Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
58. Puas kamu?


__ADS_3

...🍃Soundtrack #wedding dress-taeyang(bigbang) 🍃...


...🌾🌾Hal paling membuat ku kecewa adalah saat kamu hanya diam saja membiarkan aku terlihat seperti orang bodoh disini🌾🌾...


... ...


      Sejak melihat foto milik Angkasa saat laki-laki itu masih kecil hingga SMA. Feli sangat kaget dengan kebenaran diluar dugaan nya itu. Kenapa ia sampai tidak sadar bahwa laki-laki yang menjadi suaminya itu adalah laki-laki yang ia tunggu sejak lama sekali.


"Mah, aku keatas dulu yah. " Feli tersenyum dengan foto ditangan nya itu.


"Loh, kamu sudah merasa balikan? " Tanya mamah dengan pelan.


Dengan senyuman dipaksakan Feli mengangguk" Sudah mah, aku ke kamar yah. "Feli


" Iya naiklah, bawa foto langit sekalian juga gakpp mamah masih punya banyak foto suamimu disini. "


Feli tersenyum lalu berjalan keluar dari kamar mamah, dengan langkah gontai ia merasa beban dalam benaknya semakin bertambah saja. Pikirannya semakin kacau.


Dulu, ia sangat sering membayangkan bagaimana reaksinya saat tahu dan bisa bertemu dengan langit laki-laki yang sudah lama ia tunggu. Apakah ia akan senang karena penantian nya telah usai atau bahkan sebaliknya Karena mengingat perbuatan nya yang dahulu begitu tega memperlakukan langit sangat tidak wajar hingga laki-laki itu memilih pergi.


"Kenapa mas Angkasa diam saja? Kenapa ia  tidak mengatakan yang sebenarnya? " Bingung Feli masih melihat foto di dalam genggaman nya itu.


"Apa alasannya menikahiku? Kenapa dia diam saja dan melihat ku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa? " Feli terus saja mengeluarkan banyak sekali pertanyaan dalam benaknya.


Hingga ia mulai tersadar bahwa laki-laki itu pertama berhubungan  serius dengan nya sejak insiden rentenir dan seluruh hutang Feli tiba-tiba dibayar oleh Angkasa.


"Pasti dia melakukan itu sengaja membuat ku terlihat menyedihkan dihadapannya. " Feli merasa menemukan alasan dibalik semua rahasia Angkasa ini.


"Jadi? Segala perlakuan nya yang tiba-tiba berubah setelah kami menikah baik itu setiap kata-kata kasar juga makian, dan ia bahkan mengurungku sampai tengah malam adalah tindakan balas dendam nya? " Tebakan Feli tepat pada sasaran.


Feli sangat yakin dengan opininya itu. Ia tidak marah sama sekali, ia hanya malu karena ia sama sekali bukanlah orang yang pantas memperlakukan Angkasa seperti itu dahulu.


"Aku harus bagaimana setelah ini? Aku sungguh tak akan sanggup lagi bahkan untuk melihat wajahnya. Aku malu dan aku merasa sangat bersalah padanya. " Feli bingung dengan situasi saat ini.


"Kenapa bapak terlihat sangat semangat hari ini? " Radon yang mengikuti Angkasa memasuki lift untuk turun kebawah.


Angkasa tersenyum karena membayangkan banyak sekali reaksi senang dari Feli saat tahu bahwa laki-laki yang sudah lama ia tunggu adalah Angkasa yang merupakan suaminya sendiri.


"Adalah, kamu juga hari ini libur saja. Saya akan pulang kerumah dan kamu pergilah keluar dengan pacarmu. " Angkasa tersenyum meninggalkan sebuah card ditangan Radon.


Radon sampai bingung dibuat oleh Angkasa yang tiba-tiba moodnya baik dan juga sangat dermawan sekali.

__ADS_1


"Terima kasih pak! " Ucap Radon keras dan Angkasa hanya mengangguk saja lalu berjalan menuju mobilnya.


Ia mengendarai mobil dengan suasana hati yang sangat bahagia, karena ia juga tidak sabar mengklaim cintanya kepada Feli saat ini ia sudah merasa PD untuk bertemu dengan Feli sebagai seorang laki-laki yang mencintai gadis itu. Karena saat SMA ia sudah mempersulit hidup Feli dengan pilihan yang sangat membuat Feli terlihat buruk itu. Belum lagi ia juga sempat memperlakukan Feli secara tidak wajar karena kesalahpahaman itu. Kini ia sungguh akan membuat Feli menjadi gadis paling bahagia di dunia.


"Aku akan membuat nya merasa bahagia dan akan selalu mencoba yang terbaik untuk nya. " Gumam Angkasa masih dengan wajah tersenyum.


Dengan semangat ia memasuki rumah yang saat ini sedang sepi itu, mungkin mamah sudah tertidur dan Vania belum pulang dari tempat les. Papah juga masih sibuk dengan urusan bisnisnya.


Pintu ia buka dengan perlahan dan wajahnya tersenyum sangat lebar melihat punggung Feli dari belakang karena gadis itu membelakangi pintu.


