Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
91. Iih nanti ada yang lihat.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Holiday party-Weekly🍃...


...🌾🌾Bukan hal yang mudah untuk ku merasa bahagia, tapi sekalinya bahagia sungguh sangat mengharukan🌾🌾...


      Setelah acara makan siang selesai mereka berbincang bincang kembali dan papah juga datang langsung mendengarkan berita membahagiakan itu.


Feli tak hentinya tersenyum disamping Angkasa yang juga ikut tersenyum mendengarkan Jodi bercerita bagaimana kisah cinta mereka dahulu. Sangat tragis dan hampir saja tak berjalan mulus.


"Aku sangat tidak menyangka kalau mas Jodi akan melamarku, saat itu aku sudah benar-benar putus asa dan mulai untuk mencoba berhenti berharap padanya. " Dea bercerita sembari melihat kearah Jodi yang tersenyum itu.


"Aku bukan  nya tidak mencintai nya, hanya saja saat itu aku memiliki banyak sekali hal yang harus untuk aku urus. Aku takut tidak bisa membahagiakan nya. "


Anggota keluarga hanya tersenyum mendengarkan kisah mereka itu, memang mereka faham betul posisi Jodi yang sangat disibukkan dengan kasus keluarga nya yang belum juga terpecahkan.


Itu membuat Feli semakin merasa bersalah dengan kakak nya karena telah membiarkan kakaknya menghabiskan masa mudanya dengan mencari tahu perihal kematian papah juga mamahnya.


"Papah sangat bahagia karena keputusan mu ini sangat hebat nak, sudah saatnya untuk kamu mencoba memulai kehidupan baru dan mulai membangun keluarga baru. Itu akan memberikan kekuatan baru untuk mu juga, " Jelas papah lalu dibalas anggukkan oleh Jodi.


Feli bersandar dibahu suaminya karena ia masih merasakan haru hingga ingin menangis saja.


"Kenapa hmmm? " Tanya Angkasa pelan melihat kearah Feli yang terlihat sangat melow itu.


Feli menggeleng dengan pelan lalu mendekat kearah Angkasa.


"Gak papa kok mas, aku cuma pengen nyender aja heheh. "


Angkasa tersenyum lalu mengelus pelan surai hitam istrinya itu. Ia tahu saat ini Feli sedang tidak baik-baik saja.


16.32pm.


Jodi dan Dea sudah pamit pulang karena hari sudah sore, mereka menghabiskan waktu bersama diruang keluarga. Membicarakan perihal pertemuan hingga acara yang akan diselenggarakan di bulan mendatang.


Mamah juga papah sedang jalan-jalan berdua dengan kedua cucu mereka yang sudah terbangun tadi, memang mereka selalu melakukan ritual jalan-jalan sore saat papah sedang tidak sibuk bekerja.


Kini dirumah hanya tinggal Angkasa dan Feli saja, Feli sedang sibuk membereskan dapur sebab tadi tidak sempat karena mereka menghabiskan waktu berbincang dan tidak mungkin Feli tidak ikut bergabung disana.


Angkasa sendiri duduk disofa sembari memainkan beberapa game diponsel miliknya. Ia sudah bermain sejak tadi kamu merasa sangat bosan.


Ia perlahan melihat kearah televisi untuk mencari hiburan namun ia merasa semua siaran disana sangat tidak bermutu.


"Ahh, kenapa tak ada satupun yang menarik disini? Benar-benar membosankan! "


Angkasa bangkit dari sofa lalu berjalan mencari Feli kearah dapur.

__ADS_1


Ia tersenyum melihat kearah Feli yang sibuk membersihkan pantry saat ini, gadis itu sangat terlihat cantik bahkan hanya mengenakan dress sederhana saja. Rambut diikat asal dan tidak pakai riasan sama sekali.


"Aah rasa bosan ku hilang seketika hanya karena melihat punggung nya yang sedang sibuk bekerja itu, " Ucap Angkasa tersenyum.


Perlahan ia mendekat kearah Feli yang sibuk membersihkan pantry yang kini sudah ia lap bersih itu.


Grab.


Tiba-tiba Feli merasakan dua buah tangan melingkar sempurna diarea perutnya itu hingga ia langsung kaget.


"Ma,, mas? " Feli tahu itu adalah ulah suaminya tapi tetap saja ia kaget.


