Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
81. Mulai bosan.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #love me like that-Sam kim🍃...


...🌾🌾Kebahagiaan sering datang tanpa di duga, oleh karena itu jangan takut! Karena setiap orang pasti akan bahagia🌾🌾...


       Sudah berbulan-bulan sejak pertama kalinya Angkasa mendengar kabar bahwa istrinya tengah hamil muda, dan kini usia kandungan Feli sudah memasuki tahap 6 bulan dengan diiringi beberapa perubahan dalam tubuh Feli. Tubuh gadis itu semakin membulat saja dan itu membuat Angkasa sering menahan diri saat melihat itu.


Kalau ada suami atapun laki-laki yang istrinya sedang hamil dan merasa tidak suka dengan penampilan istrinya saat sedang mengandung Angkasa menyebutkan mereka itu bodoh, justru bagi Angkasa itu semakin menarik dan menggelitik hatinya.


Dengan pelan ia duduk ditepi ranjang memperhatikan Feli yang sedang terlelap itu, ia perhatian wajah Feli yang juga sedikit tembem karena bertambahnya berat badan gadis itu.


"Hmm kenapa wajah istri ku ini semakin imut saja? " Gumam Angkasa mengelus pelan pipi Feli yang masih terlelap itu.


Ia benar-benar bersyukur karena diberikan kesempatan untuk bersama Feli bahkan mereka akan menjadi orang tua karena akan melihat malaikat kecil mereka lahir dari rahim Feli.


Cup,


Angkasa mencium pelan kening Feli awalnya ia ingin mencium bibir gadis itu namun ia takut akan lepas kendali nantinya. Sudah sering ia menahan hasratnya saat melihat Feli. Ia takut akan menganggu kandungan Feli kalau ia menuruti keinginan nya itu.


"Akhh,, padahal aku sangat ingin mencium nya. " Cemberut Angkasa bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk menyiapkan air.


Setelah selesai menyiapkan air ia berjalan meraih handuk dan menanggalkan pakaian nya hingga kini ia hanya mengenakan handuk saja.


Setelah selesai dengan pakaian nya ia berjalan pelan menuju Feli yang masih terlelap itu.


"Sayang, " Panggil Angkasa dengan pelan lalu mengusap pipi Feli yang sedikit terganggu itu.


Namun, Feli tak kunjung membuka mata. Ia  malah menyeruak mencari kenyamanan ditangan Angkasa.


"Sayang, ayo bangun saatnya mandi. Gak baik kalau tidur lama-lama begini. Bangun hmmm, " Ucap Angkasa selembut mungkin dengan bisikan ditelinga Feli.


Perlahan mata lentik itu terbuka dan sedikit ia kucek-kucek karena baru saja terbangun dari tidurnya.


"Mas? Heheh. " Feli sedikit cengengesan karena terbangun melihat wajah Angkasa.


Ia dibantu bangkit oleh Angkasa, dengan senyuman yg cerah begitu juga dengan Feli yang ikut tersenyum.

__ADS_1


"Kita mandi yah sayang? " Angkasa dengan pelan dan Feli langsung semangat.


Dengan perlahan Feli mengangkat tangannya keatas menunggu Angkasa membukakan bajunya dan dengan cepat Angkasa melakukan itu.


Entah kenapa setelah mengandung anak Angkasa Feli sangat manja dan berbeda dari dirinya yang biasa. Ia selalu saja ingin lengket dengan Angkasa, mencium dan juga mengajak laki-laki itu untuk bercinta. Angkasa sampai bingung ada apa dengan istrinya itu. Seperti saat ini Feli selalu saja ingin mandi berdua dengan Angkasa tidak seperti biasanya.


Setelah seluruh pakaian Feli tertanggal kan Angkasa membalut tubuh itu dengan handuk lalu membawanya menuju kamar mandi, jujur saja tubuh Feli sangat berat kini karena kandungan Feli juga termasuk ke dalam ukuran yang sangat besar untuk usia kandungan nya.


"Aku jalan aja mas, " Ucap Feli karena merasakan Angkasa sedikit keberatan.


"Mas sanggup kok sayang, jangan pikir mas gak bisa ngangkat kamu yah. Keliling dunia saja mas sanggup. "


Feli tertawa karena itu jelas kebohongan yg sangat nyata, tapi ia yakin Angkasa hanya ingin Feli merasa nyaman saja.


Berkali-kali Angkasa menelan ludah saat mengusap tubuh Feli dengan sabun ditangannya. Ia benar-benar merasa kalau saat ini imannya digoda secara langsung.


