
...🍃Soundtrack #Hurt-Baekhyun(exo) feat Seomuntak 🍃...
...🌾🌾Terkadang kita merasa bingung dengan arti sebuah kata"cinta" Padahal cinta itulah alasan kita bahagia juga berharap 🌾🌾...
Saat ini seluruh anggota keluarga Angkasa sudah berkumpul tepat di depan meja makan. Wajah bahagia sudah tidak bisa ditampik dari semua ekpresi yang ditunjukkan oleh anggota keluarga itu.
Mamah tersenyum kearah Feli dengan senyuman yang hangat begitu juga dengan papah yang ikut tersenyum dan tentu saja tidak terkecuali untuk Vania yang bersorak heboh saat melihat kedatangan kakaknya dengan Feli yang berjalan canggung dari belakang.
"Ma,, maafkan aku mah, pah juga Vania karena sudah pergi dari rumah tanpa pamit saat itu. " Feli menunduk merasa sangat bersalah karena sudah bersifat kekanakan saat ia bertengkar dengan Angkasa.
Papah tersenyum menganggukkan kepala begitu juga dengan mamah.
"Tidak perlu minta maaf sayang, hal seperti itu biasa terjadi dalam sebuah hubungan suami istri. Mamah sangat bahagia kalian akhirnya kembali bersatu.
" Saat itu aku sangat kekanakan bahkan tidak memberikan kabar sama sekali kepada kalian, maafkan aku karena sangat merepotkan. "Feli masih saja merasa bersalah.
" Sudah sudah, mari makan sebelum makanan jadi dingin. Mamah sengaja memasak banyak sekali jenis makan untuk menyambut kepulangan mu menantu, "ucap papah tersenyum kearah Feli.
Feli sangat tersentuh karena itu. Sudah lama ia menantikan momentum hangat seperti ini dengan mamah, ia sempat membayangkan bagaimana rasanya saat mamah benar-benar menerima kehadirannya dirumah itu.
" Ternyata rasanya sebahagia ini? Aku sangat lega tanpa alasan. "Batin Feli.
" Mamah ambilkan kuah tambahan dulu, "mamah berdiri menuju pantry dan disusul oleh Angkasa.
" Apa ada yang kamu perlukan? "Tanya mamah pelan.
" Ah aku hanya ingin mengambil minuman dingin mah, aku sangat haus. "Angkasa membuka pintu kulkas namun mamah tiba-tiba memegang bahunya.
" Ada apa mah? Apa mamah juga mau? "
"Wahh kamu langsung beraksi saja yah setelah berbaikan dengan nya? " Mamah tiba-tiba berbisik.
"Maksud mamah apa? " Bingung Angkasa sedikit memicing heran.
Mamah tersenyum melihat curiga kearah Angkasa yang masih terlihat kebingungan itu "Tidak mungkin kamu tidak melihat bekas merah-merah dileher istri mu kan? Wahh setidaknya lakukan ditempat yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. " Goda mamah membuat Angkasa tersenyum kikuk.
"Apa terlalu terlihat yah mah? "
"Sangat! "
"Lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi heeheh, " Ucap Angkasa tertawa pelan.
Setelah selesai makan Feli membereskan meja makan walaupun mamah sebenarnya tidak mengizinkan itu. Feli akhirnya mendapat izin dan ditambah lagi ada Vania yang membantunya disana.
"Aku kangen banget sama mbak huuu, " Ucap vania memeluk Feli setelah mereka benar-benar membersihkan seluruh dapur.
Feli menerima pelukan itu dengan hangat tidak lupa memukul pelan punggung Vania.
"Mbak juga merindukan mu, maafkan mbak yah mengabaikan panggilan mu saat itu. " Feli merasa bersalah karena sudah bersikap seperti itu.
Vania tersenyum "Gakpapa kok mbak, intinya sekarang mbak udah pulang aku udah bahagia banget heheh. "
"Elleh, ngapain meluk-meluk istri mas? " Angkasa yang baru datang dari kamar mendekat dengan menggoda adiknya itu.
Vania melihat nyalak kearah Angkasa "Terserah aku dong mas, mbak Feli aja gak marah tuh! "
"Mas yang marah, Feli itu cuma milik mas. " Tarik Angkasa dari Vania.
