Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
54. Rindu mamah.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #ephypani-jin(bts)🍃...


...🌾🌾Mencintai bukan berarti memiliki, sedangkan memiliki belum tentu juga dicintai 🌾🌾...


        Sampai kini Feli belum juga sadarkan diri, Angkasa semakin khawatir karena itu. Baginya ini murni kesalahannya dan ia sangat tidak pantas untuk dimaafkan.


"Papah ke kantor sebentar yah mah, pak Heru terus saja menelpon sejak tadi. Kalau menantu sudah sadar mamah kabari papah yah? " Papah berlalu.


"Apa kamu juga tidak ada urusan dikantor? " Tanya mamah pelan.


"Aku tidak bisa memikirkan itu untuk saat ini mah, aku hanya mengkhawatirkan Feli. " Angkasa melihat kearah Feli yang masih memejamkan mata itu.


Mamah menggeleng dan memegang tangan Angkasa "Hei, pergi kemana langit yang sangat bertanggungjawab soal pekerjaan nya? Mamah ada disini untuk menjaga istri kamu. Kalau dia sadar mamah akan menghubungi mu. Pergilah biar mamah yang jagakan. "


Angkasa menggeleng lagi karena ini adalah kesalahan nya, ia ingin saat Feli terbangun ialah orang yang Feli lihat.


"Pergilah sayang, mamah benar-benar akan menjaga istri mu disini. Dia akan sangat malu jika bertemu dengan mu sekarang. " Mamah berbicara dengan pelan.


Angkasa sendiri bingung dan heran dengan mamahnya yang tiba-tiba perhatian terhadap Feli bahkan menawarkan diri untuk menjaga nya.


"Baiklah mah, langit memang ada rapat sebentar lagi. Kalau begitu langit permisi mah kalau ada apa-apa kabari langit secepatnya yah mah! " Angkasa dengan berat hati meninggalkan Feli dan sebelum itu ia mencium kening Feli sedikit lama.


"Mas pergi yah sayang, kamu cepatlah sadar mas sangat khawatir. " Angkasa berlalu setelah itu.


Mamah mendekat kearah Feli dan melihat dengan iba keadaan gadis itu, wajah halus dan cantik nya kini berubah menjadi lebam-lebam dan sudut bibir gadis itu terluka.


"Kenapa bisa separah ini?" Gumam mamah duduk di kursi tepat disamping Feli.


Mamah membayangkan jika sewaktu-waktu putri kecilnya diperlakukan seperti itu oleh orang lain maka ia akan sangat menderita dan serasa hampir mati karena itu, membayangkan nya saja sudah membuat ia sangat ketakutan.


"Kamu pasti sangat menderita selama ini? " Mamah mengelus pelan rambut Feli dan mengusap beberapa lebam diwajah gadis itu.


Selama ini ia sudah salah besar karena melampiaskan kekesalan nya dengan keputusan Angkasa yang tiba-tiba ingin menikah kepada Feli, ia tahu gadis itu adalah korban dalam kematian anggota keluarga nya. Tapi karena sikap mamah yang sedikit keras kepala ia selalu saja menjadikan itu sebagai alasan untuk menyingkirkan Feli.


Tapi, gadis itu selalu bersabar dengan semua perkataan, hinaan bahkan cacian yang dilontarkan mamah selama ini. Feli tetap menyapanya setiap pagi, menyalam tangannya saat keluar rumah dan saat datang meskipun sering kali tangan gadis itu ia hempaskan. Feli tetap mencoba tersenyum kearah mamah saat gadis itu sudah sering kali tersakiti karena sikap mamah.


"Maafkan mamah karena sudah membuat hidupmu lebih menderita lagi, " Ucap mamah memegang tangan gadis itu.


Air mata dan rasa bersalah mamah bercampur aduk karena sampai kini Feli belum juga sadar.


"Semoga semua penderitaan mu segera hilang dan hanya bahagia saja, " Ucap mamah mengelus surai hitam Feli.

__ADS_1


"Ma,, mamah? " Heran Feli saat tiba-tiba ia terbangun karena merasakan elusan dipucuk kepalanya.


Karena elusan itu terasa sangat nyaman dan mengingatkan ia kepada sosok ibunya yang selalu mengelus rambutnya saat ia sedang tertidur.


Mamah kaget dan melepaskan tangan nya dari Feli, ia menghapus bekas air matanya dan bersikap seperti biasa namun lebih lembut dari biasanya.


"Kamu sudah sadar? " Tanya mamah pelan.


"Tunggu sebentar biar mamah panggilkan dokter, " Ucap mamah buru-buru keluar memanggil dokter.


Sedangkan Feli Sangat kaget karena tiba-tiba ia sudah ada dirumah sakit dengan baju pasien belum lagi saat ini ia bersama dengan ibu mertuanya itu. Kalian tidak lupa kan betapa dinginnya hubungan mereka berdua.


"Mamah? " Feli kaget saat mamah menyebutkan kata mamah saat berbicara tadi.


Dokter datang dan memeriksa keadaan Feli "Ba, bagaimana keadaan putri saya dok? " Tanya mamah dengan cepat.


Feli masih saja belum terbiasa saat mendengar itu, ia menebak mamah berkata seperti itu pasti karena dihadapan dokter.


