
...🍃Soundtrack #U-Baekhyun(exo)🍃...
...🌾🌾Tolong katakan bahwa aku sedang dalam keadaan sadar kini, ini begitu membahagiakan untuk menjadi nyata bagiku🌾🌾...
Feli yang melihat kedatangan Jodi langsung berlari dan menghambur ke dalam pelukan kakaknya itu dengan tangisan yang pecah ia memeluk erat kakaknya begitu juga dengan Jodi yang menangis memeluk Feli adiknya.
"Hiks,,, kak,,, hiks,, "
Feli sangat ingin berkata banyak hal kepada Jodi kakaknya tapi karena terlalu bahagia dan banyak menangis ia tak sanggup untuk sekedar berkata-kata lagi.
"Iya sayang,, ini kakak.. Maafkan kakak baru terlambat datang menemui mu. "
Air mata Jodi semakin meluncur bebas bak hujan disiang hari, begitu menyakitkan menyebutkan kata terlambat itu. Ia sangat merasa bersalah karena sudah lama sekali membiarkan adiknya sendirian menghadapi kerasnya dunia ini.
"Hiks,, kakak,, "
Feli hanya mengatakan kata itu saja sejak tadi. Tak bisa lagi mengungkapkan banyak nya kata yang ingin ia lontarkan.
"Maafkan kakak karena sudah lama membiarkan mu sendirian selama ini, Maafkan kakak karena sudah pergi malam itu dan tak kunjung kembali hingga kini, maafkan kakak karena sempat melupakan mu karena sempat hilang ingatan dan maafkan kakak karena membuatmu hidup sengsara sendirian hiks,, kakak sangat menyesal karena tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk mu. "
Jodi semakin menangis karena membayangkan betapa tersiksa nya Feli selama ini tanpa dirinya. Membayangkan bagaimana perasaan Feli saat gadis itu perna dipenjara dan menjalani hidupnya disana membuat Jodi semakin menangis hebat. Bagaimana keadaan Feli saat pertama keluar dari penjara? Apakah gadis itu masih bisa menjalani kehidupan secara normal atau bahkan tidak. Bagaimana jika orang-orang tetap memperlakukan Feli layaknya seorang narapidana? Banyak hal yang membuat Jodi begitu menangisi nasib adiknya.
Ia semakin merasa bersalah karena sempat hidup bahagia dengan kedua orang tua angkatnya. Mendapatkan banyak sekali cinta dan kasih sayang seolah ia benar-benar tidak memiliki luka dalam hidupnya. Meskipun itu adalah sebuah kecelakaan yang menyebabkan ia hilang ingatan tetap saja Jodi merasa bersalah pernah lupa dengan Feli dan menjalani hidup yang normal dengan ayah dan ibu angkat nya. Namun, saat ia sadar dan mengingat semuanya ia langsung saja merasa bersalah dan meminta kedua orang tua angkatnya untuk membantunya mencari pembunuh yang sebenarnya dengan membebaskan Feli terlebih dahulu dengan mencari banyak bukti yang kuat. Begitu bersyukur nya ia karena bertemu dengan kedua orang tua angkat nya itu mereka dengan senang hati mau membantu Jodi.
"Maafkan kakak karena sudah menjalani hidup dengan baik-baik saja hiks, "
Air mata Feli semakin mengalir deras, ia sama sekali tidak melihat kebahagiaan dari wajah kakaknya. Ia tahu kakaknya juga sama menderitanya seperti dirinya. Kalau seandainya kakaknya memang menjalani hidup dengan bahagia makan Feli akan lebih bersyukur lagi untuk itu. Selama ini ia sangat khawatir apakah kakaknya masih hidup atau tidak dan kalaupun masih hidup apakah ia menjalani kehidupan dengan bahagia atau malah sebaliknya juga.
"Hiks,, aku sangat bersyukur kakak ada disini, aku sangat bersyukur kakak kembali saat ini. Kakak tidak perlu minta maaf padaku. Aku sangat bahagia bisa melihat kakak. " Feli mengeratkan kembali pelukan nya begitu juga dengan Jodi.