__ADS_1
"Mas kenapa sih? Masa sama adik sendiri cemburu? Dan dia adalah seorang gadis mas. "
"Tau nih, banyak yang bucin tapi gak ada tuh yang sealay mas, " Ucap Vania mencibir.
"Bodo amat, pokoknya jangan sembarangan meluk istri mas. "
"Yaelah selo kali mas, aku permisi yah mbak males banget ngeladenin nih manusia satu." Vania tersenyum kearah Feli.
Feli hanya tertawa pelan melihat kelakuan kedua bersaudara itu, satunya suka baperan satunya lagi suka Ngegodain. Apa gak perang tuh tiap hari.
"Udah sayang beres-beresnya? " Tanya Angkasa melihat kearah Feli yang dengan cepat menganggukkan kepalanya.
"Ke kamar yuk! "
Feli menganggukkan kepala lalu berjalan mendahului Angkasa dan tiba-tiba ia merasakan tubuhnya sedikit melayang karena digendong oleh Angkasa.
"Loh mas? "
"Kamu masih kesakitan kan? Biar mas gendong aja soalnya kalau naik tangga itu kamu makin sakit nantinya. "
"Nanti ada yang liat gimana mas? "
"Loh memangnya kenapa sayang? "
Feli mendengus pelan karena Angkasa sungguh tidak tahu malu, bagaimana ia bertanya seperti itu.
"Aku malu mas, mas emang gak malu? "
"Gak tuh, ngapain malu gendong istri sendiri? "
"Sudahlah mas, lanjut saja sebelum ada yang liat. " Feli memilih untuk diam saja karena berdebat dengan Angkasa benar-benar memusingkan baginya.
"Hmmm nyaman dan hangat, " Ucap Feli pelan tapi masih bisa Angkasa dengar dengan jelas.
"Bau tubuh mas sangat harum dan menenangkan hatiku. "
Angkasa tersenyum sembari tersipu karena pujian Feli yang begitu tiba-tiba itu. Walaupun ia sudah bisa memiliki Feli seutuhnya tetap saja jantungnya masih sama berdebarnya seperti sejak ia SMA dahulu.
"Mas tau gak gimana perasaan aku setelah kepergian mas dahulu? " Tanya Feli tiba-tiba memandang Angkasa yang juga melihat lekat kearah nya.
"Gimana hmm? " Angkasa mendekat kearah Feli lalu mendengarkan sebuah pengakuan yang akan dilakukan gadis itu.
"Aku sangat menyesal karena telah melakukan semua itu kepada mas, aku benar-benar tidak ada pilihan lain selain melakukan itu. Lebih baik aku yang melakukannya agar mas terbebas dari bullyan Adit juga gengnya. "
Angkasa tersenyum kearah Feli, apa yang dikatakan Rio sama dengan penjelasan Feli.
"Maafkan aku mas karena sudah pernah memberikan luka kepada mas, aku benar-benar menyesal dan sedetikpun tidak pernah melupakan semua itu. " Feli memegang tangan Angkasa dengan lembut.
"Awalnya mas juga mengira kamu melakukan itu karena kamu membenci orang seperti ku mencintai gadis secantik kamu hingga kamu memperlakukan ku seperti itu dahulu, sejak aku pindah saat itu tidak pernah sedetikpun aku lupa dengan mu. Aku bingung apakah itu kebencian atau cintaku yang sudah terlalu dalam. Hingga aku mengambil keputusan bodoh dengan berubah lebih baik dan memiliki kehidupan yang layak untuk membalas semua perbuatan mu tanpa tahu kebenaran dibalik semua kejadian itu. " Angkasa melihat kearah Feli dengan wajah penuh rasa bersalah.
Feli tersenyum karena mendengar penjelasan Angkasa, ia sangat bingung beberapa saat apakah ia mengambil keputusan yang benar dengan kembali dengan Angkasa? Ternyata keputusannya sangat benar dan ia bersyukur saat ini.
"Maafkan aku yang gegabah karena sebuah kesalahpahaman telah berlaku buruk padamu padahal kamu sudah banyak menderita karena ku. "
Cup,
Feli mencium pelan bibir Angkasa lalu tersenyum, baginya itu sudah ia anggap sebagai masa lalu yang harus diambil pelajaran di dalamnya.
