Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
66. Ayo jalan-jalan.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #All with you-Taeyon🍃...


...🌾🌾Aku pernah membayangkan saat-saat bahagia seperti ini dengan mu dalam fantasi ku dahulu🌾🌾...


        


      Feli sedikit menggeliat pelan karena merasa terganggu dengan tidurnya. Ia perlahan membuka matanya kemudian mendapati Angkasa tengah tersenyum kearah nya dengan posisi memeluk pinggang nya.


"Pagi sayang, " Ucap Angkasa tersenyum menyambut pagi Feli dengan kecerian.


Feli tersenyum karena itu, sempat ia berpikir apa ia sedang bermimpi karena ini terlalu membahagiakan untuk jadi nyata.


"Kenapa diam aja hmmm? " Angkasa heran melihat Feli yang hanya diam sembari tersenyum menatap nya.


"Pagi juga mas hehehe. " Sapa balik Feli dengan senyuman yang sangat lepas.


"Morning kiss nya mana sayang? "


Feli mengeryitkan dahinya karena bingung dengan pertanyaan Angkasa. Dia mengira hal seperti itu hanya ada didrama saja.


"Gak ah mas, masa baru bangun mau ciuman sih? Gak bau jigong apa? " Feli terlihat sangat acuh.


Angkasa tertawa pelan karena mendengar ucapan Feli "Yahh gakpapa dong mau bau jigong kek apa kek, ayo dong sayang mana morning kiss aku? " Angkasa mendekat namun buru-buru Feli menutup bibirnya menjauh dari Angkasa.


"Iihh kok kamu gitu sih sayang? Jahat banget, " Ucap Angkasa kecewa.


"Aku gak mau mas kalau ciuman belum sikat gigi, aku malu. "


Angkasa tertawa karena merasa Feli benar-benar lucu dan polos dimatanya.


"Ngapain malu sih sayang? Aku mau pagi aku disambut sama ciuman kamu sayang. Ayo dong masa  gitu doang kamu nolak sih huuu. "


"Aku bukannya gak mau mas, tapi aku belum mandi belum sikat gigi. Mas gak jijik apa? "


Sret,


Tubuh Feli ditarik oleh Angkasa hingga kini berada dalam dekapan laki-laki itu. Dengan senyuman smirk andalan nya Angkasa tersenyum kearah Feli.


"Gak akan sayang, mas pengen banget dicium pas bangun tidur kayak gini dari dulu. "


"Tapi mas aku belmmpp,,, "


Bibir Feli sudah disambar lebih dulu oleh Angkasa hingga Feli sangat kaget dengan perlakuan Angkasa itu.


"Mashhp,, " Feli berontak dengan memukul dada Angkasa. Ia benar-benar tidak yakin dengan ciuman dipagi hari seperti ini.


Angkasa tersenyum lalu menarik tengkuk Feli memperdalam ciuman itu dengan memasukkan lidahnya kedalam mulut Feli mengajak lidah Feli berdansa didalam sana.


Feli yang awalnya berontak itupun ikut membalas ciuman itu dengan mengalungkan tangannya dileher Angkasa.


Dengan satu geseran Angkasa kini sudah berada diatas tubuh Feli memperdalam ciuman nya hingga suara decapan bibir keduanya terdengar sangat jelas sekali.

__ADS_1


"Mashh akhhh,,, " Feli mengeluarkan suara desisan karena Angkasa yang semula hanya meminta ciuman itu kini berulah dibawah sana.


Ia memasukkan tangan nya kedalam dress Feli lalu mengusap sesuatu dibawah sana hingga Feli menggigit bibir menahan ******* nya.


Angkasa tersenyum lalu menjilat bibir Feli dengan pelan tidak lupa ia turun ke leher Feli menciumi leher putih itu dengan beberapa kali.


"Akhh,, mashh, " Desis Feli karena kini tangan Angkasa sudah masuk kedalam segitiga pelindung nya.


Laki-laki itu terus saja mengusap area sensitif itu hingga Feli merem melek meremas sprei karena merasakan sensasi yang tidak bisa ia jelaskan lagi.


"Kamu sudah basah sayang heheh. Mau kita buat lebih basah lagi gak? " Goda Angkasa kearah Feli yang menggigit bibir karena ulah Angkasa itu.


"Jangan digituin mashh,, akhh,,, "


"Jangan gimana sayang? Mas kan cuma elus dikit. " Angkasa tersenyum karena melihat Feli begitu frustasi.


"Akhh,, mashh,, jangan digituin dong. Akhh,, "


"Kamu suka kan sayang? " Goda Angkasa.


"Mas jangan digituin dong, eugh,,, " Feli menggelinjang pelan saat merasakan sesuatu masuk kedalam area sensitif nya itu.


"Akhh,, mashh,, sakit. " Feli melihat kearah Angkasa.


