Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
70.Dia cantik.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Lowkey🍃...


...🌾🌾Terkadang mimpi begitu indah dan kita juga bisa mendapatkan mimpi itu dengan sempurna🌾🌾...


    Banyak sekali hal di dunia ini yang tidak sesuai dengan prakiraan kita sejak awal. Banyak yang mengeluh akan seseorang namun ternyata berakhir bersama dengan orang tersebut.


Jangan terlalu menaruh kebencian terhadap orang lain, karena bisa jadi kebencian itu akan berubah menjadi perasaan rindu dan akhirnya rindu kian menjelma menjadi rasa cinta.


Angkasa yang semula sangat ragu dengan perasaan nya, apakah ia sebenarnya mencintai gadis itu atau bahkan membencinya. Hingga akhirnya ia sadar bahwa rasa cintanya ternyata terlalu besar hingga ia sulit untuk memahami perasaan nya sendiri.


Angkasa dengan cepat mengangkat tubuh Feli yang baru saja ia usap dengan handuk itu, kini gadis itu tengah menutup mata malu karena digendong oleh Angkasa tanpa sehelai benang pun yang melekat ditubuhnya sedangkan laki-laki itu membalut tubuh bagian bawahnya dengan handuk berwarna putih.


"Kenapa hmmm? " Goda Angkasa kearah Feli yang malu itu.


"Aku malu mas, aku sedang tidak memakai apapun saat ini. " Ucap Feli malu.


Angkasa sedikit mendekat lalu berbisik ke telinga Feli "Justru saat seperti inilah kecantikan mu bertambah 180° sayang. Mas semakin jatuh cinta dan bergairah, " Ucap Angkasa membuat Feli sangat kaget.


Feli kini sudah dibaringkan oleh Angkasa diatas tempat tidur gadis itu buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya namun langsung ditahan oleh Angkasa yang kini sudah ada diatas tubuhnya itu.


"Akhh,, " Sesuatu bergesekan dibawah sana dan Angkasa tersenyum karena itu.


"Malam ini akan kita habiskan dengan permainan yang sangat menggairahkan sayang, apa kamu siap untuk begadang bersama ku? " Tanya Angkasa dengan lembut dan Feli tersenyum mengangguk dengan wajah malu-malu.


Cup,


Angkasa mulai dengan ciuman yang lembut seolah menuntun Feli yang kini memejamkan mata mencoba rileks walaupun sebenarnya ia takut akan kesakitan lagi, tapi jujur saja ia juga sangat merindukan penyatuan tubuh mereka berdua.


Ia kalungkan tangannya dileher Angkasa yang menikmati ciuman itu yang kini mulai berubah menjadi sebuah lum*tan nikmat hingga Feli sedikit melenguh karena merasa nikmat.


"Eugh,, " Feli melenguh lagi dan lagi saat Angkasa kembali turun karena dadanya yang dipenuhi dengan tanda kemerahan disana dan kini Angkasa kembali mencium area yang sama seolah sedang membuat tanda itu agar terlihat lebih jelas lagi.


Feli meremas sprei dan juga rambut Angkasa dengan beberapa kali berganti karena tak bisa diam menahan sensasi itu.


"Bagaimana sayang? " Tanya Angkasa pelan.


"Enak, mashh,, " Jujur Feli dengan wajah begitu terangs*ng hingga Angkasa tersenyum senang.


Angkasa perlahan turun ke perut Feli mencoba mencium kembali beberapa tanda kepemilikan nya disana hingga kini laki-laki itu berhadapan dengan pangkal paha Feli yang sudah menantang di depan wajahnya.


Ia usap area itu dengan pelan seolah sedang mengusap seekor kucing yang bulunya begitu lembut hingga Feli menggigit bibir merasa sangat tersiksa dengan ulah Angkasa itu.


"Mashh,, akhh,, kenapa digituin? " Feli protes.


Angkasa tersenyum lalu memasukkan satu jari tengah nya kedalam lubang kenikmatan Feli itu hingga gadis itu langsung menggelinjang kenikmatan.


"Akhh,, akhh,, " Angkasa menggerakkan jarinya disana hingga Feli mend*sah tak karuan.


Setelah Feli terlihat terbiasa Angkasa memasukkan dua jarinya lagi hingga kini berjumlah tiga disana membuat gadis itu langsung merem melek karena sensasi yang tak biasa.


"Bagaimana sayang? " Tanya Angkasa pelan.


"Enak mashh, akhh.. " Feli sudah sangat sering mend*sah karena ulah Angkasa.


