Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
57. Kebenaran yang sesungguhnya.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Don't go-Exo🍃...


...🌾🌾karena apapun yang tersembunyi akan segera terlihat pada akhirnya... 🌾🌾...


       Karena hari ini sudah tepat ketiga hari Feli dirawat dirumah sakit dan ia juga sudah merasa baikan maka Feli sudah bisa dipulangkan dari rumah sakit hari ini.


"Apa kamu sudah merasa baikan? " Tanya mamah yang sejak pagi tadi sudah ada disana bersama Feli.


Karena papah ada meeting mendadak dan Angkasa juga sedang ada urusan penting di kantor Feli hanya bisa dijemput oleh mamah. Walaupun awalnya Angkasa bersikeras menjemput Feli dan menyuruh Radon sebagai perwakilan mamah tidaau karena Angkasa sudah terlalu sering membebani Radon. Bagaimana pun Radon juga sudah sangat sering membantu Angkasa.


Feli tersenyum sambil mengganti baju pasien nya itu "Aku benar-benar baik-baik saja mah. Belum lagi aku sudah tidak nyaman karena terus saja diam tidak melakukan apapun. "


"Kamu harus banyak istirahat lagi karena keadaan mu belum sepenuhnya pulih, sampai dirumah kamu juga harus tetap istirahat. "


Feli benar-benar bersyukur dengan perubahan mamah yang begitu tiba-tiba itu, benar-benar sangat berubah dan sangat lembut saat ini. Apakah karena ia sudah menerima Feli?.


"Kalau begitu ayo ikut mamah, pak supir sudah menunggu diluar. " Mamah membantu Feli berjalan padahal Feli sudah bisa sendiri.


Feli tersenyum melihat tangan mamah yang memegang tangannya. Lagi-lagi ia teringat sosok ibunya yang sudah lama tiada itu.


"Apa aku masih bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu? " Batin Feli.


Sedang Angkasa tidak bisa tenang karena tidak bisa menjemput Feli, belum lagi ia sangat ingin memberitahu sesuatu kepada Feli. Sudah lama ia tahan dan ia rasa sekarang lah saat yang tepat untuk itu.


Karena posisi nya bisa saja terancam karena seseorang yang sewaktu-waktu bisa merebut Feli. Gadis itu harus tahu siapa Angkasa sebenarnya agar Angkasa bisa sepenuhnya mengikat gadis itu menjadi miliknya.


"Aku akan memberitahu Feli kebenaran yang sesungguhnya mengenai siapa aku ini. " Angkasa tersenyum dan memikirkan banyak sekali cara untuk memberitahu gadis itu tentang dirinya.


"Apa aku ajak dia makan malam saja? Tapi kan keadaan nya masih kurang stabil untuk keluar rumah. Atau aku beritahu dirumah saja? " Bingung Angkasa masih saja tidak bisa menemukan cara bagaimana ia akan memberitahu Feli bahwa ia adalah seseorang yang Feli tunggu sejak lama.


"Bagaimana yah reaksinya nanti? Apa ia akan memeluk ku karena sudah sangat merindukan ku? Atau,,, ia akan mencium ku karena senang? " Angkasa tersenyum membayangkan banyak sekali hal-hal yang mungkin akan dilakukan oleh gadis itu setelah bertemu dengan nya.


"Aku harap ia akan sesenang diriku saat ia tahu kebenaran ini. "


Feli dan mamah baru saja sampai dirumah dan mamah sudah turun dari mobil begitu juga dengan Feli.


"Tolong bawa barang ini yah pak kedalam, ayo masuk nak. " Mamah menuntun Feli.

__ADS_1


Namun, baru saja beberapa langkah Feli sedikit merasa pusing diarea kepalanya tanpa sebab. Mungkin karena naik mobil tadi atau karena ia masih saja belum pulih betul.


"Kenapa? " Tanya mamah heran.


"Gak kok mah hehehe. " Feli berusaha menutupi rasa sakit dan pusing itu.


"Gak, kamu pasti sedang pusing kan? Ayo ke kamar mamah saja kamu belum sanggup naik tangga. Nanti setelah langit datang baru kamu ke kamar dengan nya. "


Feli hendak menolak tapi mamah sudah lebih dulu membawanya menuju kamar mamah.


Feli kagum dengan kamar mamah yang sangat luas dan mewah itu, disana banyak sekali beberapa foto dipajang.


"Kamu istirahat lah, biar mamah buatkan bubur lagi untuk mu. Tunggu sebentar yah! " Mamah keluar meninggalkan Feli yang masih saja duduk di tepi ranjang mamah.