Ternyata Angkasa memasukkan satu jarinya kedalam sana hingga Feli begitu kaget, walaupun ia sudah pernah merasakan itu tapi tetap saja ia masih belum terbiasa.


"Sakit yah sayang? " Tanya Angkasa khawatir melihat kearah Feli yang langsung menganggukkan kepalanya itu.


Feli yang melihat itu merasa bersalah jika menolak walaupun itunya masih sedikit sakit tapi terlalu sering menolak Angkasa ia takut akan membuat laki-laki itu kecewa.


"Ta,,, tapi kan aku belum mandi mas? Pasti badan aku bau banget. " Feli mencari alasan karena sebenarnya ia benar-benar takut akan kesakitan lagi.


Angkasa tersenyum melihat itu. Ia tahun kalau Feli masih ragu untuk melakukan itu atau tidak.


"Maafin mas yah sayang karena membuat kamu jadi tidak nyaman begini, apa masih sakit? " Tanya Angkasa dengan pelan.


Feli bingung harus menjawabnya bagaimana, kalau boleh jujur ia masih tidak nyaman dengan area sensitif nya itu. Bahkan hanya jari milik Angkasa saja ia sudah ngilu bagaimana dengan milik Angkasa yang gedenya bukan main-main.


"Hmmm pasti masih sakit kan sayang? Maafkan mas karena membuat mu merasa tidak enak begitu. " Angkasa tersenyum mengelus rambut Feli dengan pelan.


"Maaf yah mas, aku hanya takut kesakitan lagi. Kalau sudah merasa lebih baik ak,, "


"Sst,, iya sayang mas ngerti kok. Maaf yah karena terlalu ingin mas jadi lupa kalau kamu yang akan kesakitan saat kita melakukan nya. " Angkasa memperbaiki posisi baju Feli yang sempat ia singkap tadi.


Feli hanya diam saja merasa sangat bersalah tapi ia sungguh masih belum siap untuk melakukan itu kembali.


"Mas gak marah kan? " Feli melihat kearah Angkasa dengan wajah penuh rasa bersalah.


Angkasa menarik Feli kedalam dekapan nya dengan tertawa pelan karena pertanyaan Feli.


"Kenapa mas harus marah sayang? Mas yang salah dan mas faham situasi kamu. Gak usah dipikirkan sayang. " Angkasa mencium kening Feli lama.

__ADS_1


Feli mendekat kearah Angkasa lalu mencium bibir Angkasa dengan pelan membuat Angkasa bingung kenapa tiba-tiba gadis itu mencium nya lebih dulu.


Setelah melepaskan ciuman itu Feli melihat kearah Angkasa dengan wajah tersenyum begitu juga dengan Angkasa yang ikut tersenyum.


"Nanti sore kamu ikut mas keluar yah sayang, mumpung ini hari libur. "


Feli mengeryit bingung kenapa tiba-tiba suaminya mengajak ia keluar?.


"Kita mau kemana mas? Kok tiba-tiba ngajak keluar? "


"Kita jalan-jalan yah sayang, mas udah lama pengen ngajak kamu ke suatu tempat. "


Feli tersenyum senang karena diajak jalan-jalan oleh Angkasa. Karena ini adalah salah satu Whislist nya dahulu.


"Wahh jadi gak sabar mas, aku udah lama pengen jalan-jalan sama mas hehehe. " Feli begitu senang hingga memeluk Angkasa dengan erat.


Angkasa tertawa ringan karena reaksi Feli begitu diluar dugaan nya.


"Apa kamu sesenang itu ingin jalan-jalan dengan ku hmmm? " Goda Angkasa membuat Feli langsung merona malu.


"Emang mas gak senang yah? "


Feli cemberut karena merasa malu digodain melulu oleh Angkasa.


"Seneng banget lah sayang, nanti kita jalan-jalan berdua terus ngelakuin banyak hal disana. " Angkasa tersenyum karena ia memiliki sebuah rencana.


Feli tersenyum karena membayangkan akan berjalan-jalan dengan Angkasa nantinya.


"Eugh,, " Feli hendak bangkit namun ditahan oleh Angkasa.


"Loh, mau kemana sayang? "


"Udah jam 06 mas aku harus bangun bantuin mamah dibawah, " Ucap Feli pelan dan Angkasa langsung mengelus rambut Feli dengan sayang.


"Duhh istri ku perhatian banget jadi makin sayang, " Ucap Angkasa membuat Feli lagi-lagi merona malu.


"Mas apaan sih ngomong gitu? " Feli malu.


"Yasudah kamu bangunlah sayang, mamah juga mungkin akan senang jika kamu datang membantu. "


Feli bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum ia turun kebawah membantu mamah.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Sabar napa mas langit, jangan main masukin aja wkwkw.


aku kasih double up deh wkwkw


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺.

__ADS_1


__ADS_2