Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
67.Saling cemburu.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #low low-Ten and yangyang (wayv) 🍃...


...🌾🌾Entah kalian percaya atau tidak kekuatan cinta itu ada dan aku telah merasakan nya🌾🌾...


       Angkasa membenarkan seatbelt Feli yang sedikit miring itu dan Feli tersenyum kearah Angkasa karena perlakuan manis itu.


"Makasih yah mas hehehe, " Ucap Feli pelan dan Angkasa langsung menganggukkan kepala nya.


"Kita berangkat sekarang yah. "


Angkasa menjalankan mobil menuju tempat yang ia katakan tadi pagi, Feli sungguh penasaran kemana gerangan Angkasa akan membawanya?.


"Kamu penasaran yah sayang? " Tanya Angkasa pelan.


"Kalau mas tau kenapa masih gak ngasih tahu sih? " Feli benar-benar penasaran.


"Hahaha nanti juga kamu tahu kok, " Ucap Angkasa kembali fokus menyetir sedang Feli melihat kearah luar mobil dengan bibir tersenyum.


"Aku sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan hari dimana aku dan mas Langit saling bersikap hangat juga saling menaburkan perhatian satu sama lain. Laki-laki yang kurindukan sejak lama dan menjadi cinta pertama ku ternyata dia adalah suami ku sendiri. "


"Sayang, bangunlah! " Angkasa membangunkan Feli yang sempat tertidur karena terlalu lama diperjalanan tadi.


Feli memang memiliki pendengaran yang sangat sensitif hingga ia sangat mudah untuk terbangun.


"Eugh,, kita udah sampai yah mas? " Feli sedikit menggeliat dan Angkasa mengangguk tersenyum.


Mereka berdua keluar dari mobil tepat di tempat khusus parkir roda empat yang berada didekat sebuah pantai.


"Loh,, ini kan? " Feli sedikit kaget.


Angkasa mengeryit pelan karena melihat reaksi Feli yang sedikit kaget meskipun ia tersenyum.


"Wahh mas ngajak aku kepantai? " Tanya Feli berjalan kedepan sembari tersenyum senang.


Angkasa tersenyum juga lalu berjalan mengikuti Feli yang terlihat sangat senang itu.


"Kamu suka? "


"Suka banget mas hehehe. Aku udah lama pengen kesini sama mas, " Ucap Feli mendekat kearah Angkasa.


Greb,


"Loh? "


"Aku seneng banget kesini bareng mas. " Feli memeluk erat tubuh Angkasa yang membalas pelukan nya dengan erat pula.


"Syukur lah kalau kamu senang, aku sangat takut kalau kamu tidak terlalu menyukai tempat ini. "


Feli melepaskan pelukan nya lalu menatap kearah Angkasa yang juga menatap nya.


"Aku sangat senang mas, karena sejak dahulu aku sangat ingin datang kesini dengan mu, " Ucap Feli pelan.


Cup,


"Syukur lah kalau kamu senang. " Angkasa mengecup pelan bibir Feli hingga gadis itu sedikit tersipu.


"Ihh banyak orang kok mas main nyium aja sih? " Feli berjalan kearah tepi laut dengan wajah merona malu.

__ADS_1


"Wahhh pemandangan nya sangat indah yah mas, sejuk juga menenangkan hati. " Feli merentangkan tangannya dengan pelan dan menutup mata menikmati semilir angin.


Angkasa tersenyum lalu mengarahkan kamera ponsel nya kearah Feli kemudian memotret Feli yang tengah menikmati suasana itu.


"Mas ngapain? " Kaget Feli saat mendengar suara potretan.


"Ngabadiin bidadari ku saat sedang tersenyum, " Ucap Angkasa senang.


"Gombal! "


"Dua kelapa muda siap dihidangkan, " Ucap seorang pelayan dipantai itu membawa pesanan Angkasa juga Feli.


"Terima kasih mas, " Ucap Feli tersenyum membuat Angkasa sedikit kesal.


"Loh, kamu datang lagi kesini? " Tanya laki-laki yang bertugas mengantarkan kelapa muda itu.


Feli tersenyum kearah laki-laki dan sedikit menganggukkan kepala, Angkasa sendiri bingung dan menatap kearah Feli juga laki-laki itu.


"Datang lagi? " Bingung Angkasa melihat kearah Feli.


"Iya mas hehehe, kelapa muda disini sangat enak sekali. "


"Kali ini dengan laki-laki yang berbeda yah, dimana laki-laki gagah yang kemarin? " Tanya laki-laki itu membuat Angkasa membulat kan matanya tak percaya.


"Laki-laki gagah kemarin? Wahh apa hanya aku yang tidak tahu apa-apa? " Gumam Angkasa pelan melihat kearah Feli.


"Yahh begitu lah mas hehehe. "


"Kalau begitu saya permisi yah mbak, silahkan dinikmati kelapa mudanya. " Laki-laki itu berlalu pergi meninggalkan Angkasa yang melihat kearah Feli dengan tatapan seolah menuntut sebuah penjelasan.


Feli melihat kearah Angkasa dengan wajah bingung karena Angkasa terlihat sangat kesal tanpa sebab.


Angkasa masih saja memasang wajah kesal kearah Feli hingga gadis itu semakin dibuat bingung.


"Mas kok gak minum sih? Seger banget loh. "


"Wahh apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku sekarang? " Angkasa dengan wajah kesal dan bibir manyun.


Feli malah dibuat bingung dengan pertanyaan Angkasa itu, menjelaskan apa? Apa ia berbuat sesuatu yang salah?.


"Menjelaskan apa mas? Apa aku berbuat salah? " Bingung Feli.