"Mas sengaja melakukan pemanasan agar kamu terbiasa dan milikmu tidak terluka seperti pertama kali kita melakukan nya. " Jelas Angkasa mencium bibir Feli yang langsung dibalas oleh Feli.


Ia bermain dibibir itu dengan tangan yang menarik tangan Feli menuju sesuatu di bawah sana.


Feli kaget saat Angkasa menuntun tangannya menarik handuk yang menutup aset berharga milik Angkasa dan handuk itu kini sudah terlepas dengan sempurna.


Feli masih saja berciuman dengan Angkasa dengan tangan yang di tuntun untuk memegang junior Angkasa yang sudah sangat keras karena tegang itu.


"Ma,, mas? " Feli sedikit ragu saat Angkasa menuntun Feli untuk meremas benda tumpul itu.


Angkasa tersenyum dengan wajah sangat bergairah "Tolong manjakan dia sayang, " Ucap Angkasa duduk bersandar di tepi ranjang dan menarik Feli untuk berada di depan nya saat ini.


Gadis itu kaget saat melihat sesuatu yang sangat tumpul tegang berdiri di depan matanya, karena melihat Angkasa yang sangat ingin Feli perlahan menjamah benda itu dan mengelus nya pelan serta meremas nya.

__ADS_1


"Akh,, " Untuk pertama kalinya Angkasa mend*sah karena permainan tangan Feli yang masih terasa kaku itu.


"Lanjutkan sayang, mas sangat menikmatinya akhh. "


Feli semakin mendekat dan meneruskan remasannya disana hingga Angkasa tidak tahan lagi.


"Begini mas? " Tanya Feli yang terus saja melanjutkan aksinya.


"Kamu sangat pandai sayang, akhh,, mas menikmati nya. " Puji Angkasa walaupun sebenarnya ia tahu Feli sangat kaku untuk melakukan itu.


Angkasa dibuat merem melek saat Feli mencoba untuk mencium junior Angkasa.


Karena sudah tidak tahan Angkasa langsung membaringkan tubuh Feli lalu menindih nya.


"Mas masukin yah sayang? " Tanya Angkasa pelan dan Feli mengangguk juga.


"Pelan yah mas, aku takut! "


"Mas akan bermain dengan lembut sayang, " Ucap Angkasa pelan dan mengarahkan junior nya tepat didepan milik Feli.


"Akhh,, " Feli mendesah keras saat ia merasakan sesuatu yang tumpul mencoba untuk masuk kedalam area sensitif nya itu.


Sprei ia remas dengan kuat dan mata yang terpejam menahan rasa sakit yang sama tapi kali ini lebih mendingan dari pada saat pertama kali itu.


"Bagaimana sayang? Apakah terlalu sakit? " Angkasa berhenti sebentar untuk melihat keadaan Feli yang menahan sakit itu.


"Tidak mas, mas lanjutkan saja. "


Angkasa langsung mencoba untuk memasukkan nya lagi walaupun beberapa kali gagal kini junior nya sudah masuk sempurna hingga Feli lagi-lagi mencakar punggung Angkasa dengan keras karena menahan sakit.


Setelah masuk sempurna Angkasa mendiamkan sebentar junior nya disana dan menggerakkan nya dengan perlahan lahan.


"Akhh,, akhh,, " Feli mendesah menahan sakit hingga air matanya lagi-lagi menetes namun buru-buru ia hapus.


Angkasa tahu itu masih sangat menyakitkan untuk Feli karena ini kali kedua mereka melakukan nya dan gadis itu masih belum terbiasa.


"Bagaimana sayang? Apakah sudah mulai nikmat? " Tanya Angkasa dan Feli mengangguk malu.


Beberapa saat mereka terus saja bergerak hingga kasur yang mereka pakai terdengar berdecit.


"Akhh, " Feli lebih dulu mengalami pelepasan disaat Angkasa masih belum juga mengalaminya.


Angkasa masih berusaha menggerakkan junior nya dengan cepat membuat Feli lagi-lagi mendesah hebat karena menahan nikmat yang tiada tara.


Kini mereka berdua terkulai lemas diatas tempat tidur dengan tubuh yang ditutupi oleh selimut.


Angkasa memeluk tubuh Feli dari belakang sedang Feli hanya diam saja memikirkan banyak hal dalam diam.


"Mas, " Tiba-tiba saja Feli berbicara dengan pelan.


"Hmm,? Angkasa membuka matanya mendengar apa yang akan diucapkan gadis itu.


" Antara aku dengan beberapa gadis yang datang di pantai tadi siapa yang paling seksi? "Tanya Feli tiba-tiba hingga Angkasa mengerut heran.


" Kenapa tiba-tiba menanyakan itu sayang? "


"Mas Jawab jujur saja! " Feli masih saja diposisi awalnya.


