
...🍃Soundtrack #Breath-sam kim(ost it's okay not to be okay) 🍃...
...🌾🌾Tersudut di kesunyian malam, menghindari mu yang begitu kejam.🌾🌾...
Setelah tangan Angkasa terlepas dari tangan Feli, gadis itu segera memasuki kamar mandi tapi sebelum itu ia meletakkan tas kerja milik suaminya itu ditempat yang seharusnya. Setelah itu Feli langsung memasuki kamar mandi untuk menyiapkan air agar Angkasa secepatnya mandi karena hari sudah mulai malam.
Angkasa sendiri masih merutuki kebodohan nya karena bersikap seperti itu tadi. Ia benar-benar tak habis pikir bahwa ia benar-benar tersipu hanya karena disambut pulang oleh gadis yang dahulu ia kagumi namun berubah menjadi gadis yang ia benci walaupun ia sangat ragu dengan perasaan nya apakah ia benar-benar membenci gadis itu.
"Aku hanya kelelahan tadi, terlalu gerah dan aku tidak pernah sedikitpun tersipu karena gadis jahat itu. " Gumam Angkasa melawan perasaannya yang berkecamuk itu.
"Air sudah selesai kusiapkan mas, silahkan mandi. " Feli keluar dari kamar mandi dengan senyuman kearah Angkasa.
Angkasa yang melihat itu menelan ludah dengan susah payah, senyuman gadis itu sungguh memabukkan baginya. Tanpa alasan ia merasa sangat tidak nyaman saat ini.
"Iya tahu, tidak usah kamu beritahu juga aku tahu. " Angkasa lagi-lagi menyenggol bahu Feli sebelum memasuki kamar mandi.
"Tunggu mas, handuk belum mas bawa kedalam. " Feli menyodorkan handuk kearah Angkasa yang memasang wajah merengut itu.
Angkasa berbalik dengan kesal"Kamu pikir aku ini pelupa apa? Aku memang berniat membuat baju disini, kenapa? Ada masalah? "
Angkasa dengan tidak tahu dirinya membuka bajunya dihadapan Feli hingga tubuh kekarnya terpampang jelas didepan wajah Feli. Dan saat Angkasa melepaskan celananya Feli langsung berbalik kearah belakang karena merasa tak pantas melihat adegan membuka baju itu.
"Ma,, mas kenapa buka baju disini? " Feli benar-benar kaget karena ulah laki-laki dengan tempramen tak jelas itu.
"Terserah ku lah mau membuka baju dimana? Ini kamar ku, mau aku gak pake baju juga itu hak ku. Ada masalah?"
Feli tak habis pikir dengan pikiran kekanakan itu, dari mana laki-laki itu belajar berbicara seperti itu? Seingat Feli Angkasa bukanlah tipikal laki-laki yang berbicara seperti lambeh begitu.
"Ti,, tidak mas, hanya saja kan aku masih disini tak seharusnya mas membuka baju di depan ku. " Bela Feli meluruskan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
"Terserah ku dong, itu masalahmu jadi pikirkan sendiri masalahmu. " Angkasa menutup pintu kamar mandi dengan keras hingga Feli terlonjak kaget.
"Yatuhan,,, kenapa dengan laki-laki itu? " Bingung Feli memilih untuk keluar setelah menyiapkan baju ganti untuk Angkasa.
Gadis itu berniat turun kebawah untuk membantu mamah memasak karena semenjak uang datang kerumah ini ia belum pernah memasak dan membantu mamah memasak.
Angkasa sendiri merasa dirinya selalu bersikap tak wajar saat berada dengan gadis itu, selalu keluar dari dirinya yang biasa saat bersama dengan Feli.
"Kenapa aku melakukan itu? Apa aku sudah gila? "Angkasa merutuki kebodohan karena membuka bajunya didepan Feli begitu saja.
" A,, ada yang bisa Feli bantu mah? "Feli mencoba untuk memberanikan diri menanyakan langsung kemamah walaupun ia sendiri sadar sejak ia turun dari kamar saja mamah sudah menatap sinis kearah nya.
__ADS_1
Mamah diam saja seolah tak menganggap Feli ada disana, Feli sendiri sadar bahwa kebencian mamah kepadanya ternyata belum juga reda.
" Mah, biar Feli yang mengupas nya. "Feli mencoba untuk meraih kentang yang hendak dikupas oleh mamah itu.
Bugh,,
Mamah menepis dengan keras tangan Feli hingga gadis itu tersentak sedemikian kaget karena perlakuan mertuanya itu, ia sangat bingung bagaimana cara memenangkan hati mamah agar bisa bersikap baik padanya. Saat mamah selalu berbicara tentang Feli yang tak pernah turun tangan membantu nya menyelesaikan pekerjaan rumah dan kini Feli hendak membantu malah diperlakukan seolah tidak ada. Feli harus bagaimana lagi?.
" Biar Feli bantu pegangin mah? "Feli mendekat kearah mamah yang hendak menuangkan air panas itu namun mamah yang tidak suka langsung mendorong Feli hingga air panas itu mengenai tangan Feli.
" Akhh,, "sangat panas dan perih Feli rasa.
