Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
53. Aku bersalah.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Someone like you-Che baek Xi(cbx) 🍃...


...🌾🌾Jika memiliki sama dengan mencintai, lantas kusebut apa jika mencintai tanpa bisa memiliki?🌾🌾...


        Sampai didepan rumah sakit pihak medis sudah menunggu kedatangan mobil Angkasa, Feli langsung dibawa menuju ruangan untuk segera diperiksa.


Angkasa menunggu diluar dengan keadaan yang sangat panik dan juga dihantui rasa khawatir, wajahnya sangat panik dengan keringat yang bercucuran ia berdiri sembari mondar mandir tidak bisa diam.


Radon sendiri hanya diam saja, ia tahu betul rasanya diposisi Angkasa karena ia sudah lebih dulu merasakannya. Belum lagi ia kini sudah kehilangan gadis yang ia cintai dua tahun yang lalu.


"Silahkan duduk pak! " Radon menarik Angkasa agar duduk namun ditepis oleh Angkasa.


"Bagaimana bisa kamu menyuruh saya untuk duduk disaat seperti ini? " Kesal Angkasa.


Radon menarik nafas dengan pelan dan mencoba untuk bersabar.


"Bapak tidak boleh terlalu khawatir begini, saya sudah pernah diposisi ini. Rasa khawatir yang berlebihan bisa membuat kita tidak bisa menerima kenyataan yang ada nantinya. Semoga saja nona Feli segera baikan. " Radon mendudukkan Angkasa dikursi tunggu dan ia berlalu untuk mengambil minuman untuk Angkasa.


"Silahkan bapak minum, bapak juga perlu tenang agar bisa berpikir dengan jernih. "


Angkasa hanya diam saja setelah meminum minuman itu ia tetap tidak bisa tenang, pikirannya dipenuhi dengan Feli yang sudah sangat menderita selama ini.


Tiba-tiba panggilan masuk ke ponsel Angkasa, ia bahkan tak bergerak sedikitpun untuk mengangkat panggilan itu. Karena ia tak ingin memikirkan hal lain kecuali Feli dan Feli.


Sudah berkali-kali panggilan itu terus berlangsung diponsel Angkasa dan mau tak mau ia harus menerima panggilan itu dengan wajah yang sangat enggan.


"Halo, "


"Halo mah, hiks,,, " Untuk pertama kalinya tangisan Angkasa langsung lepas saat menerima panggilan itu hingga Radon sampai kaget melihat itu.


"Loh, kamu kenapa nak? Mamah nelpon cuma ngasih tahu kalau bekal kamu ternyata ketinggalan tadi. " Mamah berbicara dengan nada lembut karena Angkasa adalah putra kesayangan nya.


"Hiks,, Feli mah. " Angkasa masih saja menangis mencoba untuk tetap tenang.


"Kenapa dengan Feli? Apa kalian bertengkar? " Tanya mamah sedikit sarkastis.


"Feli masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri hiks,, " Angkasa tidak bisa lagi menahan tangisannya itu.


Mamah yang mendengar itu ikut panik, akhir-akhir ini ia sangat memikirkan Feli. Walaupun ia selalu memperlihatkan rasa tidak sukanya ia adalah seorang ibu yang memiliki hati yang lembut kalau itu menyangkut anak.


"Mamah akan hubungi papah secepatnya, kamu Kirim kan alamat nya yah. "

__ADS_1


Sambungan langsung dimatikan, Angkasa sedikit kaget dengan reaksi mamahnya. Ia tak menyangka akan mendapatkan reaksi seperti itu dari mamahnya. Apa mamahnya sudah mulai menrima kehadiran Feli?.


Angkasa langsung mengirimkan alamat rumah sakit itu ke nomor mamahnya.


"Kamu pergi lah ke kantor sekarang juga, jangan biarkan salah satupun dari pegawai office girl di kantor lolos. "


"Maksud bapak? Nona Feli seperti ini karena mereka? " Tanya Radon kaget.


Angkasa mengangguk dengan pelan"Ini semua salahku karena tidak mendengarkan Feli, gadis itu menderita banyak karena ku. "Angkasa merasa sangat bersalah untuk Feli.


" Cepat urus tuntutan untuk mereka karena telah mencoba melakukan aksi percobaan pembunuhan kepada Feli, aku sungguh tidak bisa memberikan keringanan untuk orang-orang seperti mereka. "Angkasa terlihat sangat emosi.


" Baik Pak, akan segera saya urus. Permisi! "Radon berlalu meninggalkan Angkasa yang masih saja terlihat khawatir itu.


" Aku minta maaf sayang, aku salah karena sudah membuat hidupmu menderita selama ini. Aku salah karena menikahimu dengan alasan balas dendam. Aku bersikap seolah aku adalah korban padahal kamulah yang menjadi korban karena keegoisan ku. "Angkasa tak kuasa menahan tangisannya.


Banyak hal yang sangat ingin ia sampaikan pada Feli, ia sangat merasa bersalah terhadap gadis itu.


Mengingat tubuh lemah dan Feli yang tak sadarkan diri itu membuat Angkasa semakin merasa bersalah bukan main. Bayangan betapa tersiksa nya Feli membuat ia tak bisa memaafkan dirinya.


