Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
49. Berhenti bekerja.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #into the New World-girls generation (SNSD) 🍃...


...🌾🌾Tidak semua hal bisa kamu mengerti hanya dengan melihat nya saja, karena terkadang tanpa penjelasan kita hanya akan bertingkah egois🌾🌾...


        Sejak kejadian malam dimana Angkasa mencium Feli sembari mengatakan menganggap serius pernikahan mereka, Feli jadi bersikap dingin padahal beberapa hari sebelumnya hubungan mereka sudah mulai menghangat. Angkasa yang terlalu gegabah atau Feli yang terlalu perasa?.


Seperti pagi ini Feli mengerjakan semua pekerjaan nya dengan wajah dingin tanpa suara layaknya seorang yang tak bisa bicara saja.


Angkasa hanya diam saja merasa tidak nyaman dengan suasana itu, saat ia berbicara gadis itu menatapnya dengan sangat tajam.


"Air sudah kusiapkan di bath up mas, " Ucap Feli tanpa menoleh kearah Angkasa.


Angkasa menghela nafas dalam-dalam karena saat gadis itu membuka suara ia merasa sangat terkejut.


"Ooh,, iya aku akan mandi sekarang! " Angkasa memasuki kamar mandi dengan cepat.


"Wahhh apa kami sedang dikutun utara tadi? Aku serasa membeku jika berlama-lama begini. " Angkasa sangat khwatir.


Bukannya malah mendapatkan hati gadis itu ia malah menghancurkan hubungan mereka yang sudah mulai membaik itu.


"Ini semua gara-gara bibir bodoh ini, akhhh aku bisa gila kalau terus begini. "


"Khem,, khem.. " Angkasa terus saja berdeham tak nyaman saat Feli membantu merapikan jas juga mengikatkan dasinya.


"Mas kenapa?AS butuh minum? " Tanya Feli dengan wajah datar itu.


"Tidak tidak, aku saja yang mengikatkan dasiku. " Angkasa menarik dasi itu dengan pelan.


"Bagaimana dia bisa tidak faham situasi? Aku merasa tidak nyaman karena sikap dinginnya itu. Apa? Menawarkan minum? Aku sungguh tidak tahan lagi. "


"Eugh,, kamu cobalah dengar sebentar! " Angkasa membuka pembicaraan lebih dulu dan Feli yang sedang menyiapkan tas kerja Angkasa langsung melihat kearah nya.


"Ada apa mas? " Tanya Feli.


"Lebih baik kamu berhenti kerja saja dari kantor. " Angkasa dengan penuh pemikiran matang.


Melihat Feli yang selalu saja ditindas oleh rekan kerja nya membuat Angkasa sangat tidak bisa tinggal diam, setiap hendak ikut campur Feli akan sangat marah karena itu.


"Apa maksud mas? " Tanya Feli kaget karena keputusan Angkasa yang tiba-tiba itu.


"Kamu harus berhenti dari kerjaan mu mulai sekarang, kamu lebih baik dirumah saja aku... "

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang mas inginkan dariku? Aku sudah banyak mengalah selama ini karena aku sadar akan bantuan besar yang telah berikan waktu itu. Tapi apakah mas harus berbuat sejauh ini? " Tanya Feli sangat kesal.


"Kamu dengar dulu penjelasan ku, aku belum selesai bicara! " Angkasa mencoba untuk tetap sabar.


"Apa lagi yang ingin mas katakan? Setelah mencium ku sesuka mas dan sekarang mas bahkan memintaku untuk berhenti bekerja? Aku sungguh tidak mengerti dengan mas. " Feli terlihat sangat kesal.


"Maka dari itu kamu dengarkan dulu ucapan ku agar kamu mengerti. "


"Kita hampir terlambat mas, permisi! " Feli keluar dari kamar dengan hati yang sangat kesal.


Ia sangat tidak mengerti dengan laki-laki itu hingga kini, semakin hari semakin banyak saja ulah nya yang membuat kontroversi diantara mereka.


"Apa sebenarnya mau mas Angkasa? " Kesal Feli.


"Loh mbak, mas langit mana kenapa mbak berangkat duluan? " Tanya vania yang sudah rapi dengan baju sekolah nya.


Feli langsung merubah air mukanya menjadi senyuman "Ahh sebentar lagi menyusul dek, tuh mas Angkasa sudah turun. " Feli menunjuk kearah Angkasa yang juga melihat keberadaan vania disana.


"Ooh yaudah aku ke kamar dulu yah mbak, mau nyiapin tas dulu. " Feli mengangguk dan buru-buru keluar karena Angkasa sudah mulai mendekat.


