Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
85. Lahiran.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #now i know-kaleb j🍃...


...🌾🌾Untuk kesekian kalinya aku sangat ingin bahagia dengan mereka semua, tolong jangan pisahkan kami baik aku yang pergi atau ditinggalkan. Kumohon jangan!🌾🌾...


      Angkasa terus saja tersenyum memandangi foto Feli yang ada di ponselnya itu, wajah gadis itu terlihat sangat cerah saat sedang menghirup udara pantai itu.


"Kenapa ada gadis secantik dia sih? Apa hanya aku laki-laki yang beruntung di dunia ini? " Senyum Angkasa lebar sekali karena memikirkan Feli lagi dan lagi.


"Aaa,, aku sangat merindukan nya. " Angkasa langsung menekan nomor ponsel Feli.


"Halo sayang! "


Feli yang sejak tadi merasa sangat keram dan sakit diarea punggung juga perutnya hanya bisa menahan sambil tersenyum karena mendapatkan telepon dari suaminya.


"Halo mas, kenapa tiba-tiba nelpon jam segini? Emang mas gak jadi rapat yah? " Feli terus saja bergerak gusar karena perutnya terus saja kontraksi hingga ia harus menggigit bibir menahan rasa sakit.


"Sst,, " Ia membekap mulutnya Karena tak sengaja mengeluarkan desisan sakit itu.


Belum lagi ia merasa sangat lemas sebab ia sudah susah tidur tadi malam, ditambah terus saja ke kamar mandi karena ingin buang air kecil terus menerus.


"Loh, kamu kenapa sayang? Ada yang sakit? Mamah mana? " Angkasa langsung panik karena ia sempat mendengar Feli mendesis.


Feli tersenyum, ia sangat tidak ingin membuat Angkasa khawatir apalagi seingatnya pertemuan hari ini adalah pertemuan penting untuk perusahaan Angkasa.


"Aku baik-baik saja mas heheh, jangan khawatir begitu. Mamah sedang keluar beli makanan. "


Angkasa mendengus lega walaupun sebenarnya ia masih was-was kalau-kalau istrinya sedang berbohong saat ini.


"Mas tidak sibuk yah? Bukannya mas mau rapat yah? "


Angkasa tersenyum lalu berbicara dengan lembut "Mas rapatnya sebentar lagi sayang, mas Kangen banget pengen peluk kamu. Pengen liat wajah cantik itu. Makanya mas nelpon heheh. "


Feli yang mendengar itu langsung merona malu wajahnya, suaminya sampai kini terlalu sering melontarkan kata-kata manis hingga ia kerap kali bersemu malu.


"Mas bisa aja ih, masa baru setengah hari aja udah kangen gitu sih heheh. " Feli terus saja menahan rasa kram di perutnya itu.


Ia berkeringat sangat banyak karena menahan rasa sakit itu, tapi ia harus tetap bersikap biasa saja agar Angkasa tidak khawatir lagi padanya.


"Sayang udah makan siang gak tadi? Ahh mas jadi khawatir kamu gak mau makan kalau mas gak disana. "


"A, aku sudah makan mas, sst aku ke kamar mandi dulu yah mas. Udah kebelet nih hehehe. " Feli terpaksa berbohong untuk mengakhiri panggilan itu.

__ADS_1


Angkasa tertawa pelan "Iya sayang, mas matiin sambungan yah. "


Setelah panggilan berakhir Feli langsung memenangi perutnya serta pinggang nya dengan kedua tangan nya sembari menahan rasa sakit.


"Sstt,, akhh,, kenapa sangat sakit? " Feli berkeringat sangat banyak sekali karena menahan rasa sakit itu.


"Hiks,, mah,,, sakit,, mashhh. " Feli bahkan sampai menangis karena rasa sakit itu.


Kontraksi di perutnya semakin kuat dan membuat kram itu semakin terasa sakit, air mata Feli sudah mengalir sangat deras.


Mamahnya sedang keluar untuk menberikan makanan yang sangat ingin Feli makan, Vania sekolah begitu juga dengan papah juga Angkasa yang sibuk kerja di kantor.


"Akhh,, sakit,, hiks,, "


Feli bergerak gusar menahan rasa sakit itu. Benar-benar menyakitkan seolah ada yang menggerogoti perutnya karena terlalu nyeri.