"Wahh jadi begini kamar mamah dan papah? Sangat mewah dan tak kalah cantik dengan kamar vania juga mas Angkasa. " Senyum Feli kagum.


Ia berdiri sembari berjalan pelan menyusuri beberapa foto mamah yang terpajang disana, saat mamah masih muda dan foto pernikahan mamah juga papah dahulu terpajang indah disana.


"Wahh mamah sama papah sangat serasi sejak dulu dan mereka berdua terlihat sangat good looking. " Feli tersenyum melihat lebih banyak lagi foto disana.


"Vania? "


"Hah? Kenapa foto ini sangat tidak asing? " Bingung Feli mengingat ingat tentang foto itu.


Ia baru teringat saat SMA dulu Langit selalu menunjukkan beberapa foto kepada Feli baik itu fotonya sejak kecil, TK, SD, bahkan SMP.


"I,, ini kan foto langit saat dia masih kecil? Kenapa dia dengan Vania? " Bingung Feli.


Mamah datang dari arah dapur lengkap dengan sebuah nampan berisi bubur dan air putih.


"Loh kok kamu gak istirahat nak? Malah berdiri disana, nanti kamu bisa lelah. " Mamah meletakkan bubur itu dan menghampiri Feli yang masih saja memelototi foto itu.


"I,, ini siapa mah? " Tanya Feli ragu.


Mamah tersenyum "Ini Langit suami kamu. "


"Langit? " Tanya Feli dengan hati mencelos karena tidak menyangka.

__ADS_1


Mamah tersenyum dan kemudian tertawa "Kamu pasti kaget yah? Sejak kecil hingga SMA dulu tubuh langit sangat gemuk karena suka makan dan juga tidak mau berolahraga. Namun, tiba-tiba saja dia minta pindah keluar negeri dan disana ia mulai hidup sehat dan berolahraga hingga sampai pada dirinya yang sekarang. "


Jantung Feli berdetak dengan kencang karena tidak menyangka bahwa laki-laki yang tiba-tiba datang sebagai bos dikantor tempat ia bekerja itu adalah langit laki-laki yang sempat hadir dalam hidupnya dahulu.


Awalnya ia memang sedikit kebingungan dengan nama suaminya yang sama dengan nama teman SMA nya. Tapi dilihat dari Fostur tubuh juga keadaan mereka terlihat sangat jauh berbeda. Karena itu Feli tidak sedikitpun curiga.


Siapa sangka ternyata mereka adalah orang yang sama, Feli sangat kaget dengan kenyataan ini. Bagaimana bisa ia tidak sadari itu selama ini ah sejak pertama mereka bertemu.


"Lo,, loh? Kenapa hmm? " Mamah panik saat Feli tiba-tiba terjatuh karena mendengar itu.


"Apa kamu merasa pusing lagi? " Tanya mamah.


"Ma,, mas Angkasa adalah langit? " Tanya Feli lagi-lagi memastikan.


Mamah menganggukkan kepalanya dengan cepat "Kenapa dengan mu? Apa kamu merasa semakin pusing? " Mamah membantu Feli bangkit dan membawanya kearah tempat tidur.


"I,, ini bukan mimpi kan? " Tanya Feli lagi tidak percaya.


Mamah semakin dibuat bingung dengan Feli yang tiba-tiba berbicara tidak jelas dan juga dengan tatapan kosong seolah tidak percaya.


"Kamu makanlah bubur ini, keadaan kamu belum sepenuhnya pulih. " Mamah menyodorkan satu sendok bubur itu.


Dengan keterpaksaan Feli memakan bubur itu dengan hati yang selalu bertanya-tanya tentang semua ini. Kebenaran yang baru saja ia ketahui ini membuat ia sangat kaget.


"Kenapa aku tidak pernah sadar dan curiga dengan semua sikap mas Angkasa? Kenapa dia berbohong dan tidak memberitahu ku sejak awal? " Bingung Feli terus saja berbicara dalam hatinya.


"Ayo nak dimakan lagi, "


"Aku kenyang mah, aku merasa mual dan pusing sekali. "


Itu yang Feli rasakan saat ini, mengetahui bahwa Angkasa adalah langit yang berubah total 100% membuat Feli diliputi banyak tanda tanya dan juga kebingungan harus bagaimana kedepannya.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Lah,, akhirnya ketahuan juga tuh si langit kalau dia adalah langit teman sekolah Feli.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2