Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
63. Apakah keputusan ku benar?


__ADS_3

...🍃Soundtrack #love me like that-sam kim(ost nevertheless)🍃...


...🌾🌾Aku Sungguh tidak tahu apakah keputusan ku ini sudah sepenuhnya benar atau hanya meyakinkan diawal saja? 🌾🌾...


       Angkasa membuka mata dengan pelan, saat pertama kali ia membuka mata ia menemukan wajah terlelap Feli yang saat ini berada dalam dekapan nya.


Senyuman indah dan bahagia tak bisa sirna dari wajah Angkasa karena mengingat kejadian tadi malam. Ia sangat tidak menyangka Feli benar-benar menerima nya kembali. Padahal ia sudah sempat putus semangat saat hendak keluar dari rumah Feli.


"Aku tidak percaya dengan apa yang sudah kami lakukan tadi malam, " Gumam Angkasa pelan tersenyum karena mengingat kegiatan panas untuk pertama kalinya bagi mereka berdua.


"Aah jantung ku tak hentinya berdebar hanya karena mengingat nya. "


Angkasa melihat kearah Feli yang terlihat sangat kelelahan itu, karena pertama kalinya mungkin Feli akan kelelahan di sekujur tubuhnya.


Cup,


Angkasa mengecup pelan kening Feli yang masih saja terlelap itu, ia menyentuh rambut Feli lalu menyematkan nya kebelakang telinga Feli.


"Terima kasih sayang karena sudah memberikan sesuatu yang berharga padaku. " Bisik Angkasa hingga Feli bergeser karena terusik namun Feli tidak sampai terbangun.


Angkasa tertawa pelan lalu bangkit memakai celana training nya kemudian menyelimuti Feli yang hanya memakai baju kaos milik Angkasa.


Setelah itu Angkasa mengambil ponselnya kemudian menghubungi Radon untuk meminta sesuatu.


"Antar ke alamat yang saya kirimkan. "


"Baik Pak, saya akan segera membeli dan mengantarnya. "


Angkasa meletakkan ponselnya di nakas lalu membersihkan kekacauan yang mereka lakukan semalam. Pakaian berserakan dimana-mana.


Angkasa tersenyum saat mengumpulkan pakaian itu, karena ia lagi-lagi teringat akan rasa juga sensasinya.


"Akhh kenapa aku seperti seorang maniak saja, " Gumam Angkasa buru-buru membersihkan pakaian itu dan mencoba menghilangkan pikiran pikiran itu.


Feli masih saja terlelap dengan selimut yang menutupi tumbuhnya.


Panggilan masuk ke ponsel Feli dan itu adalah panggilan dari Fahdan.


"Ck, kenapa laki-laki sialan ini menghubungi istri ku pagi-pagi buta begini? " Angkasa memicing lalu mengangkat nya dengan kesal.


"Halo, apa kamu sudah sarapan? Kalau belum aku jemput saja karena aku memasak banyak pagi ini. "


Angkasa tersenyum kesal mendengar Fahdan berbicara sangat santai seolah ia dan Feli memiliki hubungan yang sangat spesial saja.


"Wahh ia bahkan menawari istriku sarapan pagi, apa mereka memiliki hubungan spesial? " Batin Angkasa kesal.


"Saya bisa memasak sarapan untuk istri saya. " Buru-buru Angkasa matikan sambungan karena merasa kesal.


"Apa-apaan dia? Dia pikir dia siapa berani menghubungi dan mengajak istriku pagi-pagi buta begini? "


Lagi-lagi panggilan masuk dan Angkasa dengan kesal mengangkat panggilan itu.


"Ada apa lagi sih? Kenapa kamu sangat suka mengganggu istri orang? " Kesal Angkasa.


"Langit! Kenapa kamu berbicara seperti itu dengan mamah? "


"Ma,, mamah? "


Angkasa melihat ponsel ditangannya dan itu adalah ponsel miliknya sendiri. Ia mengira itu adalah ponsel Feli lalu yang menelpon adalah Fahdan.


