Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
84. Sesuatu yang...


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Blueming-Iu🍃...


...🌾🌾Kita adalah kenyataan yang sangat aku banggakan kepada semua orang 🌾🌾...


      Sejak pagi pagi sekali Feli mulai merasakan kram di perutnya dan seluruh tubuhnya sangat susah untuk nya bergerak, bahkan untuk mengambail setelan Angkasa dari lemari saja ia mulai kesusahan. Bagaimana tidak berat badannya sangat jauh bertambah belum lagi ukuran perutnya sangat besar tidak sama dengan ukuran ibu hamil pada umumnya.


"Sshh,, " Ia sedikit mendesis saat merasakan kram di tubuhnya itu.


Angkasa keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk saja, memeluk Feli dari belakang walaupun sudah tak bisa ia lingkarkan tangannya diperut gadis itu seperti biasanya karena kini perut Feli sudah membuncit.


Feli diam sejenak merasakan hangatnya pelukan Angkasa seolah mengalihkan rasa sakit serta kram dalam dirinya.


"Udah dong mas, nanti telat loh. " Feli mencoba untuk melepaskan pelukan itu namun ditahan oleh Angkasa.


"Apa mas bolos aja sayang? Pengen berduaan sama kamu. " Angkasa tersenyum pelan namun Feli berbalik menggeleng.


"Gak ada bolos-bolos yah mas, jangan kebiasaan bolos gitu. " Feli.


"Tapi mas khawatir sama kamu hmm, mas disini aja yah takutnya nanti kamu kenapa-kenapa mas gak ada disini. " Angkasa memeluk Feli dengan susah payah kini.


Feli menggeleng lagi "Aku baik-baik aja mas, lagian kan ada mamah dirumah. Mas gak usah khawatir sama aku. "


"Hmm yaudah deh, kalau gitu cium dong biar mas semangat berangkat nya. "


Angkasa mendekat dan memonyongkan bibirnya kearah Feli hingga gadis itu tertawa pelan merasa lucu dengan tingkah suaminya.


Cup,


Pelan ia mengecup pipi suaminya hingga Angkasa membukakan mata kecewa "Ciumannya disini dong sayang, " Ucap Angkasa menunjuk bibitnya hingga Feli tersenyum lagi.


Cup,


Angkasa langsung menyambar bibir Feli saat gadis itu sedang tersenyum, ia menggerakkan bibirnya disana dengan sangat lincah hingga Feli tak bisa mengimbanginya lagi.


"Eghh,, " Feli sungguh dibuat kewalahan karena permainan bibir Angkasa pagi ini.


Angkasa tidak hanya memainkan bibir itu, dia dengan pelan memasukkan lidahnya kedalam mulut Feli kemudian mengajak lidah gadis itu untuk saling membelit di dalam sana.


Feli memukul pelan bahu suaminya karena merasa udara semakin menipis saja.


"Mashh,, ahhh,,, Ku. " Feli berbicara sambil terengah-engah karena ulah Angkasa.


Laki-laki itu hanya tertawa pelan lalu mengelus pucuk kepala Feli "Hmm sampai kini kamu masih belum terbiasa yah dengan hebatnya ciuman ku, " Goda Angkasa hingga Feli menatap kesal.

__ADS_1


"Mas buru-buru kemas deh, nanti telat kantor gimana? "


Angkasa tertawa lagi karena ia tahu saat ini Feli sedang merasa malu.


"Tenang aja sayang mas bakal ngajarin kamu biar lebih lihai dalam berciuman. Mau yang panas apa yang bergairah sayang? "


"MAS! "


Angkasa tertawa lagi karena Feli sangat kesal sekali dengan godaan suaminya itu.


"Ooh,, yang bergairah yah sayang? Siap dilaksanakan. Nanti mas ajarin deh lebih hot dan juga basahh. "


Feli melemparkan bantal kearah Angkasa hingga laki-laki itu tertawa lepas. Baginya kekesalan Feli sungguh membuat gadis itu semakin cantik saja.


"Hmmm jangan marah dong sayang, mas cuma canda doang. "


Angkasa mendekat kearah Feli lalu mengecup pelan kening Feli hingga gadis itu tersenyum malu.


"Ikatin dasi mas dong sayang! " Angkasa mendekat lalu Feli menurut mencoba untuk mengikat dasi suaminya itu.


Cup,


Feli menarik dasi milik Angkasa dan mencium bibir suaminya. Mel*mat dengan lembut hingga Angkasa terbuai dan menutup mata, saat Angkasa hendak melul*mat kembali Feli langsung menjauh hingga laki-laki itu kecewa sekali.


