Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
92.tuh kann.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #lemonade-Nct127🍃...


...🌾🌾Terkadang setelah melewati rasa asam makan kita akan sangat beruntung untuk bertemu dengan rasa manis🌾🌾...


     Pintu rumah perlahan terbuka dan tiba-tiba sebuah kepala menyembulasuk dari arah luar, ternyata itu adalah Vania yang baru saja pulang kerumah. Memang ia sudah seharusnya pulang sejak tadi tapi mungkin karena terlalu asyik bermain di luar ia jadi terlambat datang.


"Kemana semua orang? Kenapa rumah sangat sepi? " Bingung vania yang baru saja masuk dan menutup pintu dengan perlahan.


Ia melihat sekitar namun tak ada sama sekali orang-orang. Biasanya mamah sudah duduk disofa sambil menyambut kedatangan nya.


Dan biasanya juga suara tangisan si kembar dari atas akan terdengar kebawah walaupun hanya sekedar samar saja.


"Apa Arin dan Aron sedang tidur yah? " Bingung Vania yang masih saja melihat sekeliling.


Sedang saat ini Angkasa dan Feli masih saja saling berbumbu di dapur, Angkasa sungguh tidak mau mendengarkan Feli untuk mereka pindah posisi saja.


"Mas,, bagaimana kalau ada yang datang? Aku sungguh tidak ingin menanggung malu. " Feli melepaskan pangutan bibir mereka lalu melihat cemas kearah Angkasa.


Angkasa dengan cepat mengangkat tubuh Feli keatas pantry dan mendudukkan nya disana hingga kini wajah mereka sudah sangat dekat sekali.


Ia tersenyum lalu mendekat kearah telinga Feli "Tidak akan ada yang datang sayang, papah mamah dan anak-anak sedang keluar. Kalau pun mereka datang makan suara mobil nya akan terdengar. Lagian melakukan nya disini sangat menggairahkan juga terkesan unik. Mas suka sekali hehehe. "


Feli melihat bingung kearah suaminya, memang ia juga mengakui hal-hal seperti ini memang asing dan membuat ia sedikit tertantang. Tapi ia tetap saja khawatir jika ada yang datang.


"Tapi mas akmphh, " Ujar Feli terdengar tidak Jelas karena Angkasa yang tiba-tiba main nyosor aja.


Dengan pelan Feli ikut terbuai dengan permainan bibir Angkasa hingga ia mengalungkan tangannya dileher suami nya sembari meremas rambut Angkasa karena menikmati ciuman luar biasa itu.


Karena terlalu menikmati ciuman itu mereka berdua tidak sadar dengan kehadiran vania yang sudah berdiri sejak tadi diambang pintu dapur.


Ia sebenarnya hendak keatas untuk melihat apakah kedua sepupunya itu sedang tidur namun saat ia berjalan menuju tangga ia mendengar suara aneh dari dapur. Ternyata sepasang suami-istri itu sederhana sibuk memadu kasih.


"Wahh,, biasanya aku liat dari drama. Eh tiba-tiba aja liat lamgsung gini. Wuuuu sekali, " Gumam Vania memperhatikan dengan seksama.


"Omaya!!! " Kaget Feli saat melihat kehadiran vania disana hingga tidak sadar sudah mendorong Angkasa dengan keras hingga jatuh ke lantai.


"Sayang? Kenapa mas di dorong sih? " Angkasa terlihat sangat kaget dan melihat cemberut kearah istrinya.


Mata Feli masih saja melihat kearah Vania yang tertawa itu, hal yang ia takutkan akhirnya terjadi. Ia menunduk merasa malu karena ini.


Angkasa melihat arah pandang Feli dan melihat Vania sudah ada disana sembari meledak nya yang sedang duduk dilantai karena didorong Feli tadi.


"Hahaha rasain tuh, makanyaa tau tempat dong kalau mau gituan. Huu dasar orang dewasa! " Vania berlalu sambil tertawa pelan.

__ADS_1


"Vania,,bukan begi,,, " Feli bergumam kecil sembari turun dari pantry merasa malu bukan maen.


Angkasa sendiri masih saja duduk dilantai menunggu Feli membantunya untuk bangkit namun gadis itu malah mengabaikan nya karena malu.


"Sayang... Bantuin aku bangun hmmm. "


Feli masih saja merutuki kebodohan nya yang ikut terhanyut dalam ciuman itu hingga tak sadar dengan kehadiran adik iparnya itu.


