Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
17. Gadis tidak tahu diri.


__ADS_3

🍃Soundtrack #wind-jung seung hwan🍃


...🌾🌾Sudah lama aku tak merasakan rasanya memiliki keluarga, sekarang aku memiliki nya meski sebenarnya tidak🌾🌾...


     Karena jam sudah menunjukkan pukul   17.35Pm Angkasa memilih untuk kembali kerumah saja, belum lagi hujan sudah mulai turun meskipun hanya rintik-rintik kecil saja.


Ia melihat keluar dengan sekilas saat hujan sudah mulai deras.


"Padahal perkiraan cuaca hari ini tidak akan turun hujan, memang tidak ada yang bisa dipercaya di dunia ini. " Gumam Angkasa terus saja menyetir.


"Duhh anak mamah baru pulang sekarang? Sini mamah bantu bawa tasnya. " Mamah yang sedang duduk diteras melihat hujan segera menyambut kedatangan Angkasa.


Angkasa tersenyum kearah mamahnya, awalnya ia mengira sang mamah akan marah tak mau berbicara dengan nya karena sudah melanggar setiap kata-kata mamahnya.


"Lihatlah istrimu yang tidak berguna itu, jam segini kemana dia?  Suami pulang kerja bukannya disambut malah keluyuran. " Mamah terlihat sangat kesal karena Feli belum juga pulang padahal hari sudah sangat sore bahkan hampir menjelang maghrib.


"Feli belum pulang mah? " Tanya Angkasa berpura-pura tidak tahu. Ia memiliki rencana baru yaitu bersikap seolah ia adalah seorang suami yang sangat baik juga perhatian dihadapan anggota keluarga, sedang dihadapan Feli ia akan bertindak sesuka hatinya.


"Belum, memangnya dia kemana? Membantu mamah memasak saja dia tidak mau sama sekali. Apa salahnya sekali-kali bantuin mamah. "


"Mungkin dia ada urusan penting mah, bentar lagi juga pulang kok. Atau Langit jemput saja? "


"Jangan, kamu sudah capek seharian bekerja kenapa masih harus sibuk jemput dia? Benar-benar merepotkan sekali dia. Kamu kekamar sekarang ganti baju setelah itu turun kebawah mamah buatkan teh hangat. "


"Iya mah, langit keatas dulu yah. " Angkasa tersenyum meraih tasnya dari tangan mamahnya.


Setelah selesai mandi ia pun mengeringkan rambutnya dengan hair dryer sambil melihat keluar dari arah jendela. Sampai kini Feli belum juga kembali, dan Angkasa tidak punya nomor ponsel gadis itu hingga ia tak bisa menghubungi nya.


Saat sedang duduk ditempat tidur Angkasa tak sengaja melihat beberapa foto nya diatas nakas, mulai dari fotonya saat masih kecil, remaja hingga ia bekerja.


Dengan panik ia menghampiri foto itu lalu melihat banyak sekali fotonya saat sedang berbadan gemuk dulu dipajang disana.


"Mah, mamah.. " Angkasa turun kebawah membawa semua foto itu menghampiri mamahnya yang sedang menonton televisi diruang tamu.


"Ada apa sayang? Kenapa teriak begitu? "


"Kenapa mamah pasang foto-foto langit dikamar sebanyak ini? Belum lagi kan langit sudah berkali-kali bilang jangan suka mengutak-atik kamar langit mah. Langit gak suka. " Angkasa terlihat sangat kesal.


Ia sangat tidak ingin jika Feli sadar bahwa ia adalah langit yang pernah ia bully dahulu. Kalaupun Feli tau jangan karena melihat foto-fotonya melainkan karena ingatan nya semata. Ia sangat kesal karena gadis itu benar-benar sangat tidak mengenalinya.

__ADS_1


"Kenapa kamu terlihat kesal seperti itu hanya karena mamah memasang fotomu dikamar mu? "


"Langit gak suka aja mah, terlihat sangat berantakan. Lain kali gak usah deh mah masang foto langit dikamar ataupun dirumah ini. Langit gak suka. "


"Iya iya, mamah gak akan lagi. Kamu tidak sedang marah kan sama mamah? Kenapa setelah menikah dengan gadis itu kamu jadi sering kesal? "


"Mungkin cuma perasaan mamah tuh. " Angkasa menyimpan foto-foto itu lalu duduk disamping mamahnya yang masih bingung dengan sikap angksa yang berubah itu.


"Vania mana mah? Tumben jam segini belum keliatan batang hidungnya. "


"Vania nginep dirumah Sesil sekalian mau ngerjain tugas kelompok. Tadi dia nitip salam gak usah khawatir. Katanya kamu kenal sama Sesil. " Mamah menukar channel televisi.


Angkasa hanya mengangguk saja setelah mendengar penuturan mamahnya.


"Mamah beneran gak setuju kalau Langit pindah rumah? Kan langit udah nikah mah jadi berhak hidup dengan keluarga langit. " Angkasa mencoba untuk terus membujuk mamahnya.


Rasanya sangat susah untuknya terus berpura-pura perhatian dengan Feli walaupun hanya dihadapan anggota keluarga nya saja.


"Mamah gak akan pernah setuju, pernikahan kalian bahkan sampai kini masih belum mamah setujui, " Ucap mamah dengan wajah kesalnya.


