasa langsung membawa Feli menuju lift meninggalkan Radon yang terlihat sangat kebingungan itu.


"Kenapa tega mengurung nya kalau ia akan sepanik itu? " Gumam Radon masih tidak mengerti dengan bossnya itu.


Sampai dimobil Angkasa mendudukkan Feli tepat disampingnya dan ia pun memasuki mobil.


Ia melihat sekilas keadaan Feli yang terlihat sangat tidak tenang itu, baju Feli sudah sangat kotor karena dipenuhi dengan keringat nya.


Dengan cepat Angkasa melepaskan jaket yang ia pakai itu menyisakan baju kaos di tubuh nya lalu dengan sedikit ragu ia mendekat kearah Feli.


Awalnya ia sangat ragu untuk melakukan ini tapi ini demi kebaikan Feli, ia pun akhirnya mencoba untuk berani walaupun situasi nya sangat canggung.


Ia membuka baju Feli dengan ragu "Aku tidak bermaksud lain, ini bukan seperti yang kamu kira. "


Setelah baju Feli terbuka angkasa langsung memakaikan jaketnya ketubuh Feli dan mengancing resleting nya hingga Feli sedikit lebih tenang saat ini.


Setelah itu Angkasa langsung melajukan mobil menuju rumah sakit terdekat karena kondisi Feli tidak baik untuk dibawa ke rumah tanpa pengobatan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Dok, tolong istri saya dok. " Angkasa tak percaya bahwa bibirnya baru saja menyebutkan kalau Feli adalah istrinya.


Angkasa sejak tadi tak sabar menunggu hasil yang akan dokter sampaikan setelah memeriksa Feli. Sedangkan Feli sendiri sudah mulai sadar meskipun ia masih merasa sangat lemah tapi sekarang ia sudah sangat sadar.


"Bagaimana dok? "Tanya Angkasa bertanya kepada dokter yang jarak nya sangat jauh dari tempat Feli berbaring.


Sedangkan Feli hanya diam saja menatap langit-langit rumah sakit dengan air mata terus saja menetes deras, ia sangat kecewa dengan situasi ini. Ia mengira kakaknya yang sudah lama tak ia jumpai itu yang datang ternyata itu adalah Angkasa.


" Kondisinya memang tidak terlalu parah, namun! Kalau saja tadi dia terlambat dibawa ke rumah sakit makan asam lambung nya akan sangat parah. Dia memiliki penyakit asam lambung akut dan seperti nya seharian tidak ada makanan juga minuman yang masuk kedalam perutnya sama sekali. "Tegas dokter hingga Angkasa benar-benar merasa bersalah karena ia mengurung Feli disana bahkan ia lupa bahwa Feli masih disana sampai malam tiba.


" Terima kasih dok, "ucap Angkasa pelan.


" Dan kaki pasien sepertinya sedikit parah itu akan membuat ia sedikit susah untuk berjalan, tolong lebih perhatian kepada istrinya ini saran saya sebagai sesama orang yang sudah menikah. "Tegas dokter itu tersenyum lalu berjalan meninggalkan Angkasa yang sedikit tertampar karena kata-kata dari dokter itu.


Angkasa melihat dari kejauhan kearah Feli yang masih berbaring sambil menatap langit-langit rumah sakit dengan sesekali mengusap wajahnya.


" Apa aku terlalu kejam yah? "


Angkasa menggeleng karena ia sangat bingung dengan perasaannya saat ini. Ia sangat ingin membuat gadis itu menderita tapi ia malah tak sanggup melihat nya menderita.


"Kamu sudah sadar? " Tanya Angkasa pelan kearah Feli yang masih berbaring itu.


Feli langsung menghapus air matanya dengan cepat lalu mencoba untuk bangkit dengan susah payah.


"Sudah mas. "Feli melihat kearah lain dan mencoba untuk turun dari ranjang.


" Maaf karena sudah merepotkan mas, aku tidak akan mengulangi nya lagi. "Feli menunduk membelakangi Angkasa dengan rintik air mata yang jatuh karena merasa sakit dengan dirinya yang harus bersikap seolah ialah pelaku kejadian ini.


Angkasa melihat bahu Feli yang  bergetar merasa sangat terguncang hatinya. Ia benar-benar ikut merasakan sakit tanpa diduga.


" Sudahlah mati kita pulang sebelum orang-orang dirumah mencari kita. "Angkasa mencoba untuk menuntun Feli namun Feli dengan cepat berjalan lebih dulu dengan kaki yang sangat sakit ia paksakan untuk berjalan itu.


" Kakak jahat, kukira kakak yang datang hiks,, "batin Feli merasa sangat sakit hati.


Angkasa terus saja berjalan dibelakang Feli melihat bahu gadis itu masih saja bergetar pasti gadis itu masih saja menangis.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Aaaa mengsedih banget liat Feli gitu. Langit kamu kapan sadar mas?


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2