Angkasa hanya diam saja dengan wajah penuh deraian air mata karena ikut merasakan keharuan dari pertemuan istri dengan kakak iparnya itu.
Dengan cepat ia mengirim SMS kepada mamahnya bahwa mereka sudah bertemu dengan Jodi saat ini. Namun belum juga sempat ia kirim Feli sudah jatuh dan jodi langsung panik begitu juga dengan Angkasa.
Angkasa dengan cepat memasukkan ponselnya ke kantong celana dan berlari menuju Feli yang kini dalam pangkuan Jodi yang sangat khawatir itu.
"Feli,, kenapa dengan mu? Bangunlah,, jangan buat kakak khawatir. " Jodi sangat panik dan terus saja menangis.
__ADS_1
Angkasa lebih panik lagi karena tiba-tiba saja Feli jatuh pingsan saat ini dipangkuan Jodi.
"Kita kerumah sakit sekarang kak. " Angkasa langsung membawa Feli dengan mengangkat tubuh lemah gadis itu alasan bridal style lalu menaiki mobil begitu juga dengan Jodi yang mengikuti dari belakang.
Dalam perjalanan Jodi tak hentinya melihat khawatir kearah Feli yang menutup mata itu Angkasa sendiri lebih khawatir lagi tapi tidak ia perlihatkan karena ia tak ingin Jodi lebih khawatir lagi.
"Suter tolong istri saya, tolong berikan pengobatan segera. "
Sampai dirumah sakit ia langsung menggendong istrinya dengan cepat dan berteriak minta pertolongan tidak peduli begitu banyak pasang mata yang melihat kearahnya kini.
Jodi melihat dari belakang betapa bahu Angkasa sedang tidak baik-baik saja kini. Meskipun sejak tadi ia bersikap biasa saja tetap saja Jodi merasa kekhawatiran yang sangat besar disana.
"Tolong istri saya segera ditangani dok, " Angkasa terus saja meminta tolong bahkan setelah Feli sudah dibawa kesebuah ruangan yang dirinya juga Jodi dilarang untuk masuk.
Setelah pintu tertutup Angkasa lang diburu rasa takut yang sangat mendalam, ia sangat membenci rumah sakit karena mengingat Feli sudah kedua kalinya ketempat ini setelah bersama dengan nya.
Jodi sendiri hanya diam saja memperhatikan Angkasa yang tidak bisa diam itu, ia juga khawatir kini tapi Angkasa lebih khawatir lagi. Ia jadi yakin bahwa Feli telah menemukan laki-laki tepat untuk bersama dengan nya seumur hidupnya.
Dengan pelan Jodi mendekat kearah Angkasa lalu menepuk pelan bahu Angkasa.
"Tenanglah adik ipar, istri mu adalah gadis kuat dan juga hebat ini bukanlah apa-apa baginya. Kita doakan saja Semoga tidak ada hal yang serius menimpa nya. "
Mengatakan bahwa Jodi yang berubah nama menjadi Fahdan itu adalah laki-laki tidak benar, mengatakan bahwa Jodi adalah laki-laki sialan dan masih banyak hal lainnya. Setiap pertemuan mereka akan selalu menimbulkan beberapa pertengkaran ringan.
Namun, ia melihat Jodi seolah bersikap itu tidak pernah terjadi diantara mereka. Laki-laki dihadapan nya yang kini menjadi kakak iparnya itu bersikap seolah mereka tidak pernah bertengkar sebelum nya.
"Maafkan aku kakak ipar karena sudah bersikap tidak sopan padamu dalam beberapa pertemuan kita selama ini. " Angkasa menunduk merasa bersalah.
Jodi tersenyum lebar karena Angkasa memang bukanlah sembarangan laki-laki. Kalau salah ia akan meminta maaf tanpa peduli akan citranya.