"Aku sangat ingin bermain dengan dadanya, aku takut hilang kendali nanti nya. " Angkasa bergumam dalam hati sembari membuang pandangan dari dua gundukan itu.


Feli sendiri sangat bingung dengan Angkasa akhir-akhir ini, laki-laki itu seolah menghindari untuk menyentuh nya. Biasanya saat mereka berdua mandi bersama dahulu Angkasa pasti tidak akan bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh setiap inci dari tubuh gadis itu.


"Apa mas langit sudah bosan dengan tubuhku? Atau karena aku semakin gendut saja dia mulai tidak suka? " Batin Feli kesal.


Angkasa benar-benar hampir saja lepas kendali saat mengusap bagian bawah Feli yang saat ini ia bersihkan tubuhnya.


"Akhh,, mashh,, enakhh,, "


Angkasa semakin gila saat Feli mendesah karena usapannya dibawah sana. Bulu bulu di tubuhnya sedikit merinding karena hasratnya yang semakin memuncak itu.


"Kamu harus kuat langit, jangan dulu,, nanti kandungan istrimu kenapa-napa. Sabar sabar, " Angkasa menutup mata melihat kearah lain hingga Feli semakin kesal saja.


"Ma,, mas sudah selesai mandi sayang, kamu lanjutkan yah. Mas hampir terlambat ini, " Ucap Angkasa keluar karena ia sungguh mulai tidak sanggup lagi.


Feli semakin kesal saja karena itu "Wahh sepertinya mas langit benar-benar sudah tidak suka dengan tubuhku, ia selalu saja mbuang muka dariku. "


Feli melanjutkan acara mandinya dengan sangat kesal, Lagi-lagi ingatan Angkasa benar-benar menghindari menyentuh nya membuat Feli benar-benar sangat kesal.

__ADS_1


"Ihhh kan aku ngandung anaknya makanya jadi gendut begini, kenapa tega banget sih? " Feli mandi dengan sesekali menggerutu kesal.


"Aku harus memikirkan cara lain untuk menggodanya lagi, aku tidak ingin dia bosan dengan ku huuu, " Ucap Feli.


Sejak tadi pagi Feli tak kunjung reda rasa kesalnya, pasalnya Angkasa pergi pagi ini tanpa mencium bibirnya. Hanya kening saja dan itu membuat Feli semakin overthinking saja.


"Jelas-jelas dia sudah bosan dengan ku, tega sekali dia. " Kesal Feli membuang boneka kecil ditangannya. Boneka itu diberikan oleh Angkasa saat usia kandungan nya baru masuk 2 bulan.


"Loh, sayang kenapa kamu terlihat sangat kesal begitu? " Tiba-tiba saja Jodi selaku kakanya datang dari arah depan menghampiri Feli yang sedang duduk di kursi taman samping rumah.


Feli langsung tersenyum merentangkan tangannya menunggu pelukan sangat kakak dan dengan senang hati Jodi ikut memeluknya dengan erat.


"Kenapa terlihat kesal begitu hmm? " Elus jodi dipucuk kepala Feli dan memberikan boneka itu kearah Feli.


"Gak kok kak, cuma hari terlalu panas yah. " Feli jelas berbohong, ia hanya tidak ingin menambah masalah saja. Apalagi hubungan kakaknya dengan Angkasa sudah sangat baik kini ia tak mau merusak nya.


"Kalau begitu kita kedalam saja yah, sekalian mau nyapa mamah. " Jodi memang sudah menganggap orang tua Angkasa seperti orang tuanya saja karena sangat bersyukur dengan kebaikan mereka yang menerima Feli untuk masuk kedalam keluarga itu.


Feli tersenyum memegang tangan kakaknya ikut berjalan masuk kedalam rumah.


Benar saja jodi langsung menyalami tangan mamah saat masuk dan menunduk hormat.


"Bagaimana kalau kita makan siang saja nak, kebetulan mamah juga masak rendang kata Feli kamu sangat suka dengan rendang. "


Jodi sangat tersentuh karena itu "Aku sangat senang mah, " Ucap Jodi duduk setelah membantu Feli duduk dikursi.


"Makanlah yang banyak yah, agar keponakan kakak lahir dengan sehat nantinya. " Jodi memberikan nasi serta lauk yang banyak.


Mamah tersenyum melihat itu, ia sangat suka melihat kehadiran Jodi karena itu akan membuat Feli sedikit lupa dengan semua rasa sakitnya.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Hayolohh salah faham kan kamu Feli, Angkasa gak bosen kok cuma lagi ngejaga aja.


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2