Angkasa faham betul perasaan mamahnya yang masih tidak bisa menerima pernikahan tiba-tiba itu belum lagi mamahnya sedari dulu selalu berkata bahwa Angkasa tidak boleh menikah selain dengan gadis yang berlatar belakang yang baik.


"Wahhh jam berapa sekarang? Kenapa baru pulang jam segini? Keluyuran kemana kamu sampai tidak tau waktu pulang? " Mamah yang melihat kedatangan Feli langsung saja menyemburkan sindiran tidak suka itu.


Feli Lagi-lagi dihadapkan dengan perasaan panik itu, bagaimana ia harus bersikap agar mertuanya itu benar-benar tidak se siniss ini padanya.


"Aku,, ada urusan tadi mah. Dan saat perjalanan pulang hujan datang lalu,, "


"Tidak usah banyak alasan, kamu memang gadis yang tidak tahu diri. Seharusnya sebagai seorang istri kamu itu sudah ada dirumah sejak tadi menyambut kedatangan suamimu saat kembali dari tempat kerja. Menyiapkan makanan juga kamu tidak pernah, kamu memang tidak tahu diri. " Mamah sangat kesal melihat menantunya itu.


"Sudahlah mah, lihat keadaan Feli saat ini. Dia keliatan sangat kedinginan, ayo keatas sayang nanti kamu sakit dan masuk angin. Kami keatas dulu mah. " Angkasa membawa Feli yang masih tidak terbiasa dengan sikap palsu Angkasa ini.


Bagaimana bisa dia begitu mendalami perannya sebagai suami yang baik saat dihadapan anggota keluarga, dia benar-benar terlihat sangat perhatian untuk sesaat.


Bugh,,


"Akh,, " Feli merasa sangat kesakitan saat Angkasa dengan keras melempar tubuhnya ke lantai.


"Kamu kemana saja tadi? Seharusnya sebelum aku pulang kerja kamu sudah ada dirumah, melayani ku adalah salah satu tugasmu.Dengar ini baik-baik dengan telinga mu itu, setiap hari kamu harus selalu menyelesaikan tugasmu setelah itu baru boleh keluar rumah termasuk bekerja. Mau kamu telat masuk kerja aku tidak perduli. " Angkasa melihat kearah Feli yang masih basah kuyup itu.

__ADS_1


"Pagi-pagi sekali kamu harus bangun lebih dulu dibandingkan aku, siapkan air untuk ku mandi, setelan jas dan perlengkapan kerjaku. Dan saat sore hari kamu harus menyambut kepulangan ku saat kerja dan kembali menyiapkan air juga pakaian untuk ku. Dengar tidak? " Angkasa dengan nada suara agak dinaikkan hingga Feli sedikit kaget.


"Dengar mas, " Ucap Feli.


"Baiklah satu lagi, kuharap kamu jangan terus-terusan membuat mamah kesal. Sangat menjijikkan membela mu dan berpura-pura menjadi suami yang baik itu melelahkan asal kamu tahu. "


"Siapa juga yang nyuruh mas bermuka dua seperti itu? Huh. " Batin Feli.


"Dengar tidak? "


"De,, dengar mas. "


Feli sudah merasa sangat kedinginan sejak tadi, tapi angkasa masih saja belum selesai dengan pidatonya itu. Benar-benar sangat kedinginan.


"Kenapa masih diam saja? Pergi mandi masa apa-apa harus diberitahu sih. " Angkasa sedikit mengejek dan Feli dapat mendengar itu.


Sebenarnya Feli tidak akan pulang terlambat kalau bukan karena membereskan seisi rumahnya, membuang semua bahan makanan yang sudah tidak ia gunakan dan ia takut itu akan membusuk dirumahnya karena ia tidak tahu kapan ia akan kembali kerumah itu. Setelah selesai membersihkan rumah hujan turun sangat lebat hingga Feli memilih untuk menunggu hujan reda baru ia akan pulang kerumah Angkasa.


Tapi sudah lama ia menunggu hujan tak kunjung reda juga, hingga Feli memutuskan untuk melewati hujan lebat itu karena kalau masih dibiarkan menunggu mungkin sampai pagi juga hujan tidak akan pernah reda.


Semua jadi serba salah setelah beberapa hari ini, hidup yang Feli kira akan membaik malah semakin mencekam untuk nya. Bersikap pun ia tak tahu harus bagaimana karena semuanya begitu membingungkan.


Saat keluar dari kamar mandi Feli melihat kearah Angkasa yang sudah terlelap itu, cepat sekali laki-laki itu tertidur padahal malam masih sangat dini.


Feli pun duduk diatas lantai tepat disamping bawah tempat tidur milik Angkasa. Ia memeluk tubuhnya karena merasa kedinginan. Merenungi kehidupannya yang sangat menyesakkan ini.


"Bagaimana aku akan hidup kedepannya? " Gumam Feli penuh dengan tanda tanya di dalam benaknya.


"Hidup ku sangat membingungkan layaknya benang-benang yang terkumpul dan tak tau dimana bagian ujungnya. "


Helaan nafas berat dari arah Feli dan gadis itu benar-benar merasa beban hidupnya kian hari kian bertambah saja.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


       


Serba salah banget yah kehidupan Feli setelah menikah dengan Angkasa.


Jangan lupa yah tekan like, komen dan vote 🙃

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2