"Rasakan kamu mas, aku gantung baru tau rasa, " Batin Feli tersenyum melihat Angkasa yang sangat kecewa itu.


"Mas berangkat deh udah lewat nih jam nya, " Ucap Feli dengan susah payah membujuk Angkasa hingga mau tak mau suaminya pun berangkat dengan hati yang sangat berat.


"Lucu sekali kamu mas, " Ucap Feli tersenyum melambaikan tangannya kearah Angkasa yang berlalu itu.


Setelah itu ia masuk kedalam rumah duduk disofa, rasa kram itu semakin terasa dan ia sungguh merasa lemas.


Angkasa sendiri sejak diperjalanan ia hanya tersenyum senang memikirkan istrinya, wajah cantik itu semakin cantik saat sedang kesal. Benar-benar imut dalam penglihatan Angkasa.


"Aahh aku sangat merindukan nya bahkan baru beberapa menit aku tak melihat wajah cantik itu, " Ucap Angkasa kembali menyetir.


"Saat kembali dari kantor aku akan membuat ia terkurung dalam. Tindihan ku lalu menciumnya sepuasku. Lihat saja nanti heheh. "


Mobil berhenti tepat di depan kantor dan dengan senyuman yang cerah ia memasuki kantor menyapa semua karyawan hingga tidak sedikit yang heran. Karena biasanya laki-laki itu hanya masuk saja tak akan menyapa bahkan walaupun sudah disapa oleh beberapa orang disana.


Radon sendiri hanya tersenyum menggeleng karena ia yakin itu semua adalah berkat istrinya Feli. Ia tak tahu ada apa hingga bosnya itu sangat ceria bak sedang kasmaran saja.


Bugh,

__ADS_1


Seseorang tak sengaja menabrak Angkasa saat sedang membawa barang yang sangat banyak dari tempat penyimpanan hingga baju milik Angkasa sedikit kotor.


"Hati-hati saat sedang bekerja! " Radon langsung menegur seorang laki-laki berbaju office boy itu hingga laki-laki itu langsung menunduk takut.


Angkasa langsung menahan bahu Radon yang hendak mendekat kearah laki-laki itu.


"Sudahlah biarkan saja dia, kamu pasti tidak sengaja kan. Kesalahan memang biasa terjadi bagi setiap orang. " Angkasa tersenyum kearah laki-laki itu bahkan ia membantunya mengumpulkan beberapa peralatan itu.


Angkasa hanya teringat dengan Feli saat bekerja ditempat ini, memakai seragam yg sama dengan laki-laki itu dan selalu saja bekerja dengan sangat giat.


"Aahh aku sangat merindukan nya sekarang, apa yang sedang ia lakukan dirumah saat ini. " Batin Angkasa.


Radon memicing heran karena Angkasa sungguh bukan dirinya lagi hari ini, ia paling benci dengan orang-orang yang tidak teliti apalagi sampai mengotori bajunya seperti tadi. Ia tidak akan segan untuk memecatnya.


"Kamu berhati-hati lah saat sedang bekerja! Lihatlah kamu mengotori baju pak Angkasa! " Hardik Radon dengan tegas.


"Maaf kan saya pak, saya sungguh tidak sengaja. "


"Ketidaksengajaan mu itu muncul karena kamu tidak hati-hati, lain kali kamu jangan lah seperti ini. "


"Sudahlah Radon, dia kan tidak sengaja lagian kan baju kotor bisa diganti dengan baju yang bersih. Jangan membuatnya ketakutan seperti itu. " Angkasa menepuk pelan bahu Radon hingga laki-laki itu sungguh bingung dengan bossnya.


"Wahh ada apa dengan nya? Apa benar-benar karena non Feli? " Batin Radon menunduk mengiyakan ucapan Angkasa.


"Kamu kembalilah bekerja, " Angkasa berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Radon yang menggeleng bingung sejak tadi.


Ia jelas-jelas bingung karena Angkasa sungguh berbeda dari biasanya.


"Kamu jangan lah terlalu keras dengan orang-orang dikantor, lihatlah mereka ketakutan tadi, "


Radon sedikit memicing karena Angkasa bahkan lebih tegas saat dulu.


"Baik Pak, "


"Aku tidak tahu karena mbak Feli dia langsung luluh dan berubah sejauh ini, " Batin Radon.


"Oh iya, sepertinya gaji para petugas office kita terlalu rendah yah? Kamu naikkan saja gaji mereka lagi. "


Radon kaget lagi, bossnya mungkin sedang geger otak atau bagaimana? Sungguh benar-benar diluar dugaan.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh,, sesuatu sekali yah. Gara-gara Feli tuh anak geger otak wkwkw.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺.


__ADS_2