"Aah mamah, hehehe maaf mah. "


"Dari mana saja kamu? Tidak pulang semalaman? " Khawatir mamah.


"Aah langit,, "

__ADS_1


"Mamah tahu kamu sangat frustasi karena istri mu, tapi jangan buat mamah khawatir begini sayang. Kita bisa pikirkan cara lain untuk bujuk Feli jadi kamu pulanglah. "


Angkasa tersenyum karena ia tahu mamahnya sangat khawatir karena ia tak kunjung pulang kerumah sejak semalam. Ia mana sempat ngabarin karena terlalu asyik dengan pergulatan tadi malam.


"Ahh sebenarnya langit sedang dirumah Feli mah, langit nginep disini tadi malam. Dan lupa ngabarin hehehe. "


"Sama Feli? "


"Iya mah, " Ucap langit tersenyum.


"Kalian sudah berbaikan? "


"Iya mah. "


"Dimana Feli sekarang? "


"Sedang tidur mah, kami pulang kerumah nanti malam karena masih ada urusan disini. "


"Iya sayang, mamah seneng dengernya. Yaudah mamah belanja dulu yah buat persiapan nyambut menantu mamah. "


Angkasa tersenyum lalu menutup panggilan saat mamah juga sudah pamit.


Ia tersenyum melihat kearah Feli yang Memunggunginya dengan keadaan yang sangat lelap itu.


"Nyenyak sekali tidur nya, " Ucap Angkasa memperbaiki posisi selimut Feli.


Angkasa membuka pintu dengan pelan takut Feli terbangun, di depan rumah sudah ada Radon yang berdiri dengan sebuah kantongan serta beberapa belanjaan disana.


"Ini pesanan yang bapak minta. "


"Kerja bagus, "


Radon melihat bingung kearah Angkasa yang keluar dari rumah dengan celana training tanpa baju belum lagi bossnya itu meminta ia untuk membeli antibiotik pengurang rasa nyeri pada bagian intim wanita.


"Apa bapak dan non Feli sudah berbaikan? " Tanya Radon pelan.


"Pantas saja wajah bapak sangat cerah dan senyum bapak sangat lebar. "


"Apa sangat terlihat? " Tanya Angkasa masih dengan senyuman di bibir nya.


"Saya turut senang dengan kabar baik ini pak. "


"Hari ini saya tidak ke kantor yah, istri saya butuh saya saat ini. " Senyum Angkasa terlihat sangat lepas.


"Non Feli yang butuh bapak atau bapak yang butuh non Feli? " Batin Radon merasa Angkasa sangat lucu. Terlihat sekali kalau dialah yang membutuhkan Feli.


"Baik Pak, saya akan menjalankan tugas saya di kantor. Semoga hari bapak menyenangkan. "


"Baiklah Terima kasih, " Ucap Angkasa tersenyum.


"Permisi pak. "


Angkasa memasuki rumah dengan senyuman diwajahnya karena mengingat ucapan Radon bahwa ia terlihat sangat bahagia dan tersenyum cerah.


"Loh, kamu sudah bangun sayang? " Tanya Angkasa berjalan kearah Feli yang masih terbaring itu.


"Sa,, sayang? " Bingung Feli karena tiba-tiba saja Angkasa berbicara sangat manis padanya.


"Kenapa? Kamu gak suka hmmm? "


Feli malah dibuat malu karena Angkasa yang sangat melunak padanya. Mana manggil sayang lagi.


"Emang mas gak geli manggil gitu? " Tanya Feli.


"Loh, emang kamu geli yah? "

__ADS_1


"Gak sih mas, cuma malu aja heheh. "


"Aku maunya kamu manggil aku sayang juga, " Ucap Angkasa dengan nada manja hingga Feli dibuat kelimpungan.


