
...🍃Soundtrack #Reckless -madison beer🍃...
...🌾🌾Jika rasa ini bukanlah hal yang salah, kenapa mencintaimu begitu menyakitkan untuk ku? 🌾🌾...
Hari ini hari libur untuk Feli juga Angkasa, sejak pagi tadi Angkasa sudah heboh meminta disiapkan air untuk nya mandi begitu juga dengan pakaian formal karena ia ada pertemuan mendadak dengan petinggi yang memiliki pengaruh besar di kantor nya.
Terlihat sekali Angkasa sangat enggan meluangkan waktu liburnya untuk bekerja tapi apa mau dibuat jika berani untuk berbisnis maka harus siap dengan konsekuensi juga harus tetap profesional.
"Cepatlah ikatkan disitu karena waktu sudah mulai tiba, " Ucap Angkasa yang melihat kearah jam dinding.
Feli yang sedang berdiri itu langsung mendekat kearah Angkasa lalu mengikat kan dasi untuk Angkasa.
Lagi-lagi Angkasa merasakan detakan jantung nya yang sangat tak tertahan, kenapa akhir akhir ini ia semakin dibuat bingung dengan perasaan nya. Apakah ia Sungguh membenci gadis yang sedang fokus mengikat dasinya itu?.
"Sudah selesai Mas. "
"Aku berangkat sekarang, " Ucap Angkasa meraih tas kerjanya dari tangan Feli.
"Mari aku antar ke depan Mas, " Ucap Feli membuat Angkasa sedikit heran.
"A, ah baiklah. " Angkasa buru-buru berpaling dan berjalan menuju pintu utama begitu juga dengan Feli.
Angkasa meninggalkan pekarangan rumah dengan mobil mewah miliknya itu. Laki-laki itu sedikit melirik Feli dari kaca spion mobilnya, gadis itu tetap berdiri disana bahkan setelah Angkasa sudah tak lagi melihat nya.
"Kenapa ia masih berdiri disana? " Gumam Angkasa Bingung.
"Walaupun kamu bersikap seolah menjadi istri yang baik tetap saja langit tak akan benar-benar jatuh hati padamu, aku sangat yakin pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan pernikahan kalian. " Mamah yang baru datang dari dapur dengan bunga di tangannya.
Feli hanya diam saja dan mencoba untuk tersenyum kearah mamah yang melihat ia dengan sinis.
"Mamah ngomong apa sih? Ngk beres apa maksud mamah? Vania liat sendiri kok kalau Mas langit dan mbak Feli begitu saling mencintai. Apa salahnya jika mbak Feli melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri? " Vania menghampiri Feli dan mengelus bahu kakak iparnya itu.
Feli tersenyum kearah Vania dan dibalas senyuman oleh Vania juga, kalau bukan karena Vania mungkin Feli akan merasa hidup seperti dineraka dirumah ini.
"Kamu jangan ikut campur urusan orang dewasa, kamu mau ngelawan mamah yah? " Mamah terlihat kesal karena Vania membela Feli.
Vania tersenyum lalu memeluk mamahnya itu "Duhh kenapa sih si cantik ku ini sangat suka sekali marah-marah belakangan ini? Papah kurang manjain mamah yah? "
Mamah masih saja cemberut dan melihat tidak suka kearah Feli, bagaimana pun ia pikirkan ia tetap tidak suka dengan kehadiran Feli yang begitu tiba-tiba.
"Mah, mamah mau kan liat Mas langit bahagia? Jadi mari kita hargai pilihan Mas langit yah! Udah lumayan lama Mas langit nikah masa mamah gini terus sih? Mamah mau jadi seorang yang merusak kebahagiaan Mas langit? " Vania dengan senyuman lembut memegang tangan mamahnya yang hanya diam saja.
Sedang Feli hanya berdiri mematung sembari menunduk, ia merasa sangat bersalah terhadap mamah, Vania juga papah. Pernikahan mereka sebenarnya bukanlah pernikahan normal yang biasa dilakukan oleh orang-orang. Ia sendiri tidak tahu akan bagaimana pernikahan ini kedepannya.
"Sudahlah mamah masih ada urusan, " Ucap mamah meninggalkan Vania menuju kamar.
Vania hanya diam saja memberikan mamah waktu untuk berpikir. Gadis itu masih sangat mudah tapi sangat dewasa pemikiran nya.
__ADS_1
"Mbak yang sabar yah, mamah cuma terlalu sayang sama Mas langit dan kaget tiba-tiba aja Mas langit udah nikah aja hehhe, " Ucap Vania.
Feli tersenyum kearah Vania "mbak gakpp kok sayang, mbak faham kok perasaan mamah. "
"Aku ke kamar dulu yah mbak, soalnya aku ada persiapan mau perlombaan besok. "
"Semangat cantik, "
"Makasih mbak, bye. "
Feli berjalan sambil merenungi perasaan mamahnya yang begitu menyayangi Angkasa hingga sekesal itu kepada nya, apa karena Angkasa juga menyesal telah melakukan kerja sama ini hingga ia sangat sering kali marah-marah padanya?.
Feli sudah selesai berkemas keluar untuk menemui fahdan yang sudah beberapa kali menanyai kapan Feli bisa menemui nya. Dan Feli sudah sangat merasa tidak enak karena sudah sering menolak karena belum menemukan timing yang tepat.
Feli hanya memakai baju seadanya, dengan celana kulot dan kemeja juga tas slempang ia selalu berpenampilan sederhana karena ia tak mau bergaya hedon padahal ia sendiri tidak sekaya itu untuk bergaya ini itu.
