Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
33. Tubrukan


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Starlight -Chani SF9(Ost true beauty) 🍃...


...🌾🌾Banyak yang berkata bahwa setelah hujan akan terciptanya sebuah pelangi, namun  sampai kini pelangi itu tak kunjung muncul karena kamu selalu menaburkan hujan🌾🌾...


        Angkasa baru saja selesai mandi, dan kini ia sedang mengenakan pakaian yang disiapkan Feli untuk nya diatas kasur. Ia tak melihat sosok gadis itu di dalam kamar. Biasanya Feli akan duduk disofa atu hanya berdiri mematung seolah ia adalah sebuah benda yang tak bisa bergerak.


"Kemana dia? " Batin Angkasa sedang ia masih saja lanjut memakai pakaian santainya itu.


Tiba-tiba panggilan masuk diponsel milik Angkasa, dan itu adalah panggilan dari papahnya.


"Halo pah, "


"Maaf baru bisa menghubungi sekarang, papah cuma mau kasih tau kalau mamah sama papah sedang berada di sekolah Vania mereka mengadakan lomba disini. "


"Malam-malam begini pah? " Bingung Angkasa.


"Iya, baru saja dimulai dan akan selesai sampai besok jadi mamah sama papah nginep di hotel terdekat saja. Tolong jaga menantu yah selama dirumah. "


"Iya pah, mamah dimana? "


"Tuh, lagi nenangin vania sebelum lomba dia takut adikmu gugup padahal ini bukan apa-apa untuk vania. " Bangga sang papah.


"Salam sama Vania pah, semoga berhasil dan kalau dia menang dia boleh minta apa aja sama langit. "


"Sipp, papah matikan yah tuh vania udah mau siap-siap. "


"Iya pah. "


Panggilan terputus dan Angkasa menggeleng bingung dengan sekolah vania yang menyelenggarakan lomba malam-malam begini.


"Astaga! " Kaget Angkasa saat melihat wajah Feli menyembul dari balik pintu.


"Sedang apa kamu disitu? Seperti hantu saja. " Geleng Angkasa mengelus dadanya pelan.


"Ayo ikut aku sebentar mas. " Feli mendekat kearah Angkasa yang terlihat sangat bingung itu.


"Kemana? "


"Mas ikut aja nanti juga bakal tahu heheh. " Feli dengan ragu menarik tangan Angkasa hingga laki-laki itu kaget namun Feli sudah lebih dulu menariknya meninggalkan kamar.


Feli membawa Angkasa keluar rumah dan disana sudah tersedia sebuah karpet berukuran sedang dan juga pemanggang serta bahan makanan yang bisa dipanggang.


"Ada apa ini? " Bingung Angkasa melihat kearah Feli yang tersenyum itu.


"Ahh ini tadi aku siapin mas, aku merasa bersalah karena tadi menikmati liburan sedang mas sibuk bekerja. Apalagi mengingat hutangku aku merasa tidak pantas untuk itu mas. Jadi untuk mengganti hati libur mas yang sempat terpakai tadi aku siapkan ini untuk mas heheh. " Feli tersenyum sangat cerah kearah Angkasa hingga laki-laki itu terdiam membisu.


"Yatuhan!! Bagaimana dengan jantung ku ini? Dia hanya tersenyum kenapa aku serasa kena setrum? " Batin Angkasa menelan ludah saat melihat bibir merah tipis itu saat tersenyum.


"Kenapa mas diam saja? Apa mas tidak suka? Maaf mas aku hanya bisa menyiapkan hal sederhana seperti ini. " Feli merasa sangat sedih karena keterbatasan uang yang ia miliki.


"Sudahlah, mari kita mulai saja. Nanti malam semakin larut. " Angkasa mengalihkan pembicaraan dan mulai mengerjakan acara manggang-manggang mereka itu.


Angkasa tak hentinya memperhatikan Feli yang sesekali tertawa saat ia melakukan hal-hal lucu dan ceroboh saat melakukan proses pemanggangan itu.


"Sudah lama aku tak melihat sisi cerianya ini, karena sejak pertemuan kami setelah beberapa tahun ini yang kulihat ia hanya merenung dan menekuk wajahnya. " Batin Angkasa terus saja melihat kearah Feli.