" Lihatlah itu karma karena kamu bersikap caper begitu, dasar gadis tidak tahu diri. Kalau sudah lihat saya tidak ingin diganggu harusnya kamu diam saja jangan banyak ulah. "
Feli menahan rasa perih itu dan mencoba untuk tersenyum kearah mamah.
"Feli hanya ingin membantu mah, maafkan Feli kalau mamah merasa terganggu. "
"Dengan kehadiran mu dirumah ini saja sudah sangat mengganggu asal kamu tahu. Gara-gara mu langit jadi berubah. " Mamah terlihat marah bukan main.
"Kamu masak saja sendiri, " Ucap mamah meninggalkan Feli yang masih menahan perih ditangan nya itu.
"Akh,,, sangat perih. "
"Loh mbak kenapa? Tangan mbak kenapa? " Vania panik karena melihat tangan Feli yang memerah itu.
"Gak kok heheh, mbak cuma kepercikan air panas aja tadi. " Senyum Feli terlihat sangat dipaksakan.
"Percikan gimana mbak, itu keliatan banget parah gitu. Pasti ketumpahan kan mbak? " Vania langsung memeriksa keadaan Feli.
Sudah bersusah payah la membujuk Feli untuk segera diobati namun, Feli selalu menolak dan berkata hendak memasak saja. Karena waktu makan malam juga sudah mulai tiba sedangkan masakan belum juga ada yang disajikan.
"Nanti saja mbak obatin setelah memasak,waktu makan malam sudah mulai tiba. " Feli masih saja fokus memasak.
Vania yang merasa khawatir langsung berlalu menuju kamar Angkasa yang berada diatas itu.
Angkasa sendiri sejak tadi hanya duduk diatas kasur sembari mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran nya yang sedikit kacau akhir akhir ini. Ia sering dibuat bingung dengan dirinya sendiri.
"Kenapa tangan nya lembut sekali tadi? Dan aku seperti disetrum aliran listrik saat memegang tangan nya. " Gumam Angkasa.
"Tidak-tidak, lembut apanya? Kasar begitu kok. Mikir apa sih kamu huh? " Kesal Angkasa yang tidak bisa berdamai dengan pikiran nya sendiri.
__ADS_1
"Mas, aku masuk yah? " Vania yang langsung membuka pintu kamar milik Angkasa.
"Ada apa nih si cengeng dateng kekamar Mas? Kangen hmmm? " Goda Angkasa saat melihat Vania sudah ada didepan nya.
"Issh bukan saatnya bercanda Mas, gawat banget ini... " Vania dengan wajah paniknya.
"Gawat kenapa hmm? "
"Mbak Feli ketumpahan air panas tapi gak mau aku ajak ngobatin, Mas sana gih obatin nanti keburu parah dan perihnya bisa menjadi-jadi loh. " Vania benar-benar khawatir.
Angkasa sebenarnya ingin mencoba untuk tidak perduli karena mottonya adalah penderitaan Feli adalah kebahagiaan baginya. Namun, ia harus tetap berperan sebagai suami yang baik dan perhatian dihadapan anggota keluarga termasuk Vania. Ia tak mau citranya sebagai anak baik hilang begitu saja.
"Iih Mas, kok malah diam aja sih? Ayo kebawah obatin tangan mbak Feli. " Vania menarik tangan Angkasa dengan paksa hingga mau tak mau Angkasa harus ikut.
Ia benar-benar sangat tidak ingin mengobati tangan gadis itu, sia-sia dong dia nyakitin kalau dia sendiri yang ngobatin.
"Tuh mas, mbak Feli malah ngotot masak saat tangannya ketumpahan air panas. "
"Mbak masaknya udahan dulu kita obatin tangan mbak dulu. "
"Mbak gakpp kok sayang, waktu makan malam sudah tiba dan masakan belum juga disajikan. "
"Mas kok diam aja sih? Ayo dong dibujuk mbak Feli nya. Ihh gak peka banget sih, " Kesal Vania melihat Angkasa yang hanya diam saja memperhatikan Feli yang sedang memasak itu.
"Bahkan saat memasak pun ia terlihat sangat cantik, apa dia tidak memiliki sisi jelek yah? Kenapa apapun yang ia lakukan ka terlihat sangat sempurna. " Batin Angkasa.
"Hah? Mikir apa sih kamu huh? Gak-gak. " Angkasa lagi-lagi berdebat dengan isi pikiran nya sendiri.
"Mas,, " Senggol Vania kesal kearah Angkasa.
"Eh,, eh iya? "
"Mas kenapa sih malah bengong? Cepat gantiin mbak Feli masak biar Vania aja yang ngobatin luka bakar mbak Feli, Vania anggota UKS disekolah. " Vania dengan lembut menarik Feli menuju sofa walaupun awalnya Feli menolak.
Dan mau tak mau Angkasa menggantikan Feli memasak dan memang Angkasa mahir dalam hal itu.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Jadi gimana mas langit yang terhormat? Milih dendam apa cinta nih?.
Jangan lupa like, komen dan vote yah mam teman.
__ADS_1
See you guys 🌺