Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
16. Eri dan fahdan.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Another day-monday kiz feat punc (ost, hotel del luna) 🍃...


...🌾🌾Tak ada yang instan di dunia ini. Kalau pun ada, pengorbanan yang besar juga pasti ada🌾🌾...


       Dengan berat hati Feli keluar dari rumah Angkasa dengan memakai kemeja kebesaran itu juga celana training yang sangat longgar di kaki nya. Ia berniat kembali kerumah untuk menjemput beberapa baju ganti untuknya.


"Kenapa hari begitu cerah untuk hatiku yang mendung? " Gumam Feli menghela nafas saat hendak memasuki gang menuju rumahnya.


"Loh, kamu kan yang nyelamatin Eri kemarin? " Tiba-tiba saja seorang laki-laki menyapa Feli dengan seekor kucing ditangannya.


Feli langsung berbalik melihat kearah laki-laki itu dan melihat seekor kucing yang ia selamatkan beberapa hari lalu.


"Eh iya mas, bagaimana keadaan Eri sekarang? " Tanya Feli berbasa-basi.


Laki-laki itu tersenyum sangat ramah karena merasa senang bertemu lagi dengan Feli yang sudah sangat baik menyelamatkan Eri yang merupakan kucing kesayangan laki-laki itu.


"Eri semakin sehat saja dari hari kehari. "


"Syukur lah heheh. "


"Oh iya kita belum kenalan, kenalin Fahdan. " Laki-laki itu mengulurkan tangan kearah Feli.


"Apa dia tidak mengenalku? Padahal saat ini jarang sekali orang yang tidak tau aku karena berita-berita yang menyiarkan ku. " Batin Feli.


"Nama kamu siapa? " Tanya laki-laki bernama Fahdan itu masih dengan tangan terulur menunggu sambutan uluran tangan dari Feli.


Karena merasa tak enak membuat Fahdan menunggu lama akhirnya Feli membalas uluran tangan itu.


"Feli mas heheh. " Dengan kikuk Feli memperkenalkan dirinya dan disambut senyuman oleh Fahdan.


"Saya baru pindah ke gang ini beberapa minggu terakhir ini, dan baru bertemu dua kali dengan mu. Kamu tinggal digang ini juga kan? " Fahdan dengan tingkat keramahan yang sangat tinggi itu.


"I,, iya mas heheh. Jadi mas baru pindah ke gang ini yah? " Basa-basi Feli agar percakapan mereka tidak terkesan sepihak saja.


"Iya, awalnya saya tinggal di luar negri dan sekarang saya memutuskan untuk menetap di sini saja. Eri juga nyaman disini. " Fahdan mengelus pelan kepala kucing berwarna putih kekuningan itu.

__ADS_1


"Ooh iya mas, semoga betah di tempat ini, permisi. "Feli hendak berlalu namun langkah nya terhenti saat  mendengar panggilan Fahdan.


" Kalau tidak keberatan saya ingin berterima kasih karena sudah menyelamatkan Eri. Bagaimana jika makan siang di restoran saja? Mumpung sudah mau masuk jam satu. "


"Eh gak usah mas, saya ikhlas membantu Eri saat itu. Saya permisi. "


Hanya menolong kucing saja sudah ditraktir makan siang? Feli sungguh tak merasa pantas jika harus menerima itu.


"Saya sungguh sangat menyayangi Eri karena hanya Eri yang saya punya, jadi saat tau bahwa Eri menghilang dan diselamatkan oleh mu membuat saya terus saja merasa berhutang budi dan itu sangat tidak nyaman. Saya mohon Terima lah rasa Terima kasih saya ini. " Terlihat sekali Fahdan benar-benar sangat ingin Feli menerima nya.


Feli jadi merasa tidak enak, tapi jika ia menerima nya maka ia akan terkesan tidak tulus menolong Eri.


"Saya benar-benar ikhlas mas, tidak perlu merasa tidak enak hanya karena bantuan saya. Untuk kedepannya tolong jaga Eri mas agar kejadian itu tidak terjadi lagi. Mas bersyukur masih punya Eri karena saat tak punya siapapun ataupun apapun itu sangat


Menyakitkan. Permisi mas. " Feli menunduk pelan lalu berjalan meninggalkan laki-laki bernama Fahdan itu.


Sekilas Fahdan tersenyum karena merasa Feli adalah sosok gadis yang sangat bijak dan baik hati.


"Kamu beruntung bertemu dengan nya," Gumam Fahdan melihat kearah kucingnya itu.


Sedangkan Angkasa kini sedang merasa senang karena kini ia bisa dengan leluasa membalaskan dendamnya itu.


Wajah Feli yang sangat merasakan kesengsaraan itu membuat Angkasa tersenyum walau ia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, entah kenapa rasa senang itu tidak terasa memuaskan bagi Angkasa. Ada yang mengganjal tapi Angkasa tidak tau apakah itu.