"Tunggu dulu! " Angkasa memegang tangan Feli namun langsung dihempaskan oleh Feli.


Angkasa bahkan lebih frustasi lagi karena sikap Feli yang tidak mau mendengarkan penjelasan nya itu.


"Kenapa kamu sangat suka salah faham terhadap ku? Aku hanya ingin memintamu untuk berangkat ke kantor bersama. "


"Tidak usah mas, aku mau berangkat sendiri. " Feli.


"Ayolah kamu jangan bersikap seperti ini, bagaimana kalau orang rumah bingung jika melihat kita seperti ini? "Angkasa sangat panik.


Feli tersenyum kearah Angkasa yang masih saja meminta ia untuk masuk kedalam mobil.


" Hahaha, mas cuma takut kan kalau citra yang mas bangun sebagai seorang suami yang perhatian dan penyayang jadi hancur kan? "Feli dengan senyuman tidak suka.


" Apa maksudmu? "Angkasa sangat kebingungan.


" Wahh ada apa nih? Kenapa suasana sangat dingin disini?mas, mbak, kenapa belum berangkat ke  kantor? "Tanya vania yang baru saja keluar dari rumah.


" Aah itu gak kok, ayo sayang kamu segera masuk kedalam mobil. Kita sudah sangat terlambat, "ucap Angkasa dan ditatap kesal oleh Feli.


" Bahkan saat ini dia sedang bersandiwara, sungguh-sungguh dalam pernikahan? Cih dia pikir aku tidak tahu kalau dia sedang mempermainkan ku. "Feli dengan kesal masuki mobil sembari pura-pura tersenyum.

__ADS_1


" Iya mas, mbak berangkat yah sayang. "Feli melambaikan tangannya kearah vania yang tersenyum itu.


Setelah mobil meninggal pekarangan rumah Feli langsung membuang muka dari arah Angkasa, ia hanya diam saja sembari melihat keluar jendela.


Angkasa sendiri hanya diam saja tak tahu harus berkata apa agar Feli mau mendengarkan penjelasan nya.


"Aku tidak tahu akan menghadapi situasi serumit ini sekarang, memahami perasaan wanita seolah sedang berperang saja. Kalau aku salah dalam bertindak maka aku akan berakhir sia-sia, " Gumam Angkasa membatin.


Ia melihat kearah Feli yang masih saja diam sembari melihat kearah luar jendela, itu membuat Angkasa semakin merinding saja.


"Apa aku aja dia belanja saja? Karena aku pernah melihat nya di film kalau seorang gadis sedang marah, ataupun kesal maka obatnya adalah berbelanja sepuas hati mereka. " Batin Angkasa.


Namun mengingat kepribadian Feli yang sangat sederhana itu seperti nya shopping bukanlah hal yang tepat untuk memulihkan rasa kesalnya.


"Aku harus bagaimana? Sepertinya belanja bukanlah sesuatu yang manjur untuk nya. " Batin Angkasa.


"Terima kasih atas tumpangannya mas, permisi! " Bahkan sampai didepan kantor saja Feli masih bertingkah dingin kepada Angkasa.


Gadis itu langsung beranjak pergi setelah Angkasa menganggukkan kepalanya.


"Aku sungguh tidak tahan dengan situasi ini, apa ini yang dia rasakan saat aku mendiami nya dahulu? " Angkasa sangat frustasi karena situasi dingin mencekam itu.


Saat Feli turun dari mobil milik Angkasa tadi lagi-lagi menarik perhatian rekan kerja Feli yang sedang duduk menunggu jam kerja dimulai.


"Wahh ternyata benar kalau gadis tidak tahu diri itu sudah sangat sering berangkat dengan pak boss, hebat sekali dia. Bagaimana caranya menggoda pak boss? " Tutur yang lain.


Deva selaku gadis yang selalu mengaku-ngaku kalau Angkasa akan jatuh ke dalam pelukannya itu meremas keras cup yang ada ditangannya itu.


"Sial, berani sekali dia mencoba merebut milikku! " Deva dengan wajah sangat marah.


"Bagaimana kalau kita beri dia pelajaran saja? Aku sudah sangat sabar selama beberapa hari ini melihat tingkah tidak tahu dirinya itu, kita beri dia pelajaran yang sesungguhnya agar ia tahu bagaimana harus bersikap dan sadar akan posisi nya. "Deva tersenyum.


Mereka berdiskusi untuk memberikan Feli pelajaran, karena dalam beberapa hari ini mereka sudah sangat sering merasa kesal melihat Feli.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Gimana mau lurus itu masalahnya? Satu keras kepala satu lagi bingung harus bagaimana? Ampe anak kalian lahir juga gak bakal kelar tuh masalah.


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2