
...🍃Soundtrack #I'm fine -D. o (EXO) 🍃...
...🌾🌾Aku baik-baik saja bahkan saat seluruh tatapan di dunia menyatakan tidak suka kepada ku. Karena aku hidup bukan untuk membuat seisi dunia menyukai ku🌾🌾...
Pagi menyapa dengan suara beberapa ayam yang terus saja menggema seolah mereka sedang memanggil seseorang yang tak kunjung menyahuti panggilan nya. Seiring dengan suara ayam yang kian mengeras itu biasan sinar matahari yang masuk melalui celah pintu membuat Feli merasa tidurnya sudah mulai diusir ketenangan nya.
"Eugh,, " Feli perlahan membuka mata karena terbangun dan langsung melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 08.34 Am.
"Hah? " Panik Feli langsung bangkit dari tidurnya itu. Jam sekarang sudah menunjukkan kalau ia terlambat dampak segala hal.
Feli lebih dibuat panik saat melihat Angkasa yang duduk diatas kasur sembari bersedekap dada memperhatikan Feli yang dengan tidak tahu dirinya baru bangun itu.
"Wah,,, Kamu hebat juga yah. Setelah saya dengan tegas memberitahu setiap tugasmu disitu pula lah kamu dengan tidak tahu dirinya terlambat untuk bangun? " Angkasa dengan wajah sangat tidak bersahabat.
Feli benar-benar panik dan tak tahu harus bagaimana menanggapi situasi ini. Ia pukul pelan kepalanya karena merasa ia sungguh bodoh tak tahu situasi padahal dirumah ini tidak ada satupun yang berpihak padanya dan di situasi genting itu ia masih bisa tidur nyenyak?.
"Yatuhan bagaimana ini? Aku sungguh selalu cari gara-gara. " Batin Feli sangat khwatir.
"Kenapa diam saja? Apakah tidak ada kata yang ingin kamu sampaikan? " Angkasa masih mencoba untuk bersabar dengan gadis dihadapannya itu.
Ia perhatikan Feli dari bawah sampai atas, gadis itu menunduk dengan khawatir namun wajah cantik itu masih saja memancar dengan indahnya hingga membuat Angkasa sesekali pangling namun, dengan cepat ia tepis pikiran yang akan menggagalkan rencana nya itu.
"Ma,, maaf mas. Aku tidak bermaksud untuk bangun terlambat. Maaf mas aku tidak akan mengulanginya lagi. " Feli masih saja menunduk.
Setelah melihat sikap Angkasa yang sangat susah ditebak dan beberapa bentaran yang pernah Angkasa lontarkan membuat Feli jadi semakin segan dan takut kepada Angkasa. Ia lebih baik menghindari kontak mata dan bersitatap dengan Angkasa.
"Huh, sudahlah aku malas berdebat karena ini masih pagi. Jangan ulangi lagi karena aku tak pernah memberikan keringanan dan pengertian sebanyak dua kali. Jadi bijak-bijaklah saat hidup dengan ku. "
"Baik mas, maafkan aku sekali lagi. " Feli benar-benar mengakui kesalahannya ini. Karena ia benar-benar bodoh karena masih berani bangun terlambat.
"Sudahlah cepat laksanakan tugasmu, kamu tahu kan kalau kamu sudah membuat ku telat masuk kantor begitu juga dengan mu. "
Feli yang mendengar itu langsung sadar dan berlari ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Angkasa yang hanya diam saja memperhatikan Feli yang panik itu.
"Bisa-bisanya dia Bangun telat padahal ia tidur diatas lantai kosong tanpa selimut juga alas, apa dia tidak takut padaku? " Kesal Angkasa merasa disepelekan.
"Air sudah kusiapkan mas, " Ucap Feli keluar dari kamar mandi.
"Aku tahu, kamu pikir aku bodoh apa sampai tidak tahu. " Angkasa Menyenggol bahu Feli saat memasuki kamar mandi sembari menutup pintu dengan keras hingga Feli terlonjak kaget.
"Yatuhan kenapa dengan mas Angkasa? " Bingung Feli.
Namun, sesaat kemudian ia langsung sadar bahwa ia masih harus menyiapkan setelan jas untuk Angkasa kenakan hari ini. Buru-buru ia buka lemari dan mengambil setelan jas berwarna abu sedikit gelap dengan kemeja Putih untuk bagian dalaman jas. Tak lupa juga dengan tas kantor juga sepatu serta dasi untuk dikenakan oleh Angkasa hari ini.
