
...🍃Soundtrack #It's you-Baekhyun EXO 🍃...
...🌾🌾Hal-hal diluar dugaan memang sangat sering terjadi baik itu kabar baik atapun kabar buruk. Semua begitu membingungkan🌾🌾...
Feli masih saja menangis tersedu-sedu dilantai melihat berita yang menunjukkan wajah kakaknya yang kini sudah sangat jauh berbeda dengan kakaknya yang ia kenal dahulu.
"Hiks,, mas,,, kak Jodi, " Ucap Feli dengan mata memerah dan air mata mengalir deras sekali.
"Iya sayang, kakak mu masih hidup. " Angkasa juga masih sangat tidak menyangka dengan ini.
Tiba-tiba Feli bangkit dengan keadaan yang sangat tidak stabil, hingga Angkasa ikut berdiri dengan khawatir.
"A,, aku ingin bertemu dengan kak Jodi mas, aku,, aku sangat merindukan nya. "
Angkasa langsung menahan tangan Feli karena ia melihat dan merasakan kalau saat ini Feli sedang kepalang dan tidak sadar. Ia takut terjadi sesuatu dengan Feli belum lagi wajahnya sangat pucat dan terlihat sangat lesu.
"Sayang, iya kita akan pergi mencari kak Jodi. Tapi lebih baik kita hubungi saja dulu. Kamu tenanglah sayang. Mas jadi khawatir kalau kamu seperti ini, "ucap Angkasa memegang bahu Feli yang semakin menangis itu.
Feli hanya menangis kemudian menggeleng " Hiks,, aku sangat merindukan kak Jodi mas, aku mohon bawa aku menemuinya. "
Angkasa masih terus saja menghubungi nomor ponsel milik Fahdan namun tidak aktif sama sekali.
"Kenapa tidak aktif? Apa dia mengganti nomor nya? " Angkasa semakin panik saja karena Feli sudah sangat ingin bertemu dengan nya. Dan Angkasa faham betul perasaan istrinya itu.
"Mas,, kita kerumah kak Jodi saja, aku,, yakin dia ada disana. " Feli sudah tidak sabaran karena rasa rindu yang tertimbun dari tahun ke tahun hingga ia tak bisa mengungkapkan rasa rindu itu lagi.
Hal yang paling ia sesalkan adalah selama beberapa saat terakhir ini ia pernah dekat dengan sosok kakaknya tapi ia malah gagal mengenalinya. Ia tak sadar sama sekali kalau fahdan adalah kakaknya Jodi, walaupun ia sebenarnya sedikit menemukan beberapa petunjuk tetap saja ia gagal mengenali kakaknya sendiri.
Angkasa langsung menganggukkan kepala dan menggenggam tangan Feli.
"Mah aku sama Feli pergi sebentar nyari kak Jodi, " Ucap Angkasa pelan dan dibalas anggukan oleh mamah nya.
"Hati-hati sayang, kalau ada apa-apa kabari mamah. Papah juga lagi dalam perjalanan mau pulang karena dengar berita ini. " Mamah masih saja menangis sebenarnya.
Ia merasa sangat bersalah pada Feli selama ini, ia tidak lupa sama sekali bagaimana ia bersikap sinis dan menghina Feli berkali-kali hanya karena gadis itu pernah menjadi seorang tahanan. Padahal gadis itu sudah banyak sekali mendapatkan derita selama hidupnya.
__ADS_1
Ia tidak lupa bagaimana Feli selalu saja mencoba untuk tegar saat ia dengan kasarnya menghakimi Feli dengan beberapa argumennya yang sangat sarkastis itu.
Angkasa dan Feli sudah meninggalkan pekarangan rumah dengan menaiki mobil milik Angkasa.
"Tenanglah sayang, mas jadi khawatir. "
Feli masih saja menangis karena tidak tahu bagaimana perasaannya kini, apakah ia terlalu bahagia karena berita ini atau bahkan khawatir kalau ini hanya ilusinya saja.
"Hiks,, apa ini nyata mas? "
Angkasa dengan pelan memegang tangan Feli sembari tangan sebelah lagi menyetir dengan seksama.