" Apa ini yang membuat ia sangat takut untuk berangkat ke kantor dengan ku? Dan aku selalu memaksakan kehendak ku padanya. "


Angkasa tak kuasa menahan rasa bersalah yang amat sangat dalam itu. Gadis itu sangat banyak mengalami hari-hari sulit saat bersama dengan nya.


"Sayang, kenapa kamu menangis begini? " Mamah dan papah yang baru saja datang dengan wajah yang sangat panik terutama mamah yang terlihat sangat panik itu.


"Feli mah hiks,, istri ku tidak sadarkan diri sejak tadi. " Angkasa menangis keras dalam pelukan mamahnya.


Papah hanya diam saja melihat itu, ia khawatir karena Feli walaupun ia tak memperlihatkan itu.


"Tenanglah nak, mamah yakin dia pasti akan bertahan. Kamu jangan sedih lagi mamah gak mau liat kamu seperti ini. "


"Ini semua salahku mah, hiks,, aku selalu membuat nya menderita. Hidupnya sudah sangat menderita selama ini dan setelah menikah dengan ku ia malah semakin menderita saja hikss. Aku tidak bisa menjaganya mah, " Ucap Angkasa dengan tangisan yang sudah tak bisa ia tahan lagi.


Mamah mengeratkan pelukan nya dan mengelus pelan punggung Angkasa untuk memberikan sedikit ketenangan.


"Sudahlah langit, istrimu pasti baik-baik saja. Berhenti menangis bagaimana kamu bisa menjadi seorang kepala keluarga jika bersikap selemah ini? " Papah ikut duduk dan menepuk pelan bahu putranya.


"Aku emang gak pantes buat kepala keluarga dengan sikap dan kelakuan ku pah, maafkan aku karena sudah tumbuh menjadi laki-laki yang pengecut seperti ini hiks,, " Angkasa tak hentinya menyalahkan diri karena perlakuan nya yang selalu menabur luka untuk Feli.


Pintu terbuka memperlihatkan seorang dokter yang baru saja menangani Feli.

__ADS_1


Melihat itu Angkasa langsung bangkit dan berjalan menuju dokter itu, mamah dan papahnya juga ikut serta mendekat.


"Bagaimana kondisi istri saya dok? " Angkasa terlihat tidak sabaran.


"Syukur lah dia mendapatkan pertolongan pertama tadi, jadi kondisinya tidak terlalu buruk. Mungkin ada seseorang yang memaksanya memakan selai kacang hingga membuat saluran pernapasan nya tercekat dan membuat ia kesulitan dalam bernafas. Dan luka-luka ditubuhnya juga lumayan serius khusus nya pada bagian wajah yang sudah banyak sekali lebam-lebam disana, " Jelas dokter itu.


"Jadi istri saya tidak apa-apa dok? " Tanya Angkasa antusias.


Dokter itu menganggukkan kepalanya "Bapak tenang saja, pasien sedang kehilangan banyak energinya hingga sampai kini belum sadarkan diri. Dan ia butuh rawat inap selama tiga hari untuk pemulihan nya. " Tutur dokter itu.


"Baik dok, terimakasih! " Angkasa sedikit lega karena mendengar bahwa kondisi Feli tidak terlalu parah.


"Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa dokter itu mengatakan kalau tubuh Feli lebam dan juga tidak bertenaga? Apa kamu memukuli nya? " Tanya mamah dengan panik.


Angkasa buru-buru menggeleng "Sama sekali tidak mah, "


"Kalau bukan kenapa Feli sampai tidak sadarkan diri? "


Angkasa membawa kedua orang tuanya itu duduk diatas kursi tunggu dan mencoba untuk menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dengan Feli di kantor.


Ia menceritakan dengan sangat teliti apa saja yang ia lihat dengan perbuatan rekan kerja Feli. Mulai dari memukuli nya bahkan memaksa Feli untuk memakan makanan yang membuat ia alergi.


"Yatuhan! Kenapa mereka bisa sejahat itu? " Panik mamah tak kuasa menahan kesal.


"Papah tidak bisa diam saja, berani sekali mereka memperlakukan menantu papah seperti itu. "


"Langit sudah mengajukan tuntutan pah, dan sekarang asisten pribadi langit sedang mengurus nya. "


"Secepatnya mereka harus menerima hukuman atas perbuatan mereka. " Mamah mendukung Angkasa.


Langit dan papah saling melihat karena tiba-tiba saja mamah menunjukkan kepeduliannya terhadap Feli tanpa ia sadari.


"Kamu juga kenapa masih membiarkan istri mu kerja disana sebagai pembersih sedangkan kamu adalah CEO disana? Itu adalah salah satu sikap suami yang jahat. " Papah bertanya dengan pelan.


"Aku sudah melarang nya bekerja disana pah, tapi Feli mungkin merasa tersinggung dan mengira aku malu memiliki seorang istri yang bekerja seperti itu hingga menolak nya. Padahal aku hanya takut kejadian seperti ini terjadi. " Angkasa menunduk.


"Semoga saja Feli baik-baik saja, kamu jangan menyalahkan diri sendiri. Ini adalah musibah dan kita tidak bisa menghindari nya. " Mamah mencoba untuk menenangkan Angkasa.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Waduhh ada apa nih si mamah? Udah mulai luluh kah?.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🌺


__ADS_2