Setelah turun dari Bus Feli berjalan sebentar menuju alamat cafe yang di share lock oleh fahdan.
Ia berjalan canggung karena beberapa pasang mata yang melihat kearah nya, mungkin ada beberapa orang yang mengenalinya karena melihat berita saat dulu dan wajah Feli sangat jelas saat itu tidak disamarkan atau bahkan disensor.
Feli melihat fahdan sudah tersenyum kearahnya sembari melambaikan tangan. Dibalas dengan anggukan oleh Feli lalu duduk didepan fahdan.
"Maaf mas, apakah aku terlalu lama? " Tanya Feli sedikit khawatir.
"Tidak sama sekali, aku yang terlalu cepat datang kesini hahaha. Tidak sabar ingin bertemu kamu sebenarnya. " Senyuman fahdan sangat lebar hingga Feli tersenyum Kikuk.
Ia sangat penasaran kenapa fahdan sangat ingin bertemu dengan nya? Apakah laki-laki itu benar-benar tidak tahu siapa Feli sebenarnya?.
"Maaf yah Mas kalau aku sangat sering menolak permintaan Mas, aku tidak bermaksud hanya saja aku baru punya waktu sekarang. " Feli merasa bersalah.
Fahdan tertawa ringan karena melihat Feli sungguh sedang merasa bersalah.
"Dia tidak berubah sama sekali, masih sama dan selalu merasa melakukan kesalahan padahal ia sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun. " Batin fahdan.
"Kamu tidak usah meminta maaf, aku yang terlalu sering meminta mu bertemu hahah. "
Feli membalas tersenyum Kikuk, ia merasa laki-laki ini adalah laki-laki baik dan juga senyuman nya sangat familiar bagi Feli.
"Mari kita pesan makan, sepertinya aku sedikit lapar sekarang. " Fahdan meraih menu dari meja lalu memberikan satu buku menu kearah Feli.
"Kamu mau pesan apa hmmm? "
"Eumm,, sebenarnya aku sedang tidak lapar Mas. Bagaimana kalau aku pesan minum saja? "
"Kamu pasti masih sungkan dengan ku bukan? Lihatlah betapa berat badanmu sangat jauh turun dari dulu, aku khawatir kamu tidak makan dengan baik. "
"Hah? " Bingung Feli.
__ADS_1
"Ah maksud ku berat badanmu jauh berkurang sejak kita bertemu saat itu, " Koreksi fahdan dan Feli menganggukkan kepalanya mengerti.
Feli kaget saat pelayan membawakan banyak sekali jenis makanan kearah Feli dan juga fahdan.
"Kenapa laki-laki ini memesan banyak sekali makanan? Apa ia adalah pemakan berat? Tapi dilihat dari postur tubuhnya dia tidak seperti itu. " Batin Feli.
"Ayo makanlah, kamu sangat suka dengan makanan makanan ini. Saat itu.. " Ucapan Angkasa segera terhenti saat ia melihat wajah bingung dari Feli.
"Maksud ku biasanya orang orang sangat suka dengan jenis-jenis makanan ini heheh. "
Feli lagi-lagi mengangguk faham walaupun ia sedikit kebingungan dengan sikap fahdan yang seolah ia mengenal Feli.
"Ayo makan, "
Feli mengangguk dan mulai ikut makan dengan fahdan yang tersenyum kearah Feli karena gadis itu sangat menyukai makanan yang ia pesan.
"Seleramu bahkan masih sama, " Batin fahdan.
"Bagaimana hmm? Apakah kamu menyukai makanan nya? " Tanya fahdan disela-sela makannya.
Feli tersenyum kearah fahdan dan mengangguk"Suka Mas, aku sangat menyukai makanan ini apalagi dulu kakak sangat sering memasakkan aku makan ini. Dan juga kakak.... "Feli terdiam karena mengingat ia tak lagi bisa memakan masakan kakaknya yang sampai kini tak ada kabar.
" Kakak kenapa hmm? "Tanya fahdan kepo.
Feli tersenyum kearah fahdan padahal matanya sudah memerah menahan tangis" Hahah gak kok Mas, mari makan Mas. "Feli melanjutkan makannya dengan lahap untuk mengalihkan pembicaraan.
" Uhuk,,, uhuk,, "Feli tersedak karena makan terlalu cepat hingga ia batuk-batuk.
" Makan nya pelan gak ada yang ngajak kamu lomba makan kok hahah. "Senyum fahdan gemas kearah Feli dan menepuk pelan punggung Feli.
Feli seketika terdiam dan melihat kearah fahdan, kenapa laki-laki itu melakukannya sama seperti kakak nya dulu? Saat Feli tersedak maka kakaknya akan mengatakan hal yang sama sembari memukul pelan punggung Feli.
" Kenapa hmmm? "Tanya fahdan saat melihat Feli melihat kearahnya dengan seksama.
" Tidak mungkin ini kak Jodi, apa aku terlalu merindukan kak Jodi hingga mengira Mas fahdan adalah kak Jodi? "Bingung Feli membatin.
" Gak kok Mas, "Feli berkali-kali minum karena merasa tiba-tiba haus.
Fahdan sendiri hanya diam saja melanjutkan acara makan nya dengan sesekali melihat kearah Feli yang masih saja makan itu.
" Makanlah yang lahap karena kamu sudah melalui banyak hal selama ini. "Batin fahdan.
Mereka berdua akhirnya fokus makan dan diam seribu bahasa.
...🎋🎋Bersambung🎋🎋...
Waduhh fahdan mencurigakan Banget yah, siapa nih Mas fahdan?.
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan Kawan.
See you guys🌺.