"Dengarkan mas sayang, ini adalah kenyataan dan bukanlah mimpi. Kamu akan berbahagia kedepannya sesuai dengan harapan mas. Kita akan bertemu dengan kak Jodi sebentar lagi kita akan sampai. "
Angkasa membuka pintu mobil saat sudah sampai di depan rumah fahdan yang ternyata itu adalah kakaknya Feli yakni Jodi.
"Mas kenapa pintunya terkunci hiks,, kemana kak Jodi? " Feli semakin histeris saja dan tentunya itu membuat Angkasa semakin khawatir.
"Sayang kamu tenang dulu yah, jangan menangis lagi nanti kamu jadi sakit. Mas akan cari dimanapun kak jodi, " Ucap Angkasa dengan penuh harap agar Feli menyudahi tangisannya itu.
"Mas,, hiks,, aku pasti sedang bermimpi kan? Kenapa terasa sangat nyata tadi? " Feli terlihat sangat frustasi karena sampai kini ia belum juga bertemu dengan kakaknya.
Angkasa jongkok dihadapan Feli dengan memegang tangan Feli. Kini mereka kembali kedepan rumah Jodi dan duduk disana menunggu kedatangan Jodi yang sudah mereka cari-cari tidak kunjung ketemu itu.
"Sayang, ini bukanlah mimpi. Kita tunggu saja sebentar lagi, mungkin kak Jodi akan segera datang. " Angkasa tersenyum hangat lalu mencium tangan Feli kemudian membawa gadis itu kedalam dekapannya.
"Mas aku sudah sangat merindukan nya, " Lirih Feli dengan sesekali sesegukan karena terlalu banyak menangis tadi.
"Mas tau sayang dan Mas yakin kak Jodi juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kamu rasakan. Jangan menangis lagi yah kamu membuat Mas jadi khawatir. "
Feli mengeratkan pelukannya diperut Angkasa yang kini mengelus pelan punggung Feli yang masih saja sesegukan itu.
Ia tahu saat ini Feli sangat kaget dan begitu terkejut karena tiba-tiba saja ia diberikan kabar ini. Namun, ia tahu Feli sudah sangat lama menantikan moment seperti ini dalam beberapa tahun ini.
Angkasa juga semakin menarik Feli kedalam dekapannya seolah Feli adalah seorang anak kecil yang merindukan pelukan hangat.
__ADS_1
Tiba-tiba saja panggilan masuk ke ponsel milik Angkasa.
"Halo mah, " Sapa Angkasa masih dalam keadaan memeluk Feli.
"Kalian dimana sekarang? " Tanya mamah begitu khawatir.
"Kami sedang berada didepan rumah milik kak Jodi mah, " Ucap Angkasa dengan lesu begitu juga dengan Feli yang kembali mewek itu.
"Apa kalian sudah bertemu? Mamah sangat khawatir karena kamu sejak berangkat tadi belum juga mengabari mamah. Kami disini sangat khawatir sekali, " Ucap mamah dan Angkasa juga bisa menebak itu dari nada bicara mamahnya.
Angkasa lagi-lagi mendengus pelan.
"Belum mah, kami belum bertemu dengan kak Jodi. Kami menunggunya disini siapa tahu ia akan datang, " Ucap Angkasa pelan.
Mamah ikut menghembuskan nafas dengan berat karena ia mengira mereka sudah bertemu dengan Jodi.
"Baiklah nak, mungkin sebentar lagi nak jodi akan pulang. Kamu jaga menantu mamah yah jangan biarkan dia terus-terusan menangis. "
"Iya mah, "
Setelah panggilan itu ditutup Angkasa kembali mencoba menenangkan Feli yang lagi-lagi menangis itu.
"Ka,, kak Jodi? " Feli yang tak sengaja melihat kearah belakang langsung bangkit berdiri karena melihat kedatangan fahdan yang merupakan kakaknya Jodi.
Dengan cepat Feli menghambur kedalam pelukan kakaknya yang dengan mata memerah dan air mata mengalir langsung membalas pelukan itu.
Angkasa sendiri hanya diam saja menunduk membiarkan Feli dan jodi saling melepaskan rindu.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Aaaa aku kasian banget liat Feli sama jodi, gak tau kenapa kayak ikut ngerasain yg mereka rasain.
Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.
See you guys🌺
__ADS_1