"Ihh mas jangan gitu ih, aku kaget liatnya. "


"Gak pantes yah sayang? " Tanya Angkasa sembari tertawa dan Feli langsung menganggukkan kepala tertawa.


"Kamu tunggu disini yah sayang, mas mau siapin sesuatu buat kamu. "


Angkasa bangkit dan berjalan kearah dapur meninggalkan Feli yang masih saja berbaring itu, rasanya tubuhnya sangat kelelahan karena kejadian semalam.


Ia tersenyum malu dan menutup wajahnya dengan selimut saat mengingat semua yang terjadi semalam. Malam mereka lalui sangat panjang dan juga menggairahkan.


"Kenapa aku mengatakan itu sih? Akhhh aku malu. " Feli malu saat mengingat kata-kata yang ia ucapkan tadi malam. Kenapa ia harus mengatakan kalau ia juga menanti saat seperti itu?.


"Kenapa juga bibir ini mendesah sangat banyak sekali? Akhh aku malu sekali. "


Tiba-tiba saja pesan masuk ke ponsel milik Feli, dengan pelan ia meraih ponsel itu dari nakas dan ternyata itu dari Fahdan.


Feli menghubungi Fahdan dan langsung diangkat oleh laki-laki itu.


"Halo mas, mas mau ngomong apa? " Tanya Feli saat setelah menerima pesan itu.


"Aah ini Feli? Apa suamimu sedang dirumah saat ini? " Tanya Fahdan pelan.


"Iya mas, kami sudah berbaikan tadi malam. Terima kasih atas saran mas walaupun sebenarnya aku gak yakin ini keputusan yang tepat atau tidak. "


Fahdan tertawa pelan "Syukur lah kamu akhirnya memilih untuk percaya kembali, aku yakin setelah ini hanya akan ada bahagia saja. Aku turut bahagia atas keputusan mu ini. "


"Terima kasih mas, aku minta maaf karena sudah banyak merepotkan mas selama ini hehe. "


"Aku malah senang direpotkan oleh mu hahah. "


"Mas lucu sekali, mana ada orang yang senang direpotkan. "


"Aku cuma mau ngasih tahu kalau beberapa waktu kedepan aku harus pergi kesuatu tempat karena ada hal yang harus aku urus. "


"Kemana mas? " Bingung Feli tiba-tiba.


"Kamu tidak usah tahu, karena ini adalah urusan yang aku urus sejak dahulu. Doakan saja kali ini aku benar-benar berhasil, " Ucap Fahdan.


"Aku selalu doain yang terbaik buat mas kok. Kalau begitu hati-hati yah mas, aku tunggu kabar baiknya yah. "


"Sayang, sarapan nya sudah selesai nih. Aku masakin spesial buat istri tercinta. " Suara Angkasa sangat keras bahkan Fahdan bisa mendengar itu.


"Hahaha suamimu terdengar sangat bahagia sekali, " Goda Fahdan membuat Feli malu.


"Hahaha Iya mas, " Feli tersenyum malu.


"Siapa itu? Jangan bilang kalau dia adalah laki-laki sialan yang menelpon mu tadi pagi? " Kesal Angkasa meraih ponsel itu.


"Wahh dia lagi? Kenapa dia sangat suka menelpon mu? " Cemburu Angkasa dengan wajah ditekuk kesal.


Fahdan tertawa dari seberang telepon, karena mendengar Angkasa sangat marah dan kesal baginya itu adalah hal yang sangat lucu.


"Kenapa kamu tertawa hah? Apa kamu sedang menertawakan saya? " Hardik Angkasa kesal.


"Mas, kenapa marah-marah gitu sih? " Feli bingung.


"Tolong jangan pernah lagi menghubungi istri saya, ini bukan lagi peringatan tapi ancaman. " Angkasa mematikan sambungan dengan kesal.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Demi apa aku ngakak banget ngetik ini, Angkasa bucin banget sih apa-apa cemburu duhh cinta sih cinta mas. Gak gitu juga keles.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.


See you guys🌺.


__ADS_2