Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
77. Benarkah ini?


__ADS_3

...🍃Soundtrack #i'll go to you like the first snow-ailee🍃...


...🌾🌾Bersabar adalah kata kunci dari semua kebahagiaan yang sedang dalam perjalanan menghampiri mu🌾🌾...


           Hari demi hari telah berlalu lamanya, hubungan antara Feli juga Angkasa semakin harmonis saja karena cinta yang Angkasa taburkan sungguh tidak kurang walaupun hari terus saja berjalan bahkan rasa cintanya semakin tak tertandingi dan kian bertambah persentase nya.


Feli benar-benar merasa seolah dialah gadis paling beruntung di dunia ini, laki-laki yang ia cintai sejak beberapa tahun lalu yang sempat menghilang kini benar-benar menjadi miliknya dan begitu menyayangi nya.


"Ngg,, eugh. "


Seseorang menggeliat dari Balik selimut dan mengeluarkan perlahan kepalanya.


"Sudah jam berapa ini? " Feli melihat sekeliling kamar mencari keberadaan jam dinding dengan mata yang masih sedikit kurang fokus karena baru bangun.


"Hmmm masih jam 06,syukurlah."


Feli melihat kearah tepat disamping nya dan disana Angkasa sedang terlelap sangat nyenyak dengan wajah damainya.


Feli tersenyum melihat kearah wajah laki-laki itu, ia usap pelan wajah halus itu hingga sang empu sedikit bergerak gusar.


Karena takut membangunkan tidur Angkasa ia langsung menjauhkan tangannya namun ditahan oleh laki-laki itu.


Dengan satu putaran kini Angkasa sudah berada diatas tubuh gadis itu, mata mereka bertemu dan saling menatap dalam.


Semakin dekat dan semakin dekat bibir mereka sudah hampir saja menyatu namun, Feli menjauh tiba-tiba dan mendorong bibir suaminya itu.


"Kenapa sayang? " Bingung Angkasa.


"Kan aku udah bilang mas, aku gak mau ciuman kalau gak sikat gigi dulu. " Feli hendak bangkit dan mendorong pelan tubuh Angkasa.


Namun, tetap saja kekuatan Angkasa benar-benar bukan tandingan Feli hingga kini laki-laki itu benar-benar mengunci tubuh Feli dalam tindihan nya.


"Aku tidak perduli apakah kamu belum sikat gigi atau bahkan belum sayang, bagiku saat bangun tidur dan kapanpun kamu tetap menjadi gadis yang sangat cantik dan bibir mu tetap menggoda ku. "


Sebelum Feli menjawab ucapan Angkasa laki-laki itu sudah lebih dulu membungkam bibirnya sembari mencari pengait bra istrinya itu.


"Mash,, akhh. " Feli hampir dibuat gila karena ulah Angkasa yang mengeksploitasi bagian bawahnya dengan memasukkan jarinya disana hingga maju mundur.


"Mashh,, jangan digituin, " Feli merasa kesal karena ulah Angkasa.


"Maunya gimana hmm? Maunya gini yah sayang? " Angkasa dengan lembut mengusap area itu hingga Feli menggelinjang kenikmatan.


"Akhh,, mashh jangan gitu, jangan nyiksa gitu mashh,, akhh. "


Angkasa tersenyum lalu mencium bibir Feli dengan pelan "Maunya gimana sayang? Maunya gini yah? " Angkasa mengeluarkan sesuatu dari dalam boxer nya lalu menggesek nya kebagian intim feli hingga gadis itu menggigit bibir pelan sembari sedikit menggelinjang dan meremas rambut Angkasa.


"Bagaimana sayang? Kamu suka? " Angkasa membuat Feli merasa kenikmatan hingga berkali-kali melenguh dan melakukan pelepasan.


Setelah pergulatan panas tadi pagi kini Feli dan Angkasa sedang bersantai didalam kamar karena hari ini hari libur dan Angkasa memutuskan untuk berduaan dengan Feli didalam kamar.

__ADS_1


"Apa mas tidak bosan? " Feli bertanya sembari melihat kearah Angkasa yang sedang bersandar di tepi kasur begitu juga dengan Feli yang memeluk badan Angkasa.


Angkasa menggeleng dengan senyuman nakal " Mas tidak bosan sayang kalau ada kamu disamping ku, terutama kalau kita melakukan hal panas seperti tadi pagi, "Ucap Angkasa membuat Feli kaget.