"Mas,, mas. " Feli berkali-kali mengayunkan tangannya didepan wajah Angkasa.

__ADS_1


"Hah? "


"Mas mau dikasih bumbu bawang atau yang lain? " Tanya Feli saat menghidangkan hasil panggangan mereka.


"Terserah saja. " Singkat Angkasa melihat kearah lain.


"Kenapa dengan ku? Kenapa terus-menerus memperhatikan nya? " Batin Angkasa bingung.


"Bukankah ada sesuatu yang kurang disini? " Angkasa melihat hidangan mereka yang sudah tersedia diatas karpet.


"Hah? Mas butuh sesuatu? " Tanya Feli bingung.


"Tunggu sebentar biar aku ambilkan kedalam. " Angkasa bangkit dari tempat ia duduk dan berjalan kerumah.


Feli melihat Angkasa keluar dengan sebotol anggur juga dua gelas di tangan nya.


"Maksud mas kurang miras? " Feli memperjelas.


"Kalau ingin mengadakan acara seperti ini, sudah pasti harus ada anggur paling tidak sekaleng bir juga bisa. " Angkasa tersenyum.


Feli hanya mengangguk saja mengerti, baginya ini pertama kalinya ia mengadakan acara memanggang dengan sebotol anggur.


Mereka mulai acara makan dan Angkasa menuangkan anggur itu kedalam gelas milik Feli begitu juga dengan nya. Ia dengan cepat meneguk habis segelas anggur itu.


"Kamu minumlah, " Titah Angkasa pelan.


"Apakah ini enak mas? Aku belum pernah mencobanya heheh. " Feli tersenyum kikuk.


Angkasa memicing pelan, ia pikir gadis itu sudah pernah mencobanya walau hanya sekedar mencoba.


"Cobalah agar kamu tidak penasaran. "


"Bagaimana? "


"Tidak enak mas, kenapa mas membeli minuman yang rasanya seaneh ini. Kenapa orang orang sangat suka dengan minuman ini padahal rasanya tidak enak sama sekali. " Cerocos Feli dengan wajah masih saja menyipit karena merasa anggur itu tidak enak.


Angkasa tertawa pelan merasa Feli sangat lucu, memang rasanya anggur bukanlah seperti minuman yang biasanya.


"Jadi kamu tidak suka? "


"Maaf mas, aku lebih menyukai air putih ini heheh. "


"Baiklah aku saja yang minum, " Ucap Angkasa meminum anggur dari gelas Feli dengan memegang tangan Feli yang masih memegang gelas berisi anggur itu.


Angkasa tak hentinya minum anggur itu hingga kini ia mulai merasa hilang kesadaran, sedangkan Feli masih sibuk makan dan memanggang untuk Angkasa juga dirinya.


Mereka juga sempat berbincang-bincang sedikit malam itu, Feli melihat sisi lain dari Angkasa saat mabuk. Laki-laki itu terkesan sangat lembut dan enak diajak bicara.


"Coba kamu pilih seumpama kamu didekati oleh dua laki-laki yang memiliki banyak sekali perbedaan. " Angkasa tiba-tiba ingin berbicara lagi.


Feli melihat kearah Angkasa dan mengangguk meminta Angkasa melanjutkan kata-katanya.


"Satu darinya sangat tampan, tinggi dan juga mapan memiliki tubuh ideal seluruh orang dan satunya lagi seorang laki-laki gendut, tidak pernah perawatan dan selalu saja diolok-olok orang lain. Mana yg akan kamu pilih? " Tanya Angkasa kearah Feli.


Gadis itu langsung teringat dengan kenangan nya saat dia menduduki bangku SMA dulu.


Ia tak pernah melupakan kisah itu, kisah dimana ia harus menjadi orang jahat untuk melindungi seorang laki-laki bertubuh gemuk yang sudah membuat ia merasa nyaman dan mencintai nya.

__ADS_1


"Aku tidak terlalu memperhatikan fisik mas, kalau pun ia gemuk, tak terawat kalau dia bisa membuat ku aman dan nyaman aku akan sangat memilih dia. " Senyuman Feli sangat cerah karena mengingat laki-laki yang telah lama hilang dari pandangan nya itu.