"Aishh aku malu sekali. "


"Sayang!!! Kenapa kamu dorong aku sih? " Karena melihat tak ada tanda-tanda Feli akan membantunya bangkit akhirnya ia memutuskan untuk bangkit sendiri.


Feli mengabaikan Angkasa dan melanjutkan acara bersihnya itu.


"Aihh aku sangat malu sekali, tadi masih Vania bagaimana jika itu mamah atau papah? Mungkin aku tak akan bisa lagi berkeliaran dirumah ini. Memalukan! "


"Sayang? "


Angkasa masih saja mencoba untuk menarik perhatian Feli yang mengabaikan ia sejak tadi.


"Sayang? "


Dengan pelan Angkasa menarik bahu Feli hingga kini mereka saling berhadapan.


"Iihh mas malah nanya lagi? Aku malu mas tadi Vania udah liat kita,, "


"Kita apa? Emang kita ngelakuin hal yang salah yah? "


"Ihhh ngeselin banget sih jadi orang, emang gak salah mas tapi kan itu namanya gak sopan. Aaa aku malu banget. " Feli melihat kesal kearah Angkasa dan lanjut membersihkan pantry mengabaikan Angkasa yang terus saja membujuk nya.


"Sayang? Kamu kok kesal? Kan kita gak salah. "


"Tau ah, mas emang ngeselin! "


"Sayang! Kok kamu gitu sih? Mas minta maaf yah hmmm. "


Angkasa mengikuti Feli kemana pun Feli pergi bahkan setelah Feli selesai membersihkan seluruh dapur.


"Kami pulang! "


Feli langsung berjalan dengan cepat meninggalkan Angkasa yang masih saja berusaha membujuk nya untuk tidak merajuk lagi.


"Wahh siganteng dan sicantik mamah dari mana nih? " Feli tersenyum melihat kedua malaikat nya yang baru saja pulang jalan-jalan dengan kakek dan nenek mereka.

__ADS_1


"Sayang! Aku minta maaf yah. "


Feli melihat kesal kearah Angkasa yang tidak tahu situasi itu. Bagaimana bisa dia masih membahas hal yang sama dihadapan kedua orang tuanya.


Mamah dan papah jadi kebingungan ada apa gerangan dengan anak juga menantunya itu?.


"Loh, kenapa nak? Kamu ngelakuin apa lagi sama Feli? " Mamah langsung melihat kesal kearah Angkasa.


"Ahh, enggak kok mah. Cuma becanda aja tadi heheh. "


"Serius nih? Langit gak jahatin kamu kan sayang? " Mamah melihat kearah Angkasa dengan penuh selidik.


"Gak kok mah, eh ganteng mamah mau mandi yah sayang? Yaudah yuk keatas. Mah aku bawa anak-anak keatas yah. " Feli meraih Aron dari gendongan mamah.


Melihat tidak ada pergerakan dari Angkasa Feli melihat kesal kearah nya"Mas bawa Arin juga biar mandi dulu sebelum malam. "


Feli berjalan dengan cepat meninggalkan Angkasa yang menurut membawa Arin keatas dengan wajah cemberut karena tahu hingga kini istrinya masih saja merasa kesal.


"Sayang! "


Feli berjalan dengan cepat menuju kamar begitu juga dengan Angkasa yang mengikutinya dari belakang.


"Sayang,, mas minta maaf yah! "


Mamah dan papah saling melihat sejak tadi, mereka sungguh bingung ada apa dengan Angkasa juga Feli. Walaupun terlihat tidak ada masalah tetap saja mereka terlihat sangat mencurigakan.


"Tidak akan terjadi apa-apa kan pah? Kenapa mereka terlihat sangat mencurigakan? " Tebak mamah dan papah langsung mengangguk.


"Sudahlah mah, papah yakin itu hanya perdebatan kecil saja. Mamah tidak lupa kan dengan masa-masa dimana mamah sering kali ngambek hanya karena hal-hal kecil saja hahah. "


Mamah melihat kearah papah dengan ketus"Kenapa malah dibahas sih sudah berlalu juga. Papah nih suka banget ngingetin kejelekan mamah. "


Mamah berlalu dengan pelan meninggalkan papah yang terlihat kebingungan itu.


"Loh, kenapa dia malah ikutan merajuk sih? " Bingung papah mengikuti mamah dari belakang.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Kecyduk gak tuh, untung masih Vania. Bayangin kalau itu mamah sama papah. Berabe nih malunya.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you 🌺

__ADS_1


__ADS_2