"Hmmm? "


Angkasa bergumam ditelinga Feli lalu mendekat dan menyeruakkan kepalanya diarea leher Feli hingga gadis itu makin merasa geli.


"Mas aku lagi bersih-bersih nih, bentar lagi juga selesai. "


Feli hendak melanjutkan acara bersih-bersih nya tangannya malah ditahan oleh Angkasa.


"Mas bosan sayang, pas liat kamu rasa bosan Mas perlahan hilang. "


"Sebentar lagi selesai nih Mas, abis itu aku temenim nonton deh. "


"Engga mau hmmm. "


"Enggak mau, " Ucap Angkasa semakin mengeratkan pelukannya.


Cup,


Sesuatu yang kenyal terasa menempel dileher Feli hingga ia kaget "Ma,, Mas? "


Angkasa hanya diam saja tak menghiraukan seruan Feli yang merasa tak nyaman itu.


Cup,


Lagi-lagi Angkasa mencium lehernya sedikit menghisap meninggalkan bekas kemerahan disana seolah ia sedang memberikan label untuk istrinya bahwa Feli adalah miliknya seorang saja.


"Mash,, jangan disini yah. Nanti ada yang liat. "


"Gak ada siapapun dirumah ini sayang, " Bisik Angkasa hingga membuat bulu kuduk Feli merinding.


"Mas sabar dulu yah, setelah ini kita ke kamar saja. " Feli.

__ADS_1


Ia benar-benar tau bagaimana perasaan. Suaminya saat ini tapi melakukan hal-hal seperti itu bukanlah hal yang bagus saat ditempat seperti itu.


"Mashh,, ihh udah dong nanti ada yang liat. Nanti aja yah dikamar. "


"Hmm gak mau, maunya sekarang! "


Angkasa melepaskan pelukan nya lalu memutar tubuh istrinya hingga kini mereka saling berhadapan.


Feli tahu kalau saat ini Angkasa benar-benar sedang ingin namun bukan disini tempat nya.


"Mas, " Feli mencoba untuk membujuk suaminya itu.


Cup,


Angkasa sudah tidak mau mendengarkan Feli yang hendak berbicara itu lagi dan dengan sigap ia sudah membungkam bibir Feli hingga kini gadis itu tidak bisa berbicara lagi.


Bibir mereka menyatu dengan rapat lalu perlahan Angkasa menggerakkan bibirnya dengan lembut seolah sedang menuntun Feli yang masih saja diam menerima ciuman dari suaminya itu.


"Emmbn,, " Feli masih tidak menyerah untuk menyadarkan suaminya kalau sebentar lagi mereka bisa melanjutkannya dikamar.


Tapi Angkasa sungguh tidak mendengarkan nya dan masih lanjut bermain diarea bibirnya itu hingga mau tak mau Feli pun ikut berpartisipasi dalam permainan bibir itu.


Ia mengalungkan pelan tangannya dileher suaminya menikmati setiap sesapan yang dilakukan suaminya di bibir mungil miliknya itu.


"Ckb,, cup,  " Suara decapan itu terdengar jelas karena bibir itu saling memagut dan menikmati satu sama lain.


"Embn,, eghh,, " Suara -suara aneh terus saja keluar dari bibir Feli saat Angkasa sangat lihai dalam mengeksploitasi bibirnya itu hingga terasa sangat basah.


Perlahan Angkasa memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut istrinya lalu bergerak aktif disana seolah sedang mengabsen satu persatu gigi Feli.


Tak sampai disana ia juga menggerakkan lidahnya mengajak lidah Feli untuk berdansa hingga Feli merem melek karena permainan Angkasa diarea bibirnya itu.


"Mash,, nanti ada yang liat, " Ucap Feli mendorong pelan dada suaminya hingga kini bibir mereka sudah terpisahkan.


"Gak bakal sayang, gak ada orang dirumah. " Angkasa mendekat lagi kearah Feli yang masih ragu itu.


"Aku takut ada yang liat Mas, itu gak baik untuk kita. Malu tau huuu. "


Angkasa tersenyum lalu menarik pinggang Feli untuk lebih dekat dengan nya kemudian kembali menyatukan bibir mereka mengabaikan kekhawatiran istrinya itu.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Wahhh Angkasa sabar napa bang, tunggu dikamar aja biar leluasa mainnya heheh.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺


__ADS_2