" Mas mesum banget sih, padahal baru aja tadi pagi kita lakukan masa udah mau lagi? "


"Mas akan terus mau sayang kamu aja yang gak tahan hahaha. "


Feli berpura-pura tidak mendengar nya saja karena ia sangat malas kalau laki-laki itu sudah mulai membahas hal-hal mesum seperti itu.


"Sayang, kamu emang gak mau gitu kayak tadi pagi? " Angkasa memegang bahu Feli memutar tubuh gadis itu hingga kini mereka saling berhadapan.


Feli memutar bola mata jengah karena Angkasa sungguh sudah masuk tingkat tidak tertolong kemesuman nya.


"Bukannya aku gak mau mas, tapi kan kita baru aja lakuin nya tadi pagmpph,, "


Bibir Feli lagi-lagi dibungkam oleh Angkasa hingga Feli memilih pasrah saja, suaminya sangat mudah bergairah saat sedang bersama nya.


Tok


Tok


Pintu diketuk dari arah luar hingga aktivitas Angkasa juga Feli mau tidak mau  harus berhenti sampai disitu.


"Mas,, mbak,, tolong buka pintunya. Ada berita penting banget, mamah nyuruh aku buat manggil mbak Feli. " Teriak Vania sekeras mungkin takut kedua manusia itu tidak mendengar nya dari dalam.


Buru-buru Feli membenarkan posisi bajunya juga penampilan nya yang sempat berantakan itu, ia melirik sekilas kearah Angkasa yang merengut kesal itu.


"Ada apa sayang? " Tanya Feli pelan.


"Ayo ikut aku mbak kebawah mamah bilang ada berita penting saat ini disiarkan di televisi. "


Feli mengikuti langkah Vania yang menarik tangannya menuruni tangga.


"Hati-hati Vania! Nanti kamu juga mbakmu jatuh, " Ucap Angkasa khawatir padahal tadi ia sedang kesal. Apakah sudah lupa?.


Sampai di depan televisi mata Feli terbelalak kaget saat melihat berita yang menunjukkan kisah hidupnya. Belum lagi beberapa foto keluarga nya diperlihatkan.


"Ke,, kenapa ada foto keluarga ku di,, disana? " Feli terlihat linglung dengan mata berkaca-kaca.


Angkasa menarik bahu Feli dan mendekapnya dengan erat "Mas,, kenapa ada foto mamah papah juga kak Jodi disana? " Air mata Feli hampir saja tumpah namun ia kembali dialihkan saat pewarta berita sedang berbicara saat ini.


"Baiklah hari ini kita akan mengungkap kembali kasus pembunuhan beberapa tahun yang lalu yang telah merenggut nyawa keluar dari pak Harun. " Ucap pewarta tersebut dengan pelan.


"Ke,, kenapa kasus itu dibuka kembali? Aku,, aku tidak mengerti. " Feli kepalang dengan wajah sangat khwatir.


Angkasa hanya diam saja begitu juga dengan mamah dan vania yang mendengarkan dengan seksama. Dengan lembut Angkasa mendekap Feli yang mulai bergetar itu.


"Tragedi tragis itu sempat melibatkan seorang gadis SMA sebagai tersangka utama dan bahkan sempat ditahan dan gadis itu tidak lain adalah anak dari pak harun juga buk Leni yang meninggal dunia pada hari yang sama dengan luka yang sama. Dan belum lama ini gadis itu dibuktikan tidak bersalah oleh seseorang yang saat ini sudah ada distudio untuk melakukan wawancara dengan saya. "

__ADS_1


Feli yang mendengar itu semakin mendekat kearah televisi ingin melihat siapa orang dibalik bebasnya Feli.


Mamah terlihat sangat antusias begitu juga dengan vania juga Angkasa yang kembali mendekat kearah Feli dan memegang tangan nya lembut.


"Ma,, mas Fahdan? "


"Fahdan? "


Feli serta Angkasa bingung kenapa laki-laki yang bernama Fahdan itu ada disana saat ini. Apalagi beberapa hari terakhir ini ia dan Feli tidak pernah lagi saling menghubungi.


"Baiklah saat ini kita sudah bersama dengan salah satu anggota keluarga dari Pak harun yaitu dengan saudara Jodi benar? Ah saat ini sudah mengganti namanya menjadi Fahdan benar? " Tanya pewarta itu dengan pelan dan Fahdan menganggukkan kepala dengan pasti.