"Aku pulang! " Ucap Angkasa dengan senyuman cerah.


Feli bangkit dan melihat kearah Angkasa yang masih tersenyum itu. Sedangkan Feli hanya diam saja mematung melihat kearah Angkasa.


Angkasa bingung dengan tatapan Feli namun ia malah dibuat kaget dengan tangan Feli yang memegang fotonya itu.


"I,, itu? "


"Ini apa mas? Foto kamu waktu muda? Sepertinya tidak asing untuk ku. " Feli membuka suara dengan wajah kesal dan mata memerah berair.


Banyak yang ia rasakan saat ini, haru, kesal, marah dan juga malu semua beradu dalam benaknya.


Plak,


Tiba-tiba saja ucapan Angkasa terhenti karena Feli melayangkan sebuah tamparan di pipi kanan Angkasa.


"Hiks,,, "


"Fe,, Feli? Kenapa kamu menangis? "


Feli meremas kuat bajunya karena sangat tidak percaya dengan kenyataan ini.


Angkasa mendekat dan mengangkat dagu Feli hingga kini ia bisa melihat wajah gadis itu yang penuh dengan air mata.


"Kenapa kamu menangis? " Tanya Angkasa dengan pelan dan dengan wajah khawatir.


Feli memukul dada Angkasa dengan keras beberapa kali dan Angkasa hanya diam saja, ia membiarkan Feli memukuli nya hingga gadis itu merasa tenang.


"Hiks,, kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak memberitahu ku bahwa kamu adalah dia? Aku... Hiks... " Feli masih saja memukuli dada Angkasa sangat kuat.


Angkasa mencoba untuk menenangkan Feli dengan memeluknya namun langsung ditepis oleh gadis itu.

__ADS_1


Feli menghapus air matanya dengan kasar lalu menjauh dari Angkasa.


"Aku tidak pernah merindukan mu, aku tidak benar-benar merindukan mu! Apa kamu puas telah membuat ku terlihat sangat bodoh selama ini? Apa kamu puas telah membalas segala perbuatan ku dulu? " Feli dengan menahan air matanya.


Angkasa kaget dengan ucapan Feli yang langsung menyerang titik pusat nya. Ucapan Feli memang ada benarnya. Laki-laki itu awalnya menikahi Feli hanya dengan alasan balas dendam sebelum ia tahu kebenaran yang sesungguhnya. Tapi, sebelum Feli melihat foto itu Angkasa sudah lebih dulu memiliki niat untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Kamu salah faham, aku bisa jelasin semuanya! "


"Gak ada lagi yang perlu dijelasin. " Feli menjauh saat Angkasa mencoba untuk mendekat.


"Katamu kamu merindukan ku, katamu kamu menunggu kedatangan ku, dan katamu kamu mencintai ku hingga tidak bisa membuka hatimu untuk yang lain. " Angkasa dengan penuh harap.


Feli tersenyum miris, bagaimana bisa Angkasa diam saja saat Feli berbicara seperti itu, apa laki-laki itu menertawakan nya saat itu?.


"Aku tidak pernah tulus mengatakan itu, apa kamu lupa gadis seperti apa aku? Bagaimana mungkin aku mencintai orang yang sangat aku benci? Bagaimana mungkin aku mencintai orang yang aku bully? " Air mata Feli mengalir deras setelah mengatakan itu.


Hatinya hancur karena kenyataan pahit ini, saat ia mengatakan ingin bertemu dengan langit ia berbohong ia sebenarnya malu dan takut untuk bertemu. Rasa bersalahnya sangat dalam hingga tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Enggak,, kamu berbohong! Kamu pasti punya alasan melakukan itu semua. " Angkasa mencoba untuk membujuk Feli.


"Iya, alasan ku adalah karena aku membencimu! Aku tidak bisa lagi berpura-pura menjadi istri mu. Aku tidak mau lagi melihat wajahmu itu, aku benci dengan wajah itu hiks,, " Feli hendak keluar namun ia berhenti sejenak.


"Aah masalah hutangku, aku akan mencoba segala cara untuk melunasi nya jadi jangan bepikir aku akan melarikan diri seperti kamu dahulu. " Feli keluar dengan menutup pintu pelan karena ia tak ingin menjadi pusat perhatian seluruh anggota keluarga.


Ia bernafas lega saat ini tidak ada orang yang melihat nya keluar dari rumah.


Air matanya mengalir deras karena merasa bersalah kepada langit,melihat wajah laki-laki itu membuat ia semakin merasa bersalah hingga tak berani untuk melihat laki-laki itu.


"Hiks,, aku benci dengan kenyataan ini. Kenapa? " Feli menangis diterik panas itu.


Belum lagi kepalanya masih terasa pusing semakin pusing karena kemelut pikiran nya yang semakin menjadi-jadi.


Hingga beberapa saat ia mulai merasakan hilang keseimbangan dan semua terasa gelap dan ia mulai tak sadar kan diri.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Kalau aku jadi Feli juga aku gak bakal berani liat wajah mas langit, aku malu dan sangat merasa bersalah tanpa sebab.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2