"Keadaan pasien sudah lebih membaik buk, hanya saja masih memerlukan istirahat beberapa hari ini. "


"Baik dok, Terima kasih. " Mamah kembali duduk setelah dokter itu pergi.


"Apa kamu merasakan sakit? " Tanya mamah dengan pelan melihat kearah Feli yang masih terlihat bingung itu.


"Ti,, tidak mah. A,, aku baik-baik saja, " Ucap Feli mencoba untuk tersenyum namun ada rasa sedikit perih di sudut bibirnya.


"Lihatlah wajah cantikmu ini, kenapa mereka tega melakukan ini padamu? " Mamah terlihat sangat khawatir.


Feli tak hentinya melihat kearah mamah dengan mata yang kini sudah mulai berair itu, ia seolah sedang diperhatikan oleh mamahnya sendiri walaupun ia sadar betul kalau mamah nya Angkasa tak akan pernah mau menerima kehadirannya dalam keluarga itu.


"Ah kamu pasti sangat kelaparan kan? Mari makan dulu tadi mamah sudah membeli bubur. " Mamah bangkit dan mengambil semangkuk bubur yang ada didalam penghangat makanan itu.


Mata Feli tak kunjung pergi dari arah mamah. Dengan bibir bergetar ia masih mencoba untuk tersenyum kearah mamah.


Mamah perlahan mengaduk bubur itu dengan pelan dan menyendok satu sendok bubur kemudian mengarahkan nya kearah Feli yang kebingungan itu.


"Makanlah nak, kamu pasti sangat kelaparan kan? " Tanya mamah dengan senyuman.


Baru kali ini mamah tersenyum kepadanya setelah sekian lama pernikahan Feli dengan Angkasa.


Dengan senyuman yang lebar dan mata berair Feli menyambut bubur itu dengan semangat.

__ADS_1


"Terima kasih mah, " Ucap Feli meneteskan air matanya karena merasa senang.


Sekian lama ia tak pernah merasakan rasanya diperhatikan oleh seorang ibu. Dan kali ini ia sungguh kembali teringat dengan mamahnya karena perlakuan manis mamahnya Angkasa padanya.


Hatinya merasa sangat nyaman kali ini, semua rasa sakit ditubuhnya seolah terangkat karena melihat senyuman mamah Angkasa dan juga mendapatkan perhatian itu. Sekian lama ia berjuang dan ia mengira mamah tidak akan pernah menganggap ia ada.


"Kenapa kamu menangis? " Mamah khawatir takut tiba-tiba Feli merasakan sakit.


"Apa perlu mamah panggilkan dokter? " Tanya mamah panik.


Feli dengan cepat menggeleng tersenyum dan mengusap air matanya yang kian menderas itu.


"A,, aku hanya suka dengan buburnya mah heheh. Hiks,,, aku senang sampai ingin menangis rasanya. " Feli menahan air matanya agar tidak jatuh tapi tetap saja rasa haru itu tidak bisa ia bendung lagi.


Akan ia ingat hari ini, hari dimana ia seolah mendapatkan kekuatan baru untuk bertahan diatas dunia yang sangat kejam ini.


Mamah tersenyum menghapus air mata Feli yang masih saja jatuh itu. Ia tahu Feli menangis bukan karena bubur itu.


"Kalau kamu begitu menyukai nya. Ayo dimakan lagi, mamah akan menyuapimu sampai kamu merasa kenyang. " Senyum mamah menyuapi Feli yang mengangguk tersenyum dengan sesekali sesegukan.


Sedangkan saat ini Angkasa yang baru saja datang kerumah sakit karena merasa masih sangat khawatir terhadap kondisi Feli ia memilih untuk menjadikan Radon sebagai perwakilan nya untuk rapat.


Ia sampai dirumah sakit dan hendak masuk kedalam ruangan Feli, namun melihat Feli yang sedang makan sambil disuapin mamah ia langsung mengurungkan niatnya. Melihat Feli sudah sadar dan tersenyum kearah mamah ia sedikit lega.


"Syukurlah dia sudah sadar, seperti nya saat ini dia tidak butuh aku. " Senyum Angkasa sangat lebar melihat mamahnya kini sudah mulai dekat dengan istrinya itu.


Sebuah foto ia ambil untuk ia abadikan dan langsung mengirim nya kepada papah.


Papah sendiri tersenyum sangat lebar setelah mendapat pesan berisi foto yang dikirim oleh putranya itu.


"Akhirnya kedua bidadari itu bersatu juga, sudah lama aku menantikan momen ini. " Senyuman papah sangat lega.


Sedangkan Feli makan dengan sangat lahap sekali, ia tak hentinya tersenyum senang karena serasa mendapatkan perhatian dari ibunya sendiri.


"Mah, aku rindu... " Batin Feli dengan hati yang campur aduk.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Aaaa aku nangis banget ngetik ini. Kayak ngerasain banget hidup Feli tuh sangat menyedihkan dan dia udah ngelaluin banyak banget peristiwa menyakitkan.


Aku jadi ngerasa jahat bikin dia kayak gitu hiks,  ,, maafin author yah fel.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺


__ADS_2