Angkasa sendiri selalu saja tersenyum karena merasa lucu dengan istrinya itu.


"Kenapa dia sangat menarik sih? Aahh aku sangat ingin memeluknya. "


Pintu diketuk dari luar hingga Angkasa yang sedang memuja istrinya itu langsung kaget.


"Buka! "


"Bagaimana dengan rapat kita pak? Apakah hari ini bapak bisa menghadiri nya? "


Radon mendekat kearah Angkasa yang ikut berdiri sembari berjalan menuju sofa tempat ia dan Radon biasa berdiskusi.


"Saya bisa mengikuti rapat hari ini, apa pihak dari pak jhonson sudah mengonfirmasi pertemuan ini? "


Radon menganggukkan kepala nya dengan cepat.


"Sudah pak, sejak subuh tadi saya sudah dihubungi oleh asisten pribadi lak jhonson kalau hari ini mereka akan datang, dan saat ini sedang dalam perjalanan ke kantor kita. "


"Baguslah, ruang rapat sudah disiapkan? "


"Sudah pak lengkap dengan beberapa perlengkapan serta snack yang bapak rekomendasi kan. "


"Baguslah kalau begitu, semoga saja rapat hari ini berjalan baik. "


"Kalau begitu saya permisi pak, masih ada beberapa urusan kantor yang harus saya urus. "

__ADS_1


Angkasa mengangguk dengan pelan dan tersenyum merasa puas dengan pekerjaan Radon yang selalu saja perfeksionis itu.


"Dia sangat kompeten dan bijak, aku beruntung memiliki nya. "


Angkasa kembali duduk dikursi kekuasaannya itu. Lagi-lagi ia melihat kearah foto Feli yang ada di mejanya itu.


"Apa aku pasang fotonya di dinding dengan ukuran besar saja agar aku puas memandangi fotonya? " Angkasa nampak berpikir panjang karena itu.


Ia sungguh sangat menyayangi Feli hingga beberapa saat tak bertemu dengan gadis itu sudah membuat ia begitu merindukan nya.


Setelah beberapa pejabat dan petinggi berkumpul diruang rapat Angkasa dengan pelan memasuki ruangan itu, dia disambut dengan sangat meriah oleh orang-orang disana.


Angkasa menarik nafas dengan pelan saat ingin memulai presentasi mengenai proyek baru yang ia ciptakan beberapa waktu silam. Setelah ia ajukan ke berbagai lembaga ternyata mendapatkan respon positif dan saat ini akan memperkenalkan proyek itu secara rinci dan eksklusif dihadapan para pesohor itu.


"Pak sejak tadi ibu memanggil di ponsel bapak! " Radon mendekat lalu berbisik.


"Kamu lanjutkan saja presentasi kita ini, mungkin ini adalah sesuatu yang penting. "


Radon langsung sigap mengalihkan forum seolah sejak awal mereka sudah melatih presentasi terpisah ini. Asisten pribadi Angkasa memang sangat luar biasa sekali.


Angkasa ijin keluar dan menerima panggilan itu dengan was-was karena sejak pagi ia sudah merasa khawatir tanpa sebab.


"Halo mah! "


"Apa kamu sedang sibuk nak? " Suara mamah terdengar sangat tidak beraturan sama sekali dan Angkasa Sangat menyadari itu.


"Ada apa mah, saat ini Angkasa sedang rapat tapi Radon sudah mengambil alih. Apa terjadi sesuatu dengan Feli? Atau mamah yang kenapa-napa?"


Jantung Angkasa sangat kaget saat mendengar itu dari mamah, keringat dingin mulai mendominasi tubuhnya karena berita itu.


"Ba,, baik mah. Aku akan berangkat sekarang juga. Mamah jangan khawatir Angkasa akan kesana. " Angkasa sungguh kalang kabut walaupun mulutnya berkata untuk tidak khawatir.


Ia secara resmi meminta izin untuk pulang lebih awal dengan alasan yang sebenarnya hingga seluruh presentasi disertakan sepenuhnya kepada Radon.


Setelah itu ia buru-buru meninggalkan kantor menuju rumah sakit.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Ada apa nih? Kenapa buru-buru gitu?.


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2