Angkasa tersenyum karena sadari bahwa gadis itu masih saja kesal karena ucapan Angkasa yang mengatakan gadis seksi tadi.


"Hmmm siapa yah? "


"Mas aku lagi serius nanya ih, " Kesal Feli.


"Jelas mereka lebih seksi sayang. "


Feli melotot kesal karena jawaban Angkasa yang di luar dugaan nya itu, walaupun ingin jujur harusnya ia faham situasi saat ini Feli ingin Angkasa memihak nya bagaimana pun itu.

__ADS_1


"Ooh lebih seksi mereka yah? " Kesal Feli.


Tiba-tiba Angkasa menggerakkan tangannya dan mengelus area sensitif Feli hingga Feli memejamkan mata menggigit bibir.


Plak,


Feli menampar tangan nakal Angkasa dengan keras karena merasa kesal dengan laki-laki itu.


"Loh kok tangan mas ditampar sih sayang? "


"Gak usah manggil sayang deh mas, kalau mau nyentuh sentuh aja gadis seksi tadi. Ngapain nyentuh gadis yang tidak seksi seperti ku? " Feli kesal dan sedikit menjauh dari Angkasa.


Angkasa tak mendengarkan Feli dan terus saja mendekat serta mengusap pelan area sensitif gadis itu.


Feli menggigit bibir menahan des*han, ia sedang kesal saat ini akan sangat malu jika ia mend*sah dengan sentuhan-sentuhan yang Angkasa berikan.


"Kenapa ditahan sayang? Bukankah kamu menyukai ini? "


"Apaan sih mas? Aku gak suka yah! " Feli menyingkirkan tangan Angkasa dan membuang muka.


Angkasa tertawa pelan karena melihat sikap Feli yang menunjukkan kalau ia sedang cemburu buta itu.


"Kenapa kamu sangat marah sayang? " Tanya Angkasa seolah ia tak tahu apa-apa.


"Kenapa mas nyentuh aku sih? Emang selera yah liat bodi gak seksi kayak aku? " Kesal Feli menarik selimut hingga kini tubuh Angkasa terlihat semua.


Dengan cepat Angkasa menarik Feli yang hendak pergi itu lalu menindih gadis itu, Feli sendiri berontak membuang muka.


"Ihh apaan sih mas? Ngapain nindih gadis tidak seksi ini? "


"Hahaha kamu lucu sekali sih sayang, mas kan cuma becanda aja. Mana ada yang bisa nyalahin betapa seksi dan menggodanya istri ku ini. " Angkasa melihat kearah Feli dengan senyuman dibibir nya.


Feli langsung merona malu karena ucapan Angkasa itu "Bisa aja, awas mas aku mau tidur. Mas berat banget. "


Angkasa tidak mau bergerak dan malah mendekat kearah Feli lalu berbisik "Bagaimana kalau kita kembali menyatukan diri sayang? Mas tegang lagi nih. "


Feli langsung bergidik ngeri karena Angkasa mengatakan ingin melakukan nya lagi. Padahal sudah lima ronde tadi.


"Mas aku capek banget. "


Angkasa tertawa lagi "Hahaha mas becanda sayang, yaudah kita tidur yah. " Angkasa bergeser lalu mendekap erat tubuh gadis itu.


Pagi-pagi sekali Angkasa sudah bangun lebih dulu dibanding Feli yang masih terlelap itu, ia bangkit dan tersenyum membenarkan posisi selimut Feli.


Setelah bangkit ia pun membenarkan pakaian serta penampilannya meninggalkan kamar hotel menuju sebuah mall terdekat didaerah pantai itu.


Ia tersenyum saat melihat beberapa pakaian yang sangat indah dan juga terlihat sangat cantik.


"Wahh, pasti dia akan sangat cantik jika mengenakan pakaian ini. " Senyum Angkasa membayangkan Feli memakai pakaian itu.


"Lagian kapan lagi ia akan menerima pakaian pemberian ku kalau bukan disaat seperti ini, dia terlalu perasa hingga tak enak hati menerima pemberian suaminya sendiri. " Senyum Angkasa sangat lebar.


"Akhh baru sebentar saja aku sudah sangat merindukannya, " Gimam Angkasa.


"Apakah bapak ingin memesan? "


"Ah, tolong bungkus pakaian ini. " Tunjuk Angkasa pada baju yang menurut nya sangat cocok untuk Feli kenakan.


Setelah itu ia kembali ke hotel dengan wajah yang sangat senang karena ia memiliki sebuah rencana besar.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Aduhhh aku kentang Banget ngetiknya.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2