Feli juga telah selesai mandi sembari mengenakan pakaian seadanya. Bagaimana ia saat sedang sendiri dulu sama saja dengan dia yang sekarang menjadi seorang istri dari CEO perusahaan ia bekerja.
"Kamu kesini sebentar. " Angkasa dengan wajah lempeng nya.
Feli yang sedang sibuk menyiapkan isi tasnya langsung mendekat kearah Angkasa yang masih berdiri didepan kaca sembari melihat penampilannya itu.
__ADS_1
"Ada apa mas? "
"Ikatkan dasiku cepat. "
Awalnya Feli ragu karena ia takut akan membuat Angkasa marah secara tiba-tiba tanpa alasan, karena laki-laki itu sangat membingungkan membuat Feli sedikit ragu untuk mendekat walaupun itu hanya mengikatkan dasi.
"Kenapa diam saja? Ooh kamu tidak mau? " Angkasa langsung kesal wajahnya saat melihat Feli masih saja diam.
"Ma,, mau mas mau. " Feli Buru-buru mendekat hingga menabrak dada bidang laki-laki bertubuh gagah dan kekar itu.
Untuk sepersekian detik mereka hanya terdiam dengan wajah saling menatap satu sama lain, jantung Angkasa berdetak dengan kencang seolah sedang berlomba maraton melintasi jarak yang sangat panjang. Melihat wajah Feli sedekat ini membuat ia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya muncul. Jantungnya masih saja sama berdetaknya seperti dahulu. Ia masih merasakan panas dingin saat sedang melihat wajah cantik jelita itu. Padahal hanya dilapisi bedak tipis dan lipstik polos dibibir mungil itu. Tapi kenapa Angkasa seperti sedang melihat dewi saja?.
"Sial,, kenapa jantung ku masih berdetak secepat ini? Pasti karena lapar aku yakin karena itu. "
Bugh,,
Angkasa tanpa hati mendorong tubuh Feli hingga menubruk tempat tidur. Untung saja menubruk tempat tidur kalau saja itu dinding mungkin Feli akan pingsan karena benturan keras.
"Wah,, ada apa ini? Kamu punya rencana apa sebenarnya? Ingin menggodaku yah? " Angkasa dengan wajah menuding seolah Feli benar-benar telah memecahkan nya.
Feli dengan bingung memikirkan dimana letak menggoda yang Angkasa maksud? Apa hanya karena menabrak dadanya itu dinamakan menggoda? Feli bahkan tak ada niat untuk mendekat kalau bukan karena diminta diikatkan dasi oleh nya.
"Maaf mas, "
"Wahh,, jangan berlagak polos begitu. Modus menabrak dada ku begitu bukanlah hal yang bagus. Jangan lakukan itu padaku karena aku bukanlah tipe laki-laki yang mudah tergoda. " Angkasa dengan pembelaan diri dan penuh kepercayaan diri itu.
"Baik mas, mas tidak usah khawatir aku tidak ada niatan menggoda mas sedikitpun. "
Angkasa yang hendak berbicara itu langsung terdiam mendengar ucapan Feli yang singkat, padat dan jelas itu.
"Sial,,, apa gadis jahat ini sedang mengejekku? " Batin Angkasa kesal.
"Cepat ikatkan dasiku, gara-gara kamu aku terlambat masuk kantor lagi. Dasar menyusahkan. " Angkasa dengan wajah seolah ia benar-benar dirugikan.
Feli dengan pelan mendekat kearah Angkasa yang masih saja memasang wajah kecut itu.
Feli meraih dasi dari atas tempat tidur dan menghadap kearah Angkasa yang juga menghadap kearah nya meskipun masih menatap keatas lain.
"Mas bisa kan menunduk sedikit, aku tidak bisa menjulurkan dasinya. " Feli terlihat sangat tenang.
Angkasa dengan enggan menunduk, karena perbedaan ukuran tubuh mereka terlihat sangat jelas Angkasa harus menunduk agar Feli bisa memasukkan dasi itu keleher Angkasa.