Angkasa tertawa hambar mendengar pertanyaan Feli itu "Wahh apa kamu benar-benar tidak tahu atau hanya sedang berpura-pura saja? " Angkasa makin kesal saja.


Feli hanya diam saja mengeryit bingung kenapa tiba-tiba mood suaminya itu terganggu seolah ia berbuat sesuatu yang salah.


"Senang datang kesini dengan ku? Ingin kesini sejak lama dengan ku? Wahh apa itu adalah kebohongan mu? "


"Maksud mas apa? Aku sungguh tidak mengerti, " Ucap Feli bingung.


"Laki-laki yang mana maksud nya? Gagah? Wahh apa kamu datang kesini dengan laki-laki bernama Fahdan itu atau malah laki-laki lainnya lagi? " Angkasa kesal karena Feli bertingkah seolah tidak tahu apa-apa saja.


Feli yang mendengar itu langsung faham kemana arah bicara Angkasa yang tiba-tiba kesal itu.


"Sedang cemburu rupanya? " Gumam Feli dengan bibir tersenyum menahan tawa karena melihat Angkasa benar-benar lucu saat sedang cemburu.


"Kamu sungguh tidak ingin menjelaskan? Wahhh kamu malah tertawa disaat seperti ini? "

__ADS_1


Feli masih berusaha menahan tawanya karena ini benar-benar lucu baginya. Angkasa sendiri merasa sangat kesal dan langsung berdiri berjalan meninggalkan Feli yang langsung mengejarnya.


"Mas tunggu dulu! " Feli menarik tangan Angkasa hingga laki-laki itu berhenti melangkah.


"Apa lagi? Kamu benar-benar sesuatu yah, masih bisa kamu tertawa saat aku sedang kesal padamu? "


"Mas sabar dulu! Ini semua hanya kesalahpahaman saja. " Feli memegang tangan Angkasa mencoba untuk meluluhkan hati laki-laki itu.


"Dengan siapa kamu kesini? Dan kapan tepatnya? " Angkasa benar-benar kesal.


Feli mencoba untuk tidak tertawa dan menuntun Angkasa untuk duduk kembali keposisi mereka semula.


"Mas salah faham, aku kesini dengan mas Fahdan sa,, "


"Fahdan? " Teriak Angkasa dengan wajah semakin kesal.


"Mas kenapa teriak gitu sih? Liat tuh diliatin orang kan. "


"Kamu lebih peduli dengan orang dari pada aku? Wahh aku sungguh tidak faham dengan situasi ini sekarang. Kenapa kamu kesini dengan laki-laki sialan itu? "


"Mas jangan ngomong gitu dong. Karena mas Fahdan lah kita bisa bersama hari ini. "


Angkasa mengerutkan keningnya bingung "Kenapa karena dia? Apa maksud mu? "


"Mas tenang dulu dong biar aku jelasin,waktu aku pergi dari rumah mas Fahdan lah yang membantu semua kebutuhan ku. Dia mengajak aku kesini karena melihat ku terlalu stresd saat itu. Dan disinilah mas Fahdan memberikan banyak sekali nasihat padaku termasuk membujuk ku untuk mencoba berbicara baik-baik dengan mas. Malam dimana aku memeluk mas aku sadar dengan semua nasihat yang ia berikan. " Jelas Feli membuat Angkasa sedikit lebih tenang.


"Kamu yakin hanya itu? Tidak ada hubungan spesial diantara kalian kan? " Angkasa benar-benar curiga kepada Feli juga Fahdan.


"Jelas tidak ada mas, aku juga mas Fahdan hanya menganggap sebatas adik dengan kakak saja tidak lebih. Aku sangat nyaman berada disekitar nya seolah dia adalah kakak ku sendiri mas. "Feli menjawab dengan jujur.


Angkasa sedikit bernafas lega " Walaupun begitu kamu jangan terlalu dekat dengan nya, aku takut kamu jatuh cinta dan berpaling dariku. "Cemberut Angkasa membuat Feli tertawa.


" Mas kenapa jadi gini sih hahah. Aku gak bisa berpaling dari laki-laki sehebat mas, bagaimana pun dan siapapun tak akan bisa. "


Angkasa langsung luluh setelah mendengar pujian Feli itu, seolah saat ini telinga nya sudah tidak ada ditempat nya lagi.


"Oh iya berbicara tentang mas Fahdan sejak hari itu ia tak lagi menghubungi ku. Apa urusannya sangat penting hingga tidak ada kabar sama sekali? " Gumam Feli menbuat Angkasa lagi-lagi menekuk wajahnya.


"Katanya cuma nganggep kakak tapi kenapa kamu nanyain kabar nya kayak gitu? Ihh kamu gak bohong kan cuma nganggep dia kakak? " Angkasa lagi-lagi dibuat ragu.


"Ya ampun mas, bagaimana pun mas Fahdan adalah orang baik yang selalu menolong ku jadi wajar dong aku penasaran dengan keadaan nya. Setidaknya aku harus tahu diri untuk membalas semua kebaikannya. "


"Yakin cuma karena itu? " Angkasa lagi-lagi mencoba memastikan.


"Iya mas ku sayang. "


Angkasa langsung merona mendengar itu karena baru kali ini Feli mengatakan kata sayang didepan nya.


"Apa hmmm? Mas gak denger, " Ucap Angkasa pelan.


"Eleh modus banget kamu mas, " Ucap Feli pelan.


Angkasa sedikit lega karena mendengar penjelasan Feli walaupun awalnya ia benar-benar khawatir dengan posisi nya. Ia takut akan dilengserkan secara tiba-tiba.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Wahhh takut Banget yah mas dicuri orang mbak Feli nya.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺


__ADS_2