"Bohong! Kenapa dia sangat suka berbohong?" Batin Angkasa merasa kesal karena jawaban Feli sepenuhnya bohong menurut nya.


"Bahkan sampai kini aku masih mengharapkan kami dipertemukan, aku sangat merasa bersalah melakukan banyak hal yang menyakitinya walaupun itu semua kulakukan karena terpaksa. " Batin Feli menatap sendu kelangit.


"Kenapa tiba-tiba mas menayakan itu? " Bingung Feli.


Angkasa hanya diam saja dengan kesal ia terus saja meminum anggur itu bahkan sekarang ia minum dari botolnya.


"Loh, mas kenapa minum banyak sekali? " Feli mencoba untuk menghentikan Angkasa namun ditepis oleh laki-laki itu.


"Mas sudah sangat mabuk sekarang, kita sudahi saja mas acara kita ini. " Feli merapikan beberapa barang terlebih dahulu dan setelah itu ia berjalan kearah Angkasa yang masih saja minum itu.


"Mas ayo kita masuk kedalam, acara sudah selesai dan saatnya istirahat. " Feli membantu Angkasa bangkit dengan susah payah.


Angkasa berbicara banyak hal namun Feli sama sekali tidak mengerti dengan apa yang Angkasa bicarakan.


"Asal kamu tahu, aku sangat berbeda dengan aku yang dulu hahaha. " Angkasa tertawa hambar dalam tuntunan Feli.


"Iya mas Iya, kita naik ke kamar yah. " Feli sangat kewalahan membawa Angkasa karena tubuh laki-laki itu jauh lebih tinggi dibandingkan dia.


"Hahahah aku tidak percaya aku berusaha sekeras itu hahah,, ak,, "


Tiba-tiba kaki Feli tidak sengaja menubruk kaki Angkasa hingga kini mereka berdua ambruk diatas tempat tidur dimana Angkasa menindih tubuhnya.


Mata Feli membelak tak percaya dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Ia kaget bukan main karena saat ini bibir Angkasa sudah sukses mendarat di atas bibir nya. Karena ketidaksengajaan itu ia kehilangan ciuman pertama nya.


"Mas,  Mpp. " Feli mencoba untuk menyadarkan Angkasa dan berusaha melepaskan diri. Ia tahu ini adalah kesalahan oleh karena itu ia buru-buru untuk menjauh.


Tapi siapa sangka Angkasa tak mau bergerak sedikitpun, ia membuka matanya lebar-lebar dan dengan perlahan ia menggerakkan bibirnya dengan lembut ia memperdalam ciuman nya dibibir Feli.


Gadis di bawah nya itu sangat kaget dan tidak Terima dengan perlakuan Angkasa itu. Tadi itu adalah sebuah kesalahan dan kenapa Angkasa malah berbuat yang lebih dari kesalahan itu?.


"Mphjj,, mashpp. " Feli berusaha untuk berontak namun Angkasa masih saja sibuk dengan kegiatan nya dibibir Feli.


"Mphhh, " Feli sangat tertekan saat ini.


Angkasa terus saja mengeksploitasi bibir Feli dengan memberikan beberapa hi*apan disana yang kian berubah jadi lum*tan hingga bibir Feli terasa sangat basah.


"Mashpp.. "


Dan dengan satu gigitan ia menggigit bahu Angkasa hingga laki-laki itu bangkit menahan sakit, Feli langsung bangkit juga menjauh dari Angkasa yang sedang dalam kondisi mabuk itu.


Setelah sepersekian detik tiba-tiba saja Angkasa ambruk diatas tempat tidur tidur sadarkan diri.


Feli tertawa hambar dibuat bingung dengan situasi apa yang sedang mereka alami ini? Laki-laki itu baru saja mencium nya dan seketika ia tertidur pulas?.


"Itu sebabnya aku sangat benci dengan laki-laki yang minum miras, mereka tidak tahu akan merugikan orang sekitar. " Feli berkali-kali mengusal kasar bibirnya itu.


Dengan berat hati ia mendekat kearah Angkasa dan menyelimuti laki-laki yang telah menciumnya tadi.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Waduhhh akhirnya..... 🤤🤤🤤


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🌺


__ADS_2