__ADS_1
Angkasa diam dan kaget karena kecupan Feli yang begitu tiba-tiba itu.
"Mas gak perlu minta Maaf, karena kita sama-sama Korban dalam kesalahpahaman ini. Aku bersyukur karena bisa bersama mas saat ini. Aku harap hanya ada kebahagiaan kedepannya, " Ucap Feli tersenyum.
Angkasa ikut tersenyum mendengar itu, ia mengangguk lalu mengelus pelan pucuk kepala Feli.
"Aku mencintaimu dulu dan sekarang, " Ucap Angkasa tiba-tiba dengan mata menatap lekat kearah Feli yang tiba-tiba tersipu karena itu.
"Kenapa tiba-tiba sekali mas heheh, " Ucap Feli salah tingkah.
Angkasa hanya diam sembari menatap kearah Feli, Feli juga diam menatap kearah Angkasa yang kini wajahnya kian mendekat kearah Feli.
Pelan dan pasti Feli mulai memejamkan mata saat merasakan bibir Angkasa sudah mel*mat lembut bibir nya dengan penuh perasaan.
Feli juga ikut membalas ciuman itu dengan mata tertutup menikmati permainan bibir Angkasa yang semula sangat lembut dan menuntun itu kini mulai bergairah dan semakin buas saja.
Angkasa menarik tengkuk Feli untuk memperdalam ciumannya hingga Feli kewalahan mengikuti gerakan bibir Angkasa yang terlihat sangat bersemangat itu.
"Mph,, " Feli menepuk pelan bahu Angkasa karena mulai merasakan udara kian menipis ia hirup.
Angkasa melepaskan ciuman itu dengan wajah tidak rela, Feli mencoba meraup banyak Udara karena ulah Angkasa.
"Mashh,, pelan-pelan dong. Aku gak bisa ngikutin ihh, " Ucap Feli protes karena ciuman Angkasa sangat liar untuknya.
"Mash,, gak tahan sayang. "
Angkasa mendekat kearah Feli lagi dan menyambar bibir itu dengan penuh ***** hingga Feli lagi-lagi kewalahan mengikuti nya. Belum lagi lidah Angkasa sudah masuk kedalam mulutnya bergerak aktif mengabsen semua gigi Feli hingga Feli merasa kegelian.
"Mashh,, eugh,, " Feli sedikit melenguh karena tiba-tiba Angkasa sudah meremas benda kenyal didalam baju nya.
Angkasa tersenyum sembari turun keleher Feli dengan mencium nya tanpa berniat meninggalkan bekas disana karena mengingat nasehat mamahnya tadi.
"Mas buka yah sayang? " Tanya Angkasa pelan.
Feli terlihat berpikir dengan pertanyaan Angkasa itu "Aku takut mas lepas kendali nanti, masih sakit mas. " Feli merasa bersalah karena masih belum siap untuk melakukan hal yang sudah mereka lakukan semalam.
Angkasa tersenyum kearah Feli, walaupun sebenarnya ia sangat mengharapkan nya tapi ia juga tidak bisa egois dan itu bisa menyakiti gadis yang dicintainya itu.
"Mas Janji gak akan minta lebih, cuma main bentar sayang. Boleh yah? "
Dengan pelan Feli menganggukkan kepalanya karena ia merasa bersalah maka setidaknya ia membiarkan Angkasa bermain sebentar dengan tubuhnya.
"Akhh,, sst. " Feli menggigit bibir saat Angkasa menghisap dadanya dengan pelan sembari ia gigit sedikit.
"Mashh,, geli. " Feli menggelinjang hebat saat laki-laki itu menjilat pusat diperutnya.
"Enak kan sayang? " Goda Angkasa kearah Feli hingga Feli merasa malu.
"Ihh mas ngapain sih? " Feli benar-benar malu.
Angkasa tertawa pelan lalu melanjutkan aksinya disana. Baginya menggoda Feli adalah kebahagiaan tersendiri.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Wahhh beda yah kalau udah baikan gini. Maunya nempel mulu wkwkw.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