Feli langsung terjatuh karena kaget dengan apa yang ia dengar saat ini. Bagaimana mungkin Fahdan adalah kakaknya, ia memang merasakan kenyamanan dari seorang kakak saat sedang bersama Fahdan. Tapi,, tidak mungkin Fahdan adalah jodi kakaknya.


"Seperti yang kita lihat dari beberapa foto yang saat ini sedang kami perlihatkan. Wajah dari jodi beberapa tahun lalu sungguh berbeda dengan jodi yang sekarang ini. Bisakah saudara jelaskan kenapa wajah dan identitas saudara berubah drastis seperti ini? "


Fahdan terlihat sangat sedih namun dengan senyuman ia mengangguk.


"Hari dimana aku meninggalkan rumah untuk mencari pertolongan. Malam sangat gelap dan juga lampu mati, saat aku hendak keluar aku melihat pembunuh itu hendak masuk lagi kedalam kamar. Disana ada adikku yang sedang bersembunyi dibawah tempat tidur. Dengan terpaksa aku mengalihkan perhatian pembunuh itu dengan menjadikan diriku sebagai umpan. Saat pembunuh itu melihat ku, ia mengejarku hingga aku tertabrak sebuah mobil. Aku sadar setelah tragedi itu wajahku sangat hancur dan aku tidak ingat apapun. Orang yang menabrak ku kebetulan adalah sepasang suami istri yang baik hati. Mereka merawatku dengan senang hati menganggap ku sebagai putra mereka. Dan tak lama aku mulai mengingat semua nya, aku meminta tolong kepada mereka  untuk merubah wajahku yang sudah hancur itu dengan wajahku yang sekarang. Dan dengan bantuan mereka aku bisa menyelidiki pelaku dibalik perginya mamah juga papah malam itu. " Fahdan bercerita dengan wajah datar tapi matanya sedang memerah saat ini.


"Aku mulai menyelidiki beberapa orang yang kemungkinan membenci keluargaku, membenci kesuksesan papah. Dan aku bisa menemukan sebuah titik terang dimana aku menemukan bukti bahwa bukan adikku lah pelakunya. Dia hanya di kambing hitam kan oleh beberapa pihak tertentu,, di,,, dia sudah banyak menderita selama ini. " Air mata Fahdan sudah tak bisa ia tahan karena mengingat kehidupan Feli sungguh hancur.


"Adikku bebas dari penjara dan aku dituntut untuk mencari bukti yang lebih jelas agar pelaku sebenarnya tertangkap. "


"Apakah benar pelaku tersebut merupakan seorang kenalan dari keluarga kalian? "


Fahdan melihat kearah kamera hingga kini Feli yang sedang menangis itu melihat kearah televisi.


"Feli adikku, kakak tahu kamu akan terkejut saat mendengar ini. Kakak juga awalnya sangat tidak yakin namun semua bukti mengarah padanya. Yang berniat membunuh kami sekeluarga adalah seorang tukang kebun yang sudah lama berhenti dari rumah dengan alasan pindah kampung. Kami menganggap nya sebagai kerabat kami tapi ternyata ia membenci kami hingga tega melakukan hal itu. "


Feli semakin menangis keras karena mendengar kebenaran ini. Hatinya campur aduk dan ia benar-benar tidak mengerti saat ini.


"Apakah ada yang ingin saudara sampai kan? "


"Feli, adikku! Maafkan kakak karena sudah terlambat untuk menepati janji kakak. Maafkan kakak karena sudah hidup dengan baik, maafkan kakak karena sudah membiarkan mu hidup dalam kesedihan dan maafkan kakak,, hiks,, Maafkan kakak karena membuat mu kecewa. " Air mata sudah tidak bisa lagi ditahan oleh Fahdan.


Angkasa masih syok dan memeluk Feli dengan erat sementara gadis itu terus saja menangis keras.


"Hiks,, hiks,, "


Vania juga ikut menangis serta mamah yang tak bisa menahan air matanya lagi.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Wahhh aku kaget Banget pas tau kalau mas Fahdan adalah kak jodi.


"Apaan sih thor, elu yg ngetik masa elu yang kaget sih? " Readers.


"Yahh namanya juga pura-pura wkwwk, " Author.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺


__ADS_2