Hati Feli sedikit pilu karena teringat dengan kebiasaan kakaknya yang meminta diikatkan dasi setiap hendak berangkat kerja, wajah hangat dan senyum cerah itu kembali menyapa Feli hingga gadis itu Terundung rasa rindu yang semakin mendalam saja.
"Sudah mas. "
"Iya tahu. " Angkasa dengan kesal meraih tasnya dari tangan Feli lalu menyenggol gadis itu kemudian berjalan keluar kamar menuruni anak tangga begitu juga dengan Feli yang memang hendak berangkat ke kantor karena ia benar-benar sudah terlambat.
"Sayang kamu mau berangkat yah? " Mamah datang dari arah dapur menghampiri Angkasa yang hendak berangkat kerja itu.
__ADS_1
"Iya mah, vania udah berangkat sekolah kan mah?"
"Udah sayang tadi pagi papah jemput vania kerumah temennya abis itu mereka berangkat bareng tadi. "
Mamah yang awalnya memasang wajah ramah tersenyum langsung berubah air mukanya saat melihat Feli yang sudah ada dibelakang Angkasa.
"Yaudah Langit berangkat yah mah. "
"Tunggu tunggu, ini bawa bekal buatan mamah ke kantor kamu. Aduhh kamu jangan kebiasaan sayang gak sarapan pagi. Ini nih salah satu alasan mamah gak bolehin kamu jauh-jauh dari mamah soalnya kalau bukan mamah yang ngurus kamu gak akan ada yang buatin bekal kayak gini. Huh kamu sih nyari istri kok gak tau diri gitu sayang? " Sindiran itu sangat jelas dilayangkan kepada Feli.
Feli hanya diam saja meremas tas slempang yang ia pakai. Ia memang tidak berguna ia tahu tapi tetap saja mendengar sindiran itu hatinya tetap terluka.
"Yaudah makasih yah mah, Langit udah telat nih, yuk sayang. " Angkasa dengan dramanya menarik tangan Feli menuju mobil membukakan pintu untuk Feli.
Feli masih saja bingung dan heran dengan perhatian Angkasa yang tiba-tiba ini. Kenapa tiba-tiba sekali mulut penuh ketegasan itu berubah lembut dalam beberapa saat?.
"Masuklah sayang, " Senyuman paksaan dari Angkasa karena mamah masih saja berdiri memperhatikan mereka berdua.
"Tapi mas ak,, "
"Masuklah sayang yah. "
Dengan berat hati Feli masuk kedalam mobil Angkasa. Melihat wajah Angkasa yang mulai kesal itu membuat Feli memilih untuk naik saja lebih baik cari aman.
"Langit sama Feli berangkat yah mah, bye. "
Mamah terlihat sangat kesal karena masih belum berhasil menyingkirkan Feli dan menjauhkan Feli dari putra kesayangannya itu.
"Lihat saja, pasti akan ada saatnya aku bisa menendang keluar gadis itu dari rumah ini. Dasar mantan Nara pidana, berani-beraninya dia menggoda putraku. "Mamah masih saja sama kesalahannya saat pertama melihat feli.
" Turun! "Tiba-tiba saja mobil berhenti dijalan padahal baru saja beberapa senti jaraknya dari rumah. "
"Hah? " Feli yang melamun itu langsung kaget dan bingung.
"Hah huh hah huh, turun! " Suara Angkasa sedikit meninggi hingga Feli tersentak.
"Jangan berharap aku akan bersedia membawamu ke kantor, jangan pergi harapkan itu.Tahu dirilah sedikit.
Mobil Angkasa melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi meninggalkan Feli yang masih berdiri karena bingung dengan situasi saat ini.
" Kenapa sih dengan nya? Labil sekali. "Gumam Feli dibuat bingung oleh sikap Angkasa.
Dengan berat hati ia masih harus berjalan menuju terminal bus. Padahal ia benar-benar Sangat terlambat menuju kantor saat ini.
" Jalan ini terlalu jauh untuk aku yang sedang kelelahan dengan hidup. "Gumam Feli terus saja berjalan dan berjalan.
...🎋🎋Bersambung🎋🎋...
Wahhh punya mertua udah kayak rentenir aja tegangnya. Gak kuat dah gua kalau gitu.
__ADS_1
Semoga suka yah, jangan lupa like, makan dan vote cerita ku.
See you guys🌺