"Permisi pak. " Sebuah ketukan dari luar menyadarkan Angkasa yang sedang merenung itu.


"Masuk, " Ucap Angkasa kemudian beralih duduk disofa.


"Ada apa? "


"Begini pak, saya menerima panggilan bahwa data minggu ini belum juga dikirim ke perusahaan pak Salman. Beliau meminta untuk segera dikirimkan. " Radon yang merupakan asisten pribadi Angkasa memang sudah sering ikut turun tangan mengenai kantor.


"Baiklah kamu saja yang kirimkan, datanya ada dilaci bawah dengan amplop berwarna coklat, pastikan data itu sampai kesana. Dan tolong kabari pak Salman untuk mengirimkan hasilnya secepat mungkin. " Angkasa bangkit dari sofa kemudian berjalan keluar ruangan pribadinya setelah Radon juga berlalu dari sana.


Karena sudah masuk jam makan siang Angkasa berniat untuk makan siang diluar saja. Namun, saat hendak keluar kantor Angkasa mendengar beberapa petugas bersih-bersih (office girl) di kantornya sedang berbincang-bincang. Pastinya topik pembicaraan mereka tidak akan jauh dari Feli yang selalu jadi bulan-bulanan mereka.

__ADS_1


"Kenapa hari ini dia tidak masuk? Berani sekali gadis hina itu. Apa kita laporkan saja sama pak boss? " Seru seseorang dari arah samping.


"Setuju, biar kapok tuh gadis napi. Bisa-bisanya dia libur kerja saat tau banyak yang harus dikerjakan disini. Awas saja kalau dia masuk kerja besok. Kita kasih pelajaran aja biar dia gak berani bolos-bolos lagi seperti hari ini. " Ujar yang lain juga.


Angkasa hanya diam saja, memilih untuk pergi karena makan siangnya lebih penting daripada urusan lainnya.


"Kita berangkat kemana pak? " Radon yang baru saja datang karena urusan nya dengan perusahaan pak Salman.


"Kita ke restaurant dekat lampu merah saja. Saya tiba-tiba ingin makan sesuatu yang enak disana. " Senyum Angkasa berbinar karena membicarakan makanan kesukaan nya.


"Baik Pak. "


"Andai kamu bisa melihat wajah gadis itu saat sengsara seperti tadi pagi hahaha. Sangat memuaskan hati. "


Radon yang sedang fokus menyetir itu hanya diam saja, ia sangat tidak tau detail kisah antara Angkasa juga Feli namun, yang ia tau bahwa Angkasa sangat membenci Feli karena masa lalu mereka dahulu.


"Memangnya non Feli kenapa pak? " Tanya Radon mengikuti arah bicarakan Angkasa hanya untuk sekedar respon saja.


"Gadis jahat itu kusuruh memakan nasi sepiring penuh tanpa lauk, dan wajahnya sangat tersiksa saat ia sudah merasa kenyang namun aku masih saja menyuruh nya untuk terus makan dan makan. Setelah itu ia kusuruh untuk memuntahkan seluruh isi perutnya. "


Radon sedemikian kaget dengan cerita bosnya itu, ia sangat tidak faham dengan jalan pikiran Angkasa. Kenapa menghukum gadis itu dengan cara kekanakan seperti itu?.


"Saya punya masalalu kelam dengan Feli, dia adalah gadis jahat yang sangat jahat. Sampai sekarang setiap detik dari perlakuan nya dahulu tidak pernah hilang dari pikiran saya. "


Radon akhirnya mengerti kenapa bosnya sangat terobsesi untuk membalas dendamnya, ternyata ia benar-benar punya masalah pribadi dengan Feli dimasa yang lalu.


"Dan inilah alasan saya pindah ke kantor ini meninggalkan USA  dan menyuruhmu mencari tempat kerja gadis itu. Asal kamu tau juga saya yang sekarang sangat berbeda dengan saya yang dulu begitu juga dengan gadis itu dia yang sekarang sangat berbeda dengan dia yang dahulu. Keadaan memang benar-benar berbalik sekarang, aku punya segalanya untuk membalas nya sedang ia tidak punya apapun untuk membela dirinya. " Senyum Angkasa terlihat menyakitkan karena teringat dengan hari-hari suramnya dahulu.


Radon hanya diam saja mendengarkan bosnya sembari fokus menyetir. Memang ia tak tau persis masalah antara Angkasa dan Feli namun, ia tau bahwa bosnya itu benar-benar pernah dilukai oleh gadis bernama Feli yang kini sudah jadi istrinya itu.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh Angkasa sedendam itu sama Feli?


Semoga suka yah. See you guys 🌺

__ADS_1


__ADS_2