"Tidak perlu minta maaf adik ipar, karena sikapmu yang seperti itu aku jadi sangat yakin bahwa kamu adalah laki-laki yang sangat tepat untuk adikku. Kamu akan marah jika ada laki-laki lain yang datang mendekati nya. Kamu selalu menjaganya bahkan dari laki-laki yang mencoba bersikap baik padanya. Terima kasih karena telah menjadi laki-laki baik untuk adikku. "
Angkasa langsung saja menangis karena mendengar itu, ia sangat merasa bersalah kepada Feli selama ini. Ia bukanlah laki-laki baik ia adalah laki-laki pengecut yang pernah menyakiti Feli karena kesalahpahaman.
Jodi memeluk Angkasa yang menangis itu, mungkin kalau dilihat orang-orang itu adalah pemandangan yang tidak sedap untuk dipandang tapi bagi Angkasa itu adalah sebuah pelukan kasih sayang dari kakak iparnya.
"Khem, "
__ADS_1
Tiba-tiba dokter keluar dan Angkasa juga Jodi buru-buru melepaskan pelukan itu juga mengusap air matanya.
"Bagaimana kondisi istri saya dok? "
"Bagaimana kondisi adik saya dok? "
Secara bersamaan Angkasa juga Jodi bertanya hingga dokter itu tersenyum kaget.
"Wahh pasti gadis itu adalah gadis yang beruntung karena mempunyai suami yang perhatian juga kakak yang baik. " Dokter itu tersenyum.
Angkasa juga Jodi langsung mewek karena mendengar itu, prakiraan dokter itu sangat salah besar karena Feli adalah gadis yang sangat menderita selama ini.
"Jadi bagaimana keadaan istri saya dok? " Ulang Angkasa sekali lagi dengan raut wajah khawatir.
"Tidak ada hal yang serius pada pasien, hanya saja ia terlalu kelelahan hingga membuat sistem imun dalam tubuhnya tidak stabil. Dan satu lagi mohon jangan membiarkan pasien untuk memikirkan banyak hal karena itu akan menyebabkan kondisi dalam kandungan nya ikut terganggu. " Dokter itu menjelaskan dengan seksama.
Angkasa langsung mengangguk mengiyakan setiap ucapan dokter tersebut namun ia langsung kaget saat dokter itu menyebutkan kata kandungan.
"Ka,, kandungan dok? Maksud dokter istri saya sedang mengandung? " Angkasa dengan mata terbelalak dan hati yang berharap bahwa ia tidak sedang salah mendengar saat ini.
Dokter malah lebih kaget lagi karena Angkasa tidak tahu bahwa istrinya sedang hamil saat ini.
"Loh, saya kira bapak sudah tahu. Saat ini saudari pasien sedang hamil muda pak. Tolong dijaga kondisi tubuhnya agar tetap stabil karena saat ini kehamilannya masih pertama baginya jadi tolong berikan perhatian yang lebih. "
Angkasa langsung berbinar saat mendengar itu dan air mata haru sudah tidak bisa lagi ia tahan. Hari yang sudah lama ia tunggu. Ia menunggu kata bahwa istrinya sedang mengandung anaknya.
Jodi juga ikut bahagia mendengar itu, hari ini begitu tiba-tiba dan juga memberikan banyak sekali kejutan bagi Angkasa juga Feli. Dengan kembalinya sang kakak kini mereka bahkan mendapatkan berita bahwa mereka akan menjadi seorang ayah juga ibu.
"Selamat adik ipar, kamu akan menjadi seorang ayah. " Jodi memeluk Angkasa lagi dan Angkasa dengan semangat membalasnya karena saking senangnya.
Tidak lupa ia juga menghubungi keluarganya karena mendapatkan berita hebat ini.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Aaaa ikut seneng mas langit mo jadi bapak, yahh walaupun kesempatan untuk jadi istri kedua sudah pupus. Gak mau daftar lagi ah jadi istri kedua langit soalnya udah mau jadi bapak-bapak wkwka.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